Hari Senin lalu (4 Juni 2012), aku
belajar sesuatu dari Tuhan. Waktu itu, sepulang les mandarin, aku sempet
ngobrol dengan pemimpin rohaniku. Dia cerita bahwa ada seorang senior kami yang
sempat mendoakan orang, lalu orang tersebut mengalami mujizat. Setelah
mendengar cerita itu, dalam hati aku berkata samaTuhan, “Tuhan, aku juga mau donk
dipakai besar sama Engkau”. Setelah ngobrol dengan pemimpinku, aku ke Delta Plaza
untuk beli roti. FYI, tempat lesku tuh ada di Delta Plaza, tapi di gedung
tersendiri.
Ketika aku sampai di Delta, aku ketemu sama seorang teman lesku. Disitu aku baru tau kalo ternyata umurnya dia lebih muda daripada aku. Selama ini aku ngira dia lebih tua daripada aku, karena dia udah kerja. Dia kelihatan minder banget waktu dia bilang kalo dia nggak kuliah en langsung kerja. Pas itu, aku nggak komen apa-apa. Setelah beli roti, aku pulang.
Dalam perjalanan pulang, Tuhan ngomong sama aku. “Luc, kamu punya kesempatan untuk kuliah, kamu punya keluarga yang utuh, kamu diberkati secara finansial, kamu punya talenta en karunia. Kamu punya kesempatan untuk melayani, kamu punya nama baik, kamu punya koneksi, kamu punya banyak hal yang baik di hidupmu. Seharusnya, dengan semua hal itu, kamu bisa melayani Aku dengan maksimal ”. Jleeeeb! Disitulah aku sadar sesadar-sadarnya, bahwa aku ini sering kurang bersyukur (a.k.a ngomel) dengan hidupku, tanpa mengerti betapa beruntungnya diriku selama ini. Aku memiliki banyak hal yang baik di hidupku, yang nggak semua orang miliki, tapi aku masih aja bisa ngomel dengan hal-hal yang nggak penting. Ampuni aku, Tuhan.
Aku menyadari bahwa dengan semua berkat, talenta, kasih karunia, kebaikan Tuhan, en anugerah-Nya, aku seharusnya bisa lebih lagi jadi berkat buat banyak orang. Seharusnya aku bisa lebih bersyukur en menceritakan kebaikan Tuhan ke orang lain. Seharusnya aku bisa lebih giat lagi melakukan kehendak Tuhan, de el el. Bener-bener sadar bahwa semua yang aku punya itu harus aku pake dengan maksimal untuk menyenangkan Tuhan, untuk melayani Tuhan, untuk jadi berkat buat banyak orang. Bukan untuk aku nikmati aja, bukan buat kesenangan en kebahagiaanku aja. Ternyata, aku lebih dari sekedar diberkati. I’m more than blessed! Aku dikasi kasih karunia untuk membagikannya kepada orang-orang yang mungkin kurang beruntung, ato kepada mereka yang membutuhkan kasih Bapa.
Thanks Tuhan, uda negur en ngajari
aku untuk ngerti fungsi berkat-berkat melimpah yang Kau beri di hidupku. Ajar
aku untuk ngerti gimana ngalokasiin semua berkat ini untuk memuliakan-Mu en
jadi berkat buat orang lain. Pakai aku Tuhan, sesuai dengan apa yang Kau mau.
Amin.
No comments:
Post a Comment