Kemampuan memimpin adalah katup yang menentukan tingkat keefektifan seseorang. Semakin rendah kemampuan seseorang untuk memimpin, semakin sedikit pula katup yang terbuka bagi potensinya.
2. HUKUM PENGARUH (Ukuran Sejati dari Kepemimpinan adalah Pengaruh-- Tidak Lebih, Tidak Kurang)
Jika Anda tidak mempunyai pengaruh, Anda tidak akan pernah sanggup memimpin orang lain.
5 Mitos yang Salah tentang Kepemimpinan:
A. Mitos Manajemen
Kepemimpinan adalah tentang mempengaruhi orang lain sehingga menjadi pengikut, sementara manajemen berpusat pada memelihara sistem dan proses.
B. Mitos Wirausaha
Wirausaha pandai melihat peluang dan mengikutinya, namun pemimpin mampu membangun hubungan dengan orang lain.
C. Mitos Pengetahuan
Pengetahuan itu berkuasa, namun tidak menjamin bahwa orang yang memiliki pengetahuan dan kecerdasan mampu memimpin.
D. Mitos Pelopor
Untuk menjadi seorang pemimpin, seseorang harus tidak hanya berada di depan, tetapi juga berhasil membuat orang-orang mengikutinya, mengikuti pimpinannya, dan mengerjakan visinya.
E. Mitos Kedudukan
"Bukan kedudukan yang menciptakan pemimpin, pemimpinlah yang menciptakan kedudukan" (Stanley Huffty).
Faktor-faktor Kepemimpinan:
I. Karakter-- siapa mereka
Kepemimpinan sejati dimulai dengan karakter seseorang.
II. Hubungan-- siapa yang mereka kenal
Semakin dalam hubungan, semakin kuat potensi kepemimpinan.
III. Pengetahuan-- apa yang mereka ketahui
Pengetahuan saja tidak menjadikan seseorang pemimpin, tetapi tanpa pengetahuan tak seorangpun menjadi pemimpin.
IV. Naluri-- apa yang mereka rasakan
Kepemimpinan menuntut kemampuan untuk menangani banyak hal yang tidak kasat mata.
V. Pengalaman-- dari mana mereka sebelumnya
Pengalaman tidak menjamin kredibilitas, tetapi menolong orang lain untuk memberi peluang kepada Anda untuk membuktikan bahwa Anda mampu.
VI. Sukses masa lalu-- apa yang telah mereka lakukan
Setiap kali saya mengembangkan diri, mengambil resiko, dan berhasil, para pengikut saya memiliki alasan lain untuk mempercayai kemampuan kepemimpinan saya-- dan mendengarkan apa yang saya katakan.
VII. Kemampuan- apa yang mereka dapat lakukan
Segera setelah mereka tidak mempercayai Anda dapat menghasilkan buah, mereka akan berhenti mendengarkan dan menjadi pengikut.
"Ia yang menyangka dirinya pemimpin, tetapi tidak mempunyai pengikut, hanya jalan-jalan saja".
3. HUKUM PROSES (Kepemimpinan Berkembang Setiap Hari, Bukan dalam Satu Hari)
"Kemampuan untuk berkembang dan meningkatkan keterampilan merekalah yang membedakan para pemimpin dari para pengikut mereka" (Bennis & Nanus).
Fase Perkembangan Kepemimpinan:
I. Saya tidak tahu apa yang saya tidak ketahui
II. Saya tahu bahwa saya perlu tahu
III. Saya tahu apa yang saya tidak ketahui
IV. Saya tahu dan bertumbuh, dan itu mulai tampak
V. Saya bertindak berdasarkan apa yang saya ketahui
4. HUKUM NAVIGASI (Siapapun Dapat Mengemudikan Kapal, tetapi Hanya Seorang Pemimpinlah yang Dapat Menentukan Arahnya)
"Seorang pemimpin melihat lebih banyak dibanding orang lain, melihat lebih jauh dibanding orang lain, dan melihat sebelum orang lain melihatnya" (Leroy Eims).
Menentukan Arah dengan Sistem Navigasi:
*Predetermines course of action (Tentukanlah dahulu suatu rencana tindakan)
* Lay out your goals (Tetapkanlah sasaran-sasaran Anda)
* Adjust your priorities (Sesuaikanlah prioritas Anda)
* Notify key personnel (Beritahukanlah kepada orang-orang kunci)
* Allow time for acceptance (Izinkanlah waktu berjalan sampai gagasan kita dapat diterima)
* Head into action (Bersiaplah untuk bertindak)
* Expect problems (Antisipasikan timbulnya masalah)
* Always point to successes (Selalu merujuk pada keberhasilan)
* Daily review your plan (Evaluasilah rencana Anda setiap hari)
5. HUKUM NILAI TAMBAH (Pemimpin Memberi Nilai Tambah dengan Melayani Orang Lain)
Kita Memberi Nilai Tambah bagi Orang Lain Saat Kita:
A. Benar-benar menghargai orang lain
"Saat seseorang menduduki posisi otoritas, ia melepaskan hak untuk memperlakukan orang lain secara sewenang-wenang" (Darryl Hartley-Leonard).
B. Membuat Diri Sendiri Lebih Berharga bagi Orang Lain
Semakin Anda mengusahakan pertumbuhan pribadi, semakin banyak yang dapat Anda tawarkan.
C. Mengetahui dan mengerti apa yang dihargai orang lain
Pemimpin yang tidak berpengalaman segera memimpin sebelum mengetahui apapun tentang orang-orang yang akan mereka pimpin. Tetapi pemimpin yang dewasa mendengarkan, belajar, dan kemudian memimpin.
D. Melakukan segala sesuatu yang Tuhan hargai
Tuhan menginginkan kita tidak hanya memperlakukan orang lain dengan hormat, tetapi juga secara aktif menjangkau mereka dan melayani mereka.
6. HUKUM LANDASAN YANG MANTAP (Kepercayaan Adalah Landasan dari Kepemimpinan)
"Kepemimpinan adalah suatu kombinasi yang kuat antara strategi dan karakter. Tetapi jika Anda kehilangan satu, relakanlah strategi" (Jenderah H. Norman Schwarzkopf).
Karakter Mengkomunikasikan:
A. Konsistensi
Jika orang-orang Anda tidak tahu apa yang dapat diharapkan dari Anda sebagai seorang pemimpin, suatu saat mereka tidak akan mencari kepemimpinan Anda lagi.
B. Potensi
Bakat saja tidak pernah cukup. Itu harus didukung dengan karakter jika seseorang ingin berhasil.
C. Kehormatan
Bagaimana para pemimpin memperoleh kehormatan? Dengan membuat keputusan yang bijak, mengakui kesalahan-kesalahan mereka, dan menempatkan apa yang terbaik bagi para pengikut dan organisasi mereka di atas agenda pribadi mereka.
7. HUKUM KEHORMATAN (Orang Secara Alami Mengikuti Pemimpin yang Lebih Kuat daripada Dirinya Sendiri)
Semakin besar kemampuan memimpin seseorang, semakin cepat ia mengenali kepemimpinan-- atau tidak adanya kepemimpinan-- dalam diri orang lain.
6 Cara Utama Para Pemimpin Memperoleh Kehormatan dari Orang Lain:
I. Kemampuan kepemimpinan alami
Saat seseorang menghormati Anda sebagai sebuah pribadi, mereka mengagumi Anda. Saat mereka menghormati Anda sebagai seorang sahabat, mereka mengasihi Anda. Saat mereka menghormati Anda sebagai seorang pemimpin, mereka mengikuti Anda.
II. Rasa hormat kepada orang lain
Saat pemimpin menunjukkan sikap hormat kepada orang lain, khususnya kepada orang-orang yang memiliki kekuasaan yang lebih kecil atau kedudukan yang lebih rendah-- mereka memperoleh kehormatan dari orang lain. Dan orang-orang ingin mengikuti orang yang sangat mereka hormati.
III. Keberanian
"Seorang pemimpin tidak layak disebut pemimpin kecuali ia rela sesekali berdiri sendiri" (Henry Kissinger).
IV. Keberhasilan
Saat para pemimpin berhasil dalam usaha-usaha mereka, maka para pengikut percaya mereka dapat melakukannya lagi. Sebagai hasilnya, para pengikut mengikuti mereka karena ingin menjadi bagian dari keberhasilan di masa depan.
V. Loyalitas
Saat para pemimpin melekat dengan tim sampai pekerjaan terselesaikan, tetap setia kepada organisasi saat keadaan sulit, dan menantikan pengikut bahkan ketika itu melukai mereka, para pengikut menghormati mereka dan tindakan-tindakan mereka.
VI. Memberi nilai tambah kepada orang lain
Para pengikut menghargai pemimpin yang memberi nilai tambah bagi mereka. Dan rasa hormat mereka tetap langgeng setelah hubungan itu berakhir.
8. HUKUM INTUISI (Para Pemimpin Mengevaluasi Segala Sesuatu Berdasarkan Intuisi Kepemimpinan)
Intuisi berasal dari dua hal: gabungan dari bakat alami sebagai kekuatan seseorang, dan keterampilan yang dipelajari.
Pemimpin adalah Pembaca:
A. Situasi mereka
Kemampuan alami dan keterampilan yang dipelajari menciptakan intuisi yang terlatih yang membuat masalah-masalah kepemimpinan menjadi jelas di hadapan para pemimpin.
B. Tren
Para pemimpin harus selalu beberapa langkah lebih maju ketimbang orang-orang terbaik mereka, atau mereka tidak benar-benar memimpin.
C. Sumber daya mereka
Fokus mereka adalah memobilisasi orang-orang dan memaksimalkan sumber daya untuk mencapai sasaran-sasaran mereka dibanding hanya menggunakan usaha-usaha individual mereka.
D. Orang lain
Intuisi menolong para pemimpin merasakan apa yang sedang terjadi di antara orang-orang dan mengenali harapan, ketakutan, dan kepedulian mereka.
E. Diri mereka sendiri
Para pemimpin harus mengetahui bukan hanya ketakutan dan kelemahan mereka, keterampilan dan kekurangan mereka, tetapi juga keadaan jiwanya. Karena para pemimpin dapat menghalangi perkembangan sama mudahnya den ketika mereka menciptakannya.
3 Tingkat Intuisi Kepemimpinan:
I. Orang-orang yang secara alami memahami kepemimpinan
Orang-orang yang memiliki intuisi kepemimpinan alami dapat membangunnya dan menjadi pemimpin papan atas kelas dunia.
II. Orang-orang yang dapat dilatih untuk memahami kepemimpinan
III. Orang-orang yang tidak akan pernah memahami kepemimpinan.
9. HUKUM DAYA TARIK (Siapa Anda Menentukan Siapa yang Akan Tertarik kepada Anda)
Perhatikanlah karakteristik berikut ini. Jika Anda telah merekrut dan mempekerjakan seorang staf, Anda mungkin akan menemukan bahwa Anda dan para pengikut Anda memiliki kesamaan dalam bidang-bidang utama ini:
A. Generasi
B. Sikap
Jika Anda berpikir orang-orang Anda negatif, sebaiknya periksalah sikap Anda.
C. Latar belakang
Daya tarik alami ini begitu kuat sehingga organisasi-organisasi yang menjunjung tinggi keberagaman harus memeranginya.
D. Nilai-nilai
Tidak peduli apakah nilai-nilai yang dianut bersama itu positif atau negatif. Baik positif maupun negatif, daya tarik itu sejajar.
E. Energi
F. Bakat
Orang-orang tidak mencari pemimpin yang biasa-biasa. Orang tertarik pada bakat dan keunggulan, khususnya dalam bidang bakat mereka.
G. Kemampuan kepemimpinan
Jika kepemimpinan Anda bernilai 7, kemungkinan Anda akan menarik mereka yang bernilai 5 dan 6 ketimbang yang bernilai 2 dan 3. Para pemimpin yang tertarik kepada Anda akan serupa dalam gaya dan kemampuannya dengan Anda.
10. HUKUM HUBUNGAN (Para Pemimpin Terlebih Dahulu Menyentuh Hati Sebelum Minta Tolong)
Anda tidak dapat menggerakkan orang untuk bertindak kecuali Anda terlebih dahulu menggugah emosinya. Hati harus didahulukan dari kepala.
Bagaimana menjalin hubungan?
I. Hubungkanlah dengan diri Anda
Orang tidak memperhatikan suara orang asing. Percaya diri dan jadilah diri Anda sendiri.
II. Berkomunikasilah dengan keterbukaan dan ketulusan
"Tidak ada yang lebih efektif dari ketulusan, pujian yang tepat, dan tidak ada yang lebih melemahkan dibanding pujian yang murahan" (Bill Walsh).
III. Kenalilah pendengar Anda
Saat Anda bekerja dengan individu-individu, mengenali pendengar Anda berarti mengenal nama, riwayat, serta impian-impian mereka.
IV. Terapkanlah pesan Anda
Barangkali yang paling penting yang dapat Anda lakukan sebagai seorang pemimpin dan komunikator adalah melakukan apa yang Anda khotbahkan. Dari sanalah kredibilitas Anda berasal.
V. Pergilah kemana mereka berada
Saya menyesuaikan diri dengan orang lain, saya tidak mengharapkan mereka menyesuaikan diri dengan saya.
VI. Pusatkan perhatian kepada mereka, bukan kepada diri sendiri
VII. Percayalah kepada mereka
Pandangan orang lain tentang kita kurang berhubungan dengan apa yang mereka lihat di dalam kita, tetapi lebih pada bagaimana kita dapat membantu mereka untuk melihat apa yang ada dalam diri mereka.
VIII. Tawarkanlah bimbingan dan harapan
Saat Anda memberikan pengharapan, Anda memberi mereka masa depan.
11. HUKUM LINGKARAN DALAM (Potensi Seorang Pemimpin Ditentukan oleh Orang-orang yang Paling Dekat dengannya)
"Anda dapat melakukan apa yang tidak dapat saya lakukan. Saya dapat melakukan apa yang tidak dapat Anda lakukan. Bersama, kita dapat melakukan hal-hal besar" (Mother Theresa).
Siapa yang Anda tarik dalam lingkaran dalam Anda?
A. Apakah mereka memiliki pengaruh yang besar terhadap orang lain?
Satu kunci untuk meraih kepemimpinan yang berhasil adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang yang mempengaruhi orang lain.
B. Apakah mereka menawarkan bakat yang melengkapi Anda?
Hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah menghadirkan beberapa orang kunci ke dalam lingkaran dalam kita yang memiliki kekuatan dalam bidang-bidang dimana kita lemah.
C. Apakah mereka menduduki posisi strategis dalam organisasi?
Jika Anda dan mereka tidak bekerja di halaman yang sama, seluruh organisasi berada dalam kesulitan.
D. Apakah mereka memberi nilai tambah bagi saya dan organisasi?
Siapa yang dapat menjadi rekan yang lebih baik daripada seseorang yang mengangkat Anda, bukan sebagai seorang "yes-man tetapi seorang pendukung dan sahabat yang mantap?
E. Apakah mereka memberi dampak positif bagi anggota lingkaran dalam lainnya?
Pertama, pastikan mereka cocok satu sama lain. Kedua, pastikan para anggota lingkaran dalam saling memberi nilai tambah satu sama lain, saling menghargai.
JOHN C. MAXWELL

No comments:
Post a Comment