"Whatever your hand finds to do, do it with all your might, for in the grave, where you are going, there is neither working nor planning nor knowledge nor wisdom" (Ecclesiates 9:10, NIV)
"Whatever turns up, grab it and do it. And heartily! This is your last and only chance at it. For there's neither work to do nor thoughts to think in the company of the dead, where you're most centainly headed" (Ecclesiates 9:10, MSG)
Semalem diculik sahabatku buat dinner bareng, ngerayain bday-nya dia. Uda nolak-nolak 2 hari, tetep aja dipaksa, dasar tuh orang, hahaha. Aku sempet bilang, "Waduh ko, kadoe ae aku belom nyari loh. Mosok diajak makan2 rek. Bu hao yisi lah yaa". Jawabannya bikin aku terharu, "Kamu mau tau kadoe apa, Luc? Hubungan persahabatan kita slama inilah kadoe". Thanks, big bro! I'm blessed to have you in these 8 years #hug
Memang sebuah persahabatan ngga diukur dari kado yang bisa diberikan, traktiran dimana, ato hal-hal semacam itu. Saling bertumbuh dalam karakter serta pengenalan akan Tuhan menjadi suatu hal yang menggembirakan. Melihat proses demi proses yang Tuhan kerjakan untuk "meremukkan" kedagingan en perubahan positif dalam kehidupan kami adalah suatu berkat tersendiri. Saling membangun, enjoy togetherness, bercanda, berdebat, en saling mendoakan adalah momen-momen terindah yang ngga akan bisa ditukar dengan apapun.
Memang sebuah persahabatan ngga diukur dari kado yang bisa diberikan, traktiran dimana, ato hal-hal semacam itu. Saling bertumbuh dalam karakter serta pengenalan akan Tuhan menjadi suatu hal yang menggembirakan. Melihat proses demi proses yang Tuhan kerjakan untuk "meremukkan" kedagingan en perubahan positif dalam kehidupan kami adalah suatu berkat tersendiri. Saling membangun, enjoy togetherness, bercanda, berdebat, en saling mendoakan adalah momen-momen terindah yang ngga akan bisa ditukar dengan apapun.
Ngobrol tentang banyak hal seperti yang luar biasanya. Yang klik banget di hati tuh soal "Hidup yang Bermakna". Intinya hari-hari ini kita abisin waktu untuk ngejar apa dalam hidup? Apakah buat kepentingan kita pribadi (contoh: ngejar uang, karir, pasangan hidup, kenyamanan pribadi, kehidupan yang lebih mapan, popularitas, dsb) ato buat dipakai Tuhan lebih lagi? Emang sih, seiring semakin bertambahnya umur, manusia pasti pengen kehidupannya lebih maju, mencapai sesuatu yang diimpikan, punya kehidupan yang lebih mapan, dsb. Tapi apa akhirnya kita tanpa sadar jadi mulai menyimpang dari suatu kehidupan yang dipakai Tuhan? Jangan sampai yang terdahulu menjadi yang terkemudian.
Saling sharing soal masalah memberi en jadi berkat buat ortu. Secara penghasilan, kami masih merintis, belom menghasilkan duid berlimpah. Tapi kami pengen banget memberi ke ortu, walopun baru bisa ngasi sedikit, hanya untuk menyenangkan en memberkati ortu. As usual, ortu selalu nolak plus ngomel-ngomel, ahahahaha. Tapi ada suatu kebanggaan tersendiri ketika bisa memberi sesuatu ke ortu, sekalipun ngga sebanding dengan pemberian mereka. Merupakan sebuah kehormatan saat melihat ekspresi bangga ortu terhadap kami yang berusaha untuk nggak lagi bergantung sama mereka, namun tetap ada dalam naungan mereka.
Trus ngomongin masalah jadi berkat secara global buat orang banyak. Sebisa mungkin terlibat lagi dalam pelayanan di gereja, harus mulai belajar lagi untuk punya hati buat orang laen, join ke pelayanan yang kita bisa lakuin. Errr, soal pelayanan emang jadi pergumulan akhir-akhir ini. Aku sempet cerita ke dia kalo beberapa waktu lalu Tuhan ngomong soal pelayanan ke aku. Trus aku pergumulin, mau masuk ke pelayanan mana. En jujur aja aku takut kalo ternyata aku harus balik ke pelayanan yang dulu, dengan kondisi pelayanan yang semakin ngga karuan. So, akhirnya aku mulai ngga fokus berdoa buat minta petunjuk soal pelayanan. Malem ini disadarkan lagi untuk harus sungguh-sungguh doa tentang itu lagi. Persiapkan aku ya Tuhan, untuk berjalan sesuai detak jantung-Mu.
Aku juga ditempelak tentang menulis. Dia bilang: "Jangan nunggu punya passion lagi untuk menulis. Kerjakan apa yang ada di tanganmu, doa minta Roh Kudus pake setiap tulisanmu untuk mberkati orang, Luc. Inspirasi bisa dateng dari mana aja, bukan cuma dari pengalaman hidupmu, tapi bisa juga Tuhan gerakkan kamu nulis sesuatu saat berdoa". Jleb banget, aku uda lama ngga ngerasain hal itu, berasa jenuh en kehilangan inspirasi karena aku ngerasa hidupku kurang berwarna beberapa bulan terakhir ini. En aku kurang terbuka ama Roh Kudus untuk menginspirasiku. I'm sorry, Lord. Thanks bro, uda "menghajar" di meja makan. Metode baru yang ternyata cukup efektif juga.
Aku juga ditempelak tentang menulis. Dia bilang: "Jangan nunggu punya passion lagi untuk menulis. Kerjakan apa yang ada di tanganmu, doa minta Roh Kudus pake setiap tulisanmu untuk mberkati orang, Luc. Inspirasi bisa dateng dari mana aja, bukan cuma dari pengalaman hidupmu, tapi bisa juga Tuhan gerakkan kamu nulis sesuatu saat berdoa". Jleb banget, aku uda lama ngga ngerasain hal itu, berasa jenuh en kehilangan inspirasi karena aku ngerasa hidupku kurang berwarna beberapa bulan terakhir ini. En aku kurang terbuka ama Roh Kudus untuk menginspirasiku. I'm sorry, Lord. Thanks bro, uda "menghajar" di meja makan. Metode baru yang ternyata cukup efektif juga.
Intinya kehidupan yang bermakna en jadi berkat tuh ngga cuma soal duid, tapi juga memberikan waktu, tenaga, usaha, bakat, talenta, en kasih. Apapun yang kita punya en bisa kita berikan untuk menyenangkan hati Tuhan en memberkati sesama. Selalu ada sukacita bagi orang yang mau memberikan dirinya bagi apa yang Tuhan mau. Amen.
Jangan sampai kebutuhan hidup, kesibukan pekerjaan, harapan untuk suatu kehidupan yang lebih baik malah membuat kita perlahan-lahan berjalan keluar dari pemakaian Tuhan. Jangan sampai suara dunia ini lebih kuat dari kerinduan hati kita untuk berbuah bagi Kerajaan Sorga. Ingatlah kembali apa tujuan kita diciptakan di dunia ini, yaitu untuk menggenapi kehendak Bapa.
Jangan sampai kebutuhan hidup, kesibukan pekerjaan, harapan untuk suatu kehidupan yang lebih baik malah membuat kita perlahan-lahan berjalan keluar dari pemakaian Tuhan. Jangan sampai suara dunia ini lebih kuat dari kerinduan hati kita untuk berbuah bagi Kerajaan Sorga. Ingatlah kembali apa tujuan kita diciptakan di dunia ini, yaitu untuk menggenapi kehendak Bapa.
Dunia ini mengatakan hidup tuk senang saja
Hiduplah tuk puaskan jiwa
Namun kumau hidup bagi Allah Bapa
Dunia ini mengajarkan hiduplah tanpa tujuan
Namun kutau kebnaran
Kudicipta tuk berjalan bagi Bapa
Reff:
Aku tak bisa hidup tanpa...
Aku tak mau hidup tanpa...
Kaulah nafas yang kuhirup
Apakah arti hidup jika hidup tanpa-Mu
Bridge:
Kutakkan dengarkan dunia
Kutakkan hidup tanpa-Mu
Kutakkan dengarkan dunia
Kumau hidup untuk-Mu
Kutakkan dengarkan dunia
Apakah arti hidup jika hidup tanpa-Mu
(Hidup Tanpa-Mu, Giving My Best)
No comments:
Post a Comment