May 31, 2021

I QUIT


Seperti quote di atas, itulah alasan terbesar yang mendasari keputusanku untuk resign kali ini. Manajemen yang buruk, pemegang saham yang lepas tanggung jawab atas situasi yang ada, direktur utama yang berkali2 trial and error segala cara, kondisi perusahaan yang hampir bangkrut, serta pekerjaan yang super overload bikin aku ga bisa bertahan lebih lama lagi. Ditambah anxiety disorder, aku ngerasa bahwa ga worth it untuk kerja di tempat ini terus. 


Akhir Maret lalu, aku mutusin untuk ngajuin resign di akhir Mei sekalipun belum dapet kerjaan baru. Pikiranku waktu itu hanyalah REST supaya sembuh dari anxiety disorder yang kuderita. Singkat cerita, ketika aku melangkah, Tuhan sudah sediakan step berikutnya. Tiba2 aku ditawari oleh seorang tante untuk nyoba jadi agent asuransi, en entah kenapa aku ngerasa damai sejahtera, sehingga bersedia untuk mendoakan en mempertimbangkan tawaran itu. Omongan tante itu bener2 membuka pikiranku, bahwa kerja itu harusnya enjoy, bukan stress. Dan seharusnya aku bisa menikmati hasil kerjaku sehingga bisa mencapai financial freedom.


Setelah berdoa en mempertimbangkan, aku ngerasa nothing to lose untuk nyoba di bidang baru. Maybe Tuhan ijinkan aku njedog di bidang finance accounting karena Dia mau arahkan aku ke bidang lain. Aku rasa bidang ini worth to try, karena fokusnya bukan jualan produk, tapi mengedukasi en membantu orang lain. Jadi aku bakal bisa banyak sharing en ngobrol ama orang, tapi berpotensi dapet duid. Menarique banget sih menurutku 😍


Karena bulan April ada deadline SPT Tahunan en aku berpikir untuk ngajari penggantiku di bulan Mei, jadi aku mengajukan tanggal resign di 31 Mei 2021. Siapa sangka, keputusan itu SANGAT TEPAT. Bulan April stress-ku meningkat karena dikejar2 rincian SPT tahunan oleh konsultan pajak, lalu akhir April direktur utama juga mengajukan resign. Karena kondisi yang ga ada harapan lagi, manajemen memutuskan untuk mem-PHK 3 karyawan di Maret dan Mei. Lalu di bulan Mei, ada audit atas laporan keuangan taon 2018-2021 yang bikin aku overtime tiap hari bahkan selalu lembur di weekend. Aku bersyukur dengan keputusanku untuk ngajuin resign, sebelum semuanya menjadi makin ga karuan. 


Banyak pihak menyayangkan keputusanku untuk resign, terutama rekan2 sekantorku en pemegang saham. Tapi aku YAKIN bahwa ada tempat yang lebih baik bagiku, aku tau my value. Aku udah capek ama kerjaan yang ga ada abisnya, jengkel karena ketika mereka tau kemampuanku malah ditambahi kerjaan terus, en bosen ama gaji yang stagnan dengan kondisi kerjaan yang makin overload. When I know my worth, aku berani untuk melangkah keluar. Entah nekad ato beriman, yang jelas aku memastikan bahwa aku ada on His track 😊 Sekalipun jalan yang kutempuh ini aku ga tau bakal gimana, damai sejahtera Tuhan menyertaiku hari demi hari. Yang aku tau, damai sejahtera itu cuma Tuhan yang bisa kasi, en hanya dikasi ke orang yang berjalan dalam kebenaran-Nya. Ya udah, diliat aja ke depan gimana, dijalani en disyukuri.


Kalo menoleh ke 1,5 taon masa kerjaku di kantor ini, jujur aja, ada penyesalan kenapa aku kerja disitu. Karena tuntutan en tingkat stressnya super tinggi, sampai aku kena anxiety disorder 😥 Tapi kalo dilihat secara keseluruhan, aku sangat bersyukurrrr karena aku ngeliat tangan Tuhan bekerja dalam setiap jalan terjal, karakter en kepemimpinanku makin bertumbuh, serta aku makin mengenal Tuhan sebagai Bapa dengan cara yang lebih intim. Itu adalah hal yang sangat berharga yang ga bisa dinilai dengan uang.


Aku tau bahwa kerja di kantor ini bukanlah kebetulan, Tuhan punya rencana yang indah untuk membentuk hidupku. Walopun kantor ini hanyalah tempat singgah, aku tau bahwa aku harus melewati semua ini untuk melanjutkan perjalanan karierku ke tingkat yang lebih tinggi. Aku sungguh2 bersyukur tangan Tuhan menopangku hingga hari ini, walopun sempat terseok2 dalam masa2 gelap. Aku ga bisa bilang bahwa aku sepenuhnya finishing well, tapi aku tau bahwa aku berjuang bersama Tuhan sampai garis finish, dan aku mewariskan teladan yang baik bagi setiap mereka yang kerjasama denganku. 


No comments: