Well, taon ini males bikin kaleidoskop so aku comot caption di instagramku beberapa waktu yang lalu aja ya. Tapi disini aku akan menambahkan beberapa hal.
Taon 2017 hampir berakhir, aku merasa perlu menoleh ke belakang sejenak untuk bersyukur.
Thankyou Tuhan untuk setiap orang yang Kau letakkan di hidupku hingga hari ini, pekerjaan, kebaikan, kesempatan, berkat dan kekuatan untuk menjalani segala sesuatu. Thankyou buat setiap surprise sepanjang taon ini, buat setiap kejadian yang keliatannya buruk tapi Kau rancangkan untuk mendatangkan kebaikan.
Thankyou kepada setiap orang yang:
* Menabur kasih, persahabatan, kesetiaan
* Memberikan warna indah, tawa canda, kebahagiaan
* Mendukung, mendoakan, memberi nasihat
* Menginvestasikan waktu, tenaga dan kata-kata hikmat
* Menunjukkan teladan, karakter yang teruji, kebaikan
Tanpa kalian, aku bukanlah diriku yang sekarang. Kalian adalah orang-orang hebat yang selalu percaya bahwa aku sedang diproses dan kalian menaruh keyakinan bahwa aku bisa menjadi versi terbaik sesuai yang Tuhan mau. Alangkah mulia bisa bertumbuh bersama kalian.
Bahkan, thankyou buat setiap orang yang menghakimi berdasarkan informasi sepihak, memusuhi tanpa alasan, mengkhianati, menyakiti dengan sengaja, menjelek2kan di belakang, menjadi musuh dalam selimut :p Karena kalian, aku belajar menjadi orang yang lebih kuat, mudah mengampuni dan memahami bahwa ngga semua orang perlu dipertahankan di hidup ini.
Thankyou 2017 untuk setiap pembelajaran dan pengalaman berharganya, momen tak ternilai dan semua hal yg bekerja untuk mendatangkan kebaikan.
I'm ready for 2018 :D
***
2017 adalah taon paling luar biasa yang pernah kualami, dimana aku diremukkan, diajar banyak hal, dibentuk sedemikian rupa oleh tangan Tuhan yang penuh kasih. Banyak kekecewaan, hubungan yang retak, pengkhianatan, mimpi buruk, malam-malam penuh tangisan, serta pergumulan batin yang mewarnai sebagian besar hari-hari di taon ini. Tapi akhirnya aku menemukan Dia, rancangan-Nya yang terajut sempurna dalam setiap kejadian yang menimpaku, serta menemukan diriku utuh dalam tangan-Nya.
Aku menemukan banyak missing parts yang melengkapi hidupku, hubungan yang dipulihkan, hubungan baru yang terjalin, momen berharga, pembelajaran baru, serta ketentraman batin yang luar biasa. Melalui semua proses menyakitkan, aku belajar berserah penuh pada kehendak-Nya. Aku belajar menyerahkan semua rencana, keinginan, impian, kerinduanku yang terdalam di bawah kaki-Nya. Ngga ada lagi AKU, I, ME, MYSELF, MINE. Semuanya dari Dia, untuk Dia, dan bagi Dia.
Aku belajar cuek dengan pendapat sekelilingku, semakin menyadari bahwa aku ngga perlu klarifikasi tentang apapun sekalipun aku benar, dan membiarkan orang lain berasumsi sesuka hati mereka. Dari situlah aku menemukan orang-orang yang mengasihiku bukan karena aku menguntungkan mereka, tapi karena aku adalah diriku seutuhnya beserta semua kekurangan dan cacatku. Menemukan orang-orang yang mengasihi dan menerimaku tanpa syarat adalah salah satu harta terbesar yang kuperoleh taon ini. Aku tau siapa saja yang harus kulepaskan dari hidupku, dengan siapa aku perlu membangun hubungan, serta siapa saja yang perlu kupertahankan dalam hidup ini.
Aku ngga lagi ngoyo, ngga lagi menganalisa segala sesuatu secara berlebihan, ngga lagi "ngeman" orang yang menjauhiku ato kujauhi. Uenak pwol idup kayak gini, santai tapi serius, karena tau apa aja yang perlu dan apa yang ngga perlu. Aku belajar bahwa ada jarak yang tetap perlu dijaga dalam tiap hubungan, entah untuk tetep menjauh ato terus mendekat. Ada hal-hal yang perlu dimaintenance secara berkala, ada yang perlu diabaikan selama mungkin, ada yang perlu dibangun supaya bondingnya lebih kuat.
Thankyou 2017 buat 365 hari yang berkesan, yang menorehkan banyak kejadian, yang membuatku jadi seorang Rachel saat ini. Ada banyak hal yang berubah dari diriku, kadang menyukai diriku yang sekarang, ada kalanya aku benci karena terlihat jauuhhh lebih tua hahaha. Tapi aku tau bahwa setiap bagian dariku sedang bertumbuh, berkembang, dan berproses menjadi lebih baik (dan menghasilkan banyak kerutan di berbagai sudut wajahku). Aku belajar mencintai diriku lebih lagi beserta semua keputusan salah yang membawaku ke titik ini, titik yang membuatku mengenal Dia makin dekat, melebihi yang pernah ada.
Jadi inget penggalan lagu:
Di suka Kau ada, di duka pun Kau ada
Karna Engkau Yesusku
No comments:
Post a Comment