March 1, 2016

21 IRREFUTABLE LAWS OF LEADERSHIP (JOHN C. MAXWELL)

12. HUKUM PEMBERDAYAAN (Hanya Pemimpin Mapanlah yang Memberdayakan Orang Lain) 
"Eksekutif terbaik adalah ia yang mampu memilih orang-orang baik untuk melakukan apa yang diinginkannya, dan cukup mampu menguasai diri untuk tidak ikut campur sementara mereka melakukannya" (Theodore Roosevelt).

Hambatan terhadap Pemberdayaan:
A. Keinginan untuk keamanan pekerjaan
Musuh nomor satu dari pemberdayaan adalah ketakutan akan kehilangan apa yang kita miliki. Kebenarannya adalah satu-satunya cara agar Anda diperlukan adalah dengan membuat diri Anda tidak diperlukan.
B. Penolakan untuk berubah
Perubahan adalah harga untuk perkembangan. Para pemimpin yang efektif tidak hanya rela berubah, mereka menjadi alat perubahan.
C. Kurangnya harga diri
"Bagi mereka yang percaya kepada diri mereka, perubahan adalah sebuah perangsang karena mereka percaya bahwa seseorang dapat membuat perbedaan dan mempengaruhi apa yang terjadi di sekelilingnya" (Buck Rogers).

Unsur utama untuk memberdayakan orang lain adalah kepercayaan yang tinggi terhadap orang lain. Jika Anda percaya kepada orang lain, mereka akan percaya kepada diri mereka sendiri.

13. HUKUM KETELADANAN (Orang-orang Melakukan Apa yang Mereka Lihat)
Para pemimpin besar selalu menunjukkan dua kualitas yang tampak berbeda. Mereka sangat visioner dan sangat praktis. Saat para pemimpin memperlihatkan tindakan-tindakan yang benar, para pengikut meniru mereka dan berhasil.

Wawasan Keteladanan bagi Para Pemimpin:
I. Para pengikut selalu melihat apa yang Anda lakukan
Para pengikut mungkin meragukan apa yang dikatakan para pemimpin mereka, tetapi mereka biasanya mempercayai apa yang mereka lakukan.
II. Lebih mudah mengajarkan apa yang benar ketimbang melakukan apa yang benar
"Para pemimpin mengatakan sesuatu tetapi tidak pernah mengajarkannya sampai mereka mempraktekkan apa yang mereka khotbahkan" (Featherstone).
III. Kita seharusnya berusaha mengubah diri sebelum berusaha meningkatkan orang lain
Untuk tetap menjadi seorang pemimpin yang terpercaya, saya harus bekerja paling awal, paling keras, dan paling lama dalam mengubah diri saya sendiri.
IV. Pemberian yang paling berharga yang dapat diberikan seorang pemimpin adalah menjadi teladan yang baik
Kepemimpinan lebih ditangkap ketimbang diajarkan. Bagaimana seseorang "menangkap" kepemimpinan? Dengan melihat para pemimpin yang baik bertindak!


14. HUKUM KEPERCAYAAN (Orang Percaya Dahulu kepada Sang Pemimpin, Baru Visinya)
Pemimpin menemukan impiannya dan kemudian baru pengikutnya. Para pengikut menemukan pemimpin, baru impian mereka.

Bagaimana orang bereaksi terhadap para pemimpin dan visi mereka dalam berbagai situasi:
A. Saat para pengikut tidak menyukai sang pemimpin atau visinya, mereka mencari pemimpin lain
B. Saat para pengikut tidak menyukai sang pemimpin tetapi mereka menyukai visinya, mereka mencari pemimpin lain
C. Saat para pengikut menyukai pemimpin tetapi tidak menyukai visinya, mereka mengubah visinya
D. Saat para pengikut menyukai sang pemimpin dan visinya, mereka mendukung keduanya
Saat orang mempercayai pemimpin mereka dan visinya, mereka akan mengikuti pemimpin mereka tidak peduli seberapa buruk pun kondisinya ata seberapa besar penghalang yang mereka hadapi.

Keberhasilan Anda diukur dari kemampuan Anda untuk secara aktual membawa orang-orang Anda kemana mereka seharusnya berada.

15. HUKUM KEMENANGAN (Para Pemimpin Mencari Jalan Supaya Timnya Menang)
Para pemimpin yang berkemenangan memiliki satu ciri yang sama: mereka semua tidak mau menerima kekalahan. Sebagai akibatnya, mereka mencari tahu apa yang harus dikerjakan untuk meraih kemenangan.

Tiga Unsur Kemenangan:
I. Kesatuan visi
Tim-tim meraih keberhasilan hanya ketika para pemain memiliki visi yang sama, tidak peduli seberapa besar bakat atau potensi yang dimilikinya.
II. Keterampilan yang beragam
Semakin baru Anda dalam kepemimpinan dan semakin kuat kemampuan kepemimpinan alami Anda, semakin besar kemungkinan Anda mengabaikan kepentingan orang lain dalam tim Anda. Jangan jatuh ke dalam perangkap tersebut.
III. Seorang pemimpin berdedikasi untuk meraih kemenangan dan memaksimalkan potensi para pemain
Anda harus memiliki para atlet yang hebat untuk dapat menang, tidak peduli siapa pelatihnya. Anda tidak dapat menang tanpa atlet yang baik, tetapi dengan atlet yang baik pun Anda bisa kalah. Dengan kata lain, Anda juga membutuhkan kepemimpinan untuk meraih kemenangan.


16. HUKUM MOMENTUM BESAR (Momentum Adalah Sahabat Terbaik Seorang Pemimpin)
Mengapa saya berkata bahwa momentum adalah sahabat terbaik seorang pemimpin? Karena seringkali itulah satu-satunya yang membuat perbedaan antara kekalahan dan kemenangan.

Hal-hal yang perlu diketahui tentang momentum:
A. Momentum adalah kaca pembesar
Momentum adalah seperti kaca pembesar, itu membuat segalanya tampak lebih besar dari yang sesungguhnya.
B. Momentum membuat para pemimpin tampak lebih baik dari yang sesungguhnya
Momentum mengubah perspektif setiap orang tentang para pemimpin. Orang suka menghubungkan diri mereka dengan para pemenang.
C. Momentum menolong para pengikut berprestasi lebih baik dari yang sesungguhnya
Jika kepemimpinan kuat dan ada momentum dalam sebuah organisasi, orang-orang akan termotivasi dan terinspirasi untuk berprestasi lebih baik.
D. Momentum lebih mudah dikendalikan ketimbang dimulai
Memulainya memang sulit, tetapi ketika Anda mulai maju, Anda benar-benar akan dapat melakukan hal-hal yang menakjubkan.
E. Momentum adalah pembuat perubahan yang paling ampuh
Dengan momentum yang cukup, hampir semua perubahan menjadi mungkin dalam sebuah organisasi.
F. Momentum adalah tanggung jawab pemimpin
Dibutuhkan seorang pemimpin untuk menciptakan momentum. Para pengikut dapat menangkapnya.
G. Momentum dimulai dari dalam diri pemimpin
"Anda tidak dapat menyulut api dalam hati orang lain kecuali itu menyala dalam hati Anda terlebih dahulu" (Eleanor Doan).


17. HUKUM PRIORITAS (Para Pemimpin Memahami bahwa Kegiatan Belum Tentu Keberhasilan)
Kesibukan tidak sama dengan produktivitas. Kegiatan belum tentu berarti keberhasilan.
Jika Anda memusatkan perhatian pada kegiatan-kegiatan yang masuk kategori 20 persen paling penting, Anda akan mendapatkan hasil 80 persen dari upaya-upaya itu.

Pedoman untuk mengevaluasi prioritas adalah 3R:
I. Apa yang dituntut (required) dari Anda?
Jika saya sedang melakukan sesuatu yang kurang penting, saya seharusnya menyingkirkannya. Jika saya sedang melakukan sesuatu yang penting tetapi tidak membutuhkan saya secara pribadi, saya perlu mendelegasikannya.
II. Apa yang memberikan hasil (return) terbesar?
Orang akan lebih produktif dan lebih puas saat pekerjaan mereka sesuai dengan bakat alami dan kekuatan mereka. Idealnya, para pemimpin seharusnya keluar dari zona kenyamanan mereka tetapi tinggal dalam zona kekuatan mereka.
III. Apa yang memberikan imbalan (reward) terbesar?
Pertanyaan terakhir ini berhubungan dengan kepuas pribadi. Hidup ini terlalu singkat untuk tidak melakukan hal-hal yang Anda sukai.
Tim Redmond mengatakan, "Ada banyak hal yang menarik perhatian saya, tetapi hanya sedikit yang menawan hati saya".


18. HUKUM PENGORBANAN (Seorang Pemimpin Harus Rela Berkorban demi Peningkatan)
Jantung dari kepemimpinan yang baik adalah pengorbanan. Seorang pemimpin harus berkorban demi peningkatan.

Hal-hal yang perlu diketahui tentang Hukum Pengorbanan:
A. Tidak ada keberhasilan tanpa pengorbanan
"Untuk segala sesuatu yang Anda abai, Anda telah memperoleh sesuatu yang lain; dan untuk segala sesuatu yang Anda peroleh, Anda kehilangan sesuatu" (Ralph Waldo Emerson).
B. Para pemimpin seringkali dituntut untuk berkorban lebih dari orang lain
"Saat Anda menjadi seorang pemimpin, Anda kehilangan hak untuk memikirkan diri sendiri" (Gerald Brooks).
C. Anda harus terus berkorban agar tetap maju
Pengorbanan adalah proses yang berkelanjutan, bukan pembayaran sekali waktu saja. Keberhasilan hari ini adalah ancaman terbesar bagi keberhasilan besok.
Setiap kali langkahnya benar, seorang pemimpin seharusnya tidak ragu untuk berkorban.
D. Semakin tinggi tingkat kepemimpinan, semakin besar pengorbanannya
Semakin tinggi Anda berada, semakin tinggi pula Anda harus membayarnya.

19. HUKUM KETEPATAN WAKTU (Kapan Harus Memimpin Sama Pentingnya dengan Apa yang Harus Diperbuat dan Harus Menuju Kemana)
Para pemimpin yang baik menyadari kapan harus memimpin sama pentingnya dengan apa yang harus diperbuat dan kemana harus menuju. Waktu yang tepat seringkali yang membedakan usaha yang berhasil dan gagal.

Setiap kali Seorang Pemimpin Melangkah, Hanya Ada 4 Hasilnya:
A. Tindakan yang salah pada saat yang tidak tepat menghasilkan malapetaka
Seorang pemimpin yang mengambil tindakan yang salah pada saat yang tidak tepat dapat dipastikan akan mengalami akibat-akibat yang negatif.
B. Tindakan yang benar pada saat yang salah mendatangkan penolakan
Waktu dalam kepemimpinan yang baik menuntut banyak hal:
* Pemahaman: para pemimpin harus memiliki pemahaman yang menyeluruh tentang situasi.
* Kedewasaan: jika motivasi para pemimpin tidak benar, mereka akan kehilangan waktu yang tepat.
* Keyakinan: orang mengikuti para pemimpin yang mengetahui apa yang harus dilakukan.
* Kepastian: para pemimpin yang plin-plan menghasilkan para pengikut yang plin-plan.
* Pengalaman: jika para pemimpin tidak memiliki pengalaman, maka mereka perlu mendapatkan hikmat dari orang lain yang memilikinya.
* Intuisi: waktu yang tepat seringkali bergantung pada hal-hal yang tidak kelihatan, seperti momentum dan semangat juang.
* Persiapan: jika situasi tidak baik, para pemimpin harus menciptakan situasi yang baik.
C. Tindakan yang salah pada saat yang tepat adalah sebuah kesalahan
Kesalahan terbesar yang dibuat oleh para pengusaha dan orang lain dalam bisnis adalah mengetahui kapan memangkas kerugian atau kapan meningkatkan investasi mereka demi memaksimalkan keuntungan mereka. Kesalahan mereka berasal dari hal mengambil tindakan yang salah pada saat yang tepat.
D. Tindakan yang benar pada saat yang tepat menghasilkan keberhasilan
Saat pemimpin yang tepat dan waktu yang tepat bekerja sama, hal-hal yang luar biasa terjadi.


