TUJUH: TAMU TERBAIK DAN TERBURUK SAYA SERTA ALASANNYA
1. Kualitas diri yang saya cari dari seorang calon tamu: minat besar terhadap pekerjaannya, kemampuan untuk menjelaskan pekerjaan tersebut dengan gamblang dan sedemikian rupa sehingga para penonton kami tertarik dan ingin tahu lebih banyak, mudah tersinggung, dan selera humor terutama kepada diri sendiri.
2. Dua karakteristik orang sukses: ia tahu nasihat yang baik saat mendengarnya, dan ia jujur akan bakatnya serta tentang batas-batas kemampuannya.
3. Orang yang mengatakan hal-hal yang sama berulang kali, entah itu tentang politik, emosi, atau filosofi, akan menjadi tamu yang buruk.
4. Anda dapat menjadi pewawancara terbesar dalam sejarah, dan Anda dapat menggunakan ancaman, siksaan, desakan, atau apapun lainnya, tetapi jika seseorang memutuskan untuk tidak akan bicara, ia tidak akan bicara. Janganlah dimasukkan ke dalam hati, cari saja orang lain untuk diajak bicara.
DELAPAN: BLOOPER DAN CARA MENGATASINYA
1. Tentu saja blooper tidak terbatas dalam dunia penyiaran saja. Jadi, jika Anda melakukannya juga, jangan biarkan hal itu mengganggu Anda. Anda harus melupakannya dan tetap berjalan terus, kalau Anda khawatir, Anda akan melakukan kesalahan itu lagi. Hal seperti itu saya sebut menanam sesuatu untuk terjadi.
2. Para pembicara terbaik, negosiator terbaik, dan orang-orang terbaik di semua jalur pekerjaan pernah membuat kesalahan. Jadi jika Anda melakukan kesalahan, jangan biarkan hal itu membuat Anda kebingungan. Ingatlah pepatah lama "orang yang tidak pernah membuat kesalahan jarang berbuat apapun".
SEMBILAN: SAYA HARUS BERBUAT APA? TEKNIK BERPIDATO
1. Pidato lebih mudah daripada percakapan sehari-hari, karena Anda sepenuhnya menguasai arah pembicaraan. Tapi Anda harus punya sesuatu yang harus disampaikan. Bicarakan hal yang Anda pahami, carilah pokok bahasan yang Anda pahami benar, atau gunakanlah pendekatan pribadi untuk pokok bahasan yang lebih luas.
2. Kunci kedua adalah persiapkan diri. Katakan kepada mereka apa yang akan Anda bicarakan, katakan isi pembicaraan Anda, katakan kepada mereka apa yang telah Anda bicarakan.
3. Tips-tips:
• Tataplah audiens Anda
Pertama, pastikan mendongak dari naskah atau catatan Anda. Kedua, jangan bicara pada dinding di belakang atau jendela di samping Anda. Tataplah audiens yang berbeda-beda agar semua kelompok merasa diperhatikan.
• Pelajarilah pemenggalan kata dan perubahan suara yang ingin Anda gunakan
Tandailah gagasan atau frasa yang ingin Anda tekankan. Gunanya ada dua: memastikan Anda memberi tekanan pada saat yang tepat dan memastikan bahwa Anda tidak akan berbicara secara monoton.
• Berdiri tegak
Cukup berdiri dengan nyaman, jangan menyandarkan diri ke meja mimbar.
• Kalau ada mikrofon di depan Anda, taruhlah pas di depan mulut Anda
Jagalah bibir Anda dalam jangkauan mikrofon, jangan menoleh atau membalikkan badan untuk menjawab pertanyaan dari samping tanpa mendekatkan mulut Anda ke mikrofon.
4. Jangan terlalu serius kalau tidak perlu. Meskipun Anda memilih topik pembicaraan yang serius, sebagian besar pendengar tetap senang mendengar humor kecil.
