November 30, 2019

FRIEND FOR A REASON, A SEASON, AND A LIFETIME

Sejak baca tulisan di samping, mata hatiku dibukakan en aku dapet pemahaman yang baru tentang hubungan2 yang ada. Aku jadi lebih mudah mensyukuri segalanya, ga lagi menyesali hubungan2 yang pernah retak atopun berakhir. Segalanya ada waktu serta alasannya, ga semua hubungan akan bertahan sampai kekekalan, dan hal itu wajar.

Friend for a reason. Ada beberapa orang yang kusadari pernah Tuhan tempatkan di hidupku for a reason, untuk mengajarkan sesuatu yang mungkin hanya dia yang bisa ajarkan ke hidupku. Orang2 yang berdampak, yang mencelikkan hati, yang berbagi pengalaman. Ada alasan kenapa Tuhan tempatkan mereka en setelah alasan itu terpenuhi, mereka akan meninggalkan hidup kita secara tiba2. Pembelajaran sudah selesai dan hubungan itu berakhir. Sakit? Jelas, karena pasti ada semacam ikatan emosional yang terbentuk. Tapi mereka sudah menyelesaikan alasan mereka hadir di hidup kita.

Friend for a season. Orang2 yang ada hanya selama musim tertentu dalam kehidupan, en akan berganti jika musim sudah berubah. Orang2 yang hadir di kebahagiaan musim semi, mencerahkan musim panas, menjadi penghiburan di musim gugur, ato hadir di tengah sulitnya musim dingin. Setelah musim berlalu, keberadaan mereka pun menghilang. Sulit melepaskan friend for a season tapi kehadiran mereka terasa berarti saat kita berhasil melewati sebuah musim karena mereka membuat kita bertumbuh.

Friend for a lifetime. Orang2 yang mungkin keliatannya ga selalu hadir, tapi selalu ada serta bersedia membantu di saat kita perlukan. Orang2 yang ga perlu diragukan jasanya di hidup ini, yang memberikan kepada kita rasa aman, serta kebahagiaan karena dikasihi. Kasihi, hargai, jangan abaikan friend for a lifetime yang hadir di hidupmu. Mereka seperti bintang yang selalu berkelap kelip menyinari kehidupanmu, yang sekalipun punya kesibukan sendiri namun mau memberi diri untuk berbagi.

Sejak aku memahami hal ini, hatiku lebih damai. Aku mensyukuri setiap orang yang Tuhan letakkan di hidupku, sesingkat apapun waktunya, sekecil apapun perannya, sesimple apapun dampaknya bagiku. Hatiku ga lagi "nggandoli" ato melekat ama orang2 tertentu, ga menyesali apapun kalo emang waktunya selesai en kami harus berpisah jalan untuk melanjutkan hidup masing2. Aku menjalani hidupku dengan lebih enteng, lebih banyak ucapan syukur, lebih melekat pada Sumber yang sejati yaitu Tuhan Yesus sendiri. Ga semua hubungan bisa bertahan sampai kekekalan en it's okay, ga perlu di-push ato diusahakan untuk berjalan bareng bertaon2.

Thanks StephMuharto for share this lesson ❤ Can't wait to see you on January 2020

No comments: