"很多事如果我們願意的話,隨時可以重新開始" (Jika kita mau, banyak hal dapat kita mulai lagi dari awal)
Kemaren banyak baca artikel di blog Heather Lindsey en banyak ketabok (baca di SINI, SANA, en SITU), aku baru menyadari sepenuhnya bahwa sejak lama Tuhan uda memperingatkanku tentang hubunganku ama seseorang, tapi aku ngga nurut. Aku tau bahwa Tuhan mengampuni dan memulihkanku beberapa bulan terakhir ini, so aku memberanikan diri untuk nulis post ini. Aku harap ngga ada lagi cewek yang terjebak di situasi yang sama denganku, kalopun terjebak bisa segera sadar en keluar dari sana, serta dipulihkan dan memulai hidup baru.
Sebenernya dari awal ngeliat dia, aku ngga suka ama dia en tau kalo dia tuh nakal, lagian aku ngga gampang bertemen ama lawan jenis. Tapi entah kenapa, aku bisa bersahabat sekian taon ama dia, sampe semua temen-temenku tuh heran. Bahkan mama en beberapa sahabat terbaikku selalu ngga suka ama cowok ini, tapi aku selalu membela diri en bilang bahwa dia bawa pengaruh positif di idupku. Well, emang aku banyak belajar en berubah karena dia, dia banyak memulihkan bagian yang retak dalam hidupku, dia mengajarkan banyak hal berharga dalam taon-taon pertumbuhan imanku.
Tapi ternyata akhirnya aku terjebak dalam hubungan yang ngga sehat en eksklusif yang buang waktu tapi ngga kemana-mana. Sering chat, keluar berdua, ngobrol berjam-jam sampe banyak orang mikir bahwa kami pacaran, sampe banyak cowok potensial mundur teratur, sampe aku selalu bandingin cowok yang deketi aku dengan dia, sampe beberapa kali tengkar ama mama gara-gara dia. Nyesel sih, tapi uda telat, waktu ngga bisa diputar kembali. Seenggaknya, aku bisa memulai kehidupan baru setelah menyadari semua kesalahanku en bertobat.
Aku sadar betapa naifnya aku dengan bilang bahwa aku udah ngga ada perasaan ke dia, bahwa dia tuh sahabatku bahkan uda kayak sodara, bahwa hubungan kami murni persahabatan. Mana ada persahabatan murni di antara cowok en cewek? Ujungnya aku terikat secara emosional ama dia, mengharapkan sesuatu secara berlebihan, serta ngga realistis dalam hidup. Aku ngga mau menyalahkan dia lagi, aku tau bahwa semua ini terjadi juga karena kebodohanku yang mengijinkan dia terlibat terlalu dalam di idupku.
Aku menikmati semua perhatian, waktu yang dia berikan, nasehat serta cerita yang dia bagikan. Aku tau bahwa ngga seharusnya dia memenuhi kebutuhan emosionalku untuk diperhatikan, dikasihi, ditemani, dan dimengerti. Semua itu bukanlah hal yang perlu dilakukan oleh seorang sahabat, terutama lawan jenis. Kalo sekedar bertemen, lebih baik pergi berkelompok, jangan hanya berdua karena secara ngga sadar hal itu akan membuat hati kita berharap lebih, sekalipun sejak awal kita sudah menetapkan batas-batas dalam hubungan. Jangan terperangkap dalam tipu muslihat iblis semacam itu.
Gals, jangan mau terjebak dalam hubungan dengan lawan jenis tanpa komitmen, tanpa arah yang jelas, tanpa rencana untuk menjalin hubungan lebih lanjut. Kalo cowok itu ngga ada niat serius dengan kalian, jangan berikan waktu en perhatian terlalu banyak, jangan biarkan hatimu terpesona dengan semua kebaikannya. It's a big lie! Cowok-cowok itu hanya memanfaatkan kenaifanmu demi kesenangan pribadinya, untuk menemani dia saat jomblo tapi dia ngga pernah ada niat untuk membangun hubungan yang serius. Sangat ngga bijak menghabiskan banyak waktu en emosi untuk seseorang yang hanya datang saat dia butuh kamu, lalu menghilang jika dia sudah ngga membutuhkanmu ato menemukan orang laen yang mampu memenuhi kebutuhannya yang egois.
Aku tau bahwa Tuhan mengijinkan semua konflik, kesalahpahaman, bahkan keretakan dalam hubungan kami tuh karena Tuhan sangat mengasihiku, Dia meluputkanku dari pria yang bukan "the right one", Dia selalu memberikan yang terbaik. Semua hal yang terjadi, sekalipun menyakitkan, namun memberikan pelajaran yang sangat berharga bagiku. Sekalipun sampai saat ini aku ngga paham kenapa kami diijinkan dekat sekian taon padahal bukan jodoh, lalu dipisahkan dengan cara yang menyakitkan, aku percaya Tuhan tuh ngga pernah salah. Thanks Jesus for love me that way.
Aku bersyukur buat mama en temen-temen yang memperingatkanku, yang tetep mengasihiku di masa-masa keras kepalaku, en tetep peduliin aku saat aku terpuruk en sudah disadarkan. Sekarang aku paham bahwa ortu en temen-temen terbaik adalah pagar penjaga yang Tuhan berikan bagi hidupku en aku mau pertimbangkan pendapat mereka, walopun sering ngga ada alasan yang tepat untuk percaya. Aku tau mereka melakukan semuanya karena sayang ama aku. Mulai sekarang, aku mau memulai kehidupan baru sesuai yang Tuhan mau. Aku ngga akan biarkan ada cowok yang deketi aku tanpa ada maksud serius ato hanya sekedar memanfaatkanku. Thanks buat miss Heather yang menuliskan banyak hal tentang hal ini secara blak-blakan. Kebenaran yang Anda sampaikan bener-bener memerdekakanku.
Gals, jangan mau terjebak dalam hubungan dengan lawan jenis tanpa komitmen, tanpa arah yang jelas, tanpa rencana untuk menjalin hubungan lebih lanjut. Kalo cowok itu ngga ada niat serius dengan kalian, jangan berikan waktu en perhatian terlalu banyak, jangan biarkan hatimu terpesona dengan semua kebaikannya. It's a big lie! Cowok-cowok itu hanya memanfaatkan kenaifanmu demi kesenangan pribadinya, untuk menemani dia saat jomblo tapi dia ngga pernah ada niat untuk membangun hubungan yang serius. Sangat ngga bijak menghabiskan banyak waktu en emosi untuk seseorang yang hanya datang saat dia butuh kamu, lalu menghilang jika dia sudah ngga membutuhkanmu ato menemukan orang laen yang mampu memenuhi kebutuhannya yang egois.
Aku tau bahwa Tuhan mengijinkan semua konflik, kesalahpahaman, bahkan keretakan dalam hubungan kami tuh karena Tuhan sangat mengasihiku, Dia meluputkanku dari pria yang bukan "the right one", Dia selalu memberikan yang terbaik. Semua hal yang terjadi, sekalipun menyakitkan, namun memberikan pelajaran yang sangat berharga bagiku. Sekalipun sampai saat ini aku ngga paham kenapa kami diijinkan dekat sekian taon padahal bukan jodoh, lalu dipisahkan dengan cara yang menyakitkan, aku percaya Tuhan tuh ngga pernah salah. Thanks Jesus for love me that way.
Aku bersyukur buat mama en temen-temen yang memperingatkanku, yang tetep mengasihiku di masa-masa keras kepalaku, en tetep peduliin aku saat aku terpuruk en sudah disadarkan. Sekarang aku paham bahwa ortu en temen-temen terbaik adalah pagar penjaga yang Tuhan berikan bagi hidupku en aku mau pertimbangkan pendapat mereka, walopun sering ngga ada alasan yang tepat untuk percaya. Aku tau mereka melakukan semuanya karena sayang ama aku. Mulai sekarang, aku mau memulai kehidupan baru sesuai yang Tuhan mau. Aku ngga akan biarkan ada cowok yang deketi aku tanpa ada maksud serius ato hanya sekedar memanfaatkanku. Thanks buat miss Heather yang menuliskan banyak hal tentang hal ini secara blak-blakan. Kebenaran yang Anda sampaikan bener-bener memerdekakanku.
No comments:
Post a Comment