Semakin bertambahnya umur, aku semakin tau mana yang kutau en mana yang ingin kukejar. Aku makin ga peduli dengan pendapat sekitarku, ga peduli dengan tuntutan ga masuk akal yang beredar di masyarakat, ga peduli dengan semua hal yang ga sesuai dengan diriku. Aku tau apa yang jadi keinginanku, apa yang bikin aku bahagia, apa yang ingin kuperjuangkan dalam hidup ini. Ga perlu seorangpun yang mendikte hidupku.
Aku ga lagi takut dengan stereotipe yang orang laen sematkan dalam hidupku. Aku sebodo amad dengan orang2 yang melabeli aku hanya dari omongan orang laen. Aku ga nggubris orang2 yang nuntut aku untuk berbuat ini itu tanpa dasar yang jelas. Aku tau bahwa aku yang pegang kendali sepenuhnya atas hidupku, en aku harus mempertanggungjawabkannya di hadapan Tuhan.
Aku ga mau melakukan sesuatu hanya demi gengsi, demi ikut trend, ato demi dihargai orang. Aku ga mau memaksakan diri ada di komunitas rohani yang ga membangun hidup, yang sering ribut hal2 ga berguna en dipenuhi kemunafikan. Aku ga mau mempertahankan sebuah hubungan yang ga sehat hanya karena dikejar umur. Aku ga mau bergaul dengan toxic people hanya agar dinilai baik. Aku berhak memilih apa yang akan kulakukan, dengan siapa aku bergaul, dengan siapa aku menjalin hubungan serius.
Di usia sekarang, aku makin memahami bahwa hidup itu kompleks, aku masih perlu mengejar banyak hal, aku perlu membangun banyak aspek, serta membuat orangtuaku bangga. Aku ga lagi membiarkan orang laen mengendalikan hidupku dengan cara apapun. Aku ga peduli ketika dibandingkan dengan orang laen, aku tau progress diriku sendiri, aku tau apa yang kuperjuangkan tuh emang bagianku. Singkatnya aku yakin dengan jalan yang kupilih sekalipun berbeda dari kebanyakan orang. Yang terutama, uang bukanlah segalanya, aku ga mau idupku dinilai hanya dari uang yang kuhasilkan. Aku bahagia dengan semua perkembangan yang kuraih, syukurlah ortuku juga menghargai semua itu.
Aku semakin berani melepas banyak hal di idupku yang termasuk golongan "not my cup of tea", segala sesuatu yang pernah kucoba namun ga sesuai dengan destiny-ku. Untuk hal2 yang emang perlu, aku bisa memaksakan diri untuk "meminumnya". Tapi untuk hal2 yang ga berdampak kekal, aku ga mau membiarkan diriku wasting time disana, contohnya pergaulan kelas atas yang hanya berisi hura2, atopun hubungan dengan lawan jenis yang ga berujung ke pernikahan.
Aku menyadari bahwa banyak hal baik di idup ini ga perlu dicoba, bukan karena ga layak dicoba, namun karena "not my cup of tea". Orang laen mungkin menikmatinya, sukses disana, bertumbuh disana. Tapi aku tau "ladangku", aku tau bidangku, aku tau apa yang bener2 bikin hatiku bahagia en Tuhan disenangkan melaluinya. Aku makin memahami bahwa hidup ini perlu banget untuk memuaskan hati Tuhan, terlepas dari semua pencapaian yang sudah kuraih.
No comments:
Post a Comment