January 17, 2016

THE UNKNOWN MAN

Duduk bersebelahan dengan orang asing adalah hal yang ngga aku sukai, terutama dalam kondisi kelelahan abis travelling. Mengapa? Karena biasanya orang asing selalu bertingkah laku menyebalkan, berkali-kali menyenggol, menaikkan kakinya yang bau ke atas kursi, atau SKSD mengajak kenalan. That's awful.

Namun kali ini aku menemukan sesuatu yang berbeda saat pulang berlibur beberapa waktu lalu. Duduk di dalam sebuah pesawat dengan maskapai ternama memang mengesankan. Waktu itu tenagaku bener-bener terkuras setelah travelling 3 hari, aku berharap bisa merebahkan diri sejenak selama perjalanan. Ternyata, aku bersebelahan dengan seorang cowok yang lumayan oke. Dengan cuek, aku duduk di kursiku, memangku tas en sekresek besar oleh-oleh, memasang seatbelt, lalu bersiap memejamkan mata. Tiba-tiba cowok itu menoleh en nanya, "Mau kubantu naruh barangmu di loker kabin?" Aku kaget, tapi mengiyakan tawarannya sambil bilang "Thankyou". Dia berdiri, mengambil kresekku lalu menaruhnya di kabin yang letaknya di atasnya.

Temenku menyikutku, mengedipkan mata lalu bilang "Cowok itu oke loh, ajak kenalan donk, Luc". Aku mengernyitkan dahi, lalu menjawab "Kalo mau, cece aja yang kenalan". Aku kembali merebahkan punggungku, memposisikan diri senyaman mungkin, lalu berusaha tidur sejenak. Semoga penerbangan ini ngga terlambat, karena aku uda membayangkan kasurku yang empuk. Tapi, setidaknya butuh 2,5 jam lagi untuk mencapai kasur *sigh*

Tiba-tiba anak kecil yang duduk di belakangku mengoceh dengan kencang, lalu menendang kursiku. Fiiiuhh, menyebalkan. Kenapa ortunya diam saja sih? Aku berusaha menoleh ke belakang, memberi tatapan kesal. Temanku malah asik mendengarkan musik keras-keras di monitor yang terpasang di setiap kursi. Dia memberi tahu kalo banyak lagu baru disana. Aku sih ngga peduli, badanku bener-bener butuh rest. Belom lagi, setiap beberapa menit sekali terdengar suara pilot memberi pengumuman. Duh, ngga bisakah aku menikmati ketenangan sejenak?

Dengan dongkol, aku membalikkan badanku ke sebelah kanan. Satu-satunya yang ngga mengganggu adalah cowok asing ini, kulihat dia memejamkan mata. Kok bisa dia begitu tenang di tengah kebisingan seperti ini? Tapi melihatnya seperti itu, bikin hatiku tentram. Seenggaknya masih ada 1 orang yang nggak menyebalkan malam ini, hahahaha.

Sekian waktu kemudian, pesawat mendarat en suasana menjadi sangat ribut. Aku meregangkan badan, melepas seatbelt, lalu menoleh ke sekeliling. Temenku bilang tunggu aja agak sepi baru turun. Aku setuju, lalu menegakkan posisi dudukku, menyisir rambut en semangat mulai bangkit. Sebentar lagi aku nyampe rumah, yeah! I miss my dearest family.

Rupanya cowok di sebelahku juga menunggu pesawat agak sepi, sehingga dia masih stay di kursinya. Ngga lama kemudian, dia berdiri, mengambilkan kresekku, tersenyum lalu mengambil ranselnya dan berjalan keluar pesawat. Aku sempet ngeliat, mungkin ada pacar ato istrinya duduk di bangku sebelah sana, ternyata ngga ada, cowok itu sendirian. Temenku nanya, "Ngga diajak kenalan ama dia, Luc?" Aku nyengir en bilang "Ngga tuh, tumben ya". Temenku bilang, "Harusnya kamu ajak kenalan, mayan loh cowok itu, baik lagi". Aku cuma mengangkat bahu, lalu berdiri en berjalan menuju pintu keluar. 

Aku bersyukur ternyata masih ada stok cowok yang sopan en baik di dunia ini, yang ngga mengambil kesempatan dalam kesempitan, yang ngga menggunakan tampangnya untuk nggaet cewek, yang ngga berusaha ngajak kenalan setelah melakukan sebuah perbuatan baik. Kuakui, cowok model kayak gitu bener-bener langka di jaman ini! Aku hampir selalu menemukan cowok-cowok ngga jelas yang selalu berusaha mengajak kenalan ato minta kontak dalam kondisi yang ngga terduga.

Kejadian ini simple sih, tapi seolah-olah Tuhan membisikkan kepadaku bahwa masih ada stok cowok berkualitas yang Tuhan simpan buat aku. Aku ngga perlu khawatir ama kebutuhan 1 itu, Dia tau siapa yang terbaik bagiku, en Dia akan memberikan cowok itu kepadaku tepat pada waktunya. Thanks God, buat pengalaman berharga ini. Thanks buat the unknown man that show his kindness.

No comments: