March 4, 2013

UNDERCOVER BOSS


Jumat lalu (1 Maret 2013), aku nonton sebuah acara yang namanya “Undercover Boss”. En aku sangat diberkati banget sama tayangan itu. Acara itu nyeritain tentang seorang big boss dari sebuah industri fast food bernama Lynn, yang menyamar menjadi Pam untuk perhatiin kondisi kerja di perusahaannya. Dengan penyamaran yang sempurna, dia terjun sendiri ngeliat beberapa gerai fast food yang ada, para pekerjanya, sikap kerja mereka, en kondisi kerja yang sesungguhnya.
            
Di tempat pertama, dia ketemu dengan Aaron, seorang yang bagiannya menggoreng ayam. Lynn aka Pam ngeliat gimana cara Aaron bekerja dengan baik, memperhatikan setiap teknik dengan detil sehingga persediaan ayam goreng nggak pernah habis. Namun, Pam juga ngeliat sikap buruk Aaron pada pelanggan en itu menjadi nilai minus di matanya. Mereka sempet ngobrol en Aaron cerita kalo dia pernah punya impian untuk kuliah di jurusan hospitality management, tapi sayangnya impian itu gugur karena masalah biaya.
            
Di tempat kedua, Pam ketemu dengan Gina, seorang wanita yang ngajarin dia teknik menjadi kasir, gimana ngelayani pembeli, en juga gimana bersihin toilet. Gina cerita kalo dia uda kerja disitu selama 27 tahun en dia enjoy banget. Tapi sayangnya, di gerai itu, nggak ada alat kebersihan yang memadai untuk bersihin toilet sehingga pengunjung sering mengeluhkan bau toilet. Selain itu, pipa di toilet pria bocor tapi nggak ada tanggepan pas gerai mereka nelpon ke tukang pipa. Gina juga cerita kalo dia en keluarganya terpencar-pencar karena badai Katrina sehingga dia kesepian.

Di tempat ketiga, Pam ketemu dengan Douglas aka Doug. Doug ini seorang pria paruh baya yang bertugas untuk bersihin tempat parkir, tempat sampah en sediain sabun untuk cuci tangan. Doug adalah orang yang punya totalitas yang luar biasa banget, dia perhatiin kebersihan tempat sampah sampe dia mau ngorek sisa-sisa sampah dengan sekop kecil. En yang bikin aku salut, Pam juga nggak segan untuk turun tangan walopun tempat sampahnya bau banget. Doug juga nyediain sabun yang aman bagi bayi di gerainya dengan uang pribadinya, karena gerai tempat dia kerja tuh nyediain sabun yang mengandung bahan berbahaya buat anak kecil. Doug punya prinsip kalo dia nganggep tempat kerjanya tuh kayaknya perusahaannya sendiri, jadi dia berusaha bersihin semuanya dengan sempurna supaya pembeli mau balik lagi. Prinsip yang patut diacungi jempol! Di samping totalitasnya dalam bekerja, ternyata Doug juga merupakan seorang aktivis gereja dimana tiap weekend dia masak untuk kegiatan amal gerejanya. Jadi gerejanya punya kegiatan dimana tiap weekend mereka kasi makan 140-160 orang secara gratis. Pam sangat terkesan ngeliat kehidupan Doug yang bener-bener berbagi buat orang yang kekurangan. Doug sempat cerita kalo bertahun-tahun lalu perusahaan tempatnya kerja ini ngasi reward buat pegawai terbaik tiap bulan sehingga hal itu memacu setiap pekerja untuk do their best. Dia sempet nunjukkin jam tangan yang pernah dia dapetin bertahun-tahun lalu sebagai reward-nya. Sayang banget karena reward itu udah lama dihilangin.

Di tempat keempat, Pam ketemu sama Josh yang ramah banget en sikapnya sangat menyenangkan. Josh ngajari Pam ngelayani pembeli dengan sangat baik en sukacita. Suasana kerja di tempat ini yang paling asik karena Josh selalu support rekan-rekannya dengan kata-kata positif. Namun, ada hal yang bikin Pam sedih saat Josh cerita kalo tiap lunch dia harus pergi jauh ke resto lain yang jual makanan yang murah karena gaji Josh nggak cukup buat beli makanan di gerainya. Josh bilang kalo dulu ada diskon yang memudahkan karyawan untuk membeli makanan di gerai fast food itu, tapi kebijakan itu dihapus.

Yang bikin aku hampir nangis adalah bagian akhir dari acara ini, dimana akhirnya Pam membuka jati dirinya sebagai big boss mereka en dia kasi reward sesuai dengan kebutuhan keempat orang tadi. Aaron dapet teguran, uang buat kuliah, en uang buat beli mobil. Gina dapet alat kebersihan, uang buat beli mobil, en reuni keluarga di hotel mewah. Doug dapet uang untuk ngelanjutin kegiatan amal gerejanya plus supply sabun cuci tangan yang nggak berbahaya, Lynn juga ngadain lagi kegiatan reward bagi karyawan terbaik tiap bulan. Josh dapet kesempatan untuk dipromosi en Lynn memberlakukan lagi diskon bagi karyawan serta kasi uang untuk Josh beli mobil.

Tiba-tiba aku inget satu sosok yang begitu mulia en berharga, Dia adalah Raja segala raja yang mau turun ke bumi untuk menanggung dosa manusia. Dia ada untuk jawab setiap kebutuhan manusia, jamah anak kecil, sembuhkan yang sakit. Dia ada untuk dengerin setiap keluhan en jeritan hati manusia. En Dia juga yang kasi semua hal yang sebenernya nggak layak untuk manusia terima. Pribadi itu namanya Yesus.

Aku jadi terharu banget, karena ngeliat sosok Lynn yang kayak Yesus. Dia turun tangan sendiri untuk liat kondisi perusahaannya, dengerin karyawannya, en dia kasi hal-hal yang baik yang dibutuhkan tiap karyawannya. Bukankah Yesus ngelakuin hal yang lebih keren daripada itu? Yesus mati di kayu salib buat tebus dosaku, Yesus turun tangan untuk hapus setiap air mataku, Yesus peluk aku tiap aku takut, Yesus cukupkan setiap kebutuhanku, Yesus juga yang berkati aku secara melimpah. Apa yang aku butuhkan, apa yang aku nggak bisa capai, Dia yang kasi semua itu ke hidupku.

Kemarin-kemarin aku lagi agak stress karena skripsi yang mulai terhambat lagi. Aku capek banget en kekuatiran mulai menggerogoti imanku. Tiap kali disuruh revisi, aku selalu nangis en kayak nggak ada harapan. Tapi pas liat acara “Undercover Boss” itu, aku dibangkitkan lagi. Kalo Lynn yang hanya seorang manusia aja bisa segitu peduli sama karyawannya, apalagi Bapa yang begitu mengasihiku. Kalo Dia nggak menyayangkan Yesus untuk mati gantiin aku, apa sih yang nggak bakal Dia kasi buat aku? Bukankah Dia pengen yang terbaik buat hidupku, lebih daripada yang aku pengen?


I have a Maker, He formed my heart
Before even time began, my life was in His hands
Chorus: 
He knows my name
He knows my every thought
He sees each tear that fall and hears me when I call

I have a Father, He calls me His own
He’ll never leave me, no matter where I go
Chorus: 
He knows my name
He knows my every thought
He sees each tear that fall and hears me when I call
(He knows my name- Edward Chen)

March 4th, 2013
12:35 pm

No comments: