Topik tentang friendship
atau persahabatan adalah sebuah topik yang nggak akan habis untuk ditulis. Aku
nggak sedang membahas tentang persahabatan antara lawan jenis yang berujung
pada hubungan romantis, tapi aku menulis mengenai persahabatan secara
universal. Thanks Tuhan, untuk sebuah
hubungan yang diberi nama persahabatan, yang dilahirkan dari hati yang saling
terikat oleh kasih, yang diperkokoh oleh konflik serta pengampunan, serta
dipermanis oleh adanya saling pengertian. Sebuah persabatan adalah harta yang
nggak ternilai yang Tuhan percayakan dalam kehidupan manusia.
Persahabatan yang paling indah ditunjukkan oleh Daud dan Yonatan. Yonatan rela memberikan segala yang ia miliki kepada Daud, karena ia tahu bahwa bukan dirinya yang dipilih Tuhan menjadi raja, sekalipun ia adalah anak Saul. Bahkan Yonatan menguatkan kepercayaan Daud kepada Allah, ketika Daud berada dalam ketakutan (I Samuel 23:16). Nggak heran apabila Daud masih menghargai persahabatan mereka sekalipun Yonatan telah meninggal dunia. Bahkan Daud masih memegang teguh perjanjian mereka dan menunjukkan kasih kepada keturunan Yonatan (II Samuel 9:1-7). Sungguh sebuah persahabatan yang luar biasa en sangat menginspirasi, dimana persahabatan mereka nggak lekang digerus waktu. Benarlah yang dikatakan oleh Amsal 17:7; “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran”.
Dalam kehidupan ini, sahabat nggak selalu ada bersama-sama dengan kita, entah karena terpisahkan oleh kesibukan, jarak maupun waktu. Namun, sahabat adalah orang yang selalu dapat diandalkan saat kita berada dalam masa-masa sulit. Sahabat bukanlah orang yang hanya berbuat baik kepada kita, namun juga berani mengambil resiko untuk mengoreksi kita sekalipun hal itu menyakitkan hati kita. Seorang sahabat adalah orang terdekat yang menginginkan hal terbaik untuk hidup kita.
Dalam hidup ini, kita memiliki banyak teman, namun hanya beberapa sahabat. Persahabatan yang kuat adalah persahabatan yang telah diuji oleh badai masalah, diterpa oleh angin kesalahpahaman, serta dibanjiri oleh kasih yang tanpa syarat. Ada kalanya kita bertengkar dengan sahabat, salah mengerti dengan keputusan yang ia buat, berbeda pendapat tentang suatu hal. Namun, melalui semua itu, kita semakin mengenal kepribadian sahabat kita.
Jika hari ini kita memiliki sahabat, bersyukurlah kepada Tuhan, sekalipun ada sifat dari sahabat kita yang mungkin membuat kita jengkel, ada hal-hal kecil yang membuat kita kurang sreg, maupun hal-hal yang terkadang bikin kita sedih. Sadarilah bahwa sebagai manusia, kita membutuhkan sahabat untuk menopang, mengoreksi, mendoakan, bahkan hanya untuk sekedar hangout bareng. Manusia diciptakan Tuhan untuk saling mengasihi, saling memberi, saling dibentuk secara karakter, serta saling mengampuni.
Timbulnya konflik dalam persahabatan adalah hal yang biasa terjadi. Amsal 27:17 mengatakan “besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya”. Hal ini berarti bahwa karakter kita bisa dipertajam melalui setiap konflik yang kita hadapi, dengan catatan respon hati kita benar. Dalam sebuah persahabatan, kita perlu berhati-hati dengan perkataan kita demi menjaga hati sahabat kita. Kita tahu bahwa lidah kita memiliki kuasa, dan perkataan yang keras sekalipun mengandung kebenaran mampu melukai hati seseorang, terutama jika kata-kata tersebut diucapkan oleh orang yang dekat dengan kita. Lebih baik menjaga lidah untuk tidak menyakiti daripada memulihkan luka yang pernah kita timbulkan.
Satu hal yang aku pelajari untuk membangun sebuah persahabatan yang kokoh adalah kita perlu melibatkan Tuhan dalam persahabatan kita, seperti yang dilakukan oleh Daud dan Yonatan. Salomo mengatakan; “Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan” (Pengkotbah 4:12).
Raihlah
janji yang Tuhan b’ri
di
dalam hatimu yang suci
Serasa
aku tak percaya
harapan
Dia b‘ri dalam hidupku
Kita
s’lalu berdekatan
tak
terasa kini kan berpisah
Kesatuan
hati yang terbuka
yang
membuat kita kuat
Reff:
Persahabatan
kan kekal bila Yesus beserta
Persahabatan
tak kenal perasaan kecewa
Sampai
waktunya tiba pulang ke rumah Bapa
Waktu
hidup tak panjang, bersahabatlah
Sept
30, 2013
13:26
No comments:
Post a Comment