November 15, 2014

FATHER'S HEART

"Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu" (I Korintus 13:4-7).

Father's heart. Hati Bapa. Hal itu mudah banget untuk dikatakan, tapi sangat sulit untuk dipraktekkan. Apalagi dalam kondisi yang buruk, diperlakukan nggak adil, dihakimi tanpa sebab, diremehkan dan difitnah. Namun itulah yang Tuhan ajarkan dalam hidupku di masa-masa suramku.

Well, beberapa kali Tuhan menyatakan dengan jelas kalo aku harus balik ke CG lama sekalipun ada CG yang jauh lebih baik, pemimpin yang care, sahabat yang membangun, serta hubungan kasih yang nyata yang kudapat dari teman-teman BUF. Aku ngerasa semua hal itu udah lebih dari cukup en nggak bisa kudapatkan di CG. Nggak akan pernah bisa.

Saat aku memantapkan hatiku untuk taat, datanglah badai yang hampir bikin kemauanku kandas. Aku dapet kabar kalo gembala pemuda dapet info nggak bener tentang aku en dia ambil kesimpulan bahwa akulah yang bermasalah. Dia bilang kalo dimana-mana aku ini bikin masalah, nggak hanya di pelayanan, tapi juga di CG. En beberapa perkataan lain yang menyakitkan hati karena isinya penghakiman semua. Wewwww, you know my name, but not my story and the reason behind. Bukannya pemimpin yang lebih atas seharusnya berusaha mendamaikan, tapi ini kok malah ambil kesimpulan sendiri setelah denger cerita dari 1 pihak? Manusia...manusia, ternyata kualitas hatimu nggak sehebat jabatan yang kamu duduki :(

Saat denger kabar itu, aku kecewa banget. Selama ini aku respek sama pemimpin yang 1 itu karena kunilai hatinya masih murni, ternyata persepsiku selama ini salah. Dia cuma melihat apa yang kelihatan, tanpa mau tahu kasus sebenernya en gimana kondisinya. Ok, aku nggak akan balik CG kalo uda di-judge tanpa alasan gitu.

Jujur, kata-katanya menghujam hatiku en bikin aku marah. Aku sampai berpikir, apa bener aku yang salah dsb. Akhirnya aku nemui sahabatku, minta dia doain aku en kasi nasihat. En dia kasi aku nasihat bukan yang membela posisiku, tapi membela hati Tuhan. Sekali lagi aku bersyukur sama Tuhan, karena uda kasi cowok 1 itu jadi sahabatku!

Inilah pelajaran yang kudapet dari dia:
"Hati Bapa tuh selalu ngampuni, Luc. Kasih menutupi segala pelanggaran. Kalo kamu uda lakuin bagianmu dengan sangat baik, nggak usah peduli kalo pemimpinmu nggak lakuin bagian mereka, nggak usa peduli kondisi anak-anak CGmu yang stagnasi, kamu nggak bisa handle semua. Jangan libatkan perasaanmu terlalu dalam ketika kamu melayani orang. Aku tau kamu orang yang peduli banget, tapi kamu harus bisa bedakan antara simpati en empati. Kalo nggak gitu, kasian kamunya. Aku nggak tau kenapa Tuhan kasi kamu pemimpin kayak gitu. Tapi 1 hal yang aku tau, kamu adalah orang yang tulus en iblis nggak suka itu. Makanya iblis berusaha hancurkan kesatuan antara kamu dan pemimpinmu. Kamu punya hati yang tulus en pemimpinmu punya jabatan, kalo kalian bersatu hati, pasti kalian bisa menghancurkan iblis. Itulah yang iblis nggak mau. Belajarlah dari Daud, yang sekalipun dikejar-kejar Saul karena iri hati sampai mau dibunuh, Daud tetap respek sama Saul. Bahkan 2 kali Daud punya kesempatan untuk bunuh Saul, tapi Daud nggak lakukan, dengan sebuah respon "Aku nggak akan jamah orang yang diurapi Tuhan". Padahal saat itu Tuhan uda menolak Saul en Roh Tuhan udah undur dari Saul. Daud nunjukkan kasih saat kelakuan Saul udah kelewatan karena Daud berharap Saul mau berubah. Daud berharap Saul nggak lagi nganggep dia sebagai musuh, tapi sebagai partner, sebagai anak. Tapi Saul nggak berubah. Apakah Daud putus asa? Nggak! Daud tetap berharap, bahkan sampai Saul mati pun Daud meratap. Nggak heran Tuhan berkati Daud sedemikian rupa, karena hatinya murni en berkenan sama Tuhan. Bisa nggak kamu punya hati kayak gitu? Jangan tuntut orang lain berubah, kamu dulu yang harus berubah, sekalipun bukan kamu yang salah. Walaupun "jubah pemimpinmu" jelek (kepemimpinannya ngga benar), jangan dirobek. Justru kamu yang harus back up bagian yang robek itu, untuk menjaga nama baiknya di depan orang".

Finally, setelah pertemuan yang mengubahkan hatiku itu, aku memutuskan untuk kembali ke CG, aku memutuskan untuk minta maaf duluan ke semua pemimpin yang dengan sengaja menyakiti hatiku. Nggak peduli apapun alasan mereka ngelakuin hal itu, aku mau punya sikap hati yang benar. En aku kembali bukan untuk dipercayai kembali, bukan untuk memimpin lagi, tapi untuk menggenapi perjanjianku dengan Tuhan bahwa tahun ini adalah tahun terakhirku berjuang di CG yang stagnasi itu. Hal ini kulakukan bukan karena aku hebat, tapi karena aku tau itulah yang Tuhan mau.
  
Thanks Yesus buat hati-Mu yang Kau impartasikan ke dalam hatiku. Thanks my best friend, yang nggak mau namanya disebutkan, ketemu kamu selalu merupakan berkat tersendiri buat aku :D


Kasih Tuhan memulihkan
Kasih Tuhan memperbarui
Kasih Tuhan mau mengampuni
Kasih Tuhan mengubah sgalanya

男女之间不可能有纯友谊


"Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!" (Kidung Agung 2:7).

Baru-baru ini aku galau. Karena aku menyadari bahwa ada seorang teman baikku naksir aku! Hahahaha, emang kegalauan yang konyol. Well, selama ini aku enjoy bertemen ama dia, ngelewati momen-momen penting bareng, ngobrol ini itu, pergi berdua, bahkan foto berdua. Saling tau hal-hal detail dalam kehidupan masing-masing, saling support en saling doain adalah hal yang biasa.

Tapi semua itu jadi nggak biasa saat aku nyadar kalo ada kemungkinan bahwa dia nganggep aku bukan “sekedar teman”. Tepatnya pas pertengahan tahun, dia ngajak ketemuan berdua tapi terpaksa batal karena ada suatu hal. Disitu dia nunjukkin kalo dia agak kecewa. Aku kira dia cuma becanda, tapi tiba-tiba aku flashback en kaget setengah mati bahwa nggak cuma kali ini aja dia kasi kesan demikian. Aku juga baru nyadar kalo dia mulai kasi perhatian lebih ke aku, kesannya mbela-mbelain banget ketemu aku tiap kali dia ada waktu, ada apa-apa selalu cerita ke aku seolah-olah dia pengen aku tau segala sesuatu tentang dirinya. En mulai ngasi pertanyaan-pertanyaan halus yang intinya pengen tau apa aku uda punya pacar ato belum. 
   
Pas sadar tentang semua fakta itu, aku galau banget. Aku enjoy sama dia karena dari awal kami cuma berteman biasa, gampang nyambung dengan semua obrolan, en aku nggak berpikir bakalan ada something more di antara kami. Ternyata aku terlalu naïf. Mungkin aku nggak ada apa-apa, tapi dia belum tentu nganggep gitu kan? Fiuuuhhhh…
     
Aku sempet bergumul tentang hal ini. Selama ini sih, aku dengan gampangnya “ndepak” cowok-cowok yang naksir aku karena aku baru kenal mereka en nggak tertarik sama mereka. Sebodo amat kalo aku en mereka ke depannya nggak bisa bertemen. Aku paling benci sama cowok-cowok yang tertarik sama aku apalagi nyatain perasaan mereka padahal baru beberapa kali ketemu. It’s annoying! Tapi kali ini beda, dia salah satu teman baikku. Walopun aku menganut prinsip “marry your best friend”, tapi aku nggak pernah kepikiran untuk masukkin cowok ini ke dalam daftar itu. Bukannya dia jelek ato karakternya buruk, but he is only one of my best friend, okay? Disisi lain, aku menyadari bahwa 男女之间不可能有纯友谊 (di antara pria dan wanita nggak mungkin ada persahabatan). Aku nggak mau persahabatan kami jadi renggang, tapi aku tau dengan jelas, kalo uda ada rasa tertarik pasti nggak akan bisa berteman dengan murni seperti dulu.

Aku beneran nggak tau harus bersikap gimana saat September lalu dia ngajak aku ketemuan. Beberapa minggu aku tolak ajakannya dengan alasan sibuk mau pindahan kantor, aku nggak nanggepi BBM-nya dengan ribuan alasan. Tapi dia nggak nyerah. Akhirnya aku memantapkan hati untuk mendoakan dia, pergumulin tentang hal ini. En aku minta beberapa orang yang kupercaya untuk kasi pendapat soal hal ini.
Salah satu best friend-ku bilang sesuatu yang bikin aku mikir keras: “Apa si X itu berharga buat kamu, Luc? Kalo iya, apa kamu rela “kehilangan” dia? Karena gimanapun juga, kamu akan “kehilangan” dia sebagai teman. Cowok en cewek tuh nggak mungkin murni berteman, salah satu ato dua-duanya pasti ada perasaan. Nah tinggal tunggu waktu aja kapan kamu akan “kehilangan” dia. Pilihan ada di tanganmu, kamu mau “kehilangan” dia sekarang dengan menghindari dia, ato nanti setelah dia nyatain perasaannya dan kamu tolak. Saranku sih, kamu biarin aja dulu dia deketin kamu, kenali karakternya lebih dalem. Kalo kamu nggak sreg, kamu bisa bilang kalo kamu cuma mau berteman sama dia. Sapa tau, kalo ternyata dia emang yang terbaik buat kamu? Nggak ada ruginya biarin dia, daripada kamu hindari sekarang trus kamu nyesel nantinya". Aku sadar kalo si X ini berharga buat aku en aku nggak pengen kehilangan dia sebagai temen.
   
Sebelnya, salah satu sahabatlku malah godain, “Ga penting dia ada perasaan ke kamu ato nggak. Yang penting tuh apa kamu beneran nggak ada apa-apa sama dia? Kalo kamu nggak ada apa-apa, ngapain kamu galau? Kan selama ini kamu cuek-cuek aja kalo ada cowok yang ndeketin kamu”. Jdierrrr, nih cowok cara ngomongnya emang nyebelin, tapi kata-katanya ada benernya jugak. Apa aku beneran nggak ada apa-apa sama si X ato sebenernya aku ada apa-apa sama dia tapi nggak nyadar? Oh…oh….

Finally, kami pergi rame-rame en suasananya jadi canggung karena aku jelas-jelas nghindari dia. Akhirnya kami bahas masalah ini en kami jadi saling memahami satu sama lain. Aku inget kata-kata Joshua Harris di "I Kissed Dating Goodbye": "Jika daya tarik romantis terbentuk setelah mengembangkan suatu persahabatan, itu adalah bonus tambahan".
   
Entah ke depan bakal gimana, dijalani ajalah. Aku percaya bahwa Tuhan uda siapkan yang terbaik untuk kami. Aku tau kalo nggak pernah ada yang namanya kebetulan di dunia ini. Setiap orang yang Tuhan taruh dalam hidupku sudah ada jalan ceritanya masing-masing. Saat ini aku belum tau kisah apa yang Tuhan rancang dengan mempertemukan kami, bikin kami akrab, dan sebagainya. Aku hanya memilih percaya en menyerahkan pena kisah kehidupanku ke dalam tangan-Nya, sekali lagi.

"...kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN! Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina" (Kidung Agung 8:6b-7).

GEMBOK DAN KUNCI DOA YANG EFEKTIF (STEPHEN KENDRICK & ALEX KENDRICK)


Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya—Yakobus 5:16

GEMBOK:  SEPULUH HAL YANG MENGHALANGI DOA:
1. Berdoa tanpa mengenal Allah melalui Yesus
Yohanes 14:6—“Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”.
2. Berdoa dari hati yang belum bertobat
Mazmur 66:18-19—“Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar. Sesungguhnya, Allah telah mendengar, Ia telah memperhatikan doa yang kuucapkan”.
3. Berdoa untuk pamer
Matius 6:5—“Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya”.
4. Berdoa dengan bertele-tele
Matius 6:7-8—“Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya”.
5. Doa yang tidak didoakan
Yakobus 4:2—“Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa”.
6. Berdoa dengan hati bernafsu
Yakobus 4:3— “Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu”.
7. Berdoa sambil menganiaya pasangan
I Petrus 3:7—“Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan istrimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang”.
8. Berdoa sambil mengabaikan orang miskin
Amsal 21:13—“Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru”.
9. Berdoa dengan kepahitan hati terhadap seseorang
Markus 11:25-26—“Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di surga mengampuni kesalahan-kesalahanmu”. [Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di surga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu].
10. Berdoa dengan hati yang tidak beriman
Yakobus 1:6-8—“Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya”.

