Di jaman sekarang dimana banyak tekanan hidup, tuntutan pekerjaan, kondisi lingkungan yang kompetitif; bikin banyak orang stress bahkan depresi. Ga jarang juga yang terganggu secara mental karena ga kuat ngadepi semua perubahan jaman en kondisi hidup yang ga menentu. Disitulah aku menyadari bahwa mental health tuh begitu penting.
Ga semua orang menyadari bahwa ga ada yang 100% sehat secara mental, ga jarang juga orang menyangkali kondisi mentalnya yang sedang tertekan ato bermasalah, bahkan ga sedikit orang yang ga tau bahwa kondisi mentalnya terganggu sehingga ga pernah merasa butuh pertolongan. Jaman ini emang beda ama jaman dulu, ketidakpastian begitu nyata, manusia berubah semudah membalikkan telapak tangan, serta banyaknya tuntutan ga masuk akal dari sekeliling yang bikin manusia ngalami gangguan mental.
Tingkat kesadaran yang masih rendah tentang mental health bikin banyak orang terlambat menyadari bahwa mentalnya bermasalah, enggan mencari pertolongan ato solusi, sehingga akibatnya fatal. Aku heran karena di Indo mental issue ini masih tabu dibicarakan, bahkan orang2 dengan gangguan mental dikucilkan ato dibully bukannya ditolong. Padahal mental health ini issue yang wajar terjadi di tengah perubahan jaman yang begitu pesat.
Aku menyadari tentang mental health ini sekitar September 2016, ketika aku ngerasa bahwa diriku berada di lingkungan yang toxic, orang2 yang bermuka dua, social climber, teman2 yang selalu menuntut nasehat serta dukungan tanpa batas, serta teman2 yang hanya bersikap baik ketika aku menguntungkan ato berguna bagi mereka. Aku ngerasa hal itu sangat mengganggu kehidupanku sehingga akhirnya aku memutuskan hubungan dengan orang2 itu. Sebuah keputusan ekstrem yang membawa perubahan dahsyat di hidupku, yang bikin aku tetep waras di tengah kondisi hidup yang sedang bergejolak.
Singkat cerita, aku menemukan kedamaian, kasih sejati dari Tuhan, serta pemahaman lebih tentang pentingnya mental health. Dan mulai sejak itu, cara pandangku berubah total tentang mental health. Tuhan mempertemukanku dengan banyak orang yang bergumul soal mental health en mereka mau terbuka untuk mengatasi masalah itu. Aku banyak belajar dan mengajar di masa2 itu, sambil bercermin serta memulihkan diriku.
Semua proses menyakitkan itu bikin aku sadar bahwa ada trauma masa kecil yang ga pernah disadari, pemberontakan yang mencuat di masa remaja, serta kebimbangan hidup di masa dewasa. Hal itu menciptakan banyak mental block selama masa pertumbuhanku sehingga aku jadi diriku yang begitu defensif, sensitif, serta keras.
Setelah banyak ngalami pemulihan, puji Tuhan aku berubah jadi orang yang begitu berbeda. Banyak trauma emosi yang pulih, tembok pertahanan yang runtuh, serta wawasanku diperluas. Aku belajar memahami orang lain yang sedang berada di posisi bergumul soal mental health. Bahkan aku jadi berani menantang diriku mencoba hal2 baru yang selama ini kutakuti tanpa alasan.
Aku sadar bahwa sebagai manusia kita dibentuk dari masa lalu, namun kita ga perlu berkutat di masa lalu terutama dalam trauma ato kejadian buruk yang tak terlupakan. Kita bisa pulih, berubah, dan lepas dari ikatan kemustahilan. Ada harapan bagi orang2 yang berusaha mencari terang Tuhan dalam hidup ini. Ada masa depan yang cerah sekalipun masa lalumu begitu gelap.
Bagi kalian yang sedang bergumul tentang mental health, aku mendorong kalian untuk segera mencari pertolongan melalui konselor atopun hamba Tuhan yang kredibel. Kalo kalian belum menemukan orang yang tepat, berdoalah minta Tuhan tunjukkan orangnya. Jangan malu, akui semua emosi dan traumamu supaya kamu bisa dibebaskan. Minta Roh Kudus berkarya di bagian2 terdalam hati en alam bawah sadarmu. Berjalanlah dalam kasih karunia-Nya dan terima terobosanmu.
Be blessed, peeps!
No comments:
Post a Comment