别把别人想得太好,但是也别把别人想得太坏,都是凡人 (Jangan memandang orang lain terlalu baik, tapi jangan juga memandang orang lain terlalu buruk, semuanya adalah manusia biasa)
Selama 3 bulan terakhir ini, jarang banget ktemu temen2 karena kasus corona yang melonjak lagi. Sempet dapet kabar kurang baik dari beberapa temen tentang kehidupan mereka, en ngerasa sedihhhh. Hidup ini sebuah perjalanan, yang ga pernah bisa kita prediksi, apa yang akan terjadi di depan.
Ada seorang temen yang karena stress ama tekanan mertua, memutuskan untuk kabur dari rumah, ninggalin anak2nya dengan pemikiran "supaya mertua tau betapa susahnya ngurus 2 balita, supaya suami mau beli/ sewa rumah sendiri". Menyedihkan banget sampe dia kudu ambil keputusan kayak gitu, karena nikah terlalu muda, tanpa pertimbangan yang matang padahal udah tau kalo sifat mertuanya emang busuk.
Dapet kabar juga dari temen di luar pulau, yang stress berat karena usaha papanya dapet pesaing berat, sampe dia ngalami pendarahan. Dia pelarian ke game online, en malah exhausted karena dia mencurahkan sebagian besar waktunya disana. Yang mestinya maen game itu buat hiburan en hepi2, malah nambah stressnya karena dia terlalu bangun hubungan dengan orang2 di dunia maya.
Ada kabar juga tentang temen yang gara2 maen game online, pacaran ama orang luar negeri, trus hidupnya makin ga kemana2, ga kerja, ga menghasilkan sesuatu yang berguna. Dia jadikan maen game online itu sebagai sarana pelarian dari kehidupan nyata setelah pernikahannya gagal, pertunangannya batal, en dia malu dengan semua itu. Aslinya dia punya beberapa bakat yang bisa dijadiin kerjaan, tapi malah ga dipergunakan dengan baik.
Ada juga temen yang papanya kena kasus Indos*rya, lalu kehilangan uang pensiun sedemikian besar sehingga akhirnya temenku en kakaknya kudu jadi tulang punggung buat 5 orang. Temenku mengeluh karena gajinya habis untuk bayar kebutuhan sehari2, tanpa bisa nabung atopun buat refreshing.
Ada temen yang kena sakit pneumonia padahal waktu2 terakhir ini dia udah jarang banget keluar rumah, sehingga akhirnya terpaksa harus rest di rumah sampai pulih. Akibatnya, dia ga bisa kerja, harus isolasi mandiri di rumah sehingga ga bisa ktemu anaknya sekian waktu.
Tapi aku bersyukur karena ada kabar baik juga dari beberapa temen: temen di Aussie ga bisa pulang ke Indo karena corona, tapi malah dapet perpanjangan visa untuk dia bisa stay, explore, en kerja disana. Ada temen di luar pulau yang dapet kerjaan yang lebih bagus setelah dia memutuskan resign dari perusahaan yang sebelumnya "ngutang" gaji ke dia. Ada juga temen yang melahirkan baby girl dengan sehat en sempurna.
Aku menyadari bahwa hidup ini ga selalu mulus, akan ada jalanan terjal en menurun curam, ada tanjakan2 berbahaya yang bikin hidup ini kadang hilang arah. Ada fase2 dimana semuanya seolah2 gelap sehingga kita pengen nyerah, pengen berhenti, bahkan pengen mengakhiri semua penderitaan ini. Ada masa2 dimana kita ngerasa semuanya ga berarti, ga ada seorangpun yang peduli, ato bahkan ga ada jalan keluar.
Tapi satu hal yang aku tau, bahwa selama kita masih punya Tuhan, dalam setiap jatuh bangun kita ga akan dibiarkan tergeletak. Kita hanyalah manusia yang ga sempurna, yang bisa berbuat salah, bisa teledor, bisa gelap mata dalam ambil keputusan besar di hidup ini. Namun ketika kita berdiam diri, mendekatkan diri kepada Tuhan, merefleksikan diri, aku yakin bahwa jawaban dan harapan itu selalu ada.
Jangan pernah andalkan manusia dalam kondisi sulit seperti ini, jangan pernah andalkan hal2 yang ga kekal seperti harta, nama baik, popularitas, pekerjaan, bahkan keluarga sekalipun. Semuanya itu ga akan ada gunanya ketika semua hal digoncangkan. Hanya ada satu Pribadi yang tak akan tergoncangkan oleh apapun juga, yaitu Yesus.
"Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: "Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga." Ungkapan "Satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut" (Ibrani 12:26-28).
Dalam ketidaksempurnaan kita, dalam ketidakpastian kehidupan, dalam simpang siurnya kondisi sekeliling, kita punya pegangan yang kuat yang ga akan tergoncangkan oleh apapun juga. Justru di saat2 seperti inilah iman kita diasah dan dimurnikan. Justru masa2 inilah yang membuat mata kita tercelik akan apa yang benar2 berharga di hidup ini.
Jangan terkecoh dengan apa yang orang lain tampilkan dalam sosmed mereka, kebanyakan hal2 indah itu hanyalah selubung yang menutupi kehidupan aslinya yang bergejolak. Jangan pernah mengingini kehidupan orang lain yang tampak sempurna, bahagia, ataupun menyenangkan. Setiap orang punya pergumulannya masing2, punya arena pertandingannya sendiri, yang tak pernah kita tahu seutuhnya. Be wise, be thankful always. Hidupmu adalah hidup terbaik yang bisa kamu miliki dan jalani ❤
No comments:
Post a Comment