October 13, 2015

THE ART OF "LETTING GO"

我让他走,所以我自由了 (I'm letting go, so I can be free)

Sebagai manusia, kita cenderung mempertahankan sesuatu yang kita miliki, entah itu popularitas, pekerjaan yang mapan, harga diri, keluarga, sahabat, harta benda, nama baik, kenyamanan, pasangan hidup, dsb. Jika sesuatu yang ada pada kita direnggut, wajar aja kalo kita berusaha mempertahankannya. Tapi, menyadari bahwa ngga ada sesuatupun yang kekal di hidup ini, ada kalanya kita perlu belajar "the art of letting go".

Ngga mudah untuk melepaskan sesuatu yang kita "rasa" adalah milik kita atau hak kita. Ngga mudah kehilangan sesuatu yang menurut kita sangat berharga. Ngga mudah saat kenyamanan kita diusik. Ngga mudah untuk merelakan sesuatu yang kita dapatkan dengan usaha ekstra keras. Dan ngga mudah untuk merelakan orang yang kita kasihi saat ajal menjemput.

Namun, perpisahan, kematian,
pengkhianatan, kecurangan, kesalahpahaman, perdebatan, maupun pertikaian adalah hal nyata yang ngga bisa kita hindari dalam kehidupan. Kita ngga punya kontrol atas apa yang akan kita alami, kita ngga punya kuasa untuk meng-cancel hal-hal buruk, kita ngga mampu untuk menghindari bencana. Satu-satunya hal yang bisa kita kendalikan adalah RESPON kita.

Seringkali kita bukannya meresponi keadaan dengan benar, tapi bereaksi berlebihan seperti coca-cola yang dikocok. Ada kalanya kita mendengarkan bukan untuk memahami suatu persoalan, namun untuk menyerang balik. Di lain waktu, kita bukannya berdiskusi untuk mencari solusi, malah mencari-cari kesalahan orang lain. Bahkan kadang kita ngga menyelidiki suatu permasalahan dengan cermat, langsung ambil keputusan sepihak yang berakibat fatal. Mungkin ada orang yang menyiksa diri dengan berusaha mempertahankan sesuatu yang uda ngga perlu diperjuangkan.

Ngga ada gunanya kita berusaha mempertahankan sesuatu yang sedang "direnggut" dari hidup kita. Ngga ada manfaatnya mempertahankan seseorang yang uda ngga pengen stay dalam hidup kita. Ngga ada ruginya melepaskan pengampunan buat orang yang mengkhianati kita, sekalipun rasanya sakit. Ngga ada salahnya kita ngga ngungkit-ngungkit masalah yang orang laen perbuat ke kita.

Hidup ini sangat singkat en cuma sekali. Kita akan kehilangan banyak hal kalo kita habisin waktu untuk mempertahankan sesuatu yang "akan lepas dari kendali kita". Ngga semua hal patut untuk dipertahankan, ngga semua orang patut terus berada dalam hidup kita, ngga semua persoalan harus kita selesaikan saat itu juga. Sometimes, letting go adalah cara terbaik untuk meresponi keadaan yang di luar kendali kita. Sambil menyadari bahwa ada tangan Tuhan yang penuh kuasa yang masih mengendalikan segala sesuatu.

Semua hal yang ada dalam hidup kita saat ini adalah titipan sementara, ngga selamanya akan kita miliki. Dunia ngga akan runtuh kalo kita kehilangan sesuatu yang emang Tuhan ijinkan. Terkadang Tuhan ijinkan kita kehilangan sesuatu ato seseorang karena Dia mendapati kita terlalu melekat dengan hal itu. Jangan sampai kita terlalu menggenggam erat sesuatu hingga lalai akan perkara-perkara yang kekal. Jangan sampai karena ngga rela melepaskan, kita menjadi tersiksa. Jangan sampai kita melupakan bahwa "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!" (Ayub 1:21).

No comments: