March 21, 2020

WALK THE EXTRA MILES

Beberapa waktu belakangan ini, hatiku terusik gara2 ada 1 orang di kantor yang kelakuannya kelewatan. Dia bagian admin marketing, tapi semua kerjaannya dia tuh dilimpahin ke bagian legal ama ke bagian collection (anak buahku). Awalnya aku diem aja karena dia bukan anak buahku, tapi bagian lega beberapa kali cerita ke aku en kusarankan untuk negur, dianya ga mau. Ngeliat bagian HRD juga ga bertindak sebenernya bikin aku gregeten, tapi aku sadar bahwa aku kudu tau batas2 kuasaku. Ini kantor, aku ga bisa ambil alih semua bagian sekalipun aku tau hal yang benar en perlu dilakuin.

Aku sempet ga sengaja denger waktu bagian HRD en GA diskusi soal hal ini, banyak orang juga ga suka dengan perilaku bagian admin marketing. Akhirnya aku, bagian HRD, en GA sepakat untuk diskusi ama bos soal hal ini supaya jelas jobdesk tiap bagian. Bahkan bos sempet adakan rapat koordinasi untuk bahas hal ini. Tapi kelakuan si admin marketing tetep aja ga berubah. Aku rasa kalo aku perlu ambil tindakan soal ini. Aku bener2 risih karena si admin marketing ini satu2nya yang Kristen selain aku, tapi kinerjanya parah banget.

Tiba2 terlintas ayat di Matius 5:41 "Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil". Aku tau di kantor ini manajemennya kacau, owner juga lepas tanggung jawab sejak awal, trus direkturnya juga ga ada andil apapun hanya mau terima gaji. Tapi sekarang ini masa2 pembenahan, semua bagian kudu kerja sama supaya proyek yang besar ini bisa berjalan dengan baik. Aku tau bahwa kebanyakan orang hanya tunggu perintah, ga ada inisiatif atopun berpikir untuk kasi kontribusi lebih, maybe perlu ada orang yang menginspirasi untuk do something greater.

Aku juga paham bahwa si admin marketing ini masih muda, dia belom berpikir panjang untuk karir masa depannya. Ato maybe karena sekarang aku ada di posisi supervisor, sehingga pola pikirku berubah en aku tau bahwa aku bisa mencapai posisi ini juga karena usaha extra miles yang kulakukan, di samping kasih karunia Tuhan juga tentunya. Mungkin juga karena selama ini aku banyak diskusi ama bos jadi aku semakin paham kriteria karyawan seperti apa yang bakal dipertahankan oleh bos, terutama di masa sulit kayak gini.

Singkat cerita, aku merenung, doa, en minta pendapat beberapa orang terdekatku. Mamaku menyarankan aku untuk ngomong ke si admin marketing, tapi kudu kendalikan emosiku. Mama angkatku kasi saran untuk negur tanpa menyerang pribadi orang yang bersangkutan, karena tujuan utamaku adalah untuk kebaikan bersama. Aku pun mengingatkan diriku bahwa ini bukan untuk kepentinganku, tapi demi kepentingan bersama, aku ga mau ambil credit sedikitpun dalam hal ini. Aku mau jadi berkat, jadi terang, jadi teladan di kantor ini.

Ketika aku doa, Tuhan ingetin aku soal 4 type of time management. Dimana kita perlu membedakan antara urgent and important, hal2 yang sering kita abaikan justru yang paling penting dan berdampak untuk jangka panjang (kolom not urgent but important) dan hal2 yang harus dihilangkan karena hanya time waster. Hal ini yang sering ga disadari oleh banyak orang sehingga skill-nya stuck en karirnya ga berkembang.

Apapun posisi kita hari ini, ingatlah bahwa pekerjaan kita adalah kepercayaan dari Tuhan. Banyak orang masih bergumul untuk dapet kerjaan, jangan sia2kan pekerjaan kita, jangan mengeluh atasnya, bahkan lakukan yang terbaik lebih daripada yang dituntut oleh atasanmu. Tuhan yang melihat semuanya yang akan memperhitungkannya, Dia ga pernah lalai, Dia ga pernah berhutang.

No comments: