Sejak ngalami konflik dengan pemimpin menaraku, kuakui bahwa hatiku kecewa dan terluka. Aku belajar mengampuni, mendoakan, bahkan memberkati dia. Tapi nggak jarang hati ini sakit pas inget kejadian itu en kata-katanya yang menghakimi aku dengan kejamnya. Fiuuhhh.
Aku mulai males untuk datang ke menara doa, apalagi kalo dia yang mimpin. Aku mulai males nanggepi setiap info yang ada di grup tentang pelayanan doa disana dan disini. Aku tau hal ini salah. Aku tau kalo aku nggak boleh kayak gini. Tapi aku butuh waktu untuk pulih.
Suatu malem, aku nangis di hadapan Tuhan. Aku curahkan setiap perasaan yang ada dalam hatiku. Aku nangis sejadi-jadinya, aku udah nggak peduli dengan apapun juga. En Dia selalu memelukku dengan kasih-Nya yang sempurna. Dia bilang kayak gini: “Luc, bagus kalo kamu tau apa yang ada dalam hatimu. Bagus kalo kamu tau bahwa kamu nggak seharusnya kayak gini. Bagus kalo kamu menyadari apa yang sedang terjadi dalam hidupmu. Nggak apa-apa. Hidup ini memang ngalami naik dan turun, susah dan senang, dikasihi dan dikecewakan. Aku mengijinkan kamu ngalami hal ini supaya kamu tau bahwa kamu masih memiliki kehidupan yang penuh warna”.
Aku baru tersadar, bahwa naik dan turunnya kehidupan, pasang surutnya masalah, tinggi rendahnya emosi merupakan tanda kehidupan. Seperti yang ada dalam alat kedokteran, jika masih ada garis naik dan turun, itu artinya pasien masih hidup. Nggak ada hal yang perlu dikhawatirkan selama kita masih hidup, karena jika kita masih bernafas, berarti masih ada kesempatan untuk memperbaiki segala sesuatu, berarti masih ada peluang untuk meraih kehidupan yang lebih baik, berarti masih ada jalan untuk dipulihkan.
Yang perlu dikhawatirkan adalah jika kehidupan kita sudah mengalami yang namanya stagnasi, nggak ada pergolakan batin, nggak ada masalah sama sekali, semuanya baik-baik aja. Karena ketika stagnasi terjadi, hal itu menimbulkan sebuah potensi “kematian” dalam kehidupan kita, entah ketumpulan kepekaan, kurangnya kesadaran bahwa kita membutuhkan Tuhan, maupun hal-hal lainnya.
So, jika hari ini hidup kita mengalami naik dan turun, bersyukurlah. Sadarilah bahwa itu merupakan tanda kehidupan, itu adalah tanda bahwa Tuhan masih bekerja dalam hidup kita.
No comments:
Post a Comment