Baru-baru ini aku baca sebuah buku
yang ngebahas tentang mimpi. Judulnya “Dream Talk” karangan Katrina J.
Wilson. Tapi dalam bahasa Indo, diterbitkan dengan judul “Apakah Tuhan Dapat Berbicara lewat Mimpi?” Menurutku, buku ini
bagus banget, karena njelasin bahwa mimpi tuh punya maksud tersembunyi, bukan
cuma sekedar bunga tidur doank. Kurang lebih buku ini ngebahas kaya gini nih.
Banyak orang yang suka tidur larut malam en beranggapan kalo tidur tuh buang-buang waktu aja (aku pun dulu mikir kaya gitu :p). Ada 24 jam dalam sehari en kita dianjurkan untuk tidur selama 8 jam sehari. Hal itu berarti bahwa sepertiga waktu kita, kita abisin untuk bobok. Entah tidur itu buang-buang waktu kita yang berharga, ato tidur tuh punya tujuan? Sebagian besar dari kita memahami bahwa tidur adalah waktu untuk istirahat bagi tubuh kita. Hal itu emang bener, tapi kayaknya nggak mungkin kan kalo Tuhan nggak punya tujuan dalam 8 jam “diam” itu?
Karena sepertiga dari hidup kita diabisin untuk bobok, sebenernya logis kalo kita berpikir bahwa tidur adalah waktu yang ideal untuk kita terhubung dengan keakuan kita yang sejati; en juga waktu dimana Allah dapat berkomunikasi dengan kita melalui proses bermimpi— ketika nggak ada gangguan dari luar. Bahkan di Amerika, para ahli juga meneliti tentang mimpi en membuktikan bahwa melalui tidur dan melalui mimpi saat kita tidur, kita menerima penyegaran yang kita perlukan. Para ilmuwan mendapati bahwa mimpi-mimpi itu vital karena berhubungan dengan situasi yang kita hadapi saat ini. Mimpi merupakan cara untuk membebaskan perasaan frustasi pada siang hari karena orang-orang menyelesaikan masalah mereka dalam tidur.
Ternyata, mimpi en penglihatan merupakan dua hal yang berbeda. Salah satu makna Alkitabiah untuk bahasa Ibrani mimpi adalah chalam, yang merujuk pada sesuatu yang tampak dalam tidur dan menjadi penyebab mimpi atau meninggalkan kesan yang kuat tentang sesuatu yang terlihat dalam tidur. Sedangkan penglihatan adalah chazah, yang berarti menatap ke luar serta melihat ke dalam sebuah bentuk ilham penampakan, atau menatap dengan mata terbuka lebar pada sesuatu yang menakjubkan.
Para ilmuwan menemukan bahwa 95% mimpi kita diperuntukkan bagi kita, sekalipun ada orang lain yang muncul di dalam mimpi kita. Mimpi disebut bahasa alam bawah sadar kita, atau dinamakan manusia batiniah kita yang tengah bekerja saat kita tidur. Tampaknya, di dalam mimpi, kita membuat keputusan yang rasional tanpa campur tangan faktor-faktor luar pada saat siang hari. Allah tahu manfaat dari bermimpi, dan itulah sebabnya Dia menaruh proses bermimpi yang alamiah dalam diri setiap orang. Bahkan para ilmuwan menemukan bahwa orang-orang yang dihambat untuk bermimpi saat tidur, mengalami gangguan secara emosional. Hal ini menunjukkan bahwa bermimpi itu penting, entah kita mengingat mimpi kita ato nggak ketika kita terjaga.
Alkitab menyatakan kalo Yesus memberikan Roh Kudus untuk menyertai kita senantiasa en hal itu juga berarti pada saat kita tidur. Di Alkitab banyak banget ayat yang ngebahas tentang mimpi ato penglihatan. Contohnya: Yusuf (Kejadian 37), Gideon (Hakim-hakim 7:13-15), Salomo (I Raja-raja 3:13-15), Daniel (Daniel 7), dsb. Dan melalui mimpi ato penglihatan yang mereka dapat, mereka memperoleh jawaban atas situasi mereka.
Semua mimpi, entah alamiah atau batiniah, berasal dari jiwa kita. Karena mimpi berasal dari manusia batiniah kita, mimpi membukakan kita pada dunia roh-Nya. Ketika kita terjaga, kita cenderung memegang kendali atas segala sesuatu. Namun, pada saat kita tidur, Allah memegang kendali dan berbicara kepada kita melalui mimpi– dimana kita tidak memegang kendali sehingga kita bisa mendengar Dia berbicara. Karena mimpi adalah gagasan Allah, mimpi (bahkan mimpi yang alamiah) adalah salah satu cara kita dapat dilayani sementara kita tidur.
Namun, mimpi-mimpi itu tidak memberi dampak bagi hidup kita apabila kita mengabaikannya. Jawaban-jawaban yang Tuhan berikan pada saat kita tidur tidak akan berguna bagi kita, kalo kita tidak melakukannya. Jadi, tetep harus ada tindakan dari kita untuk menindaklanjuti jawaban ato hikmat yang Tuhan bukakan dalam mimpi.
Nah, kalo kita udah tahu manfaat mimpi buat kita, yuk kita sama-sama belajar menghargai waktu-waktu kita tidur en bermimpi. Jangan tidur terlalu malam (apalagi subuh), jangan minum obat yang keras ato alkohol yang bisa menghambat proses bermimpi kita, berdoa dulu sebelum tidur supaya Tuhan berbicara sama kita en pada saat bangun tidur, ingatlah en evaluasilah mimpi-mimpi kita.
No comments:
Post a Comment