KUNCI: SEPULUH HAL YANG MEMBUAT DOA EFEKTIF
  1. Berdoa dengan meminta, mencari, dan mengetuk
Matius 7:7-8, 11—“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetuk, baginya pintu dibukakan… Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya”.
2. Berdoa dengan iman
Markus 11:24—“Karena itu Aku berkata kepadamu” apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu”.
3Berdoa di tempat tersembunyi
Matius 6:6—“tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu". 
4. Berdoa menurut kehendak Allah
I Yohanes 5:!4—“Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya”.
5Berdoa dalam nama Yesus
Yohanes 14:13-14—“Apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku Aku akan melakukannya”.
6. Berdoa dengan bersepakat bersama orang percaya lain
Matius 18:19-20—“Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oelh Bapa-Ku yang di surga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka”.
7. Berdoa sambil berpuasa
Kisah Para Rasul 14:23—“Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka”.
8. Berdoa dari kehidupan yang taat
I Yohanes 3:21-22—“Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalah hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya, dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya”.
9Berdoa dengan tinggal di dalam Kristus dan Firman-Nya
Yohanes 15:7—“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya”.
10. Berdoa dengan bergembira karena Tuhan
Mazmur 37:4— “Bergembiralah karena TUHAN, maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu”.


RINGKASAN GEMBOK DAN KUNCI DOA:
1. Anda harus berada dalam hubungan yang benar dengan Allah.
2. Anda harus berada dalam hubungan yang benar dengan orang lain.
3. Hati Anda harus benar.



STEPHEN KENDRICK & ALEX KENDRICK
THE LOVE DARE
Hlm 202-205



ADULAM


Beberapa bulan terakhir adalah bulan-bulan yang sangat gelap buat aku. Aku bergumul dengan banyak luka, kekecewaan, kemarahan, dan berbagai emosi negatif lainnya. Tapi puji Tuhan, tangan-Nya memulihkan setiap bagian hatiku dengan sempurna.

Awalnya, sulit untuk aku merespon dengan benar ketika aku diperlakukan nggak adil, sulit menerima kenyataan bahwa aku dikecewakan lagi oleh orang yang menyebut dirinya pemimpin rohani tapi kelakuannya nggak rohani blas, sulit banget untuk mengampuni ketika aku berkali-kali dihakimi. Kecewa banget dengan semua perlakuan nggak adil yang ada, promosi yang nggak pernah dateng, en pertanyaan "Luc, kamu sakit? Nti isa tugas nggak?" yang dialamatkan ke aku tiap kali aku sakit. Bayangkan, saat aku sakit nggak pernah ada pertanyaan aku sakit apa, perlu dijenguk ato nggak, tapi sekali lagi tuntutan akan tanggung jawab! Emangnya aku robot ato komoditas yang selalu bisa dikeruk keuntungannya? Dikira aku nggak punya perasaan en kepentingan apa? Itu adalah masa-masa dimana air mata jadi makananku tiap hari, menyendiri jadi hobi baruku, dan kamar jadi tempat persembunyianku. Nggak dateng CG adalah satu-satunya pilihan terbaik buatku saat itu.

Singkat cerita, habis gelap terbitlah terang :D Tuhan menyatakan maksud-Nya yang mulia melalui masa-masa gelap itu. Aku makin merasakan kasih Tuhan yang nyata, yang nggak bisa ditandingi oleh siapapun. Aku makin memahami maksud dan tujuan-Nya yang besar dalam hidupku. Ketika orang-orang berpikir aku tersesat karena kabur dari CG, justru Tuhan membuat aku bertumbuh makin pesat. Siapa bilang pertumbuhan rohani dihasilkan oleh CG? Pertumbuhan yang sejati hanya datang dari keintiman dengan Tuhan sendiri.

Ada 5 hal yang Tuhan berikan sebagai kado saat masa-masa suram itu datang, yang aku tau hal-hal itu nggak akan datang ketika aku berada dalam kondisi baik-baik saja.

Pertama, Tuhan kasi aku waktu-waktu rest yang berkualitas. Rest disini bukan berarti tidur, tapi istirahat dari semua tuntutan pelayanan, tuntutan jabatan, dan tuntutan nggak jelas dari orang-orang di sekitarku. Aku baru tau bahwa aku exhausted sedemikian rupa, karena aku diperlakukan seperti robot yang harus terus bekerja. Tanpa kusadari jiwa en rohku jadi kering, kelelahan dengan semua tuntutan serta tanggungjawab yang nggak ada matinya. Waktu-waktu aku kabur itu, Tuhan kembali memberikan kekuatan yang baru, me-refresh jiwa en rohku, serta memurnikan motivasiku dalam melayani. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia mambimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya” (Mazmur 23:2-3).

Kedua, Tuhan kasi aku kepercayaan untuk melayani seseorang yang kasusnya sangat parah. Selama 8 tahun aku melayani, belum pernah aku dapet orang yang kasusnya sedemikian berat. Disitulah Tuhan menyatakan, yang kasi aku kepercayaan bukanlah statusku dalam pelayanan, apalagi pemimpin. Tapi kepercayaan sesungguhnya datang dari Tuhan. Sekalipun pemimpin tau kapasitasku, tapi dia nahan-nahan kepercayaan, Tuhan mau buktikan bahwa nggak ada yang bisa nahan jika Dia berkehendak. So, aku nggak perlu berharap promosi datang dari pemimpin.  “Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu, tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain” (Mazmur 76:6-7).

Ketiga, Tuhan jawab doaku dengan kasi aku seorang partner rohani. Yesss! Selama 2-3 tahun terakhir, aku berdoa minta seorang partner lagi sama Tuhan. En finally Tuhan kasi aku seseorang untuk berjalan bareng aku dalam kerohanian, untuk saling membangun, mengasah, menegur, en mempraktekkan kasih Kristus. Thanks God for him! “Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan” (Pengkotbah 4:12).

Keempat, Tuhan pulihkan hubunganku dengan partner lamaku. Eniwe, beberapa tahun lalu kami tau kalo kami uda nggak bisa jalan bareng sebagai partner lagi karena Tuhan uda patok bagian yang berbeda untuk kami masing-masing. En puji Tuhan, tahun ini Tuhan kembali bikin kami jalan bareng. How blessed to have him again.

Kelima, yang paling akhir tapi yang krusial buat kehidupanku secara pribadi. Ketika aku kabur dari CG, aku lepaskan semua beban atas tanggung jawab yang nggak masuk akal itu, en Tuhan kasi aku waktu untuk memikirkan hidup en masa depanku. Disitulah Tuhan menyadarkanku, bahwa pelayanan yang hebat nggak cukup, hidupku sendiri juga harus mencapai hal-hal besar. Saat itulah Tuhan re-direction aku ke His big plan. Dia menyatakan kalo aku harus belajar lagi di bidang yang Dia kehendaki sejak awal, karena tujuan-Nya di hidupku bukanlah di bidang accounting& finance. Tuhan ijinkan aku "nyasar" ke jurusan itu hanya supaya aku dapet temen-temen yang luar biasa en supaya karunia menulisku diasah.

Praise the Lord, masa-masa aku menjadi pelarian seperti Daud bukanlah masa yang terbuang sia-sia. Justru masa-masa kelam itu Dia ubahkan jadi masa-masa paling indah. Saat aku tau tujuan-Nya membawaku ke lembah kekelaman, aku nggak berhenti bersyukur. Thanks God, I'm stronger now because of You.

Aku menyadari bahwa masa-masa terkelam Daud merupakan masa-masa dia menghasilkan banyak mazmur yang indah, masa-masa dimana dia bergaul karib dengan Tuhan, masa-masa dimana hatinya dibentuk sedemikian rupa sehingga ia siap menjadi pemimpin atas Israel. Aku tau, itulah yang Tuhan kehendaki buat hidupku. Bukan kehancuran, tapi tunas yang baru dan segar sehingga aku siap melayani dengan hati en karakter yang telah diubahkan.

VACATION


Awal Agustus lalu, aku dapet kesempatan "liburan" ke Bali. Waktu itu ada temen organisasi di kampus yang nikah di Bali en aku nyempetin dateng. Puji Tuhan banged, ternyata 3 hari itu adalah masa-masa dimana Tuhan me-refresh aku. Aku jadi menyadari bahwa aku perlu waktu "menyepi" en bersenang-senang sebelum aku bertempur kembali dalam kehidupan. 

HARI PERTAMA:
Bangun subuh-subuh dengan hati yang deg-degan. Maklum, ini kali pertama aku naik pesawat en ke Bali. Antusias tapi rada was-was jugak :p
En pas naik pesawat, aku bersyukur banged. Aku bisa ngeliat awan dari jarak dekat. How awesome Your creation, Lord. Bener-bener ngerasa keciiiilll banget di hadapan Tuhan yang Mahabesar. Betapa luar biasanya Tuhan nyiptain alam semesta. Wow!

Beachwalk
Nyampe di bandara Ngurah Rai, makan di Burger King, naik taxi ke hotel untuk taruh tas. Trus jalan kaki ke pantai Zic zic, pantai Legian, en pantai Kuta. Lanjot ke Beachwalk, makan Blackball. Trus ke Discovery shopping mall, makan Domino's pizza.

Selanjutnya naik taxi ke Joger, liat-liat barang bentar. Trus jalan ke Titiles beli oleh-oleh. Ke pasar seni, trus mampir ke Wendy's untuk makan es krim coklat sambil ngeliat bule-bule seliweran. Trus liat sunset di pantai Kuta.

Balik hotel untuk mandi en rest bentar. Parahnya shower di hotel ngga bisa nyala, akhirnya mandi ngandalin keran air yang di bawah deh. Dienkk. Trus ke Beachwalk buat ketemu sama meme angkat (adik kelas) en dinner bareng di eat&eat.

Hasilnya badan gosong en kaki gempor. Tapi hepiiiii. Disitulah aku bener-bener sadar, kalo aku ini suka banged sama wisata alam en udah lama banged nggak ngerasain perasaan seseneng ini. Hepi jugak ada di lingkungan dimana orang-orang yang seliweran ngomong pake bahasa asing. Aku jadi kangen les mandarinnnn :D


HARI KEDUA:
Karena pegel banged, susah bangun pagi, so nggak ke pantai buat liat sunrise *tearHari kedua adalah hari tour. Abis sarapan di hotel, kami berangkat. Jadwalnya ke Garuda Wisnu Kencana (GWK), Khrisna pusat oleh-oleh, Jimbaran, Dreamland, Tanah Lot.

Di GWK, foto-foto en ngeliat tari-tarian. Dapet kesempatan praktek ngomong Mandarin gara-gara ada turis yang sikapnya nyebelin en ngehalangin spot foto. Akhirnya aksi praktekku ngomong Mandarin itu jadi bahan guyonan sepanjang jalan ama temen-temenku. LOL. Makan babi (aku nggak ikutan makan babi, hahaha), trus ke Khrisna pusat oleh-oleh. Lanjot ke Tanah Lot buat maen air bentar. Sayang banged nggak sempet ngeliat sunset di Tanah Lot karena ngejar waktu, kita mau ke Tabanan (tempat wedding temen) sebelum gelap. Tour-nya nggak maksimal karena kami kelamaan nonton tari-tarian di GWK en belanja di Khrisna.



HARI KETIGA:
Full di Tabanan untuk ikut pemberkatan nikah en resepsi. Seneng banged ngeliat temen nikah en feel blessed bisa menyaksikan pernikahan mereka. Bless them always, Lord.
Sekitar jam 4 sore balik ke Kuta, trus ke Beachwalk buat dinner di Fish&co. En meluncur ke bandara Ngurah Rai.


REFLEKSI:
Hari kedua di Bali, pagi-pagi pas saat teduh, aku bertanya-tanya ke Tuhan tentang kenapa Dia ijinkan aku "nyasar" ke jurusan akuntansi, padahal Tuhan kasi aku passion di bidang laen (masih rahasia :P). En surprise banged dengan jawaban yang kudapat. Tuhan njelasin bahwa 5 tahun aku kuliah di akuntansi tuh bukan waktu yang sia-sia. Tuhan ijinkan aku "salah jurusan" supaya aku ketemu dengan orang-orang luar biasa di organisasi kampus (temen-temen BUF), yang sampai saat ini jadi temen-temen yang selalu support aku. En Tuhan ijinkan aku untuk kuliah disitu, masuk ke organisasi kampus untuk "ngeluarkan" talenta menulisku. Kalo aku nggak nyasar kesana, entah jadi apa aku hari ini, tanpa temen-temen BUF. Entah apa yang akan aku lakuin untuk keep shining, tanpa blog ini.

Di mata manusia, mungkin aku buang-buang waktu. Tapi ternyata Tuhan punya tujuan dalam setiap masa, bahkan masa-masa yang kuanggap nyasar, salah jurusan, dsb. Thanks God! Mau donk liburan berkualitas kayak gitu lagi :D

IS IT REALLY JUST "KEBETULAN"?


Hai...hai... Uda lama bangeeed nggak update blog karena sibuk pindahan kantor dari Agustus en penyesuaian di kantor baru. Singkat kata, pindahannya ribet en bikin capek. En aku ngalami buanyak ujian yang nguras emosi en air mata. Galau abis tentang beberapa aspek dalam hidup yang bikin aku makin ngalami Tuhan. En aku bakal update beberapa tulisan sekaligus (balas dendam mode on) :p

Kali ini aku sedang tertarik dengan yang namanya "KEBETULAN". Ngapain sih pake tanda kutip? Karena aku ngerasa bahwa di dunia ini nggak ada hal yang kebetulan. Mungkin di dalam pikiran kita sebagai manusia, banyak hal terjadi secara kebetulan, tapi Tuhan yang bekerja dalam kekekalan pasti uda ngerancang segala sesuatu dengan terperinci. Semua kebetulan yang Ia perbuat, itu memang dirancang untuk surprising us.

Tiba-tiba kepikiran di kepalaku, ada banyak hal di hidup ini yang sepertinya kebetulan, tapi ternyata ada maksud indah di baliknya. Mungkin ada beberapa kisah di Alkitab yang kita anggap sebagai kebetulan, tetapi "kebetulan" itu ternyata mengubah kehidupan seseorang.  Ini beberapa contoh yang terlintas di kepalaku:

*Daud yang "kebetulan" tiba di perkemahan orang Israel saat Goliat mencurahkan sumpah serapahnya menghina Tuhan dan orang Israel.

*Yesus yang "kebetulan" lewat di jalan dimana Bartimeus biasa mengemis.

*Putri Firaun yang "kebetulan" sedang mandi di sungai saat melihat bayi mungil.

*Zakharia yang "kebetulan" sedang bertugas di Bait Suci saat malaikat Tuhan menampakkan diri.

*Seorang janda yang "kebetulan" lewat di jalan yang dilalui Yesus saat ia sedang dalam perjalanan hendak menguburkan anaknya.

Semua "kebetulan" yang terpikir di kepalaku itu, tiba-tiba berubah makna. Apakah itu BENAR-BENAR sebuah "kebetulan"? Ataukah ada predestinasi ilahi yang dituangkan di dalamnya? Mungkinkah Allah sedang membelokkan jalan-jalan mereka kepada persimpangan menuju rencana agung-Nya?

"Kebetulan" yang dialami Daud membuatnya naik daun saat ia berhasil mengalahkan Goliat, sekaligus membuat dirinya menjadi orang nomor satu yang paling dibenci oleh raja Israel saat itu. Yesus yang "kebetulan" lewat di jalan tempat Bartimeus biasa mengemis, melahirkan sebuah mujizat kesembuhan. Musa yang diangkat menjadi anak Firaun adalah seorang pemimpin besar yang memimpin Israel keluar dari perbudakan Mesir di masa depan. Karena "kebetulan", Allah berjanji akan memberikan anak kepada Zakharia yang telah tua. Dan seorang janda yang anaknya dibangkitkan hanya karena "kebetulan" ia bertemu dengan Yesus di jalan.

BOOOMMM... Tiap kebetulan demi kebetulan yang dirancangkan Allah demi tujuan-Nya yang mulia. Tiap pertemuan tak disengaja dalam waktu duniawi yang melahirkan kairos sorgawi. Kejadian demi kejadian tak terduga yang mengubahkan kehidupan seseorang. Mungkinkah orang-orang itu pernah membayangkan apa yang akan terjadi tanpa adanya "kebetulan"?

Mungkinkah Daud tetap menjadi gembala kambing domba, tanpa pernah dikenal sebagai a man after God's own heart? Akankah mata Bartimeus bisa terbuka melihat wajah Sang Juruselamat? Mungkinkah Musa menjadi pemimpin terbesar sepanjang sejarah yang memimpin bangsa tegar tengkuk namun dicintai Tuhan setengah mati? Dapatkah Zakharia memiliki anak yang akan membuka jalan bagi kedatangan Sang Raja Damai? Mungkinkah si janda melewati masa tuanya dengan bahagia jika anaknya tak dibangkitkan dari kematian?

Jika hari-hari ini kamu mulai meragukan keberadaan Tuhan, atau mulai goyah akan keyakinanmu bahwa Tuhan ada dn nyata, renungkan baik-baik "kebetulan" apa saja yang pernah kamu alami dalam hidupmu. "Kebetulan" yang bukan berasal dari kisah Alkitab, tapi dari kisah hidupmu sendiri. Mungkin "kebetulan" ada seseorang yang menghampirimu saat kamu putus asa, "kebetulan" bertemu dengan seseorang yang menjadi sahabat baikmu, "kebetulan" yang membuatmu mendapatkan sebuah pekerjaan saat kamu putus asa, "kebetulan" yang kamu temukan dari sebuah senyuman ramah seseorang yang menyelamatkan hidupmu, dan sebagainya.

Temukan tangan Tuhan yang bekerja saat kamu menemukan "kebetulan demi kebetulan". Rasakan kasih-Nya yang nyata hingga Ia mau merancangkan "kebetulan" yang mengubah kehidupanmu. Nikmati kebaikan-Nya yang tak pernah berhenti saat hatimu sekali lagi digetarkan oleh "kebetulan" yang kamu alami.


November 8, 2014

THE GLORY OF LIVING (MYLES MUNROE)


PENDAHULUAN:
1. Kemuliaan adalah seluruh manifestasi dari tujuan Anda, yang merupakan diri Anda yang sebenarnya.
2. ‎Kita membutuhkan lingkungan yang tepat untuk memanifestasikan sifat kita yang sebenarnya. Kemuliaan dilepaskan ketika kondisinya tepat dan ada tuntutan terhadap dirinya.
3. ‎Ketika kita menggunakan karunia dan bakat kita untuk mewujudkan visi dan impian yang diberikan oleh sang Pencipta, maka kita sebenarnya sedang memanifestasikan kemuliaan kita.


BAB 1: SIFAT KEMULIAAN
"Semua ciptaan ada untuk menyatakan kemuliaan Tuhan"
1. Ketika kita berbicara tentang kemuliaan (kabod atau doxa) Tuhan, sebenarnya kita mengacu pada pentingnya pribadi dan reputasi-Nya, kepenuhan hadirat-Nya di bumi, manifestasi yang terlihat dari atribut dan karakter-Nya, dan ekspresi penuh dari sifat-Nya.
2. Empat prinsip kemuliaan dalam ciptaan:
A. Tuhan menciptakan segalanya dengan kemuliaan
B. Tuhan menciptakan segalanya untuk menyatakan kemuliaan-Nya.
Kemuliaan manusia adalah menjadi serupa dengan Tuhan dan memerintah seperti Tuhan dalam persekutuan dan keharmonisan dengan Tuhan.
C. Tuhan senang ketika kemuliaan terlihat
D. Tuhan menciptakan manusia sebagai pernyataan tertinggi kemuliaan-Nya
3. ‎Tuhan sudah mengaruniai kita dengan keserupaan rohani, intelektual, dan moral dengan Dia. Diciptakan menurut gambar Tuhan berarti Ia memberi kita sifat moral dan rohani-Nya.
4. Mengapa Tuhan menciptakan kita? Untuk menyembah Dia. Tujuan kita yang sebenarnya adalah untuk menyatakan kemuliaan Tuhan.
5. Penyembahan yang sempurna adalah hidup terus menerus di dalam hadirat Tuhan (lingkungan yang benar).

BAB 2: LINGKUNGAN KEMULIAAN
"Hadirat Tuhan adalah lingkungan yang sempurna tempat kita berbuah"
1. Manusia diciptakan untuk berfungsi di dalam lingkungan yang sudah ditetapkan: hadirat Tuhan. Kita dapat bertumbuh di dalam lingkungan yang telah dirancang untuk kita. Untuk menjadi serupa dengan Tuhan, kita harus mengenal Tuhan, dan untuk mengenal Tuhan, kita harus menghabiskan waktu di dalam hadirat-Nya.
2. Be fruitful (berbuah) berarti menghasilkan apa yang ada di dalam; memamerkan kemuliaan yang tersembunyi. Berbuah berarti menjadi produktif, dan juga mereproduksi diri. Berbuah itu penting bagi Tuhan.
3. Satu karakteristik yang signifikan dari lingkungan Eden adalah kebebasan. Adam dan Hawa diciptakan sebagai makhluk moral yang dapat menentukan diri sendiri dan bertanggung jawab. Kebebasan sejati selalu punya batasan dan ketaatan menjadi berarti hanya jika ada standar perilaku.
4. Dosa mengharuskan Tuhan untuk menghalau manusia dari hadirat-Nya. Kita tidak dapat berfungsi dengan benar tanpa hadirat Tuhan, kita juga tidak dapat masuk ke hadirat-Nya dalam keadaan rusak akibat noda dosa.
5. Tuhan menciptakan kita untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Ia akan melakukan apapun yang perlu Ia lakukan untuk mengembalikan kita kepada diri-Nya dan melihat kemuliaan-Nya dinyatakan di dalam kita.

BAB 3: KEMULIAAN DALAM "PAKAIAN BUMI"
"Kemuliaan Tuhan adalah manusia yang hidup sepenuhnya"
1. Tuhan menciptakan manusia menurut gambar-Nya. Ia menanamkan pada kita sebagian dari sifat-Nya, karakter-Nya, dan atribut-Nya. Tuhan menciptakan kita untuk memerintah, kemudian memberi kita kuasa dan otoritas untuk melakukannya.
2. Mengakui karunia yang Tuhan berikan kepada kita dan melakukannya tanpa merasa malu atau meminta maaf bukanlah mencuri kemuliaan Tuhan. Sebaliknya inilah cara memberi kemuliaan kepada-Nya.
3. Kita harus belajar bagaimana membuat "bejana tanah liat" yang rentan ini, yaitu tubuh kita, dan mengubahnya menjadi "cawan kemuliaan".
4. Tuhan tidak menciptakan kita untuk mencari nafkah, tetapi untuk memperlihatkan kepada dunia seperti apakah Dia. Tuhan menciptakan kita untuk menjadi dan melakukan sebagaimana yang Ia kehendaki dan kemuliaan kita adalah mengekspresikan semua itu sepenuhnya.
5. Kemuliaan Tuhan muncul ketika kita mengikuti Roh-Nya dan bergantung pada kuasa-Nya untuk menjadi segalanya sebagaimana yang Ia maksudkan bagi kita.

BAB 4: KEMULIAAN DALAM HAL "MENJADI"
"Tuhan memberi keterampilan, tetapi bukan tanpa tangan manusia. Ia tidak dapat membuat biola Antonio Stradivari tanpa Antonio" (George Eliot)
1. Tuhan sudah mengaruniai kita dengan karunia, talenta, dan kemampuan, dan Ia ingin kita menggunakan semuanya itu demi kemuliaan-Nya dan demi kebaikan umat manusia. Kita harus berusaha menuangkan secara bebas semua yang ada di dalam diri kita untuk pelayanan yang tidak egois kepada dunia. Tujuan kita haruslah "mati dalam keadaan kosong".
2. Kita sukses di mata Tuhan ketika kita hidup dan berjalan dalam ketaatan kepada kehendak-Nya, mengerjakan panggilan-Nya di dalam hidup kita, dan mencurahkan waktu serta energi kita untuk menjadi orang yang Ia inginkan. Sukses menurut Tuhan adalah mengekspresikan sepenuhnya kemuliaan di dalam kita.
3. Tuhan menciptakan kita untuk mendapatkan kepuasan dalam pekerjaan kita di dalam kerangka hubungan kasih pribadi dengan Dia melalui Kristus. Melihat diri kita melalui mata Tuhan adalah satu-satunya cara kita dapat mengenali pribadi kita yang sebenarnya.
4. Berada di lingkungan yang tepat adalah perkara yang paling penting. Tidak ada kesabaran dan kerja keras yang akan memberikan hasil yang baik jika kita berusaha bekerja di tempat yang salah atau mengerjakan tugas yang salah.  Hidup dalam hubungan kasih yang selalu bertumbuh dengan Tuhan lebih penting daripada apapun yang kita berusaha lakukan bagi Dia.
5. Jika kita mau memaksimumkan kemuliaan kita dan mengungkapkan diri kita yang sebenarnya, kita harus siap bekerja keras. Orang yang memaksimumkan kemuliaan mereka selalu letih. Orang yang letih, "terkuras" adalah orang yang mengubah dunia. Kemuliaan akan melahap kita seperti api dan mengosongkan kita seperti anggur yang ditumpahkan. Tujuan kita dalam hidup adalah melepaskan kemuliaan kita.

BAB 5: HADIRAT DAN KEMULIAAN
"Jika kita ingin melihat kemuliaan Tuhan, kita harus hidup di dalam hadirat Tuhan"
1. Tidaklah normal bagi orang percaya untuk menjalani kehidupan tanpa merasakan hadirat atau kuasa Tuhan. Berjalan bersama Tuhan di bawah naungan perlindungan hadirat-Nya harus menjadi pengalaman kita hari demi hari, saat demi saat.
2. Selama bangsa Israel setia kepada Tuhan, taat kepada-Nya, dan terus menerus lapar akan hadirat-Nya, mereka pun mengalami damai sejahtera, kemenangan, kemakmuran, dan memenuhi tujuan Tuhan bagi mereka sebagai suatu bangsa. Kemuliaan mereka memancar ketika mereka mengikuti tujuan yang sudah Tuhan tetapkan bagi mereka.
3. Hadirat Tuhan adalah manifestasi aktif dari Tuhan yang memenuhi lingkungan tempat ciptaan ada dan hidup, sementara kemuliaan Tuhan adalah pernyataan terbuka dari atribut dan karakter Tuhan. Manifestasi hadirat Tuhan adalah ketika Tuhan mengambil inisiatif untuk membuat diri-Nya diketahui oleh kita dengan cara tertentu dan terfokus yang melampaui kemahahadiran-Nya yang umum.
4. Ketika kita mengalami kemahahadiran Tuhan, kita menyadari keberadaan-Nya; ketika kita mengalami manifestasi hadirat Tuhan, kita menyadari kekudusan-Nya; dan ketika kita mengalami kemuliaan Tuhan, kita menyadari kuasa-Nya.
5. Lima kunci untuk melepaskan kemuliaan Tuhan:
• Kemuliaan Tuhan memerlukan hadirat Tuhan untuk dinyatakan
• Hadirat Tuhan kondusif bagi kemuliaan Tuhan
• Manusia diciptakan untuk hidup dan berfungsi di dalam hadirat Tuhan
• Puji-pujian adalah lingkungan yang ideal bagi manusia dan ciptaan
• Hadirat Tuhan melepaskan kemuliaan Tuhan
6. Ia adalah buyung, kita adalah gelas-gelasnya, Tuhan menuangkan sebagian dari diri-Nya ke dalam kita dan ingin terus menuang hingga kita melimpah. Ia ingin kita menghasilkan kemuliaan-Nya di dalam kita untuk memberkati orang lain. "Hendaklah terang [kita] bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatan [kita] yang baik dan memuliakan Bapa [kita] yang di surga" (Matius 5:16).
7. Bagaimanakah orang "mengecap" Tuhan? Dengan berbicara kepada seseorang dimana Dia nyata dalam hidupnya. Ketika kita "menuangkan" hidup kita kepada orang lain dalam nama Yesus, mereka akan minum dari kita tetapi akan mengecap Dia.


BAB 6: MEMULIHKAN LINGKUNGAN KEMULIAAN
"Puji-pujian kita menciptakan lingkungan rohani Eden dan menarik hadirat Tuhan"
1. Melalui darah Kristus dan Roh Kudus yang tinggal di dalam kita, kita dapat menciptakan lingkungan kita sendiri yang menarik hadirat Tuhan. Lingkungan itu adalah atmosfer puji-pujian.
2. Puji-pujian selalu positif. Tidak ada pujian negatif. Kita tidak dapat "memuji" dalam ketidaksepakatan; itu tidak lebih dari kritik. Dosa adalah pemberontakan melawan Tuhan, tetapi puji-pujian mencerminkan hubungan kita dengan Tuhan. Kita dapat memuji Tuhan karena kita mempunyai hubungan dengan Dia melalui Kristus.
3. Kita harus memuji Tuhan sepanjang waktu, bahkan ketika kita tidak ingin melakukannya. Walaupun perasaan dan suasana hati kita berubah, posisi hati kita tidak boleh berubah, dan hati inilah yang Tuhan lihat. Puji-pujian yang sejati hanya datang dari kerendahan hati dan terfokus kepada Tuhan.
4. Puji-pujian adalah sesuatu yang kita lakukan, sementara penyembahan adalah sesuatu yang Tuhan lepaskan. Kita memprakarsai puji-pujian; ini datang dari dalam hati kita. Sementara kita menyempurnakan atau mematangkan puji-pujian kita, dan ketika roh kita sejalan dengan Roh Tuhan, Ia melepaskan hadirat-Nya di tengah-tengah kita. Perpaduan hadirat Tuhan dengan puji-pujian kita itulah yang disebut penyembahan.
5. Penyembahan kita terdiri tidak hanya dari pengakuan akan sifat, atribut, dan karakter Tuhan dengan pujian dan ucapan syukur kita, tetapi juga dalam pekerjaan kita, perbuatan baik kita, pelayanan kita, dan gaya hidup kita. Ketika kita hidup dan berjalan di "Eden", semua yang kita katakan, pikirkan dan perbuat menjadi tindakan penyembahan.

BAB 7: MENDESAK KEMULIAAN KELUAR
"Milikku adalah rasa sakit, dan milik-Mulah kemuliaan" (Geoffrey Chaucer)
1. Kemuliaan sebenarnya dari sebuah jeruk adalah airnya. Bagaimanakah kita mendapatkan air dari sebuah jeruk? Membelah jeruk tersebut dan memeras airnya keluar. Dengan cara yang sama, kemuliaan Tuhan di dalam kita tersembunyi di dalam "bejana tanah liat" yang kita sebut tubuh. Membawa keluar kemuliaan itu akan mengubah secara permanen bejana yang berisi kemuliaan tersebut.
2. Bagaimana kita tumbuh menjadi dewasa dalam Kristus? Belajar mempercayai Tuhan akan menyelesaikan apa yang Ia mulai. Pertumbuhan terjadi hanya ketika kita mengatasi penolakan dan rintangan.
3. Kemuliaan muncul di bawah tekanan. Tuhan memakai penolakan--masalah, pencobaan, ujian, rintangan--untuk "memeras" keluar kemuliaan-Nya dari kita. Ketika berada di bawah tekanan inilah kita menyingkapkan siapa diri kita yang sebenarnya. Kita memperlihatkan kepada dunia betapa besar Tuhan melalui pencobaan yang Ia izinkan untuk kita lalui. 
4. Apa yang kita lihat sebagai masalah, Tuhan lihat sebagai peluang untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Tantangan kita adalah belajar bagaimana berhenti memandang keadaan kita melalui mata kita sendiri dan mulai melihat keadaan dari perspektif Tuhan.
5. Jika hidup menempatkan Anda "dalam suatu tekanan", jangan putus asa; itulah tempat yang baik untuk Anda berada. Izinkanlah tekanan kehidupan memeras kemuliaan keluar dari Anda supaya menyebar ke lingkungan di sekitar Anda dengan keharuman hadirat Tuhan. Kita perlu siap dan bersedia "diperas" demi kemuliaan Tuhan. Kadang-kadang perasan menyakitkan, tetapi hasil dan imbalannya sebanding dengan sakitnya.

BAB 8: YESUS— MENYATAKAN KEMULIAAN TUHAN
"Tujuan hidup adalah menyatakan kemuliaan kita"
1. "Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku unruk melakukannya" (Yohanes 17:4). Bagi Yesus, memuliakan Tuhan berarti taat dan setia untuk menyelesaikan misi yang Ia sudah terima dari Bapa-Nya. Yesus lahir untuk salib. Disitulah kepenuhan kemuliaan-Nya dinyatakan.
2. Yesus mengambil bentuk manusia supaya kita dapat melihat sendiri ekspresi penuh dari sifat dan karakter-Nya. Ia menjadi seperti kita supaya kita dapat sekali lagi menjadi seperti Dia. Yesus adalah manifestasi penuh dari kemuliaan Tuhan dalam manusia. Kehidupannya adalah teladan bagi kita untuk menjadi seperti Dia dalam "bejana tanah liat" kita.
3. 3 prinsip dari kisah air menjadi anggur (Yohanes 2:6-11):
• Kadang-kadang Tuhan mengizinkan sesuatu "habis" untuk menyatakan kemuliaan-Nya.
• Ketika hidup mengejutkan Anda ingatlah bahwa itu adalah kejutan kemuliaan.
• Kemuliaan selalu menyatakan yang lebih baik daripada apa yang kita miliki sebelumnya.
4. Begitu sering sebagai orang percaya kita melayani Tuhan karena perkara-perkara baik yang Ia perbuat bagi kita dan melupakan bahwa kehidupan bukanlah tentang berkat, melainkan tentang kemuliaan. Kemuliaan Tuhan paling bersinar terang di tengah-tengah masa gelap dan kemuliaan itu muncul di bawah tekanan.
5. Kita membawa kemuliaan kepada Tuhan ketika kita membuat sesuatu yang produktif dan berharga dari hidup kita. Ini berarti menemukan untuk apa kita dilahirkan dan melakukannya. Jika buah berarti produktivitas, maka produktivitas berarti kerja.

BAB 9: MELEPASKAN KEMULIAAN
"Apa yang kulakukan adalah aku: untuk itulah aku datang" (Gerard Manley Hopkins)
1. Tak seorangpun dari kita boleh mati sebelum kita benar-benar menyatakan kemuliaan Tuhan yang terperangkap di dalam kita. Tuhan mau kita mati dalam keadaan kosong; Ia tidak mau kita membawa kemuliaan kita ke dalam kubur.
2. Cara untuk memuliakan Tuhan:
• Memperlihatkan sifat dan atribut-Nya.
Ini berarti memberikan penghormatan terbuka kepada Tuhan untuk semua pencapaian-Nya, semua yang Ia perbuat secara langsung dan juga yang Ia kerjakan di dalam dan melalui kita.
• Menyatakan rupa-Nya
Ketika kita mulai menemukan dan melepaskan kemuliaan kita melalui kuasa Tuhan, kita akan mulai mencerminkan rupa Pencipta kita.
• Memperlihatkan karakter-Nya
Selama kita tetap rendah hati di hadapan Tuhan dan mengizinkan Dia menyatakan kemuliaan-Nya, orang lain akan melihat karakter-Nya di dalam kita, hal-hal seperti: kebenaran, kehormatan, integritas, keadilan, dan kekudusan.
Memperlihatkan sikap Tuhan
Ini berarti mengerjakan mimpi kita, memaksimalkan karunia kita, memanfaatkan bakat kita, dan mengeluarkan semua kemampuan kita yang tersembunyi.
3. Petrus mengatakan bahwa orang percaya "boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi" (kemuliaan) dan bahwa Tuhan "telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh". Ini berarti bahwa jika kita orang percaya, Tuhan sudah memberi kita segala sesuatu yang berguna bagi kita untuk menjadi serupa dengan Dia. Ia ingin kita menanggapi hidup bukan dari perspektif manusia, melainkan dari perspektif ilahi.
4. "Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah (Yohanes 12:23-24). Ada harga untuk keilahian (godliness/ kemuliaan). Jika kita ingin kemuliaan kita muncul, kita harus siap menghadapi masa sukar. Kita harus bersedia berdiri sendirian, mengetahui sepanjang waktu bahwa akan ada banyak orang menunggu untuk menusuk kita dari belakang. "Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya (II Timotius 3:12).
5. Kemuliaan kita yang sebenarnya tidak akan muncul sebelum hal itu membunuh kita. Kemuliaan menghabiskan kita, itulah sebabnya kita mati ketika kita selesai.
6. Tuhan tidak mau sukses yang tersembunyi; Ia mau peragaan terbuka dari apa yang Ia sudah taruh di dalam kita. Ia mau seluruh dunia melihat terbuat dari apakah kita sebenarnya. Kemuliaan Tuhan tidak dapat dinyatakan secara tersembunyi.
7. Apabila tak seorangpun berbicara tentang Anda, itu mungkin karena Anda tidak berbuat apa-apa. Jika Anda mau berbuat sesuatu dengan hidup Anda, Anda harus keluar dari norma, berhentilah mendengarkan orang-orang yang pesimistis dan pecundang, dan bangkitlah mengatasi roh yang puas dengan keadaan biasa-biasa saja.
8. Seperti mawar yang keharumannya menjadi semakin kuat ketika helai bunganya diremas, kemuliaan Yesus memancar ketika mereka meremukkan Dia. Apakah yang akan Anda tinggalkan bagi generasi mendatang? Siapakah yang akan melihat kemuliaan Anda sesudah Anda tiada? Apakah keharuman yang tinggal dari kemuliaan Anda membuat bumi lebih baik?

BAB 10: HARUMNYA KEMULIAAN
"Kebaikan dihasilkan oleh keburukan, seperti semerbak mengeluarkan keharuman" (Samuel Rogers)
1. Tuhan meremukkan kita untuk memeras keluar kemuliaan kita. Kita mungkin tidak nyaman dengan tekanan yang Ia berikan, tetapi Tuhan senang dengan keharuman yang dihasilkan. Tuhan menciptakan kita untuk melepaskan kemuliaan-Nya di dunia dan tujuan-Nya tidak akan selesai sebelum seluruh bumi dipenuhi dengan keharumannya.
2. Memandang diri Anda sebagai "aroma Kristus" dan "keharuman kehidupan" pasti mengubah cara Anda menghadapi keadaan Anda. Bersyukurlah kepada-Nya untuk kehormatan dalam menyatakan kemuliaan-Nya. Bersyukurlah untuk pewahyuan yang Ia sudah berikan yang memungkinkan Anda mengerti keadaan dari perspektif-Nya.
3. Tekanan Tuhan tidak akan menghancurkan Anda, tetapi malah memurnikan Anda. Dapur pemurnian Tuhan hanya akan membakar habis "ketidakmurnian" dari dunia yang menyembunyikan kemuliaan Anda.
4.  Peremukan ini mengungkapkan 3 rahasia untuk menyatakan kemuliaan Tuhan:
• Kemuliaan Tuhan dinyatakan ketika tuntutan diajukan atas potensi kita
• Kemuliaan Tuhan disingkapkan ketika kita mengerjakan potensi kita
• Kemuliaan Tuhan diperlihatkan melalui tantangan kehidupan
5. Hidup akan meremukkan, menekan, dan menyengsarakan kita, tetapi tangan Tuhan ada atas kita, dan Ia akan memastikan bahwa kita lolos melewati api dengan pakaian kita tidak berbau asap, tetapi keharuman dari kemuliaan.
6. Tekanan yang meremukkan dari kehidupan dan dapur kesengsaraan membawa pertumbuhan dan kematangan di dalam hidup kita. Kematangan atau kedewasaan adalah perkembangan penuh dari benih, pelaksanaan total dari potensi. Kedewasaan adalah tujuan hidup dan pertumbuhan adalah kuncinya.
7. Dunia membutuhkan kemuliaan Anda. Setiap kita adalah bagian dari rancangan utama Tuhan bagi penciptaan. Anda mempunyai sesuatu yang dunia butuhkan yang tak seorang lain pun dapat memberikannya.
8. Seperti pembawa obor Olimpiade, "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga" (Matius 5:16). Jika kita setia dalam perkara ini, maka kita akan mempercepat datangnya hari ketika janji Tuhan akan tergenapi:
"Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut" (Habakuk 2:14).


Myles Munroe
THE GLORY OF LIVING
KUNCI UNTUK MELEPASKAN KEMULIAAN PRIBADI