October 24, 2020

FINANCIAL PLAN

Beberapa waktu lalu, ada 1 ex partner di property yang ngontak aku, minta diajari cara ngatur keuangan. FYI, sebelum2nya anak ini tuh boros banget, walopun dia banyak closing tapi ga punya perencanaan keuangan, pencatatan keuangan, atopun dana darurat. Pelan2 aku ajari untuk mulai nyatet semua pengeluarannya sekecil apapun selama sebulan, lalu dievaluasi. Ternyata masih susah untuk dia, tiap bulan selalu abisin duid untuk hal2 yang ga berguna. 


So aku sempetin diri untuk buka2 semua catetanku tentang "financial plan" yang pernah kupelajari en sebagian besar udah kuterapkan dalam hidupku. Aku tau walopun aku anak finance, tapi awal2 kerja aku juga kacau en boros soal keuangan. Puji Tuhan, pelan2 mulai tertata, mulai ngerti pentingnya investasi en punya dana darurat, mulai bagi2 duid ke beberapa rekening supaya ga konsumtif. Inilah pelajaran2 yang kukumpulkan selama ini:


Pertama, kudu punya prioritas. Tiap kali dapet duid (entah gaji ato komisi) apa yang pertama kali di pikiran kita? Belanja barang branded, makan enak, ato bayar cicilan? Duid tuh benda yang cepet banged menguapnya, so kudu bijak untuk atur prioritas. Kudu utamakan kebutuhan di atas keinginan, kenyamanan, kesenangan apalagi gengsi. Bayar perpuluhan, bayar cicilan ato hutangmu, bayar kebutuhan2 pokokmu, berkati ortumu, investasikan duid ke hal2 yang akan menghasilkan sesuatu berkali2 lipat. Kamu investasikan uangmu ke barang, orang, atau masa depan? Jangan investasi ke barang lah ya, karena walopun barang branded masih bisa dijual dengan harga tinggi, itu ga ada artinya. Investasilah ke manusia, ke hubungan2 yang bermakna, ke otak dan hati. Beli banyak buku, ikut seminar, bangun hubungan yang sehat dengan banyak orang yang akan memperkaya nilai dirimu. Investasi juga ke saham, pasar uang, emas, ato obligasi. Kita ga selamanya bisa kerja, so kudu punya passive income dari investasi.


Kedua, jangan pernah kejar kekayaan, tapi kejar pengalaman. Hidup ini terlalu menyedihkan kalo cuma dipake buat kejar kekayaan, bro. Sah2 aja pengen ngalami financial freedom, tapi ga perlu sampai kaya melimpah ruah juga, ntar bingung ngabisinnya. Kudu bisa menikmati hidup, mengejar nilai yang kekal. Kebahagiaan ga ditentukan dari seberapa banyak duid yang kamu punya, bukan berasal dari berapa banyak barang (termasuk rumah atopun mobil) yang berhasil kamu beli, bukan dari seberapa mahal aksesoris yang nempel di badanmu. Kejarlah pengalaman, petualangan, serta makna kehidupan. Kerja keras itu wajib, tapi kudu bisa menikmati juga secara seimbang.


Ketiga, harus punya dana darurat. Untuk yang single dana daruratnya minimal 3x pengeluaran bulanan, bagi yang udah married minimal 6x pengeluaran bulanan, bagi yang udah punya anak minimal 12x pengeluaran bulanan. Dana darurat ini berguna banget ketika ada hal2 ga terduga, seperti sakit, bencana, krisis, dsb. Kalo ga punya dana darurat, hari gini mau minjem ke siapa coba? Usahakan punya asuransi juga, jadi ga mengganggu keuangan kita. Sebisa mungkin bagi2 duid ke beberapa rekening yang ga bisa sewaktu2 kamu tarik dananya, yaitu untuk dana darurat, untuk investasi, untuk deposito. Hal ini bakal ngebantu banget supaya kita ga boros. 


Di atas semua itu, ingatlah bahwa berkat finansial itu titipan Tuhan. Jangan egois, jangan dinikmati sendiri. Berbagilah dengan orang2 yang membutuhkan, berikan berkat bagi orang2 lain yang dalam kesulitan. Menurutku memberi ini tuh yang paling sulit di antara semua poin yang ada, karena manusia pada dasarnya egois. Tapi justru memberi inilah yang mengajarkan hati kita untuk ga melekat sama uang, tapi sama Tuhan. Ketika kita memberi kepada orang yang kekurangan, kita tahu bahwa Tuhan sanggup memelihara hidup kita senantiasa, sehingga kita ga kuatir en ga menimbun terlalu banyak.


Semoga post ini bermanfaat 😊

No comments: