June 30, 2017

THE BEST MOMENT

Pada uda tau kan ya kalo sebulanan ini HPku rusak en aku males beli baru? Aku ngerasa perlu ketenangan, perlu menjauhkan diri dari orang-orang yang cuma ngontak pas butuh trus ngilang begitu aja, serta perlu memurnikan setiap hubungan yang kubangun dengan orang sekelilingku. Praise God, waktu-waktu ini banyak hal baik yang Tuhan kerjakan, hatiku banyak dipulihkan dari kekecewaan, serta banyak dibukakan siapa teman sejati en siapa yang bukan.

Tuhan ngomong buanyak hal yang merombak hidupku secara fundamental, aku makin punya banyak waktu ama keluarga, makin banyak bersekutu dengan Dia, membangun kehidupan orang-orang terdekatku. Aku sangat mengurangi waktu-waktuku hang out dengan temen yang sekedar temen, ato yang cuma curcol ngeluh ngoceh berkepanjangan, serta menebarkan pengaruh negatif sekalipun mereka rajin ikut CG ato pelayanan. Intinya, aku sangat menikmati kehidupanku yang sekarang, bebas dari para wreckers dan benalu yang hanya menyerap banyak nutrisi kehidupan lalu menghempaskanku. Aku bahagia "kehilangan" banyak orang yang emang ngga perlu berlama-lama menjadi bagian dari hidupku.

Aku mengalami banyak hubungan penuh kasih tanpa syarat, aku menikmati yang namanya diperhatikan dan dipedulikan karena aku berharga (bukan karena aku mendatangkan keuntungan bagi mereka), aku merasakan yang namanya beneran dicariin dan dicintai karena aku tuh penting buat mereka (bukan penting untuk memenuhi kebutuhan mereka yang egois). Aku bersyukur sama Tuhan buat orang-orang yang Dia berikan dalam hidupku untuk bener-bener mengasihiku serta membangun hidupku, bukan orang yang menuntutku memenuhi apa yang mereka inginkan ato butuhkan.

Masa-masa ini aku menikmati kebaikan Bapa, memahami kehendak-Nya lebih lagi, serta mengerti kerinduan hati-Nya yang terdalam. Aku mengerti bahwa "yang sedikit namun benar-benar berasal dari pada-Nya" jauuuhhh lebih indah daripada "yang banyak namun berasal dari manusia". Aku belajar ngga peduli dengan rongrongan kebutuhan makhluk-makhluk yang hanya menguras energiku demi ego mereka. Aku mengalami firman-Nya dalam Yesaya 30:20-21:
Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia, dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: "Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya," entah kamu menganan atau mengiri.

Betapa indahnya hidup dalam jalan-jalan Tuhan, tanpa ada sedikitpun usahaku untuk membuat segala sesuatu berjalan dengan baik apalagi sempurna seperti standar manusia. Aku sama sekali ngga nyesel melepaskan buanyak hal yang selama ini melekat di hidupku, demi mendapatkan sebuah kehidupan yang benar-benar baru. Aku percaya bahwa sesuatu yang kulepaskan akan menghasilkan banyak hal yang jauh lebih baik dan lebih kekal daripada sebelumnya. Ibarat aku ngga lagi makan junk food yang menggiurkan namun ngga menyehatkan tubuh, lalu memilih makan sayuran yang ngga menarik tapi berguna bagi tubuhku. Ketika kita berani melepaskan segala sesuatu untuk mendapatkan Kristus, kita memperoleh segala sesuatu yang terbaik dari-Nya.

Memang awalnya sangat kesepian, ngga ada lagi yang bisa kukontak saat nganggur, ngga lagi hang out berdua ama cowok tiap minggu demi mengusir rasa sepi karena jomblo, ngga ada lagi chat-chat berisi guyonan hampa kayak biasanya. Tapi sebagai gantinya, Tuhan mulai gantikan dengan orang-orang yang berkualitas, dimana kami saling membangun, menegur, menguatkan, dan mempertajam. Aku bersyukur untuk semua proses menyakitkan yang Tuhan ijinkan terjadi, yang merontokkan semua hubungan palsu, yang menggerus persahabatan egois yang melukai jiwaku, yang membuatku kesepian namun menemukan Kristus lebih lagi.

Aku tau dari hari ke hari Dia semakin membawaku masuk ke dalam kehidupan yang Dia rancangkan secara sempurna, suatu kehidupan yang membawa kemuliaan nama-Nya. Aku ngga lagi memusingkan banyak hal, ngga lagi peduli dengan pendapat manusia, ngga lagi memikirkan hal-hal yang menggelisahkan hati. Aku tau kehidupanku sebelumnya memang sangat menyenangkan: melayani banyak jiwa, dibutuhkan banyak orang, namun ujungnya aku lelah secara jiwa dan roh karena aku hanya dimanfaatkan. Aku yakin bahwa kehidupanku ke depan akan jauh lebih menyenangkan, karena aku hanya mau mengerjakan apa yang Tuhan suruh, bukan lagi memenuhi semua kebutuhan di sekitarku yang ngga ada habisnya.

Aku bersyukur buat setiap orang yang ada, tinggal, dan mengasihiku tanpa syarat saat aku membutuhkan dukungan dan doa. Aku semakin mengasihi mereka dan melihat bahwa hubungan-hubungan ini bertumbuh ke arah yang semakin positif. Aku melihat bagaimana Tuhan memakai mereka untuk menyatakan bahwa diriku sangat berharga, aku ngga perlu "banyak teman", aku ngga perlu melakukan ini dan itu untuk memperoleh semua yang kubutuhkan karena mereka dengan senang hati memberikannya untukku. Aaahhh, terimakasih Tuhan buat semuanya ini, aku ngga perlu meminta apapun lagi karena segalanya sudah lebih dari cukup. Terimakasih teman-teman terbaikku, karena kalianlah aku terlepas dari pria brengsek yang memanipulasi emosi dan energiku itu, karena kalianlah aku bertahan menghadapi masa-masa sulitku, karena kalianlah aku mengalami kasih Tuhan.



There is no better moment,
than within His presence,
seek His face and listen to His voice
I want to walk away,
from the clamor of the world,
and dwell in His house,
all the days of my life

I want to see Jesus face to face,
I want to run deep into the secret place,
Here in His presence
I want to see Jesus face to face,
worship in His holiness,
til less of me and more of Him

In this quiet place,
secret place
I wait only for Him

(Secret Place- GMS Worship)

No comments: