August 31, 2021

WONDERFUL AUGUST

Ga krasa sebulan udah berlalu en banyak hal mengejutkan yang kualami di bulan ini. Dimulai dari dapet kabar mencengangkan tentang salah 1 temen geng yang kabur dari rumah ninggalin anak& suaminya, telepon adik kelas yang bikin aku makin yakin untuk ngejar passionku, hubungan yang dipulihkan dengan temen2 lama, nemeni mama ke dokter untuk obati penyakit di kakinya, support temen untuk peperangan rohani, dikenalkan ke cowok tua yang ga jelas yang bikin aku semakin sadar bahwa urusan PH itu bener2 kudu berserah sama Tuhan 😆


Awal bulan ini sebenernya aku sempet ngerasa salah masuk team di asuransi, karena BM-ku ini tipe orang yang serampangan en suka ambil kesimpulan sendiri, trus team ini isinya orang2 tua yang malah merepotkan en gaptek, trus ada 1 tacik yang malah ngomel panjang lebar en mengadu domba aku ama leaderku, serta leader di atas yang omongannya selalu memahitkan orang lain ketika meeting. Astagaaa... Tapi ketika aku berdoa, aku dapet impresi kalo ini bukan jalan yang salah. Hahahaha, ya wes lah dijalani aja dengan sikap hati yang benar. 


Lalu aku sempet kontak temen2 lama dengan tujuan tanya kabar mereka sekaligus branding kalo aku sekarang kerja di asuransi. Aku dapet banyak cerita, berbagi pengalaman, serta mengubah mindset tentang banyak hal. Masa pandemi ini emang berat banget, ga semuanya dalam kondisi yang baik, tapi bersyukur karena ada beberapa temen yang malah terbuka mindsetnya untuk mengembangkan diri, ada yang makin deket ama Tuhan padahal dulunya ngejudge aku karena rajin ke gereja, ada yang ga lagi galau soal PH walopun udah hampir umur 30.


Banyak kisah yang bikin aku merenung dan menyadari bahwa diriku yang sekarang ngalami banyak perubahan pola pikir serta lebih bisa memahami orang lain, sekalipun kadang keputusan2 mereka itu ga masuk akal. Semakin dalam aku belajar psikologi en mindset, semakin aku sadar bahwa manusia itu makhluk yang kompleks. Sulit mengatakan benar atau salah dalam suatu kejadian, ketika aku tau kondisi dan pertimbangan mereka. Aku belajar untuk memberikan empati dan mengulurkan tangan sebisaku. Tapi aku ga mau bodoh lagi en ga mau sampai mengorbankan diriku ketika menolong orang lain. 


Bulan ini jadi bulan yang menyenangkan bagiku. Aku merasakan bahwa Tuhan sedang mengerjakan banyak hal yang indah, mengembalikan aku ke apa yang terpenting di mata-Nya, serta menyadarkanku bahwa semua hal di dunia ini sementara. Aku semakin berpikir bahwa semua pengejaranku akan pencapaian dunia itu sia2, waktunya sudah semakin dekat, aku mau semakin efektif bagi Kerajaan Surga.


Thank you Agustus dengan semua pengalaman baru dan pelajaran berharganya. Thank you Tuhan buat musim baru yang Kau berikan bagiku. Aku mau menikmati masa2 menaburku tanpa dipusingkan dengan hasil tuaiannya. 

No comments: