August 18, 2022

MEMILIH UNTUK TETAP JADI BAIK

Beberapa bulan ini, aku makin ga nyaman dengan kondisi di kantor. Setelah makin tau bahwa orang2 di kantor itu hidupnya berantakan (ada yang hamil di luar nikah, suka ngutang kanan kiri tapi ga dibayar, selingkuh kanan kiri), sebenernya keinginanku untuk hengkang makin kuat. Aku ngerasa jijik banged berada di tengah lingkungan yang kayak gitu, aku ga mau ada transfer roh juga. 


Singkatnya aku mulai nggetu berdoa nyari kehendak Tuhan, aku kudu gimana en mulai lirik2 lowongan kerjaan. Tapi dari berbagai renungan, kotbah, en buku yang kubaca, aku dapet impresi kalo Tuhan masih mau aku di kantor ini. Bagiku ga gampang, apalagi setelah aku dikasi tau kalo aku diincer 2 pria hidung belang. Aku makin menjaga jarak, bersikap sangat tegas en menghindari interkasi dengan mereka sebisa mungkin.


Aku sempet ada di titik mengasihani diri, kok bisa2nya aku "dibuang" ke kantor yang kayak gini, padahal aku bermimpi kerja di perusahaan yang lebih besar daripada sebelumnya. Aku mikir gimana nasibku selanjutnya kalo aku stuck di kantor ini, belom ktemu jodoh pula. Hahahaha. Akhirnya aku menyadari kalo semua pemikiranku itu sia2. Tuhan tau yang terbaik, kalopun aku "dibuang" ke lembah, Dia pasti mempersiapkan momen2 krusial bagi hidupku ke depannya. Bagianku hanyalah taat, sekalipun ga mengerti dan ga terima 😥


Dengan pola pikir yang baru setelah ngalami jamahan Tuhan, aku memutuskan untuk memilih tetap bersikap baik ke mereka2. Sekalipun aku jijik sama kelakuan mereka, aku tau kalo Tuhan mengasihi jiwa mereka. "Bencilah dosanya, bukan orangnya" adalah kata2 sering tergiang2 di kepalaku selama masa2 ini. Tiap kali aku papasan sama mereka, aku belajar memandang mereka dengan hati Bapa, bukan dengan penghakiman. Aku belajar berdoa untuk pertobatan dan keselamatan jiwa mereka. Sapa tau Tuhan memang naruh aku disini untuk tujuan itu kan. 


Bagiku ga mudah, tiap hari harus menguatkan diri dalam kasih karunia Tuhan. Ada orang2 yang rasanya pengen banget kukonfrontasi dengan frontal, bahkan kalo bisa kubikin dia dipecat dari kantor. Tapi aku tau kalo aku harus bertindak sesuai dengan hati-Nya, aku belajar menundukkan diri di bawah otoritas Tuhan, en mengerjakan apa yang jadi bagianku.


Disinilah aku semakin sadar arti namaku (Lucy--Light), yang perlu menerangi kegelapan hidup mereka dengan kebenaran Kristus, yang perlu menerangi kedegilan hati mereka supaya mereka bertobat, yang perlu menunjukkan jalan yang benar bagi jiwa yang tersesat. Lord, genapi kehendak-Mu dalam hidupku. Aku mau taat, aku mau setia sampai akhir karena aku mengasihi-Mu. 

No comments: