1. Hidup di dalam roh adalah mengolah hikmat di tempat tersembunyi di hati Allah. Untuk mengetahui bagaimana Ia benar-benar melihat orang-orang. Untuk mengetahui proses pemikiran Allah yang paling dalam yang menggerakkan perspektif ilahi ke dalam penilaian spiritual, melepaskan bahasa kerajaan yang memberdayakan orang-orang untuk merasa dikenal oleh Sang Pencipta.
2. Fondasi semua pelayanan adalah ucapan syukur yang sangat dalam akan sifat Allah yang tak berubah.
3. Orang biasa yang melekat pada Allah yang dahsyat dan selaras dengan-Nya akan sanggup menggenapi panggilan tertinggi di dalam Kerajaan.
4. Ketika keyakinan dan kepercayaan dalam hubungan Tuhan dengan kita bertumbuh, kita berkembang di dalam iman dan keyakinan dimana ada pewahyuan kebenaran yang lebih dahsyat.
5. Mengejar karunia spiritual dengan sungguh-sungguh adalah tanggung jawab kita! Perhatikan bagaimana pelayanan Anda memengaruhi Anda. Jika Anda akurat, apa yang Anda rasakan? Jika Anda meleset, apa yang terjadi? Pelajarilah aspek Hadirat. Hati-hati dengan stress yang mengakibatkan pergumulan.
PENDAHULUAN
1. Kata-kata hikmat akan menolong Anda mengerti bagaimana menerapkan apa yang Tuhan katakan atau kerjakan di dalam Anda untuk berbicara atau berhubungan dengan dunia di sekeliling Anda.
2. Kata-kata pengetahuan membuat Anda tertanam di dalam kebenaran bahwa Tuhan mengenal Anda, dan Ia mengasihi Anda.
3. Ketika Tuhan Sang Pencipta segalanya berbicara kepada Anda, hidup sekarang berbeda. Pribadi yang paling berkuasa di seluruh alam semesta mengenal Anda dan mengasihi Anda. Ia peduli terhadap Anda.
BAB 1: FONDASI UNTUK KATA-KATA PENGETAHUAN
1. Ketika Ia berbicara, hal itu benar-benar bermanfaat dan mengasyikkan.
2.Mengambil sikap berfokus pada hubungan dengan Roh Kudus dan mempelajari teologi yang sehat tentang siapa Yesus akan menciptakan fondasi yang luar biasa untuk menjadi orang yang menerima pewahyuan.
3.Karunia kata-kata pengetahuan memberikan kemampuan kepada kita untuk mengetahui apa yang ada di dalam pikiran Tuhan. Ketika kita mengetahui apa yang sedang terjadi di dalam pikiran dan hati Tuhan, kita memiliki kemampuan untuk mencari kehendak-Nya dengan jelas dalam setiap aspek kehidupan dan dunia kita.
4. *Nubuatan adalah kata-kata atau pesan tentang masa depan yang menunjukkan rancangan-rancangan Tuhan atas seseorang. Mengetahui rancangan Tuhan dan masa depan bagi kehidupan mereka akan memberikan kesempatan kepada orang-orang untuk bermitra dengan-Nya demi melihat rancangan itu menjadi kenyataan.
* Kata-kata hikmat adalah kepingan-kepingan hikmat yang datang untuk membantu kita mengetahui bagaimana menerapkan rancangan-rancangan kita dan bahkan kata-kata profetik di dalam hidup kita.
*Kata-kata pengetahuan adalah pewahyuan supranatural oleh Roh Kudus tentang sesuatu yang penting bagi Allah.
5. Karunia mengetahui pikiran Tuhan akan mengubah cara pandang Anda terhadap orang-orang dan budaya. Untuk memperoleh pengetahuan, sesungguhnya Tuhan memberikan kepada Anda mata untuk melihat hal-hal yang tidak pernah Anda lihat tanpa perspektif-Nya.
BAB 2: INDAHNYA HIDUP YANG PENUH DENGAN KATA-KATA PENGETAHUAN
1. Pewahyuan akan menolong kita mengetahui pikiran dan rancangan asli Tuhan bagi umat manusia, mengembalikan kita kepada tujuan keberadaan (destiny) kita sepenuhnya dan terhubung dengan Pencipta dan Juru Selamat kita; ini hubungan yang membawa kepada hidup kekal.
2. Melalui karunia berkata-kata dengan pengetahuan, kita bisa memberikan gambaran kepada orang-orang tentang mereka bisa menjadi pribadi seperti apa nantinya, atau apa yang bisa mereka raih, lewat hubungan mereka dengan Kristus. Kita melakukan lebih dari sekedar memberikan informasi kepada mereka.
3. "Aku mengasihimu dengan kasih yang kekal. Aku memanggilmu dengan namamu dan engkau milik-Ku. Aku mempunyai rancangan-rancangan untukmu selamanya, dan bukan hanya dalam kehidupan ini. Tidak ada yang bisa engkau lakukan untuk mendapatkan kasih-Ku". Dalam pengertian yang sesungguhnya, Tuhan menggunakan informasi--dengan cara yang tidak selalu dipilih dunia--untuk mengesahkan identitas kita dan kasih-Nya bagi kita.
4. Fokus utama dari pewahyuan bukanlah tentang memperoleh pengetahuan sehingga kita bisa lebih bijak dalam menjalani kehidupan (walaupun ini terjadi sebagai dampak sekunder). Tuhan memberikan pewahyuan kepada kita untuk menyatakan siapa diri-Nya yang sesungguhnya dan siapa kita di mata-Nya.
5. Menyampaikan atau menerima kata-kata pengetahuan akan menjadi lebih dari sekedar sebuah insentif atau pendorong semangat tentang bagaimana seharusnya kita menjalani kehidupan kita; karunia ini menempatkan Tuhan pada pusat kehidupan kita, ketika Ia menjadi fokus utama dan kerinduan kita.
6. Kata-kata pengetahuan menolong memberikan kepada kita sebuah sensasi bahwa Tuhan ada di dalam semua hal yang normal dan biasa dalam kehidupan kita--sampai Ia menyatakan diri-Nya. Kemudian hal-hal itu menjadi luar biasa dan penting.
7. Kalau Anda ingin bertumbuh di dalam karunia berkata-kata dengan pengetahuan, Anda harus bergerak melampaui apapun yang tidak berjalan sebagaimana seharusnya, kemudian melakukan evaluasi.
8. Anda juga harus melepaskan segala kesombongan yang muncul karena perkataan Anda "benar". Ketika berbicara tentang karunia-karunia pewahyuan, kebutuhan akan pengesahan atau bahkan untuk menjadi benar adalah pembunuh pertumbuhan rohani.
BAB 3: PROSES PERTUMBUHAN, PIRANTI UNTUK MENOLONG
1. Ketika kita berlatih, maka identitas, keyakinan, rasa aman, dan pengharapan kita akan bertumbuh. Latihan bukanlah tentang mendapatkan lebih banyak peluang atau kesempatan untuk membagikan kerohanian Anda, tapi tentang belajar mengenai kerohanian Anda sendiri dan hubungan dengan Tuhan dan bagaimana membuat hal tersebut cocok bagi dunia di sekeliling Anda.
2. Resiko adalah bagian dari pertempuran dalam semua karunia pewahyuan. Seberapa besar Anda bertumbuh dalam karunia Anda berbanding langsung dengan seberapa lama Anda mempraktekkan karunia itu dan besarnya resiko yang Anda ambil ketika membagikannya.
3. Ketika berbicara tentang bernubuat, seharusnya ketajaman selalu menjadi piranti yang kita gunakan untuk menggunakan iman kita dengan cara yang baru dan dewasa. Hal itu seharusnya menjadi prioritas yang lebih rendah bagi kita daripada mendengarkan isi hati Tuhan.
4. Agar Tuhan menyingkapkan detail-detail yang bersifat pribadi tentang seseorang terhadap Anda, maka keterampilan Anda dalam membangun hubungan yang sehat dengan orang-orang perlu bertumbuh, dan Anda juga membutuhkan hati yang penuh kasih.
5. Ketajaman akan berkembang secara otomatis melalui:
• psikologi atau konseling
• pengetahuan saat menghadapi kesulitan atau bahaya
• pengalaman hidup, baik positif maupun negatif
• kehancuran dan pertumbuhan dalam hubungan
• mengajar, memuridkan, atau melatih banyak orang
BAB 4: MENGENALI YANG PALSU
1. Ketika diri kita dikelilingi oleh hal-hal yang indah dan nyata, ketika kita mengejar karunia-karunia yang nyata dari Tuhan dan mendengarkan orang-orang yang otentik, kita bisa dipulihkan dari ketidakpercayaan. Rasa takut untuk kembali dibohongi akan lenyap ketika kita menghadapi kredibilitas budaya profetik yang didasari atas kasih sejati.
2. Tujuan kita dalam pewahyuan adalah melayani agenda-Nya, bukan agenda kita. Kita jatuh cinta dengan kerinduan-kerinduan-Nya. Lewat pikiran dan kehendak-Nya, kita merasa utuh.
3. Kitab Suci dengan jelas menyuruh kita untuk menjalani kehidupan yang memuliakan Yesus. Kita akan menemukan hidup yang berkelimpahan ketika kita berserah kepada-Nya (lihat Yohanes 10:10). Sebagian besar pelayanan profetik palsu terjadi ketika seseorang yang melayani merasa ia telah menjawab kebutuhan seseorang dan bukan melayani dari kerinduan Tuhan.
4. Ada kalanya kita tidak membutuhkan "pesan" untuk membawa solusi bagi masalah kita; kita hanya perlu membiarkan hubungan kita dengan Tuhan memberikan solusi kepada kita.
5. Ketika yang asli muncul, orang-orang akan lupa dengan yang palsu. Lewat Anda, orang-orang akan merasakan kasih Tuhan yang besar bagi mereka. Daripada khawatir tentang apa yang dikerjakan musuh dan apa yang sedang dikerjakan oleh yang palsu, berusahalah untuk menjadi seotentik mungkin.
BAB 5: MEMBAGIKAN PIKIRAN ALLAH: NEUROLOGI PEWAHYUAN
1. Dengan adanya Roh-Nya di dalam kita yang mementor kita dan memengaruhi keinginan-keinginan kita, membuat kita mengambil pilihan-pilihan yang sangat berbeda dibandingkan kalau kita menggunakan pikiran kita sendiri, tanpa impresi dari-Nya.
2. Otak adalah organ yang berkembang secara sosial, sebagai pemberdaya kepada pikiran spiritual kita, Tuhan mengizinkan proses pemikiran spiritual kita terbentuk selaras dengan cara berpikir-Nya.
3. Saat kita berdoa dan membaca Alkitab dan terhubung dengan apa yang Ia katakan, pikiran Allah dan pikiran kita akan terjalin bersama! Jaringan neurologis kita benar-benar berkembang. Otak dan kerohanian kita bertumbuh dewasa bersama-sama.
4. Pewahyuan menyingkapkan apa yang perlu. Pewahyuan memberikan kepada kita gambar sempurna tentang isi hati dan pikiran Tuhan.
5. Apakah Anda pernah punya mentor atau guru yang baik? Pengetahuan Anda bukan satu-satunya yang bertumbuh sebagai hasil dari pengaruh orang ini. Cara berpikir Anda berubah. Anda bisa membuat pilihan-pilihan yang lebih baik dengan lebih jelas dan kemungkinan-kemungkinan yang lebih nyata. Ketika Roh Kudus hidup di dalam Anda, Ia menolong Anda mendisiplinkan pemikiran-pemikiran Anda.
BAB 6: MEMBANGUN GAYA HIDUP BERESIKO
1. Ketika Anda memberikan ruang kepada rasa tidak aman dalam profetik, Anda justru membangkitkan banyak keraguan spiritual. Rasa tidak aman adalah pencuri sebenarnya! Saya senang ketika saya mengatasi rasa tidak aman itu dengan kasih Yesus.
2. Apakah engkau merasa lebih baik kalau engkau tidak mengambil resiko dan menjalani kehidupan yang normal, atau mengambil resiko dan ada kemungkinan untuk melihat sesuatu yang luar biasa terjadi?
3. Tuhan menginginkan saling ketergantungan dari kita, bukan mengandalkan diri sendiri. Ia menempatkan kita di posisi untuk mengambil resiko sehingga kita akan terhubung--dan tetap terhubung dengan Dia.
4. Anda mungkin saja gagal setiap waktu karena berbagai alasan yang tidak pernah bisa Anda mengerti. Akan tetapi, setiap waktu Anda akan belajar, apapun hasilnya. Kalau sesuatu tidak masuk akal atau Anda "meleset", apa yang akan terjadi selanjutnya? Cukup mudah. Anda tunjukkan kerendahan hati. Anda berkata, "Terima kasih karena telah mengizinkan saya melakukan ini". Lalu Anda mencoba lagi di hari atau kesempatan berikutnya.
5. Ketika kita mengenali Tuhan pada suatu ketika dan mengambil resiko, Ia dapat memakai kita untuk mengubah dunia dan pandangan seseorang.
BAB 7: RAHASIA ALLAH DISINGKAPKAN
1. Menurut kamus Webster, arti kata "rahasia" adalah disembunyikan dari pengetahuan siapapun kecuali mereka yang memiliki hak istimewa.
2. Ketika Anda merohanikan sesuatu, Anda tidak mendapatkan buah yang sama ketika Anda melakukan menurut cara Anda dibandingkan kalau Anda benar-benar mendengar dari Tuhan dan menerima kata-kata pengetahuan, dengan Dia sebagai sumber.
3. Tuhan sedang memberikan kepada orang Kristen akses kepada pengetahuan dan rencana-Nya sehingga kita bisa ikut berperan membawa terang-Nya kepada dunia. Ketika Ia mengunduh pengetahuan dan hikmat-Nya, tindakan dan perkataan kita menjadi relevan di berbagai bidang masyarakat.
BAB 8: PANDUAN KEPADA KATA-KATA PENGETAHUAN DI DALAM KITAB SUCI
1. Kata-kata pengetahuan di dalam Alkitab:
* Mengenali orang lewat nama (Lukas 19:5-6, Yohanes 1:42, Kisah Para Rasul 10:4-6)
* Mengenali Yesus dalam berbagai situasi (Matius 16:16-17, Lukas 2:36-38)
* Detail tentang masa kecil (Yohanes 21:18)
* Kondisi emosional seseorang (II Raja-raja 4:27)
* Tuhan menetapkan seseorang di sebuah jabatan (I Samuel 6:3-5, Kisah Para Rasul 13:2)
* Tempat untuk menetap/ makan (Matius 14:12-16)
* Penafsiran mimpi (Daniel 2:18-19, Kejadian 40:8-12)
* Karakter seseorang (Yohanes 1:47)
* Aktivitas dan situasi masa lalu (Yohanes 1:47)
* Menyingkapkan identitas yang tepat/ motif-motif tersembunyi (I Raja-raja 14:5-6)
* Membuat rencana/ memenuhi dengan pengetahuan dan keterampilan membangun (Kejadian 6:14-22, Keluaran 35:30-35)
* Mengidentifikasi kehamilan dan tujuan (Matius 1:20-21, Lukas 1:11-17)
* Menyingkapkan dosa (Yosua 7:10-11, Yohanes 6:70-71)
* Menemukan kebenaran/ menyingkapkan kebohongan (II Raja-raja 5:25-27)
* Menemukan orang/ barang yang hilang (I Samuel 9:19-20, I Samuel 10:22)
* Arahan/ tugas (Kisah Para Rasul 9:11, Kisah Para Rasul 16:9-10)
* Kesembuhan (Kisah Para Rasul 9:17-19, Kisah Para Rasul 14:8-10)
* Kebangkitan (Yohanes 11:4)
* Terobosan dalam berbagai keadaan (Kisah Para Rasul 9:12)
* Destiny (Kisah Para Rasul 9:15-16)
* Koneksi ilahi (Kisah Para Rasul 10:19-20)
* Mengetahui pemikiran dan maksud orang lain (Matius 9:4-8, I Korintus 14:24-25, Matius 22:18)
* Peringatan/ keamanan (Kisah Para Rasul 27:10, II Raja-raja 6:9, Matius 2:12)
* Penginjilan (Yohanes 4:17-26, Yohanes 1:47-51)
* Menghancurkan penghalang masyarakat (Kisah Para Rasul 10:15-23)
* Penyediaan (Matius 17:27, Matius 21:2-3)
* Transportasi (Kisah Para Rasul 8:26-40, Lukas 19:30-31)
* Meninggalnya diktator (Matius 2:19-20)
* Memprediksi kematian (II Petrus 1:13-14)
* Memilih penerus (I Raja-raja 19:15-16)
2. Ketika kehidupan kita menurun dan membutuhkan perubahan arah, kita memiliki sensor natural di dalam diri kita yang mencari Allah. Pikiran Tuhan dan pewahyuan-Nya merupakan kunci utama untuk mendorong umat manusia lebih terarah kepada isi hati-Nya.
3. Kata-kata pengetahuan akan menolong Anda menemukan kembali kehidupan, secara sengaja menempatkan Anda pada pusat panggilan Anda, dan menolong memberikan kepada Anda suatu arahan dan arti kepada tujuan Anda.
CARA MENDENGAR YANG BERBEDA-BEDA:
1. Tidak ada "normal" di dalam Allah. Tidak ada aturan-aturan tentang bagaimana semua ini bekerja; Dia adalah Allah yang menyebut diri-Nya Sang Pencipta. Dapatkah kita membatasi Allah yang tak terbatas atau membatasi proses-Nya dalam sebuah kotak?
2. Yesus tidak pernah melakukan dua mujizat dengan cara yang sama. Jadi, kita mempunyai Allah yang tidak memberikan kepada kita formula ilmiah untuk sukses dalam hubungan kita tetapi piranti untuk membuat hubungan itu berhasil.
3. Jenis-jenis piranti yang membantu Anda untuk mengerti caranya melihat:
• Impresi: tema dimana Allak mengunduh pikiran-Nya atau sebuah gambar ke dalam pikiran Anda (Markus 2:8, Lukas 24:45)
• Penglihatan: keadaan ketika Anda menerima sebuah gambar kata, gambar mental, pandangan alam mimpi, gambar bergerak, gambar terbuka atau sebuah pengalaman dengan mata terbuka (Kisah Para Rasul 9:12, Kisah Para Rasul 16:9-10)
• Mimpi: beberapa mimpi secara harafiah menunjukkan peristiwa-peristiwa yang akan datang atau percakapan dalam gambar yang sangat jelas (Ayub 33:15-16a, Kejadian 37:5-11)
• Trance: terjadi ketika Anda berada dalam kesadaran spiritual yang tinggi dimana Anda lebih terhubung dengan Allah melalui Roh daripada dengan dunia di sekeliling Anda (Kisah Para Rasul 11:4-5).
• Suara langsung: bisa berupa suara-Nya yang dapat didengar oleh telinga jasmani, bisa juga berupa suara di dalam kepala Anda yang melampaui pemikiran atau ide-ide inspirasi (Lukas 9:35-36)
• Bau/ aroma: ada kalanya Tuhan dapat memakai bau/ aroma menjadi sebuah kata-kata pengetahuan.
• Kilas balik/ dejavu: sebuah perasaan bahwa Anda pernah berada di dalam situasi persis seperti itu sebelumnya. Kadang kala, hal itu menciptakan sebuah lingkungan dimana Anda memperhatikan sesuatu yang tidak Anda perhatikan kalau Tuhan tidak membuat Anda berada pada momen itu (Mazmur 77:11-12)
SHAWN BOLZ
BAB 2: INDAHNYA HIDUP YANG PENUH DENGAN KATA-KATA PENGETAHUAN
1. Pewahyuan akan menolong kita mengetahui pikiran dan rancangan asli Tuhan bagi umat manusia, mengembalikan kita kepada tujuan keberadaan (destiny) kita sepenuhnya dan terhubung dengan Pencipta dan Juru Selamat kita; ini hubungan yang membawa kepada hidup kekal.
2. Melalui karunia berkata-kata dengan pengetahuan, kita bisa memberikan gambaran kepada orang-orang tentang mereka bisa menjadi pribadi seperti apa nantinya, atau apa yang bisa mereka raih, lewat hubungan mereka dengan Kristus. Kita melakukan lebih dari sekedar memberikan informasi kepada mereka.
3. "Aku mengasihimu dengan kasih yang kekal. Aku memanggilmu dengan namamu dan engkau milik-Ku. Aku mempunyai rancangan-rancangan untukmu selamanya, dan bukan hanya dalam kehidupan ini. Tidak ada yang bisa engkau lakukan untuk mendapatkan kasih-Ku". Dalam pengertian yang sesungguhnya, Tuhan menggunakan informasi--dengan cara yang tidak selalu dipilih dunia--untuk mengesahkan identitas kita dan kasih-Nya bagi kita.
4. Fokus utama dari pewahyuan bukanlah tentang memperoleh pengetahuan sehingga kita bisa lebih bijak dalam menjalani kehidupan (walaupun ini terjadi sebagai dampak sekunder). Tuhan memberikan pewahyuan kepada kita untuk menyatakan siapa diri-Nya yang sesungguhnya dan siapa kita di mata-Nya.
5. Menyampaikan atau menerima kata-kata pengetahuan akan menjadi lebih dari sekedar sebuah insentif atau pendorong semangat tentang bagaimana seharusnya kita menjalani kehidupan kita; karunia ini menempatkan Tuhan pada pusat kehidupan kita, ketika Ia menjadi fokus utama dan kerinduan kita.
6. Kata-kata pengetahuan menolong memberikan kepada kita sebuah sensasi bahwa Tuhan ada di dalam semua hal yang normal dan biasa dalam kehidupan kita--sampai Ia menyatakan diri-Nya. Kemudian hal-hal itu menjadi luar biasa dan penting.
7. Kalau Anda ingin bertumbuh di dalam karunia berkata-kata dengan pengetahuan, Anda harus bergerak melampaui apapun yang tidak berjalan sebagaimana seharusnya, kemudian melakukan evaluasi.
8. Anda juga harus melepaskan segala kesombongan yang muncul karena perkataan Anda "benar". Ketika berbicara tentang karunia-karunia pewahyuan, kebutuhan akan pengesahan atau bahkan untuk menjadi benar adalah pembunuh pertumbuhan rohani.
BAB 3: PROSES PERTUMBUHAN, PIRANTI UNTUK MENOLONG
1. Ketika kita berlatih, maka identitas, keyakinan, rasa aman, dan pengharapan kita akan bertumbuh. Latihan bukanlah tentang mendapatkan lebih banyak peluang atau kesempatan untuk membagikan kerohanian Anda, tapi tentang belajar mengenai kerohanian Anda sendiri dan hubungan dengan Tuhan dan bagaimana membuat hal tersebut cocok bagi dunia di sekeliling Anda.
2. Resiko adalah bagian dari pertempuran dalam semua karunia pewahyuan. Seberapa besar Anda bertumbuh dalam karunia Anda berbanding langsung dengan seberapa lama Anda mempraktekkan karunia itu dan besarnya resiko yang Anda ambil ketika membagikannya.
3. Ketika berbicara tentang bernubuat, seharusnya ketajaman selalu menjadi piranti yang kita gunakan untuk menggunakan iman kita dengan cara yang baru dan dewasa. Hal itu seharusnya menjadi prioritas yang lebih rendah bagi kita daripada mendengarkan isi hati Tuhan.
4. Agar Tuhan menyingkapkan detail-detail yang bersifat pribadi tentang seseorang terhadap Anda, maka keterampilan Anda dalam membangun hubungan yang sehat dengan orang-orang perlu bertumbuh, dan Anda juga membutuhkan hati yang penuh kasih.
5. Ketajaman akan berkembang secara otomatis melalui:
• psikologi atau konseling
• pengetahuan saat menghadapi kesulitan atau bahaya
• pengalaman hidup, baik positif maupun negatif
• kehancuran dan pertumbuhan dalam hubungan
• mengajar, memuridkan, atau melatih banyak orang
BAB 4: MENGENALI YANG PALSU
1. Ketika diri kita dikelilingi oleh hal-hal yang indah dan nyata, ketika kita mengejar karunia-karunia yang nyata dari Tuhan dan mendengarkan orang-orang yang otentik, kita bisa dipulihkan dari ketidakpercayaan. Rasa takut untuk kembali dibohongi akan lenyap ketika kita menghadapi kredibilitas budaya profetik yang didasari atas kasih sejati.
2. Tujuan kita dalam pewahyuan adalah melayani agenda-Nya, bukan agenda kita. Kita jatuh cinta dengan kerinduan-kerinduan-Nya. Lewat pikiran dan kehendak-Nya, kita merasa utuh.
3. Kitab Suci dengan jelas menyuruh kita untuk menjalani kehidupan yang memuliakan Yesus. Kita akan menemukan hidup yang berkelimpahan ketika kita berserah kepada-Nya (lihat Yohanes 10:10). Sebagian besar pelayanan profetik palsu terjadi ketika seseorang yang melayani merasa ia telah menjawab kebutuhan seseorang dan bukan melayani dari kerinduan Tuhan.
4. Ada kalanya kita tidak membutuhkan "pesan" untuk membawa solusi bagi masalah kita; kita hanya perlu membiarkan hubungan kita dengan Tuhan memberikan solusi kepada kita.
5. Ketika yang asli muncul, orang-orang akan lupa dengan yang palsu. Lewat Anda, orang-orang akan merasakan kasih Tuhan yang besar bagi mereka. Daripada khawatir tentang apa yang dikerjakan musuh dan apa yang sedang dikerjakan oleh yang palsu, berusahalah untuk menjadi seotentik mungkin.
BAB 5: MEMBAGIKAN PIKIRAN ALLAH: NEUROLOGI PEWAHYUAN
1. Dengan adanya Roh-Nya di dalam kita yang mementor kita dan memengaruhi keinginan-keinginan kita, membuat kita mengambil pilihan-pilihan yang sangat berbeda dibandingkan kalau kita menggunakan pikiran kita sendiri, tanpa impresi dari-Nya.
2. Otak adalah organ yang berkembang secara sosial, sebagai pemberdaya kepada pikiran spiritual kita, Tuhan mengizinkan proses pemikiran spiritual kita terbentuk selaras dengan cara berpikir-Nya.
3. Saat kita berdoa dan membaca Alkitab dan terhubung dengan apa yang Ia katakan, pikiran Allah dan pikiran kita akan terjalin bersama! Jaringan neurologis kita benar-benar berkembang. Otak dan kerohanian kita bertumbuh dewasa bersama-sama.
4. Pewahyuan menyingkapkan apa yang perlu. Pewahyuan memberikan kepada kita gambar sempurna tentang isi hati dan pikiran Tuhan.
5. Apakah Anda pernah punya mentor atau guru yang baik? Pengetahuan Anda bukan satu-satunya yang bertumbuh sebagai hasil dari pengaruh orang ini. Cara berpikir Anda berubah. Anda bisa membuat pilihan-pilihan yang lebih baik dengan lebih jelas dan kemungkinan-kemungkinan yang lebih nyata. Ketika Roh Kudus hidup di dalam Anda, Ia menolong Anda mendisiplinkan pemikiran-pemikiran Anda.
BAB 6: MEMBANGUN GAYA HIDUP BERESIKO
1. Ketika Anda memberikan ruang kepada rasa tidak aman dalam profetik, Anda justru membangkitkan banyak keraguan spiritual. Rasa tidak aman adalah pencuri sebenarnya! Saya senang ketika saya mengatasi rasa tidak aman itu dengan kasih Yesus.
2. Apakah engkau merasa lebih baik kalau engkau tidak mengambil resiko dan menjalani kehidupan yang normal, atau mengambil resiko dan ada kemungkinan untuk melihat sesuatu yang luar biasa terjadi?
3. Tuhan menginginkan saling ketergantungan dari kita, bukan mengandalkan diri sendiri. Ia menempatkan kita di posisi untuk mengambil resiko sehingga kita akan terhubung--dan tetap terhubung dengan Dia.
4. Anda mungkin saja gagal setiap waktu karena berbagai alasan yang tidak pernah bisa Anda mengerti. Akan tetapi, setiap waktu Anda akan belajar, apapun hasilnya. Kalau sesuatu tidak masuk akal atau Anda "meleset", apa yang akan terjadi selanjutnya? Cukup mudah. Anda tunjukkan kerendahan hati. Anda berkata, "Terima kasih karena telah mengizinkan saya melakukan ini". Lalu Anda mencoba lagi di hari atau kesempatan berikutnya.
5. Ketika kita mengenali Tuhan pada suatu ketika dan mengambil resiko, Ia dapat memakai kita untuk mengubah dunia dan pandangan seseorang.
BAB 7: RAHASIA ALLAH DISINGKAPKAN
1. Menurut kamus Webster, arti kata "rahasia" adalah disembunyikan dari pengetahuan siapapun kecuali mereka yang memiliki hak istimewa.
2. Ketika Anda merohanikan sesuatu, Anda tidak mendapatkan buah yang sama ketika Anda melakukan menurut cara Anda dibandingkan kalau Anda benar-benar mendengar dari Tuhan dan menerima kata-kata pengetahuan, dengan Dia sebagai sumber.
3. Tuhan sedang memberikan kepada orang Kristen akses kepada pengetahuan dan rencana-Nya sehingga kita bisa ikut berperan membawa terang-Nya kepada dunia. Ketika Ia mengunduh pengetahuan dan hikmat-Nya, tindakan dan perkataan kita menjadi relevan di berbagai bidang masyarakat.
BAB 8: PANDUAN KEPADA KATA-KATA PENGETAHUAN DI DALAM KITAB SUCI
1. Kata-kata pengetahuan di dalam Alkitab:
* Mengenali orang lewat nama (Lukas 19:5-6, Yohanes 1:42, Kisah Para Rasul 10:4-6)
* Mengenali Yesus dalam berbagai situasi (Matius 16:16-17, Lukas 2:36-38)
* Detail tentang masa kecil (Yohanes 21:18)
* Kondisi emosional seseorang (II Raja-raja 4:27)
* Tuhan menetapkan seseorang di sebuah jabatan (I Samuel 6:3-5, Kisah Para Rasul 13:2)
* Tempat untuk menetap/ makan (Matius 14:12-16)
* Penafsiran mimpi (Daniel 2:18-19, Kejadian 40:8-12)
* Karakter seseorang (Yohanes 1:47)
* Aktivitas dan situasi masa lalu (Yohanes 1:47)
* Menyingkapkan identitas yang tepat/ motif-motif tersembunyi (I Raja-raja 14:5-6)
* Membuat rencana/ memenuhi dengan pengetahuan dan keterampilan membangun (Kejadian 6:14-22, Keluaran 35:30-35)
* Mengidentifikasi kehamilan dan tujuan (Matius 1:20-21, Lukas 1:11-17)
* Menyingkapkan dosa (Yosua 7:10-11, Yohanes 6:70-71)
* Menemukan kebenaran/ menyingkapkan kebohongan (II Raja-raja 5:25-27)
* Menemukan orang/ barang yang hilang (I Samuel 9:19-20, I Samuel 10:22)
* Arahan/ tugas (Kisah Para Rasul 9:11, Kisah Para Rasul 16:9-10)
* Kesembuhan (Kisah Para Rasul 9:17-19, Kisah Para Rasul 14:8-10)
* Kebangkitan (Yohanes 11:4)
* Terobosan dalam berbagai keadaan (Kisah Para Rasul 9:12)
* Destiny (Kisah Para Rasul 9:15-16)
* Koneksi ilahi (Kisah Para Rasul 10:19-20)
* Mengetahui pemikiran dan maksud orang lain (Matius 9:4-8, I Korintus 14:24-25, Matius 22:18)
* Peringatan/ keamanan (Kisah Para Rasul 27:10, II Raja-raja 6:9, Matius 2:12)
* Penginjilan (Yohanes 4:17-26, Yohanes 1:47-51)
* Menghancurkan penghalang masyarakat (Kisah Para Rasul 10:15-23)
* Penyediaan (Matius 17:27, Matius 21:2-3)
* Transportasi (Kisah Para Rasul 8:26-40, Lukas 19:30-31)
* Meninggalnya diktator (Matius 2:19-20)
* Memprediksi kematian (II Petrus 1:13-14)
* Memilih penerus (I Raja-raja 19:15-16)
2. Ketika kehidupan kita menurun dan membutuhkan perubahan arah, kita memiliki sensor natural di dalam diri kita yang mencari Allah. Pikiran Tuhan dan pewahyuan-Nya merupakan kunci utama untuk mendorong umat manusia lebih terarah kepada isi hati-Nya.
3. Kata-kata pengetahuan akan menolong Anda menemukan kembali kehidupan, secara sengaja menempatkan Anda pada pusat panggilan Anda, dan menolong memberikan kepada Anda suatu arahan dan arti kepada tujuan Anda.
CARA MENDENGAR YANG BERBEDA-BEDA:
1. Tidak ada "normal" di dalam Allah. Tidak ada aturan-aturan tentang bagaimana semua ini bekerja; Dia adalah Allah yang menyebut diri-Nya Sang Pencipta. Dapatkah kita membatasi Allah yang tak terbatas atau membatasi proses-Nya dalam sebuah kotak?
2. Yesus tidak pernah melakukan dua mujizat dengan cara yang sama. Jadi, kita mempunyai Allah yang tidak memberikan kepada kita formula ilmiah untuk sukses dalam hubungan kita tetapi piranti untuk membuat hubungan itu berhasil.
3. Jenis-jenis piranti yang membantu Anda untuk mengerti caranya melihat:
• Impresi: tema dimana Allak mengunduh pikiran-Nya atau sebuah gambar ke dalam pikiran Anda (Markus 2:8, Lukas 24:45)
• Penglihatan: keadaan ketika Anda menerima sebuah gambar kata, gambar mental, pandangan alam mimpi, gambar bergerak, gambar terbuka atau sebuah pengalaman dengan mata terbuka (Kisah Para Rasul 9:12, Kisah Para Rasul 16:9-10)
• Mimpi: beberapa mimpi secara harafiah menunjukkan peristiwa-peristiwa yang akan datang atau percakapan dalam gambar yang sangat jelas (Ayub 33:15-16a, Kejadian 37:5-11)
• Trance: terjadi ketika Anda berada dalam kesadaran spiritual yang tinggi dimana Anda lebih terhubung dengan Allah melalui Roh daripada dengan dunia di sekeliling Anda (Kisah Para Rasul 11:4-5).
• Suara langsung: bisa berupa suara-Nya yang dapat didengar oleh telinga jasmani, bisa juga berupa suara di dalam kepala Anda yang melampaui pemikiran atau ide-ide inspirasi (Lukas 9:35-36)
• Bau/ aroma: ada kalanya Tuhan dapat memakai bau/ aroma menjadi sebuah kata-kata pengetahuan.
• Kilas balik/ dejavu: sebuah perasaan bahwa Anda pernah berada di dalam situasi persis seperti itu sebelumnya. Kadang kala, hal itu menciptakan sebuah lingkungan dimana Anda memperhatikan sesuatu yang tidak Anda perhatikan kalau Tuhan tidak membuat Anda berada pada momen itu (Mazmur 77:11-12)
SHAWN BOLZ
GOD SECRETS

No comments:
Post a Comment