“Tuhan, kalo begini terus, skripsi gue kagak kelar2 donk”, itu adalah respon pertamaku setelah bimbingan skripsi untuk kesekian kalinya dan judulku masih dipermasalahkan. Nih dosen mau yang gimana seh? Susah amat ngeluluhin hatinya ibu satu ini. Ini salah itu salah. Ini nggak bisa, itu nggak boleh. Ribeeeeetttt dah. Sempet kepikiran juga, jangan- jangan nih dosen sentimen sama gue.
Sebelum bimbingan, aku ketemu sama satu temen yang juga ngalami penganiayaan mental yang sama (lebay amat, wakakaka). Dosen pembimbingnya (doping) dia sama dengan dopingku. Dia menguatkanku dengan perkataan ini: “Semangat Luc, penundaan berarti Tuhan memberikan yang lebih baik buat kamu”. Pas dia bilang gitu, aku ngangguk2 doank. Setelah ketemu doping en ditolak lagi, aku bener2 tarik nafas dalam2 en berkata dalam hati “ya sudahlah, thanks Tuhan”.
Nggak ada feeling apa2 sampe keesokan subuhnya, aku terbangun dalam kondisi depressed. Sempet ngeluh ke Tuhan. “Sampe kapan aku kaya gini Tuhan? Temen2ku udah pada lulus, aku mulai aja masih nggak bisa”. Tiba2 Tuhan tuh nguatin aku dengan banyak perkataan. Aku jadi percaya bahwa penundaan tuh bukan berarti Dia ga berkenan, tapi Dia lagi pengen ajak aku “muter2” sedikit lebih lama (yang aku nggak tau sampe berapa lama :P) untuk sebuah tujuan yang lebih baik. Saat itu, Tuhan kasi aku pemahaman, kenpa Dia ijinkan aku muter- muter “sedikit”. Tanpa kusadari, selama ini aku terlalu sibuk dengan deadline, tuntutan, dan jadwal. Karena kesibukan- kesibukan itulah, seringkali aku nggak bisa nikmati hidupku.
Penundaan yang Tuhan beri, emang nggak enak buat dagingku (ya iyalah, bayar duit lagi untuk bimbingan skripsi semester ini :P). tapi aku tau bener-bener, kalo itu baik buat rohku. Aku diingetin tentang Abraham, pas dia putus asa tentang masalah keturunan. Tuhan ajak dia keluar dari kemah, buat apa? Supaya Abraham bisa ngeliat betapa besarnya ciptaan Tuhan, betapa dahsyatnya Penciptanya. Ketika Abraham disuruh liat langit en ngitung bintang, aku yakin Abraham takjub! Disitu Tuhan berjanji kalo Dia akan buat keturunan Abraham sebanyak bintang di langit. Mungkin Abraham bilang, “Duh Tuhan, nggak usa muluk-muluk deh. Satu aja gue kagak punya”. Tapi Tuhan sekali lagi meyakinkan Abraham, Tuhan suruh Abraham itung pasir di tepi laut (sampe besok juga kagak kelar bo). Disitulah iman Abraham bangkit! Kalo Tuhan yang berjanji, mau umur gue uda uzur, anak satu aje kagak punye, tetep pasti bisa! Firman Tuhan kagak mungkin gagal! Yes, disitulah raksasa keraguan Abraham tumbang.
Hari ini, aku belum ngalami kemenangan. Not yet! Tapi nggak berarti aku akan kalah terus. Walopun Tuhan nggak mbuat aku takjub kayak yang dilakukan-Nya ke Abraham, aku percaya kalo Dia akan buktikan kuasa-Nya sekali lagi dalam hidupku. Aku nggak akan liat fakta yang melemahkan imanku, tapi aku akan liat kepada jadwal Surgawi. Bukan berarti aku menutup mata terhadap fakta, tapi aku nggak ijinkan fakta mbuat imanku gugur! Allah yang berjanji pada Abraham dan menepati janji-Nya, adalah Allahku juga! Kalo ribuan tahun lalu Ia sanggup buktikan kuasa-Nya dalam kemustahilan, aku yakin kalo Dia masih mampu melakukan keajaiban hari ini. Imanku takkan goyah, sekalipun kenyataan semakin memburuk. Allah besertaku, bukankah itu merupakan awal kemenanganku?
Satu hal yang sangat menguatkanku di subuh itu adalah ketika aku menangis di hadapan-Nya, Dia menagtakan hal ini, “Aku mau tandatangan satas semua hal di hidupmu, Luc. Aku mau ketika skripsimu berhasil, kamu nggak sombong, tapi inget bahwa Akulah yang membuatmu berhasil”. Kata-kata itu kayak air dingin yang nyiram aku dari kepala sampe kaki, sangat menyegarkan. Aku yakin, bahwa aku nggak keluar dari kasih karunia-Nya, aku nggak keluar dari jalur-Nya. Ada proses yang harus aku jalani, dan oleh karena itu, aku harus kuat!
God’s purpose is always greater than the pain we go thru but we don’t usually understand it during pain. Clarity comes later.
If you can see the invisible, God will do the impossible.
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” (Roma 8:28).
“You shall not be terrified of them; for the Lord your God, the great and awesome God, is among you!” (Deuteronomy 7:21)
Instead of being dragged down by mistakes you’ve made in the past, get ready for what God has in store for your future. It will supersede anything you’ve encountered before! (Joel Osteen).
March 16th, 2012
8:40 pm
No comments:
Post a Comment