"Hanya orang-orang kuatlah yang bisa melepaskan sesuatu. Meski sakit hati, menangis, marah-marah, sebal, sekali pada akhirnya bisa tulus melepaskan, dia sudah berhasil menaklukkan diri sendiri" (Tere Liye, novel Hujan).
"Bahwa hidup harus menerima... penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti... pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami... pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, dan pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian sedih dan menyakitkan" (Tere Liye, novel Daun yang Jatuh tak Pernah Membenci Angin)
Singkat cerita, melalui berbagai proses dan waktu, aku menyadari bahwa ngga ada gunanya aku memikirkan masalah ini. Manusia datang dan pergi, orang yang dulu sedekat sodara pun dalam sekejap mata berubah menjadi orang asing, yang dulu orang asing menjadi teman baik. Justru aku bersyukur karena melalui kejadian ini aku berteman dengan orang-orang baru, yang ternyata lebih berkualitas dan murni hatinya daripada 2 orang itu. Dari ujian ini, akhirnya aku tau kualitas hati dan karakter tiap orang yang selama ini belum terungkap. Tuhan selalu baik di setiap waktu.
Aku ngga peduli dengan kesalahpahaman mereka yang menganggapku cemburu karena mantan sahabat cowok dekat sama cewek bermulut manis itu, aku ngga mau klarifikasi kenapa aku akhirnya menghindari kelompok mereka yang cuma suka hura-hura, aku malas berpura-pura ramah di depan mereka. Akhirnya aku mengambil jalan terpisah, menikmati hidupku sendiri, dan berteman dengan orang-orang lain.
Aku tau bahwa ini merupakan ujian bagi persahabatan kami, dan menyedihkannya kami ngga tahan uji. Awalnya aku ngga suka ama si cewek bermulut manis yang bermuka dua dan bermakeup tebal itu, yang kuanggap sebagai biang kerok. Namun akhirnya aku menyadari bahwa karena dialah karakter asli 2 orang mantan sahabatku itu terkuak. Aku ngga lagi menyalahkan cewek itu, toh akhirnya gengnya mulai mrotoli karena beberapa orang menyadari bahwa mereka ngga cocok ama cewek itu, lalu beberapa dari mereka malah merasa cocok en berteman denganku.
Sebenernya, aku merasa hidupku lebih bahagia tanpa 2 orang itu. Ngga lagi pulang larut malem karena harus dengerin sesi curhat berkepanjangan, ngga lagi buang waktu chat hampir setiap hari karena kisah-kisah ngga penting, ngga lagi direpoti dengan segala pertanyaan en keributan yang menguras tenaga. Tanpa kalian, hidupku jauh lebih ringan dan aku bisa melayani orang-orang baru dengan lebih efektif. Tanpa kalian, aku bisa punya banyak waktu maintenance hubungan lain. Tanpa kalian, aku punya lebih banyak "me time".
Disinilah aku berada, menjadi pribadi yang jauh lebih kuat dan lebih waspada dalam menyikap hidup. Aku menyadari bahwa 2 orang itu tau banyak sekali tentangku termasuk kelemahanku, mereka bisa begitu powerful jika bekerjasama untuk menghancurkanku, ditambah pengaruh negatif dari cewek bermulut manis itu. Namun, aku mengambil keputusan bahwa aku ngga akan kalah, aku ngga akan lemah, aku ngga akan membalas. Terserah mereka mau berbuat apa, waktu akan membuktikan segalanya.
Aku mengampuni mereka yang bersikap ngga menyenangkan selama ini, yang tiba-tiba mendiamkanku tanpa alasan, yang menghindariku dan ngga mau kontak aku. Tapi bagiku mengampuni ngga berarti memberi kesempatan lagi untuk mereka jadi teman yang kupercaya. Aku mengampuni en melangkah maju untuk melindungi diriku sendiri. Oneday, ketika kalian sadar dan bisa melihat segala sesuatu dengan jelas, semuanya sudah terlambat. Aku bukanlah Lucy yang dulu lagi, aku ngga akan bisa bersahabat dengan kalian seperti semula, aku ngga akan memberikan waktuku bagi orang yang ngga layak mendapatkannya.
Aku ngga mau memusuhi mereka, karena aku tau bahwa aku menjadi pribadi yang seperti ini juga karena kebaikan yang pernah mereka tabur. Aku mau mengenang mereka dari kebaikan yang mereka pernah lakukan, hal-hal indah yang pernah terjadi di antara kami. Aku menyadari bahwa Tuhan mengijinkan segala sesuatu untuk kebaikan, walopun kadang yang terjadi kelihatannya ngga baik, tapi pasti ada pelajaran berharga di baliknya.
Aku ngga mau memusuhi mereka, karena aku tau bahwa aku menjadi pribadi yang seperti ini juga karena kebaikan yang pernah mereka tabur. Aku mau mengenang mereka dari kebaikan yang mereka pernah lakukan, hal-hal indah yang pernah terjadi di antara kami. Aku menyadari bahwa Tuhan mengijinkan segala sesuatu untuk kebaikan, walopun kadang yang terjadi kelihatannya ngga baik, tapi pasti ada pelajaran berharga di baliknya.
Thanks Jesus buat kesetiaan-Mu di masa sukar ini, thanks for makes me comfort in Your presence, thanks for the hardest lesson. You are the greatest friend ever! :*
NB: Aku sama sekali ngga rekomen novel yang ditulis oleh Tere Liye ya. Aku cuma ambil quotes-nya yang menurutku bagus sih. Novelnya ngga menarik untuk dibaca, bahasa en jalan ceritanya aneh. Mending nyari penulis laen kalo mau baca sesuatu yang berkualitas.
NB: Aku sama sekali ngga rekomen novel yang ditulis oleh Tere Liye ya. Aku cuma ambil quotes-nya yang menurutku bagus sih. Novelnya ngga menarik untuk dibaca, bahasa en jalan ceritanya aneh. Mending nyari penulis laen kalo mau baca sesuatu yang berkualitas.


No comments:
Post a Comment