December 29, 2016

HAMPA

"我似乎是得到了想要的一切,可是为什么我得到的快乐不快乐呢?" (I think I already reach all that I want, but why all this happiness doesn't make me happy?)

Beberapa hari lagi kita akan menutup lembaran di taon 2016, ngga terasa taon ini berlalu dengan begitu tergesa-gesa. Ketika menoleh ke belakang, sungguh aku bersyukur buat banyak hal yang Tuhan ijinkan terjadi, buat orang-orang baru yang Tuhan taruh di hidupku, buat pengalaman en pelajaran hidup, buat kesempatan mbolang en melihat kehidupan dari sisi yang berbeda. Taon ini beneran penuh warna, sebagian dari diriku menikmatinya, namun sebagian bikin aku cukup menderita.

Banyak orang yang ngeliat foto-fotoku, ngeliat update-an tentang mbolang, ngeliat bertambahnya jumlah temanku, serta merta berkomentar betapa serunya hidupku. Bahkan beberapa orang ngomong terang-terangan kalo mereka iri ama aku (what???), tanpa mereka tau bahwa hari-hariku ngga selalu berpelangi indah. Apa yang tampak dalam foto di instagram, DP BBM atopun blog, ngga mengungkapkan semua hal yang kualami. Ada masa kelam, hal ngga mengenakkan, mimpi buruk, pergumulan berat, en dukacita yang kualami. Hidup ini bagaikan yin dan yang, hitam dan putih, tak ada yang sempurna.

Ngga banyak orang tau betapa banyak waktu, uang, en tenagaku yang terkuras untuk maintain hubungan-hubungan yang ada, beberapa malam dimana aku terpaksa tidur di mobil saat mbolang hingga badanku drop, kisah kelam yang kudengar dari orang-orang yang kutemui, konflik berkepanjangan dengan 2 teman yang sudah kuanggap sodara, trauma masa lalu yang mencuat keluar, serta mimpi-mimpi buruk yang harus kuhadapi. Sekali lagi, hidup yang kujalani ngga seindah yang terlihat.

Memang taon ini aku ngalami banyak hal yang baik, perubahan en peningkatan dalam hidup, belajar melihat sisi lain kehidupan, belajar mengenal diriku en passionku lebih dalam lagi. Namun, ada kalanya aku ngerasa hampa dan lelah dengan semua hal yang kualami, ngerasa ngga bener-bener bahagia dengan semua hal yang kucapai, ngerasa ngga yakin apakah hidup seperti ini yang ingin kujalani.

Ketika aku merefleksi diri, aku melihat diriku yang sekarang sungguh jauh berbeda dengan taon lalu. Taon ini, aku belajar jadi orang yang sama sekali berbeda, sudah terbiasa senyum sampai keliatan gigi (apalagi uda di-behel), bersikap ramah bahkan cepat mengampuni. Tapi kadang aku terlalu fokus melihat ke target yang masih jauuuhhh di depan, sehingga aku ngerasa masih kurang, masih perlu berusaha lebih keras, bahkan ngerasa lambat sekali untuk berubah padahal usia ngga muda lagi. Hasilnya kehampaan en kesia-siaan menyelimuti hati, padahal hal itu sebenernya ngga perlu terjadi. Dasar orang kolerik! Hahahaha.

Tapi ketika aku belajar melihat dari sudut pandang yang berbeda, aku bersyukur buat setiap karya yang Tuhan kerjakan dalam hidupku, perubahan demi perubahan yang terjadi, kebaikan demi kebaikan yang melimpah. Setiap masalah, konflik, bahkan perpisahan tuh baik adanya jika dipandang dari sudut pandang kekekalan. Aku belajar ngga melihat dari kacamataku, tapi dari kacamata Tuhan yang begitu mulia. Lagipula, jika ingat bahwa semua yang ada di dunia ini adalah hampa, sia-sia, dan akan segera berlalu, sudah sepatutnya aku mensyukuri segalanya. Justru dari situlah aku semakin menyadari bahwa hanya Tuhan yang mampu membuat hidupku penuh, bahagia, dan bermakna. Segala sesuatu kosong, hampa, dan tak berarti tanpa Dia yang kekal.

Suatu saat semua hal yang kita capai di hidup ini, semua orang yang kita kasihi, semua hal yang kita banggakan akan sirna. Seperti kita telanjang saat dilahirkan, demikian juga kita ngga akan membawa apapun saat hidup kita selesai. Tiba-tiba jadi inget satu lagu lama:
Ku tak membawa apapun juga
Saat kudatang ke dunia
Kutinggal semua pada akhirnya
Saat ku kembali ke surga
Inilah yang kupunya
Hati sbagai hamba
Yang mau taat dan setia
Pada-Mu Bapa
Kemanapun kubawa
Hati yang menyembah
Dalam roh dan kebenaran
Sampai slamanya

Count your blessings. Selamat menyongsong taon baru, peeps!

No comments: