March 30, 2018

MENGHARGAI YANG BIASA

Seringkali kita terbiasa dengan berbagai macam hal yang dengan mudahnya kita nikmati sehari-hari hingga lupa mengucap syukur. Kita terbiasa dengan makanan yang tersedia di meja makan, kendaraan yang kita punya, orang-orang yang ada di sekeliling kita, pekerjaan dan semua rutinitasnya, rumah dan segala fasilitas di dalamnya, sahabat yang selalu siap membantu di masa sulit, kemapanan hidup, orang-orang baik yang Tuhan kirimkan di saat yang tepat, bahkan kesehatan yang kita miliki. Semuanya bukan lagi jadi sesuatu yang spesial, sudah terlalu biasa kita nikmati sehingga kita kehilangan maknanya. 

Minggu lalu di tengah kesibukan yang ada, tiba-tiba badanku drop. Bukan flu seperti yang sudah-sudah, tapi migrain dan muntah-muntah. Padahal paginya kondisiku masih baik-baik aja, tapi sore itu segala sesuatu berubah bahkan aku ngerasa hampir mati karena aku udah ngga bisa ngerasain apapun lagi en pikiran udah ngga terkendali. What happen? I don't know.

Di saat seperti itu, aku udah ngga bisa ngapa-ngapain selain berdoa en menyembah Tuhan, bahkan sempet berdoa kalo emang ini saat terakhirku ya aku siap. Beneran ngga pernah ngerasain kondisi antara idup dan mati kayak gitu, semua uncontrollable en udah berasa melayang. Tapi disitulah aku menemukan ketenangan sejati. Tuhan hadir dengan begitu lembut dan perlahan-lahan kondisi tubuhku kembali normal, sekalipun butuh waktu berjam-jam hingga migrainnya hilang en aku bisa tidur.

Dari kejadian itu, aku merenung... Betapa banyaknya hal biasa yang ngga lagi kunikmati ato kusyukuri, seolah-olah hal itu emang sudah selayaknya ada di idupku. Betapa banyak hal yang kuanggap enteng karena emang selalu tersedia tanpa perlu kuusahakan mati-matian. Betapa sering aku ngga peduli ama hal-hal kecil yang Tuhan berikan setiap hari, terutama kesehatan, yang dengan bangganya kukira merupakan hasil usahaku sedemikian rupa menjaga asupan makanan dan olahraga.

Semua pemikiran itu berbalik hanya karena sebuah kejadian tak biasa, kejadian yang ngga akan terlupakan, close to death experience. Bersyukur banget kalo kejadian itu ngga jadi akhir idupku, tapi jadi titik balik yang mengubah segalanya. Ada banyak hal yang masih perlu kusyukuri setiap hari, bahkan hal-hal kecil yang sering terabaikan. Memang perlu senantiasa menyempatkan diri untuk mengucap syukur buat segala sesuatu yang ada dalam hidup ini, sekecil apapun, sesibuk apapun, sesepele apapun. Thanks God for this experience.

No comments: