Tulisan ini merupakan kumpulan kata2 yang nempelak ato ngingetin aku akhir2 ini. Sumbernya dari berbagai hal: kelas LADIMI (Ladies Discipleship Ministry), obrolan ama temen, bible, atopun dari buku yang sedang kubaca.
"Kita akan menuai jika kita tidak menjadi lemah".
Jujur aja, bulan lalu itu aku kecewa berat ama ketua komsel yang kuikuti selama hampir 2 taon terakhir. Setelah semua kebaikan en taburanku, ternyata aku dijudge gitu aja, trus ketika aku nyampeiin ketidaksukaanku, responnya minta maaf ala kadarnya, keliatan ga ada ketulusan ato penyesalan. Trus semua keburukan si ketua komsel ini muncul, mulai dari dia yg selalu kontak aku kalo arek komsel butuh bantuan dana, ngejar2 aku kalo anaknya ada PR Mandarin, ga peduli walopun aku lagi ga enak badan ato ga mood untuk mengulurkan tangan. Fixed, aku lelah diperlakukan kayak gitu. Bukannya aku berharap diistimewakan, tapi aku benci dimanfaatkan. Tiba2 diingetkan ayat "kita akan menuai jika kita tidak menjadi lemah", en rohku langsung dikuatkan. Aku diingetkan untuk semakin berhikmat menabur di tempat yang tepat, ga semua orang layak dibantu ato diberi. Aku cuma percaya kalo Tuhan tuh perhitungkan semua taburan en sikap hatiku, tuaian datangnya dari Dia, bukan manusia. Amen."What profits a man if he gains the whole world, but loses his soul?"
Hari2 ini ketika Tuhan berkati aku secara luar biasa di bidang finansial, aku menyelidiki respon hatiku. Aku bersyukurrr pol dengan semua berkat yang Tuhan curahkan sehingga di masa2 sulit ini aku berkelimpahan, bahkan bisa jadi berkat buat banyak orang secara finansial, udah nabung en investasi juga, dana darurat terkumpul lagi. Tapi aku ga ijinkan hatiku terikat ke harta, aku mau arahkan hatiku senantiasa ke Sumber Berkat itu sendiri. Trus aku sempet negur seorang temen lama yang selalu pamer transferan dari freelance job dia sebagai pembuktian ke ex managernya yang ngerendahin dia dengan kata2 "kamu ga akan bisa kerja di tempat lain, mana ada yang mau pake kamu". Aku ingetin kalo dia ga perlu pamer, ga perlu buktiin diri ke siapapun, ga boleh cuma kejar duid karena masih buanyak aspek hidupnya yang kudu digarap dengan bener (terutama pengenalannya akan Tuhan). Jujur aja, heran ama arek ini yang setelah sekian lama join komsel, mindsetnya ga ada tentang Kerajaan Allah blas, tapi duid duid duid mulu. Apa gunanya semua duidmu kalo kamu ga kenal Tuhan, sihhh...
"Tetap manis seperti ikan yang hidup di air laut yang asin, kita tidak boleh terpengaruh oleh sekeliling kita".
Ada kalanya sebagai manusia tuh bereaksi (bukan berespon) terhadap apa yang ada di sekeliling kita. Ketika sekitar kita nyebelin, secara ga sadar kita bales dengan nyebelin pula. Ketika sekitar kita merusak diri, kita ga sengaja ikutan rusak. Ketika sekitar kita toxic, lama2 racun itu merembes dalam jiwa kita. Akhir2 ini aku semakin sadar betapa toxic-nya kantor tempatku bekerja, terutama salah 1 anak buahku yang udah kerja disitu 20 taon. Awal2 aku jengkel, tapi lama2 aku sadar kalo aku yang kudu mempengaruhi dia, bukan jadi bersikap keras ke dia. Ga mudah, tapi aku tau ketika aku menyerap sari2 Roh Kudus, pasti ada buah2 yang manis keluar dari hidupku. Well, setelah praktek sebulanan, akhirnya anak buah toxic itu beserta suaminya berubah sikap. Thank God! Karya Tuhan bener2 nyata dalam kantorku.
"Hold your peace".
Damai sejahtera... Itu satu kata yang bermakna banget buat aku. Di masa2 sulit ini, banyak berita yang ga mengenakkan berseliweran, mulai dari kasus covid yang meningkat, isu pilpres yang bakal kacau karena calonnya tuh orang2 bermasalah, kemungkinan 2023 resesi, dsb-nya. Ketika denger berita2 ga enak, aku semakin berserah sama Tuhan, semakin menyadari ga ada sesuatupun di bumi ini yang di luar rencana-Nya. Kedaulatan-Nya yang mengatasi segala hal, bikin aku ngerasakan damai sejahtera yang kekal. Ga ada hal yang perlu kutakuti, apapun yang terjadi itu seijin Tuhan. Kalopun ada hal buruk, pasti ada penyertaan en pelajaran berharga di dalamnya. So, aku ga perlu takut ato kuatir akan apapun juga, karena Sumber Damai itu senantiasa besertaku. Love You, Jesus ♥

No comments:
Post a Comment