5. Janganlah terlalu melambung dan cobalah menggunakan bahasa sehari-hari.
SEPULUH: LAGI? LEBIH JAUH TENTANG PEMBICARAAN PUBLIK
1. Kenalilah audiens Anda, ini memungkinkan Anda memantapkan hubungan dengan mereka di awal pembicaraan, dengan menunjukkan pemahaman Anda terhadap sudut pandang mereka.
2. Trik sukses pidato adalah "menusuk mereka dari posisi mereka". Pastikan bahwa Anda tahu siapa audiens Anda, apa minat mereka, dan apa yang ingin mereka dengar dari Anda.
3. Penekanan pada keringkasan menjadi lebih penting lagi saat Anda menyampaikan pidato. Ungkapan dalam bisnis pertunjukan "sadarlah kapan harus berhenti" berlaku juga disini. Pembicara publik terbaik selalu tahu kapan harus berhenti.
SEBELAS: PERLAKUAN KEJAM DAN LUAR BIASA: TEKNIK BERTAHAN DI RADIO DAN TELEVISI
1. Dalam wawancara apapun, rahasia pertama keberhasilan adalah memastikan kontrol Anda terhadap wawancara, bukan orang lain. Anda dapat memperoleh kontrol dengan memastikan bahwa Anda mempunyai pengetahuan menyeluruh tentang pokok bahasannya.
2. Lima tips untuk membantu Anda bertahan dan berhasil di radio dan televisi:
• Lakukan apa yang Anda rasa nyaman
Jika Anda tidak merasa senang dengan topiknya atau merasa tidak cukup menguasainya, tolaklah wawancara, alihkan ke orang lain, atau katakan saja bahwa mereka menemui orang yang salah.
• Mengikuti zaman
Walau tidak perlu menjadi pakar, berusahalah akrab dengan kejadian akhir-akhir ini, serta berita apa yang sedang dibicarakan orang.
• Hindarilah hal-hal negatif
Jika Anda memusatkan diri pada hal-hal negatif, kinerja Anda akan negatif juga.
• Pendekatan radio dan televisi sama
Di televisi, penampilan Anda penting. Di radio tidak. Di luar itu, pendekatannya sama.
• Berusahalah mengembangkan unsur-unsur penting, seperti suara, penyampaian, dan penampilan di televisi
Suara Anda saat bicara mencerminkan ciri khas dan otoritas Anda.
3. Bahasa tubuh, disadari atau tidak, mempunyai peran besar.
4. Jika Anda menjadi moderator, jangan memihak, buatlah diskusi berjalan lancar, pastikan kedua belah pihak mendapat kesempatan yang sama, dan kendalikan nada, panjang, dan isi pertanyaan. Jika Anda seorang wasit yang baik, Anda pasti dapat menyelesaikan pekerjaan Anda dengan baik, dan semua peserta akan pulang sebagai teman.
DUA BELAS: MASA DEPAN PEMBICARAAN
1. Kita akan lebih banyak "berbicara" daripada sebelumnya, karena adanya peralatan baru dan media. Percakapan akan selalu ada, selama masih ada manusia. Keterbukaan, antusiasme, dan kemauan untuk mendengarkan akan membuat Anda menjadi pembicara yang populer dengan media apapun.
2. Betapapun banyaknya yang kita ketahui, kita dapat terus memperbaiki cara kita berbicara, meraih keberhasilan, dan semakin percaya diri seiring dengan perbaikan itu.
3. Berbicara hendaknya tidak menjadi tantangan atau kewajiban berat, atau sekedar cara untuk mengisi waktu. Berbicara adalah penemuan terbesar manusia. Dengan cara itulah kita dapat saling berhubungan, dan bicara menjadi salah satu kenikmatan hidup. Anggaplah setiap percakapan sebagai sebuah kesempatan.
4. Bagaimanapun kemampuan Anda sebagai pembicara, ingatlah bahwa:
• jika Anda merasa tidak ahli berbicara, yakinlah bahwa Anda dapat menjadi ahli
• jika Anda sudah merasa pandai berbicara, Anda dapat melakukannya dengan lebih baik.
SENI BERBICARA KEPADA SIAPA SAJA, KAPAN SAJA, DI MANA SAJA
LARRY KING
No comments:
Post a Comment