BAB 7: OTORITAS BERSAMA
1. Lebih banyak anggota tim berarti lebih besar kekuatan. Perbuatan lebih besar mungkin terjadi jika anggota-anggota bersama Tubuh Kristus bergabung untuk peningkatan cepat. Daripada hasilnya ditambahkan, hasil tersebut dilipatgandakan melalui usaha bersama. Alkitab menegaskan prinsip ini:
"Bagaimana mungkin satu orang dapat mengejar seribu orang, dan dua orang dapat membuat lari sepuluh ribu orang...?" (Ulangan 32:30).
2. Tuhan ingin supaya kesatuan di surga terwujud di bumi. Kasih Tuhan untuk kebersamaan disaksikan dalam ciptaan-Nya. Tuhan memulai maksud-maksud-Nya dengan satu manusia individual, tetapi Ia menyempurnakan mereka dengan banyak orang bersama.
3.Walaupun individu memang mempunyai otoritas, mereka tidak memiliki tingkat otoritas yang diperlukan untuk meruntuhkan benteng setan dan roh teritorial atas kota dan daerah. Otoritas bersama diperlukan untuk tugas ini. Mengubah iklim rohani apapun dan menjadikannya sesuai dengan Kerajaan Tuhan adalah suatu tantangan bagi semua orang percaya.
4. Untuk mengekspresikan seluruh otoritas-Nya diperlukan kebersamaan kita. Kuasa kesatuan melepaskan suatu pengurapan, dan pengurapan itu mematahkan kuk. Doa-doa Anda sedang membuat surga dan bumi bertemu, dan kehendak Tuhan digenapi.
5. Terobosan terjadi saat umat Tuhan berkumpul bersama. Mintalah kepada Tuhan untuk menghubungkan Anda dengan orang-orang yang mempunyai hati untuk menyaksikan daerah Anda diubah oleh kuasa Tuhan.
BAB 8: OTORITAS TERITORIAL
"Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka" (2 Tawarikh 7:14).
1. Satu orang atau satu gereja dapat mempengaruhi ukuran pemulihan. Bagaimanapun, supaya sebuah negeri dipulihkan, orang percaya dalam daerah itu harus bergabung dalam pertobatan dan doa syafaat. Kehidupan mereka seharusnya dijalani dalam kebenaran supaya negeri itu mengalami pemulihan.
2. Kota dan bangsa sangat penting bagi Tuhan. Tidak peduli kejahatan apa yang ditemukan di daerah itu, masing-masing mempunyai suatu takdir dalam Tuhan. Bila kejahatan ada dalam suatu kota atau daerah, Tuhan dapat mendatangkan pemulihan melalui pertobatan dan doa syafaat.
3. Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan "yang memperbaiki tembok yang tembus", "yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni" (Yesaya 58:12). Melalui doa syafaat, orang percaya mempunyai otoritas dari Tuhan untuk membawa damai pada jalan-jalan yang dipenuhi kekacauan. Mereka dapat membawa kesembuhan kepada masyarakat yang dipenuhi obat terlarang dan perbuatan imoral. Ketuhanan Yesus dapat didirikan di daerah dimana orang menyembah berhala.
4. Kuasa Roh Kudus diperlukan untuk secara efektif menembus suatu daerah. Program pemerintah seperti bantuan kesejahteraan tidak mengubah iklim rohani. Hanya kuasa Roh Kuduslah yang dapat mendatangkan perubahan berarti. Tuhan mengubah hati dan pikiran. Suatu pergantian cara berpikir harus terjadi sebelum suatu masyarakat atau bangsa dapat secara dramatis dipulihkan.
5. Tuhan akan memulihkan kota, daerah, dan bangsa-bangsa sementara umat-Nya berkumpul bersama dalam doa syafaat serta peperangan rohani, dan suatu otoritas yang mendatangkan manifestasi kehendak Tuhan di bumi dilepaskan ke udara. Berdoalah dengan gigih sehingga kehendak Tuhan digenapi di kota Anda.
BAB 9: WAKTU DAN MASA YANG TEPAT
1. Kata eth dalam bahasa Ibrani adalah kata yang sama dengan kairos dalam bahasa Yunani. Eth berarti Tuhan telah merencanakan waktu strategis untuk doa-doa yang menerobos. Dengan kuasa Roh Kudus, Ia akan memperingatkan para pendoa syafaat untuk berdoa selama masa-masa itu. Memanjatkan jenis doa yang tepat pada saat yang tepat memang sangat penting. Para pendoa syafaat juga perlu menyadari bahwa mereka mempunyai kuasa untuk mengubah waktu alami sekarang.
Banyak orang percaya melihat situasi dan berkata, "Saya hanya sedang menunggu sampai Tuhan siap". Sering Ia sudah siap; Ia hanya sedang menunggu kita untuk bangkit dan bergerak dalam kuasa Roh Kudus.
2. Waktu menunggu mendahului waktu melepaskan. Tampaknya menunggu selalu memunculkan ketidakmurnian kita. Menunggu juga menolong mengembangkan ketajaman penglihatan kita. Ketajaman penglihatan sangat penting dalam mengalahkan musuh pada hari-hari mendatang.
3. Dalam doa syafaat kita tidak dapat berdiam diri. Kita melatih otoritas yang diberikan kepada kita oleh Yesus dan mengangkat suara kita untuk mendatangkan perubahan bagi suatu keadaan. Jika kita melatih hak istimewa ini dalam doa syafaat, seharusnya kita melakukannya dalam roh kerendahan hati. Apapun yang diminta Tuhan, kita harus mau melakukannya.
4. Penting untuk terus mempunyai hati yang bersyukur atas kesetiaan Tuhan di masa lampau. Tetapi, kita tidak mau memusatkan perhatian terlalu eksklusif pada hal-hal yang Tuhan lakukan di masa lampau sehingga kita gagal menantikan apa yang Ia akan lakukan di masa depan.
Doa syafaat mempunyai suatu waktu sekarang untuk membuat kehendak Tuhan dilepaskan di bumi. Memahami bahwa Tuhan adalah sama kemarin, hari ini, dan selamanya membuat iman bangkit bahwa Ia penuh kuasa pada masa kini.
5. Dalam menjawab doa syafaat, Tuhan kita, yang adalah AKU ADA, melepaskan masa depan ke dalam keadaan masa kini. Mintalah kepada Tuhan untuk mengulurkan tongkat kerajaan otoritas-Nya kepada Anda. Percayalah kepada-Nya bahwa Ia akan menjawab doa Anda dan menjadikan masa depan mewujudkan dirinya sendiri dalam keadaan masa kini Anda.
BAB 10: DEKRIT, DEKLARASI, DAN PERNYATAAN
1. Kata-kata otoritas, diucapkan dalam iman dan ketegasan, melepaskan hal-hal yang ada dalam hati Bapa tetapi belum tampak di bumi. Orang percaya mempunyai otoritas untuk menciptakan kehendak Tuhan di bumi melalui pernyataan dan dekrit yang menyebabkan kehendak Tuhan yang sudah ada dilepaskan.
2. Pernyataan dan deklarasi ilahi digunakan untuk menghentikan maksud jahat musuh dan melepaskan berkat Tuhan. Pernyataan, deklarasi, dan dekrit adalah senjata peperangan yang dirancang oleh Tuhan untuk menghancurkan serangan gencar roh jahat. "Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng" (2 Korintus 10:3-4).
3. Gereja Hari Ketiga mengucapkan kata-kata dan otoritas sementara mereka mendekritkan kehendak Tuhan. Kita tidak lagi hanya mendapat dan menerima apapun yang terjadi, karena tidak semua yang terjadi adalah kehendak Tuhan. Gereja dipanggil untuk bangkit pada masa kini dan menjalankan otoritas dalam doa syafaat supaya keadaan berubah.
4. Seperti Urim dan Tumim, kita mempunyai firman Tuhan--Alkitab--dan Roh Tuhan dalam diri kita untuk menolong kita melihat kehendak Tuhan dalam berbagai keadaan. Setiap orang percaya mempunyai akses pada hikmat Tuhan melalui cara-cara ini.
5. Hasil pernyataan dan dekrit itu penuh kuasa. Hasil pertama adalah bahwa kuasa jahat dibuat tidak berdaya. Hasil kedua adalah iman dilepaskan pada para pendengar pernyataan atau dekrit tersebut. "Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus" (Roma 10:17). Hasil lainnya adalah kehendak dan berkat Tuhan dilepaskan di bumi.
"Di atas tembok-tembokmu, hai Yerusalem, telah Kutempatkan pengintai-pengintai. Sepanjang hari dan sepanjang malam, mereka tidak akan pernah berdiam diri. Hai kamu yang harus mengingatkan TUHAN kepada Sion, janganlah kamu tinggal ttenag dan janganlah biarkan Dia tinggal tenang, sampai Ia menegakkan Yerusalem dan sampai Ia membuatnya menjadi kemasyhuran di bumi" (Yesaya 62:6-7).
BAB 11: MALAIKAT
"Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?" (Ibrani 1:14).
1. Kata "malaikat (angel)" dalam bahasa Yunani adalah aggelos, yang berarti seorang pembawa berita. Para malaikat ini adalah pelayan Tuhan yang sempurna; karena itu mereka adalah teladan yang harus kita tiru sebagai pelayan Tuhan di bumi.
2. Fungsi malaikat:
• Mematuhi kehendak Tuhan
Walaupun kehendak Tuhan bagi para malaikat itu adalah untuk pergi dan menggenapi kehendak-Nya di bumi, mereka menunggu kata-kata diucapkan. Kata-kata dalam mulut orang percaya melepaskan malaikat itu untuk menggenapi tugas-tugas mereka.
• Melakukan peperangan besar
Malaikat bukanlah makhluk kecil yang lemah, mereka adalah makhluk penuh kuasa yang sanggup melakukan peperangan besar dan mendapatkan kemenangan. "Pujilah TUHAN, hai malaikat-malaikat-Nya, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya. Pujilah TUHAN, hai segala tentara-Nya, hai pejabat-pejabat-Nya yang melakukan kehendak-Nya" (Mazmur 103:20-21).
• Menolong dalam peperangan
Para malaikat tidak melakukan apa yang ditugaskan kepada kita, tetapi mereka adalah penolong kita dalam peperangan.
• Perlindungan dari serangan balasan
Tuhan memakai malaikat-Nya untuk memberi perlindungan dari serangan balasan musuh dan membawa umat-Nya pada kemenangan lainnya. "Sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu" (Mazmur 91:11).
3. Membedakan roh adalah kesanggupan ilahi untuk melihat kehadiran dan kegiatan suatu roh, entah itu baik atau buruk. Melihat malaikat tidak sepenting mengetahui bahwa mereka ada untuk kita sebagai orang percaya. "Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka" (Mazmur 34:8).
BAB 12: MASA PENUAIAN
"Tidak pernah ada suatu kebangkitan rohani di negara atau daerah manapun yang tidak dimulai dengan doa bersama" (Dr. A.T. Pierson).
1. Maksud otoritas dalam doa syafaat adalah untuk melepaskan tuaian, yang merupakan kehendak Tuhan di bumi. Hanya kuasa Roh Kuduslah yang dapat mengubah hati dan pikiran umat manusia. Membawa Roh Kudus kepada orang-orang yang membutuhkan adalah tanggung jawab gereja.
"Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di surga" (Matius 6:10).
2. Pada masa kini orang sedang mengakui pengarahan Tuhan untuk berkumpul bersama merendahkan diri dan berdoa di rumah-rumah, gereja-gereja, dan tempat-tempat kerja, sambil mencari kesembuhan, berkat, dan kebangunan rohani di negeri ini.
3. Apa seharusnya tanggapan kita terhadap panggilan yang direncanakan Tuhan untuk berdoa?
• Mempunyai suatu keinginan yang bersemangat untuk menyelesaikan pekerjaan yang Tuhan sediakan bagi kita
Makanan dan kekuatan kita seharusnya datang dari kesetiaan yang mendalam untuk menyelesaikan tujuan dan menggenapi maksud Tuhan yang telah diletakkan-Nya di depan kita.
• Mengakui bahwa kita adalah "orang-orang yang diutus"
Penempatan baru itu melibatkan kepindahan dari mentalitas satu "orang biasa" menjadi mentalitas seorang "pelayan". Itu berarti And harus sanggup melihat ladang yang akan dituai di tempat yang Tuhan sudah pilih bagi Anda.
• Visi untuk memajukan Kerajaan Tuhan di dunia
Doa-doa kita seharusnya adalah supaya Tuhan memakai kita untuk mempengaruhi bumi dengan kasih dan kuasa Tuhan yang tak dapat ditolak.
4. Sukacita besar adalah bagian kita sementara kita memasuki masa tuaian ini. Rasul Paulus berdoa supaya kita bisa melihat dengan mata iman dan mengetahui warisan kita. Kita tidak dibatasi untuk melihat apa yang mata alami kita lihat. Tuhan telah mendudukkan kita di surga dengan Kristus Yesus (lihat Efesus 1:18-23). Di posisi itu kita melihat dari sudut pandang Tuhan. Kita kemudian dapat bersukacita dalam jawaban terhadap doa-doa kita.
5. Melalui doa yang otoritatif, kita mengurus bumi dengan membersihkan atmosfer roh-roh yang menghalangi dan berusaha menjaga supaya mata panen itu tetap buta supaya tidak melihat kebenaran. Kita melucuti penghalang-penghalang itu, supaya orang dapat menemukan jalan pada tujuan hidup yang Tuhan tetapkan bagi mereka. Kita menyingkirkan batu-batu karang atau akar-akar pohon apapun yang menghalangi tuaian berlimpah-limpah.
No comments:
Post a Comment