20. HUKUM PERTUMBUHAN YANG EKSPLOSIF (Untuk Meningkatkan Pertumbuhan, Pimpinlah Para Pengikut-- Untuk Melipatgandakan, Pimpinlah Para Pemimpin)
Menjadi seorang pemimpin yang mengembangkan para pemimpin menuntut fokus dan sikap yang sepenuhnya berbeda dari hanya sekedar menarik dan memimpin para pengikut. Dibutuhkan cara pikir yang berbeda. Pertimbangkanlah beberapa perbedaan antara para pemimpin yang menarik para pengikut dan para pemimpin yang mengembangkan para pemimpin:
A. Para pemimpin yang menarik para pengikut...dibutuhkan, para pemimpin yang mengembangkan para pemimpin... ingin berhasil
B. Para pemimpin yang menarik para pengikut...mengembangkan 20 persen di tingkat dasar, para pemimpin yang mengembangkan para pemimpin...mengembangkan 20 persen di tingkat atas
C. Para pemimpin yang menarik para pengikut...berpusat pada kelemahan, para pemimpin yang menarik para pemimpin...berpusat pada kekuatan
D. Para pemimpin yang menarik para pengikut...memperlakukan setiap orang sama, para pemimpin yang menarik para pemimpin...memperlakukan setiap individu dengan cara yang berbeda
E. Para pemimpin yang menarik para pengikut...meluangkan waktu bersama orang lain, para pemimpin yang menarik para pemimpin...investasi waktu bersama orang lain
F. Para pemimpin yang menarik pengikut...bertumbuh melalui penambahan, para pemimpin yang menarik para pemimpin...bertumbuh melalui pelipatgandaan

Tantangan dalam Memimpin para Pemimpin:
I. Para pemimpin itu sulit ditemukan
Para pemimpin adalah seperti rajawali-- mereka tidak berkumpul. Itulah sebabnya mereka sulit ditemukan.
II. Para pemimpin sulit dikumpulkan
Jika Anda ingin mengumpulkan para pemimpin, Anda harus menciptakan tempat dimana mereka dapat berkembang.
III. Para pemimpin itu sulit untuk dipertahankan
Satu-satunya cara untuk memimpin para pemimpin adalah dengan berusaha untuk menjadi pemimpin yang lebih baik.


21. HUKUM WARISAN (Nilai Langgeng Seorang Pemimpin Diukur dari Suksesinya)
Pernyataan kehidupan saya adalah, "Saya ingin memberi nilai tambah bagi para pemimpin yang akan melipatgandakan nilai itu kepada orang lain".

Mengembangkan Warisan Kepemimpinan Anda:
A. Ketahuilah warisan yang ingin Anda tinggalkan
Suatu hari kelak orang akan menyimpulkan kehidupan Anda dengan satu kalimat tunggal. Nasihat saya: pilihlah itu mulai sekarang!
B. Jalanilah warisan yang ingin Anda tinggalkan
Jika Anda ingin menciptakan sebuah warisan, Anda perlu menjalaninya terlebih dahulu. Anda harus menjadi apa yang Anda ingin lihat dalam diri orang lain.
C. Pilihlah siapa yang akan meneruskan warisan Anda
Sebuah warisan tercipta hanya saat seseorang menempatkan organisasinya pada posisi melakukan hal-hal besar tanpanya.
D. Pastikanlah Anda menyerahkan tongkat itu
Tidak peduli seberapa baik Anda memimpin atau seberapa baik penerus Anda, jika Anda tidak memastikan penyerahan tongkat itu, Anda tidak akan meninggalkan warisan yang Anda inginkan.


JOHN C. MAXWELL

No comments: