December 4, 2018

KAMBING HITAM

"那些我们无法改变的事情,最后改变了我们" (Hal-hal yang tidak bisa kita ubah lah yang akhirnya mengubahkan kita).

Tulisan ini didedikasikan buat setiap orang yang sedang berada di lembah kelam, yang sedang putus asa, yang merasa bahwa hidup (bahkan Tuhan) tuh ga adil, yang merasa ditinggalkan, yang sedang dalam pergumulan berat, dan merasa sulit untuk terus melangkah maju dengan pengharapan.

Ga kerasa kita sudah mencapai bulan terakhir di 2018, tentunya ada banyak hal yang sudah kita lewati selama 11 bulan ini. Entah hal baik maupun buruk, hal yang membangun maupun bikin iman kita naik turun, hal yang bikin kita semakin mengenal Tuhan ato justru meragukan Dia. Pastinya semua hal itu mengubah pribadi kita.

Mungkin masih banyak harapan, kerinduan hati, bahkan janji Tuhan yang belum tergenapi di tahun ini. Mungkin ada banyak hal yang menguji iman kita sampai ambang batas, hal-hal yang kita doakan dan usahakan namun belum keliatan buahnya, hal-hal yang kita harapkan berubah namun makin memburuk, kita kehilangan hal paling berarti dalam hidup ini. Dan mungkin kita mulai mempertanyakan kedaulatan Tuhan...

Mungkin kita mulai meragukan kasih-Nya, janji-Nya, maupun kebaikan hati-Nya. Mungkin kita mulai merasa bahwa kita salah mendengar atau salah mengartikan maksud-Nya. Bahkan mungkin kita mulai menyalahkan Dia, mengkambinghitamkan Dia atas segala hal buruk yang menimpa keluarga kita.

Mungkin kita mulai menyalahkan Tuhan atas setiap hal yang terjadi di luar rencana kita, semua hal yang diambil secara paksa dari hidup ini, atau semua hal yang berjalan berlawanan dengan perhitungan kita yang begitu teliti. Mungkin kita mulai menganggap bahwa Tuhan ga lagi mengasihi kita karena Dia masih membiarkan hal-hal buruk terjadi, semua hal mulai menuju kehancuran dan kita ga sanggup lagi bertahan.

Kemarin sebelum bulan November berakhir, Tuhan kasi aku 1 ayat untuk tahun depan,  yaitu Yosua 21:45; "Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi". Pas dapet ayat ini, jujur aja aku ga tau mau nangis ato ketawa. Kalau aku melihat ke sepanjang tahun ini dan melihat ke banyak hal yang belum Tuhan genapi, hati ini bisa saja jadi kecewa ataupun marah ke Tuhan. Tapi ketika aku melihat semua proses yang ada itu mengubahkan banyak hal, terutama hati dan pikiranku, aku bersyukur. Bukan janji Tuhan yang terpenting, perubahan hidup kitalah yang terpenting di mata-Nya. Bagi-Nya menggenapi janji itu semudah membalikkan tangan, namun ada hal yang ingin Dia garap di dalam hidup kita yang berguna untuk kekekalan.

Dia bukanlah Allah yang menunda-nunda jawaban doa, Dia memahami kebutuhan bahkan kerinduan hatimu, Dia mendengar setiap jeritan doamu bahkan memperhitungkan setiap tetes air matamu. Dia peduli, Dia tahu, dan Dia setia. Dia adalah Allah yang bisa dipercaya, tak ada satupun rancangan-Nya yang gagal walaupun tak sesuai dengan waktu yang kita harapkan.

Aku berharap di akhir tahun ini kita ga lagi mengkambinghitamkan Tuhan atas kegagalan yang ada, atas doa yang belum dijawab, maupun atas harapan yang mulai sirna. Dia masih Allah yang sama, yang sanggup dan mau menolongmu. Bertahanlah sedikit lagi, penggenapan janji-Nya akan segera tiba. Jangan bersungut-sungut, jangan sampai imanmu goyah, jangan biarkan kerajinanmu kendor. Dia ga akan mengijinkan pencobaan yang melebihi kekuatanmu.

"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya" (1 Korintus 10:13).

Coba kita mulai perhatikan hidup kita sebelum kita menyalahkan keadaan, orang lain, masa lalu, ataupun Tuhan. Apakah ada andil kita yang membuat janji Tuhan tertunda? Apakah masih ada ketidaktaatan kita yang membuat Tuhan masih belum menggenapi rencana-Nya? Apakah Tuhan masih perlu mendisiplin kita di area tertentu?  Jangan menganggap hal yang buruk sebagai hukuman Tuhan, tapi sebagai didikan kasih.

"Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh (Ibrani 12:10-13).

Semoga hati dan pikiran kita diubahkan menjadi semakin selaras dengan Dia. Semoga kita bisa finishing well di tahun ini dan siap menyambut tahun yang baru. Tetap kuat, tetap berpegang teguh pada kebenaran firman-Nya. "Sebab orang  yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan" (Roma 10:11).

Ditulis sebagai hasil beberapa kali kebangun di tengah malam. Ga pernah ada yang kebetulan, Dia mengijinkan aku bergumul, kebangun waktu subuh untuk mendengar Dia bicara. Thanks Ester buat quote di samping. 

No comments: