Apakah trauma itu baik?
Yess, kalau trauma terjadi, artinya mekanisme perlindungan diri kita masih berfungsi. Semisal, tahun lalu sewaktu di gojek, HP saya diambil orang, setelah itu setiap naik motor saya tidak nyaman untuk mengeluarkan HP.
Yess, kalau trauma terjadi, artinya mekanisme perlindungan diri kita masih berfungsi. Semisal, tahun lalu sewaktu di gojek, HP saya diambil orang, setelah itu setiap naik motor saya tidak nyaman untuk mengeluarkan HP.
Seseorang enggan berbisnis, setelah ditanya dan digali, keengganannya terjadi karena di usaha bisnisnya yang pertama, ia ditipu temannya. Orang menyebut saya trauma pakai HP di motor, atau ia trauma berbisnis. Dalam bahasa lain, sebenarnya trauma menjaga kita semua untuk tidak mengalami peristiwa yang sama.
Nah, sekarang ini kita sering kali mendengar tentang pentingnya menyembuhkan trauma, sebenarnya untuk apa disembuhkan? Jika trauma punya fungsi baik, mengapa harus dihilangkan?Jawaban yang paling sering saya dengar adalah, "karena trauma menghambat seseorang dalam mencapai impiannya."
Cita-cita menjadi pilot harus kandas karena pernah mengalami turbulence, begitupula keinginan menjadi guru harus batal karena ada trauma masa kecil ketika berdiri di depan banyak orang. Trauma berasal dari bahasa Yunani yang artinya "luka". Selayaknya tangan yang luka, kita akan hati- hati menggunakannya, rasa sakit yang hadir otomatis menjadi pelindung dari luka itu agar tidak tersentuh, namun disisi lain untuk menyembuhkan kita perlu menyentuhnya dalam merawat luka tersebut.
Sebelum melepaskan, hal yang pertama dan utama yang perlu disadari adalah bahwa trauma mempunyai niat yang baik, jadi jangan dilawan apalagi dibenci. Kita perlu mempercayai niat baik trauma yang hadir dalam diri ini.
Layaknya seseorang yang tidak dipercaya, ia akan merasa tidak aman, dan rasa ini membawa tubuh masuk ke tahapan fight atau flight dimana ketegangan otot terjadi dan cengkeraman menjadi lebih kuat.
Dikala kita mulai mengerti dan memahami, tidak memaksa bahkan mendikte, tubuh yang sakit (trauma) akan pelahan2 melepaskan cengkramannya. Proses ini terlihat sederhana, namun menyadari lalu menyelami trauma bukanlah hal mudah, bukan hanya dibutuhkan kesiapan dan teknik saja melainkan yang terpenting adalah keberanian.
Persis seperti yang dikatakan penulis novel terlaris The Alchemist, Paulo Coelho 'I learned long ago that in order to heal my wounds, I must have the courage to face up with them.' Begitu pula dalam film John Wick, tattoo yang paling menonjol di punggung Keanu Reeves bertuliskan "Fortis Fortuna Adiuvat" artinya keberuntungan / nasib baik berpihak pada yang berani.
Berani disini bukan berani melawan, melainkan berhadapan, menerima dan memeluk rasa tidak nyaman, karena saya percaya di setiap trauma yang terlewati, ada pencerahan. Seperti yang dikatakan Rumi, 'The wound is the place where the Light enters you.'
Stop mengutuk trauma dan semua kekacauan yang terjadi di masa lalu, transformasikan semua energi yang besar itu untuk meningkatkan kesadaran. Berhenti untuk menyalahkan orang lain yang selama ini dianggap menjadi penyebab derita, mulailah bertanggung jawab dan fokus pada penyembuhan luka.
Hentikan membuang waktu untuk mengeluh dan menyebar cerita tentang rasa hati yang sakit, mulailah belajar dan ambil jalan kedalam untuk menemukan keindahan.
-Gobind V-
Sumber: "Galaxy Advanced Training" group
No comments:
Post a Comment