Seringkali kita mendengar bahwa
Tuhan adalah Allah yang setia, Allah yang tidak akan pernah meninggalkan kita.
Kita juga tahu bahwa Allah yang kita miliki adalah Allah yang panjang sabar dan
mengasihi kita. Namun, ketika kita dalam kesesakan yang berat, terkadang kita
merasa bahwa Tuhan itu jauh dari kita. Ketika kita dalam masa-masa sulit dan
kita berseru kepada-Nya, Dia seolah-olah tidak ada di samping kita. Di manakah
posisi Tuhan ketika kita mengalami keadaan yang menyesakkan? Di manakah Tuhan
berada ketika kita berseru kepada-Nya memohon pertolongan?
Ketika kita diberkati, dengan mudahnya kita mengetahui dan merasakan bahwa Tuhan mengasihi kita. Ketika doa-doa kita dijawab, kita mengerti bahwa Tuhan peduli kepada hidup kita. Ketika apa yang kita inginkan tercapai, kita merasa bahwa Tuhan berkenan kepada kita. Namun, ketika di masa yang sulit, di padang gurun, mungkin kita sulit merasakan kehadiran Tuhan. Seolah-olah Tuhan begitu jauh dari kita, sehingga kita tidak bisa menjangkau-Nya. Apakah benar demikian?
Beberapa hari yang lalu, aku sempat menanyakan hal ini kepada-Nya. ”Tuhan, dimanakah Engkau ketika anak-anak-Mu mengalami masa-masa sulit? Seringkali kami merasa Engkau jauh ketika kesesakan menimpa hidup kami. Seringkali kami merasa Engkau memalingkan wajah-Mu ketika kami menghadapi badai hidup. Di manakah Engkau, Tuhan?” Jawaban yang aku peroleh, sungguh amat mengejutkan, namun membuat aku sangat bersyukur dan semakin mengagumi Dia.
Dia memberikanku analogi seperti ini. Ketika ada teman baikmu yang sedang sedih, bukankah kamu akan selalu berusaha ada di sampingnya untuk menemani dia? Ketika dia mencurahkan isi hatinya kepadamu, kamu akan berusaha untuk menghiburnya, bahkan memberinya solusi untuk permasalahannya. Namun, ketika temanmu mengalami masalah yang begitu pelik, hingga dia tak dapat menahan hatinya dan menangis, bukankah kamu akan semakin dekat dengan dia? Mungkin kamu akan menepuk-nepuk pundaknya, memeluknya, atau bahkan kamu akan menangis bersamanya. Begitupun dengan-Ku, anak-Ku. Ketika anak-anak-Ku mengalami masa-masa yang berat, yang membuat mereka merasa tak sanggup menghadapinya, Aku ada di samping mereka, ikut merasakan penderitaan mereka. Aku pun memeluk mereka, bahkan menangis bersama mereka. Aku tidak pernah meninggalkan anak-anak-Ku. TIDAK PERNAH! Justru di masa-masa itu, Aku semakin dekat dengan mereka, Aku ada di samping mereka untuk menghibur mereka.
Waow, sebuah kebenaran yang sangat dahsyat! Allah benar-benar setia, Dia tidak menyangkali janji-Nya bahwa Dia akan selalu menyertai kita, selalu bersama dengan kita, dan tidak pernah meninggalkan kita. Dia selalu ada bersama dengan kita, dalam segala situasi yang kita hadapi. Bahkan dalam masa-masa kesesakan yang kita alami, Dia selalu ada di sisi kita. Betapa bersyukurnya kita karena memiliki Allah yang demikian. Daud berkata dalam Mazmur 51:17b “hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah”. Dan Mazmur 145:18 berkata “TUHAN dekat kepada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan”.
Jadi, hari ini kalau ada di antara kita yang sedang dalam lembah kekelaman, mengalami masa-masa yang gelap, janganlah berhenti berharap kepada Tuhan. Dia mendengar setiap seruan hati kita, Dia mengerti setiap tetesan air mata kita, Dia ada di samping kita untuk menghibur en menguatkan kita. Jangan merasa putus asa, jangan merasa ditinggalkan oleh Tuhan, jangan merasa bahwa Tuhan memalingkan wajah-Nya dari kita. Sebab sesungguhnya, Tuhan ada bersama kita. Dia selalu ada di samping kita. Dia adalah Allah yang menepati janji-Nya bagi setiap kita.
Kemanakah
aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, Tuhan?
Kuberlari
mendaki ke langit, namun Engkau ada di sana
Aku
terbang dengan sayap fajar, diam di ujung bumi
Namun
tangan-Mu menuntunku s’lalu, bawaku mendekat pada-Mu
Engkau Tuhan, Allah Mahatahu, betapa
dahsyatnya kuasa-Mu
Hadirat-Mu kini penuhiku, bawaku
mendekat pada-Mu
(Allah
Mahatahu, Maria Shandi)
No comments:
Post a Comment