Jadiii, bulan ini berakhir dengan sebuah berita yang cukup menyesakkan hati walopun sebenernya aku udah menduga. Proyek pembangunan apartment perusahaanku dihentikan karena pemegang saham udah ga punya duid en ga ada harapan. So, kami bersiap2 untuk menyatakan bangkrut en penutupan.
Walopun udah menduga proyek bakal dihentikan, tetep ada perasaan sediiihhh, terutama ketika aku memutuskan untuk stay di kantor ini di masa2 sulit dimana gaji masih belom full en beban kerjaan 3 orang tumplek blek di aku. Sempet ngerasa bahwa semua usaha yang kami lakukan itu sia2, wasting time banget, kalo ujung2nya pemegang saham hanya memikirkan diri mereka sendiri. Tapi yaa sudahlah...
Aku adalah orang pertama di kantor yang dikasi tau kabar ini setelah dirut meeting ama pemegang saham. Dirut merincikan langkah2 apa yang akan kami ambil menjelang penutupan perusahaan, kemungkinan bahwa kami akan menghadapi kemarahan en tuntutan dari para customer, serta jaminan bahwa aku akan dipertahankan hingga akhir. Bahkan dirut merekomendasikan aku ke developer lain, ngasi aku kontak bos developer itu, nyuruh aku kirim CV kesana.
Aku berdiam diri, merenungkan semua kebaikan Tuhan kalo aku bisa ada di perusahaan yang sekarang, mengalami begitu banyak pengalaman en gejolak yang luar biasa, diberi kesempatan en kepercayaan besar, di-upgrade secara hardskill maupun softskill selama hampir setahun belakangan. Semua ini hanyalah kasih karunia, ga ada satupun karena kehebatan atopun hasil usahaku. Aku menyadari hal itu sepenuhnya dan mengucap syukur. Bahkan ketika beberapa bulan lalu aku punya opsi untuk hengkang dari perusahaan ini, Tuhan bilang bahwa Ia masih punya rencana bagiku disini, sekalipun aku tau bakal berdarah2 en penuh tekanan, aku belajar untuk taat dan berserah. Semua itupun kasih karunia.
Satu hal yang menjadi penghiburanku, walopun perusahaan ini akan segera tutup, aku tau bahwa aku udah do my best selama aku kerja disini. Bahkan mungkin ini adalah tempat dimana aku bener2 stretch my faith and pour out my capability selama aku kerja. Aku ga pernah se-ngoyo ini di perusahaan2 sebelumnya, ga pernah sebegitu banyak terlibat dalam berbagai keputusan di persimpangan jalan, ga pernah begitu memahami lika-liku sebuah perusahaan. Disinilah Tuhan increase my capacity and my stature.
Aku tau sekalipun perusahaan ini ditutup, that's not the end of the world. Aku yakin bahwa Tuhan sudah mempersiapkan hal2 yang jauh lebih baik bagiku ke depan, sebuah tanah Gosyen yang begitu subur dimana segala yang baik ada di dalamnya. Setelah masa paceklik berkepanjangan ini, hikmat-Nya ga pernah berhenti menuntun dan menyertai. Aku menantikan arahan-Mu di tempat selanjutnya ya, Bapa. I trust in You.
No comments:
Post a Comment