December 31, 2018

2018 IN MEMORIES

JANUARI
• Beli HP baru
• Baca buku Malcolm Gladwell "David vs Goliath" belajar banyak soal kekurangan yang bisa jadi kelebihan asal kita melatihnya dengan benar
• Pertama kalinya boss ngajak makan2 sekantor (momen langka banget ๐Ÿ˜†)
• My long lost cousin back to home. Praise God!
• Ambil keputusan untuk left salah 1 grup yang unfaedah, menjauhi 2 toxic people. Ga lagi mikir gimana reaksi orang laen. I know my worth ๐Ÿ˜€
• Travelling ke pantai di Malang


FEBRUARI
• Belajar tentang parenting& personal health
• Belajar& mulai menerapkan "be still and know that He is God" (ini bikin bulan2 ke depan stress& nangis2, but it's precious lesson throughout this year)
• Rencana bangun bisnis selama 2 bulan hancur berantakan karena beda visi, belajar bahwa bangun bisnis ga bisa cuma didasarkan pada "a good friendship"
• Pertama kalinya minum wine hahaha (ga mabok kok)
• Baca buku bahasa Inggris
• Tepat 4 taon lalu keluar dari dunia pelayanan gereja& makin menyadari ladangku adalah di luar gereja
• Belajar tentang branding image


MARET
• Miss 1 kesempatan untuk jadi tour guide, ternyata Tuhan luputkan dari kejadian ga menggenakkan
• Kirim artikel ke warta gereja
• Kudu setia dalam pekerjaan, ga boleh ngeluh karena apa yang ada sekarang bisa jadi persiapan untuk sesuatu yang lebih besar di depan


APRIL
• Pengenalan akan Allah di next level
• Dipercayai untuk arrange short trip, thank God
• Ngenalin 2 temen di LN & bersyukur karena hubungan itu mengubahkan hidup seseorang
• Ikut "30 days of writing" challenge (berlanjot sampe 4 bulan saking serunya ahahaha) 


MEI
• Interview di travel& ga lolos karena gajinya ga sesuai (belajar bahwa ga semua pintu terbuka tuh kudu dimasuki)
• Artikelku dimuat di warta gereja tepat di hari pengeboman 3 gereja ๐Ÿ˜‘
• Belajar tentang "pernikahan yg sehat tuh emang kudu ada tuntutan dari kedua belah pihak untuk menjadi pribadi yg lebih baik. Sekalipun stressful, tapi itu membahagiakan karena ada progress"
• Dikasi bday surprise ama nonik hippo, ditelpon hampir tengah malem ama cc asikcute. You two made my day, love you both❤


JUNI
• Dikasi bday surprise ama BUFers
• Koko sepupu buka usaha laundry 
• Meet up ama mommy Vena& baby Axell
• Meet up with Mayang (agenda stengah taon sekali hahaha)
• Menikmati libur Lebaran ama kluarga om
• Dapet janji Tuhan soal jodoh (ahay ๐Ÿ˜)


JULI
• Baby Rayden lahir
• Singapore trip with my travelling partner ๐Ÿ’ž
• Meet up ama Beth di Sgp, temen yg udah 10 taon ga ktemu
• Meet up with mbak Sam
• Ditraktir makan ama bday boss
• Dikasi 7 buku ama mami Juwi


AGUSTUS
• Copot behel, yippie ๐ŸŽ‰
• Adain book giveaway dalam rangka memperingati 7 years blogging
• Baby Aubrey& baby Yumi lahir ❤
• Meet up with baby Darlene& mommy Feli
• Meet up with lovely Yessy


SEPTEMBER 
• Reuni fakultas bisnis, ktemu kakak2 kelas yg udah jadi orang hebat
• Meet up ama 2 temen yang jadi sodara
• Baby Arsyad lahir
• Ditegur 1 koko rohani soal Saat Teduh (kudu disiplin lage)
• Jadi agen property


OKTOBER 
• "The battle is the Lord's"
• Second book giveaway, ngerasa hepi isa berbagi berkat buat orang laen
• Baca blog "fulltime girl" & dapet banyak pembelajaran
• Belajar tentang "minimalism", identify the essential and let go of the rest
• "Forgiveness has nothing to do with how we feel. It's a decision about how we treat the other person. We have to learn to do what's right and not because somebody deserves it. Did you hear me? We need to learn to do what's right because it's right not because somebody deserves it. And as long as we do what's right, God is going to take care of us" (Joyce Meyer)
• Training property
• Papa operasi usus


NOVEMBER 
• Meet up with cc Gorontalo, baby Yuki& baby Yumi
• Ditawari posisi supervisor pajak di suatu perusahaan tapi kulepas ๐Ÿ˜„
• Travelling ke Lumajang
• Maen ama kiddos, superrr happy ❤
• Baca PDF bukunya ci Cella "Our love story" & takjub ama campur tangan Tuhan atas kisah cinta mereka berdua
• Dapet janji Tuhan buat taon 2019


DESEMBER
• "The LORD says to you today, I love you at your worst, and I also be your strength to live your best"
• 1 temen kantor nikah
• Nyoba merintis usaha bikin cake& cookies, ada 8 orderan masuk sampe Januari dalam waktu 2 minggu. Haleluya!
• Family travelling in the end of the year


Taon ini aku beneran jarang hang out, lebih banyak baca buku (21 buku), lebih banyak family time, lebih banyak belajar berbagai aspek dalam idup, mayan banyak work out. Aku puas ama semua hal yang kuraih di taon 2018 ini, sekalipun taon ini merupakan taon terberat yang pernah kujalani selama idupku. Thank God buat semuanya, I love You more ❤

2018'S REFLECTION: TAON DITOYOR TUHAN

Bagiku taon 2018 adalah taon yang sama sekali berbeda dengan taon-taon sebelumnya. Awalnya aku ngerasa bahwa bulan demi bulan begitu cepat berlalu tanpa ada perubahan berarti, malahan berbagai masalah datang bertubi-tubi. Tapi setelah merenung dan menoleh sejenak ke belakang, aku mendapati bahwa taon ini mengubah diriku secara total. Ada karakter baik yang semakin berkembang, luka yang Tuhan sembuhkan sepenuhnya, serta hati yang lebih mudah bersyukur. Namun ada juga beberapa hal yang menguji imanku, ada perjuangan yang masih harus diselesaikan, serta kebimbangan dalam karir.

Taon ini Tuhan benar-benar memurnikan hatiku dalam segala aspek kehidupan, banyak ditoyor Tuhan sehingga aku makin menyadari bahwa segala sesuatu dalam hidup ini cuma sementara dan hanya Dialah yang kekal. Banyak menyendiri, banyak belajar, banyak dapet pencerahan akan berbagai hal yang mengubahkan pola pikirku dan caraku bersikap. Hati ini sudah remuk entah untuk keberapa kalinya, sampe udah ga sanggup nangis lagi.

Banyak hal yang Tuhan singkapkan, yang bikin aku bersyukur. Ga nyangka bahwa masa-masa sulit yang kuhadapi di taon-taon sebelumnya tuh Tuhan ijinkan untuk memproteksi aku dari hal-hal yang di luar rencana-Nya. Aku ga lagi bertanya-tanya pada Tuhan atas semua hal buruk yang membuatku jadi pribadi saat ini, atas hubungan-hubungan yang hancur, atas kesempatan-kesempatan yang terlepas dari tanganku begitu saja. Semuanya sempurna sesuai dengan rencana-Nya yang dahsyat.

Aku menyadari bahwa semua hajaran, tempaan, penindasan itu untuk menggerus bagian dalam diriku yang ga sesuai dengan kehendak-Nya. Sangat menyakitkan tapi menghasilkan kemuliaan yang jauh lebih besar. Banyak kejadian di taon ini yang menorehkan goresan-goresan permanen di jiwaku. Banyak kejadian ga terduga yang mempertemukanku dengan kesempatan besar, orang-orang yang amazing, en kepercayaan yang luar biasa.

Perlahan tapi pasti, aku melihat tenunan tangan Tuhan membentuk suatu gambaran. Semua yang blur menjadi semakin jelas, semua yang ga pasti tiba-tiba berubah arah. Dan aku sangat menikmati semua buahnya. Tuhan ga berhenti bikin aku takjub. Ga bisa ga tersepona ama karya-Nya yang agung. Dia masih bekerja, Dia masih bertindak, Dia masih menggenapi janji-Nya. 

Taon ini banyak hal baik juga terjadi, banyak babies yang lahir yang menambah keceriaan, banyak hubungan membangun yang terjalin, banyak bisikan Tuhan yang menguatkan langkahku untuk terus maju, mulai merintis usaha baru yang sesuai ama passionku. Taon ini ga banyak dapet rhema, tapi banyak dapet pembelajaran berharga dari hal-hal ga terbayangkan. Tuhan bisa pake cara apapun untuk mengajariku.

Thanks for the 365 days of amazing journey, 2018. Thanks for any great lesson in desert time, thanks for everyone whom always stay beside me throughout the hardest moment. Thank God for Your faithfulness, You're so great in everything. Let's walk together in 2019 ๐Ÿ’ž๐ŸŽ‰๐ŸŽ†

December 4, 2018

KAMBING HITAM

"้‚ฃไบ›ๆˆ‘ไปฌๆ— ๆณ•ๆ”นๅ˜็š„ไบ‹ๆƒ…,ๆœ€ๅŽๆ”นๅ˜ไบ†ๆˆ‘ไปฌ" (Hal-hal yang tidak bisa kita ubah lah yang akhirnya mengubahkan kita).

Tulisan ini didedikasikan buat setiap orang yang sedang berada di lembah kelam, yang sedang putus asa, yang merasa bahwa hidup (bahkan Tuhan) tuh ga adil, yang merasa ditinggalkan, yang sedang dalam pergumulan berat, dan merasa sulit untuk terus melangkah maju dengan pengharapan.

Ga kerasa kita sudah mencapai bulan terakhir di 2018, tentunya ada banyak hal yang sudah kita lewati selama 11 bulan ini. Entah hal baik maupun buruk, hal yang membangun maupun bikin iman kita naik turun, hal yang bikin kita semakin mengenal Tuhan ato justru meragukan Dia. Pastinya semua hal itu mengubah pribadi kita.

Mungkin masih banyak harapan, kerinduan hati, bahkan janji Tuhan yang belum tergenapi di tahun ini. Mungkin ada banyak hal yang menguji iman kita sampai ambang batas, hal-hal yang kita doakan dan usahakan namun belum keliatan buahnya, hal-hal yang kita harapkan berubah namun makin memburuk, kita kehilangan hal paling berarti dalam hidup ini. Dan mungkin kita mulai mempertanyakan kedaulatan Tuhan...

Mungkin kita mulai meragukan kasih-Nya, janji-Nya, maupun kebaikan hati-Nya. Mungkin kita mulai merasa bahwa kita salah mendengar atau salah mengartikan maksud-Nya. Bahkan mungkin kita mulai menyalahkan Dia, mengkambinghitamkan Dia atas segala hal buruk yang menimpa keluarga kita.

Mungkin kita mulai menyalahkan Tuhan atas setiap hal yang terjadi di luar rencana kita, semua hal yang diambil secara paksa dari hidup ini, atau semua hal yang berjalan berlawanan dengan perhitungan kita yang begitu teliti. Mungkin kita mulai menganggap bahwa Tuhan ga lagi mengasihi kita karena Dia masih membiarkan hal-hal buruk terjadi, semua hal mulai menuju kehancuran dan kita ga sanggup lagi bertahan.

Kemarin sebelum bulan November berakhir, Tuhan kasi aku 1 ayat untuk tahun depan,  yaitu Yosua 21:45; "Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi". Pas dapet ayat ini, jujur aja aku ga tau mau nangis ato ketawa. Kalau aku melihat ke sepanjang tahun ini dan melihat ke banyak hal yang belum Tuhan genapi, hati ini bisa saja jadi kecewa ataupun marah ke Tuhan. Tapi ketika aku melihat semua proses yang ada itu mengubahkan banyak hal, terutama hati dan pikiranku, aku bersyukur. Bukan janji Tuhan yang terpenting, perubahan hidup kitalah yang terpenting di mata-Nya. Bagi-Nya menggenapi janji itu semudah membalikkan tangan, namun ada hal yang ingin Dia garap di dalam hidup kita yang berguna untuk kekekalan.

Dia bukanlah Allah yang menunda-nunda jawaban doa, Dia memahami kebutuhan bahkan kerinduan hatimu, Dia mendengar setiap jeritan doamu bahkan memperhitungkan setiap tetes air matamu. Dia peduli, Dia tahu, dan Dia setia. Dia adalah Allah yang bisa dipercaya, tak ada satupun rancangan-Nya yang gagal walaupun tak sesuai dengan waktu yang kita harapkan.

Aku berharap di akhir tahun ini kita ga lagi mengkambinghitamkan Tuhan atas kegagalan yang ada, atas doa yang belum dijawab, maupun atas harapan yang mulai sirna. Dia masih Allah yang sama, yang sanggup dan mau menolongmu. Bertahanlah sedikit lagi, penggenapan janji-Nya akan segera tiba. Jangan bersungut-sungut, jangan sampai imanmu goyah, jangan biarkan kerajinanmu kendor. Dia ga akan mengijinkan pencobaan yang melebihi kekuatanmu.

"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya" (1 Korintus 10:13).

Coba kita mulai perhatikan hidup kita sebelum kita menyalahkan keadaan, orang lain, masa lalu, ataupun Tuhan. Apakah ada andil kita yang membuat janji Tuhan tertunda? Apakah masih ada ketidaktaatan kita yang membuat Tuhan masih belum menggenapi rencana-Nya? Apakah Tuhan masih perlu mendisiplin kita di area tertentu?  Jangan menganggap hal yang buruk sebagai hukuman Tuhan, tapi sebagai didikan kasih.

"Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh (Ibrani 12:10-13).

Semoga hati dan pikiran kita diubahkan menjadi semakin selaras dengan Dia. Semoga kita bisa finishing well di tahun ini dan siap menyambut tahun yang baru. Tetap kuat, tetap berpegang teguh pada kebenaran firman-Nya. "Sebab orang  yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan" (Roma 10:11).

Ditulis sebagai hasil beberapa kali kebangun di tengah malam. Ga pernah ada yang kebetulan, Dia mengijinkan aku bergumul, kebangun waktu subuh untuk mendengar Dia bicara. Thanks Ester buat quote di samping. 

November 26, 2018

RETAINER'S STORY

Ga kerasa udah 3 bulan lebih pake retainer. Gimana rasanya? Ribet banged! Lebih nyaman pake behel dah, beneran. Tapi tetep aja belajar sesuatu yang berharga dari pake retainer ini.

Awal pake tuh syusah banget, masangnya kudu ati2, ngelepasnya lebih kudu ati2 karena ngepres pol trutama yang gigi bawah. Jadi aku sempet males makan karena kudu copot retainer, kumur-kumur, trus pasang lagi. Sempet kurusan dikiiittt di 2 minggu pertama hahaha. Abis gitu aku sebel banget, karena sejak pake retainer, jadi lebih gampang bau mulut, gigi jadi makin sering ngilu. Kalo bangun pagi kuterus mandi en gosok gigi, di retainernya bercokol ludah buanyakkkk banget, jijik dah. Sangat ga nyaman pokoknya. Senjata yang ga boleh ketinggalan dibawa kemana aja adalah mouthwash! 

Minggu-minggu selanjutnya, sempet agak males-malesan pasang retainer. Trutama kalo sore pulang kerja, makan, aku ga langsung pasang retainer. Abis gosok gigi malem sebelom bobok baru pasang retainernya. Sempet juga ketiduran sampe pagi, lupa gosok gigi en pasang retainer, akibatnya retainernya jadi seret banget di gigi. Aku menyadari bahwa kondisi gigiku ini masih isa bergeser, beberapa jam ga pake retainer udah kerasa bedanya.

Dari kejadian ini aku belajar sesuatu tentang hal rohani sih. Retainer itu "alat penjaga" supaya gigiku tetep berada di tempat seharusnya. Seringkali idup kita tuh kayak gitu, berdosa trus bertobat, Tuhan kasi rambu-rambu untuk jagain supaya idup kita ga melenceng. Tapi yang namanya pernah idup melenceng, kadang rambu-rambu itu kita hempaskan sebisa mungkin, akibatnya kita mendapati bahwa idup kita mulai ga sejalan ama kehendak Tuhan, mulai seret dalam beberapa bidang, mulai bergeser dari jalurnya.

Sama seperti gigiku yang dulu berantakan, abis dibehel jadi rapi tapi tetep kudu pake retainer, kita ga bisa idup lurus tanpa aturan en batas yang udah Tuhan tetapkan. Firman Tuhan itu seperti retainer, yang mengingatkan kita untuk tetep ada di jalan yang lurus en bener. Butuh kesadaran untuk bangun disiplin untuk hidup dengan rambu-rambu yang udah ditetapkan.

Aku sadar banget bahwa retainer ini hanyalah sebuah alat kecil untuk memastikan gigiku berada di tempat yang seharusnya. Terlebih lagi setiap aturan en larangan yang Tuhan berikan ke kita, pastinya berdampak lebih kekal buat menjaga kehidupan kita agar selaras dengan-Nya bahkan menggenapi rencana-Nya yang mulia.

Entah sampe kapan aku bakal pake retainer ini, mengingat keribetannya tiada tara wkwkwkwk. Banyak orang bilang cuma tahan 1-2 minggu, mentok hanya 1 bulan. Tapi ada 1 temen yang bilang bakal pake terus karena dia ga mau perjuangannya ngerapiin gigi jadi sia-sia. Aku menyadari bahwa hidupku tak sama lagi sejak ada retainer, begitu juga hidupku ga lagi sama sejak berjumpa dengan kasih Tuhan. God bless you, all!

November 21, 2018

CUTE CONVO WITH LITTLE N

Ini beberapa cute convo kemaren ama salah satu keponakan yang ethes banget. Perlu diabadiin supaya suatu saat jadi reminder how adorable he is. R tuh gue (Rachel), N tuh inisial si krucil.

**Pas mau jalan ke playground
N: Gendong aku (senyum2 manja)
R: *melting ama senyumnya* N udah gede, ga tau ako kuat gendong kaga
N: Coba dulu (langsung duduk di paha pas aku jongkok)
R: (Brusaha angkat) eh ternyata masih kuat ๐Ÿ˜ณ
(Backsound: papa mama bilang uda turunin aja, si N uda umur 5 taon pasti uda berat)
N: Aku berat ya?
R: Iya, kan N udah gede. Itu kakinya taruh di pinggang ako
N: Biar aku ga jatoh ya? (sambil senyum2 kesenengan) ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š
R: iya


**Di playground
N: Ayo kejar aku (langsung lari)
R: Whoaaaaa....  (sambil lari kejar N trus tangkep dia) 
N: Sekarang uda tangkep aku, gantian aku yang kejar
R: (lari sambil ngomong dalem ati "besok gue boyoken nih kayaknya") ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


**Abis maen, ngobrol sambil N minum susu
N: Itu giginya kok ada merah2nya (sambil tunjuk gigi aku)
R: Masa sih?
N: Iya tuh
R: (copot retainer) 
N: (ekspresi kaget) itu giginya kok ada dua?
R: Itu retainer
N: Apa itu? 
R: Buat nahan biar giginya ga goyang
N: (ga mudeng) giginya rusak ya?
R: ๐Ÿ™„ giginya jelek, jadi dulu dipagerin. Trus uda lepas pagernya pake retainer
N: giginya patah?
R: giginya kayak vampir (syusah ngejelasin, tunjukkin foto gigi jaman belom pake behel)


**N masih minum susu
R: Itu kenapa ada tulisan? (sambil nunjuk telapak tangannya)
N: Aku lupa gimana tulis angka sembilan (tulisan Mandarin maksudnya)
R: Jiu
N: (ngikutin)  jiu
R: Sapa yang tulis? 
N: Ama
R:Kalo angka lima gimana tulisnya? (sambil sodorin telapak tanganku buat N nulis)
N: Gini (happy banget nulis di telapak tangan aku) 


**di toilet
N: Kata mama, aku panggilnya "gugu"
R: Panggil "ako"
N: Panggil "jiejie" boleh? ๐Ÿ˜Š
R: Ga boleh lah
N: Kenapa? 
R: #@?$ (bingung ngejawabnya, masa njawabnya tingkatan aku di atas "jiejie")
N: Papa, mama, aku. Ako??? (ga bisa ngebedain aku ama ako)
R: ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†


**pas makan, N mau maen game di HP tapi ga kubolehin
N: Ako, ako.... liat tadi foto giginya
R: (sodorin HP) 
N: itu giginya kenapa? 
R: jelek, jadi dirapiin
N: (swipe right) ini giginya rapi, yang ini warna ungu (karet gigi warna-warni) 
R: itu pink
N: merah muda
R: iya merah muda (emang bedanya pink ama merah muda apa coba) ๐Ÿ˜


Beberapa jam maen ama si krucil, banyak momen berharga yang ngisi love tank-ku sampe penuh. Dipeluk, disenyumin, diajak maen kejar2an, lempar2an bola, nggendong. Walopun akibatnya lengan njarem (efek gendong) ama pinggang berasa encok, tapi senengnya ga ketulungan. Lama banget ga ktemu dia (hampir stengah taon), tapi yang namanya N ini ga pernah kaku, cepet banget akrab. Sementara memenya masih malu2 kuching, sok jual mahal di awal.

Di usia segini, aku menyadari bahwa aku perlu banyak ngurus anak kecil buat latihan jadi mommy suatu saat ntar. Aku beneran ngerti arti kata-kata "gendong anak pake hati, bukan tenaga". Secara tenaga emang ngos2an, tapi karena pake hati, jadi kuat juga wkwkwkwk. Aku bersyukur buat waktu2 berharga yang semakin menumbuhkan sisi keibuanku. Puji  Tuhan, mamanya N ngijinkan aku untuk maen en jagain anaknya. En dia kliatan surprised banget ama aku yang isa akrab en maen ama anaknya, padahal jarang ketemu. Ya iyalah, aku kan emang selalu jadi favoritnya anak kecil ๐Ÿ˜Ž

Thanks God buat pengalaman berharga hari ini. Thanks little N buat semua ocehan lucumu yang menyegarkan jiwa ako. Thanks meme yang jual mahal tapi diem2 peluk ako beberapa kali dengan begitu nice. Kiddos, don't grow up too fast, please...

November 19, 2018

GROW IN LOVE

"Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik" (Roma 12:9)


Di keluarga besarku ada banyak tante rempong bin ceriwis. Tau sendiri lah ya gimana kelakukan tante-tante hahaha. Ada 1 tante yang selalu bersikap nyebelin, pura-pura baik kalo ada maunya, trus sering jelek-jelekkin mamaku. Jadi kalian tau lah ya kenapa aku jadi makhluk yang begitu tegas, karena ga tega ngeliat mamaku ditindas banyak orang #pembelaandiri

Entah kenapa, akhir-akhir ini Tuhan taruh belas kasihan di hatiku ke salah 1 tante yang cukup sering ketemu ama aku. Ga ada yang suka ama tante ini karena sifatnya yang childish, kalo ngomong seenaknya, en minta menang sendiri. Dulu aku selalu bersikap ketus tiap ketemu dia, males nyapa apalagi basa-basi. Tapi semua berubah ketika Tuhan berperkara dengan hatiku hahaha.

Suatu waktu aku bisa melihat kedalaman hatinya, kekosongan jiwanya, en kebutuhannya akan kasih. Berangkat dari "pengetahuan" itu, aku mengubah cara pandangku terhadap dia, caraku berbicara en bersikap menghadapi sifatnya. Tiba-tiba ada sebuah kasih yang bertumbuh di hatiku, aku jadi bisa melihat dia dengan belas kasihan Tuhan, dengan mata dan hati yang lebih terbuka. Aku melihatnya bukan dengan diriku en semua hal buruk yang pernah dia lakukan di masa lalu, tapi aku melihatnya dengan mata Tuhan yang penuh belas kasih.

Sejak saat itu, hubungan kami dipulihkan sepenuhnya. Aku belajar mengampuni bahkan mengasihi orang yang pernah bersalah kepadaku en keluargaku. Dia pun akhirnya menyadari kesalahannya, menyesal, kemudian minta maaf ke mamaku. Aku tau bahwa untuk sebuah perubahan besar hanya dibutuhkan hati yang mau diubahkan oleh Tuhan.

Aku menyadari bahwa sebagai orang Kristen, aku perlu menjadi terang dan bertumbuh dalam kasih. Mengasihi bukan hanya orang yang berbuat baik kepadaku, tapi bahkan kepada orang yang pernah berbuat jahat. Mengasihi bukan dengan kemampuanku sebagai manusia, tapi dengan kekuatan Tuhan dan hati yang sudah dijamah oleh Kasih sejati itu sendiri. Bukan lagi kasih yang pura-pura demi dilihat orang lain, tapi dengan kasih yang sesungguhnya. All glory to Jesus! 

November 17, 2018

THE FIFTH MOUNTAIN (PAULO COELHO)

Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon (Lukas 4:24-26)


CATATAN PENULIS
1. Kalau engkau mendambakan sesuatu, alam semesta bekerjasama membantumu memperolehnya.
2. Ada peristiwa-peristiwa tertentu yang memang harus kita alami untuk menuntun kita kembali ke jalur sejati Legenda Pribadi kita. Ada juga peristiwa lain yang mesti terjadi agar kita bisa mempraktekkan segala sesuatu yang telah kita pelajari. Ada hal-hal yang terjadi agar kita bisa menarik pelajaran darinya.


SATU
1. Tuhan adalah Tuhan. Tidak dikatakan-Nya kepada Musa, apakah Dia baik atau jahat. Dia hanya mengatakan: Aku adalah Aku. Dia menyatakan diri-Nya dalam segala sesuatu yang ada di bawah matahari--dalam petir yang menyambar merusak rumah, dan dalam tangan manusia yang membangunnya kembali.
2. Kalau Dia Mahakuasa, kenapa Dia tidak menghindarkan orang-orang yang mengasihi-Nya dari penderitaan? Kenapa Dia tidak menyelamatkan mereka, bukannya justru memberikan kekuatan dan kemenangan kepada musuh-musuh-Nya? 
3. Rencana-Nya tidak selalu sejalan dengan keadaan kita atau apa yang kita rasakan, tapi yakinlah... Dia punya alasan sendiri untuk semuanya ini.

DUA
1. Apakah kematian? Kematian menyergap dengan cepat, sesudah itu usailah. Kalaupun dia merasa sakit, rasa sakit itu akan segera berlalu, kemudian Tuhan yang Mahakuasa akan menerimanya dalam rengkuhan-Nya.
2. Hampir sepanjang hidupnya, manusia tidak berkuasa membuat keputusan.

TIGA
1. Jiwa manusia, seperti halnya sungai dan tanaman, juga membutuhkan hujan, meski dari jenis yang berbeda: harapan, keyakinan, alasan untuk hidup. Tanpa itu, segala sesuatu di dalam jiwa tersebut akan mati, meski raganya masih terus hidup, dan orang-orang akan berkata, "Di dalam tubuh ini pernah hidup seorang manusia".
2. Orang yang berjalan menyongsong takdirnya seringkali diharuskan berpindah jalur. Pada saat lain, kekuatan-kekuatan di sekitar dirinya terlalu kuat, sehingga dia terpaksa melepaskan keberaniannya dan menyerah. Semua ini bagian dari proses latihanmu.
3. Aku orang yang telah menemukan kedamaian. Aku bisa hidup di padang pasir, mencari makanan untuk diriku sendiri dan merenungkan keindahan ciptaan Tuhan yang tak ada habisnya. Di dalam diriku ternyata bersemayam jiwa yang lebih mulia daripada yang kukira.
4. Engkau telah menemukan jalanmu, tapi janganlah engkau menghancurkan sebelum belajar membangun kembali.

EMPAT
1. Kalau ada yang meminta pertolongan padaku, berarti keberadaanku di dunia ini masih ada gunanya.

LIMA
1. Aku bukan melarikan diri, aku sedang menunggu saat yang tepat untuk pulang kembali.
2. Segala sesuatunya terjadi seperti telah digariskan Allah. Ada saat-saat kita mengalami cobaan-cobaan, dan ini tak bisa dihindari. Tapi ada alasannya kenapa semua itu terjadi.
3. Cara terbaik untuk mengenal dan menghancurkan musuh adalah dengan berpura-pura menjadi temannya.

ENAM
1. Kami tahu semakin berbahaya seseorang, semakin tinggi nilai kepalanya.

TUJUH
1. Kalau kita menunjukkan bahwa kita memperlakukan salah satu nabi mereka dengan baik, mereka pun akan menunjukkan kemurahan hatinya pada kita.

DELAPAN
1. Hanya seorang ibu yang bisa merasakan saat jiwa putranya hendak direnggutkan.

SEMBILAN
1. Kenapa aku harus melakukannya? Agar nama Tuhan dimuliakan.
2. Semua orang berhak meragukan tugas yang diperintahkannya kepadanya dan mengabaikannya sesekali, namun dia tidak boleh melupakannya. Sebab siapapun yang tidak meragukan dirinya sendiri berarti tidak layak-- sebab dengan keyakinan penuh akan kemampuannya, berarti dia telah berbuat dosa kesombongan. Diberkatilah mereka yang mengalami saat-saat ragu.

SEPULUH
1. Seringkali nasib manusia tidak ada kaitannya dengan keyakinannya ataupun ketakutannya.
2. Apa gunanya membangkitkan orang mati kalau tak seorangpun percaya dari mana sumber kekuatan itu berasal?
3. Memang tidak ada seorangpun yang mempunyai kekuatan. Tapi semua orang memiliki kekuatan dari Tuhan dan tidak menggunakannya.
4.Tuhan membutuhkanmu untuk membangun kembali negerimu. Engkau akan kembali ke negerimu kalau engkau telah belajar untuk membangun kembali.

SEBELAS
1. Dari segala macam senjata penghancur ciptaan manusia, yang paling berbahaya dan paling kuat adalah kata-kata. Belati dan tombak meninggalkan bekas darah, anak panah bisa terlihat dari kejauhan. Racun bisa dideteksi dan dihindari. Tapi kata-kata bisa menghancurkan tanpa meninggalkan jejak.

DUA BELAS
1. Ada hal-hal yang tidak bisa dihindari dalam sejarah dunia ini, dan kita mesti menerimanya.
2. Tidak ada yang kutakuti selain dua hal ini: Tuhan dan diriku sendiri.
3. Kau lihat Gunung Kelima itu? Dari arah manapun kau melihatnya, gunung itu kelihatan berbeda, padahal dia gunung yang sama. Begitu pula halnya seluruh ciptaan: mereka merupakan cerminan wajah berbeda dari Tuhan yang sama.
4. Kalau kita menunda-nunda panen, buahnya menjadi busuk. Tapi kalau kita menunda-nunda membereskan masalah, mereka jadi bertambah.
5. Pejuang yang hebat adalah yang berhasil mengubah musuh menjadi sahabat.

TIGA BELAS
1. Cinta bisa menjadi pengalaman yang lebih menakutkan daripada berdiri di hadapan prajurit yang memegang anak panah ditujukan ke jantungnya. Kalau anak panah itu mengenai sasarannya, dia akan mati dan selanjutnya terserah Tuhan. Tapi kalau cinta menghinggapinya, dia sendiri yang harus bertanggung jawab terhadap konsekuensi-konsekuensinya.
2. Seperti inilah kebebasan: bisa merasakan apa yang dihasratkan hati, tanpa perlu memikirkan pendapat orang lain. Dia merasa bebas, sebab cinta membebaskan.

EMPAT BELAS
1. Tuhan mendengarkan doa orang-orang yang minta dijauhkan dari kebencian. Tapi Dia menulikan diri dari orang-orang yang hendak melarikan diri dari cinta.
2. Tuhan adalah gembalaku. Dia menyegarkan jiwaku. Dia membimbing aku ke air yang tenang. Dan Dia tidak akan membiarkan aku melupakan makna hidupku. 
3. Belajarlah sesuatu. Pada saat ini, banyak orang berhenti menjalani kehidupan. Mereka tidak marah, juga tidak berseru-seru memprotes; mereka sekadar menunggu waktu berlalu. Mereka tidak menerima tantangan kehidupan, jadi kehidupan pun berhenti memberikan tantangan pada mereka. Kau juga mengambil resiko yang sama; tunjukkan reaksi, hadapi hidup, tapi jangan berhenti hidup.
4. Mulailah melakukan sesuatu, dengan begitu waktu bisa menjadi sahabatmu, bukan musuh.

LIMA BELAS
1. Saat pertempuran dimulai, yang kau hadapi bukanlah musuh yang kekuatannya lebih kecil, karenanya kau tidak bisa dianggap pengecut yang menindas yang lebih lemah.

ENAM BELAS
1. Orang-orang yang bahagia akan lebih produktif.
2. Aku merindukan negeriku dan ingin kembali kesana. Kalau aku menyibukkan diri, aku jadi merasa berguna, dan lupa bahwa aku orang asing disini.

TUJUH BELAS
1. Manfaatkan setiap saat sebaik-baiknya sehingga kelak engkau tidak menyesali dan tidak meratapi masa mudamu yang akan berlalu. Dalam setiap masa kehidupan manusia, Tuhan memberikan kekhawatirannya sendiri-sendiri.

DELAPAN BELAS
1. FIRMAN TUHAN kepada Musa:
"Katakan pada mereka, 'Dengarlah, hai orang Israel! Kamu sekarang menghadapi pertempuran melawan musuhmu, janganlah lemah hatimu, janganlah takut, janganlah gentar dan janganlah gemetar karena mereka. Dan siapa telah membuat kebun anggur, tetapi belum mengecap hasilnya? Ia boleh pergi dan pulang ke rumahnya, supaya jangan ia mati dalam pertempuran dan orang lain yang mengecap hasilnya. Dan siapa telah bertunangan dengan seorang perempuan, tetapi belum mengawininya? Ia boleh pergi dan pulang ke rumahnya, supaya jangan ia mati dalam pertempuran dan orang lain yang mengawininya'.

SEMBILAN BELAS
1. Tuhanlah yang menentukan kapan aku harus mati. Dia yang memutuskan, bukan engkau.
2. Tidak ada yang namanya kesempatan langka. Tuhan memberikan banyak kesempatan kepada manusia.
3. Yang paling mahir adalah dia yang memiliki sifat batu. Tanpa menghunus pedang, dia bisa membuktikan tak seorangpun sanggup mengalahkannya.
4. Kita bisa menarik pelajaran dari semua pertempuran dalam hidup ini, meski kita kalah. Kalau kau pejuang yang baik, kau tidak akan menyalahkan dirimu, tapi kau juga tidak akan mengulangi kesalahanmu.
5. Sebab manusia harus memilih. Disitulah letak kekuatannya; kesanggupannya untuk memilih.
6. Segala sesuatu ada alasannya: engkau tinggal memilah-milah mana yang sementara dan mana yang abadi. Manakah yang sementara? Yang tak terhindarkan. Dan manakah yang abadi? Pelajaran-pelajaran yang dipetik dari yang tak terhindarkan.

DUA PULUH
1. Rasa takut akan terus ada, sampai yang tak terhindarkan terjadi. Setelah itu, kita tak boleh membuang-buang energi kita untuk rasa takut.

DUA PULUH SATU
1. Aku menemukan ini: aku sendirilah yang menentukan makna hidupku.
2. Rasa takut berhenti setelah mencapai titik yang tak bisa dielakkan. Mulai dari situ, rasa takut itu tidak lagi berarti. Yang tersisa hanyalah harapan bahwa kita telah membuat keputusan yang benar.
3. Perjalanan kita akan sangat jauh, dan kita tidak bisa beristirahat sebelum aku menyelesaikan tugas yang diberikan-Nya padaku. Namun cintamu akan menguatkan aku dan kalau nanti aku lelah melakukan pertempuran demi membela nama-Nya, aku akan mencari kedamaian dalam pelukanmu.
4. Rasa takut membuat orang memanjatkan doa, dan hasilnya adalah keberanian.

DUA PULUH DUA
1. "Tuhan, perbuatlah padaku sekehendak-Mu, sebab aku telah mengabdikan hidup dan matiku untuk kemuliaan nama-Mu".
2. Aku sangat ingin kau tetap bersamaku. Aku ingin kau mengajariku mencintai; hatiku sudah siap sekarang.

DUA PULUH TIGA
1. Hal-hal yang tak terhindarkan ini selalu saja terjadi. Kau butuh disiplin dan kesabaran untuk mengatasinya. Dan harapan. Kalau harapan sudah tidak ada lagi,   buat apa membuang-buang tenaga untuk melawan hal yang mustahil.
2. Orang-orang ini pada akhirnya kembali, namun mereka membawa kisah-kisah yang luar biasa. Mereka memperoleh segala sesuatu yang mereka idam-idamkan, sebab mereka tidak dibatasi oleh kekecewaan masa lalu.
3. Kalau engkau tidak puas dengan masa lalumu, lupakanlah sekarang. Bayangkan sebuah kisah baru tentang hidupmu, dan yakinlah. Pusatkanlah pikiranmu hanya pada saat-saat engkau memperoleh apa yang kauidamkan. Kekuatan ini akan membantumu meraih yang kau inginkan.

DUA PULUH EMPAT
1. Ingatlah perbuatan-perbuatan baik yang pernah kau lakukan, semua itu akan memberimu keberanian.
2. Segala sesuatu yang seharusnya bisa terjadi, tapi tidak terjadi, tak ada gunanya dibicarakan lagi.
3. Hidup ini tergantung pada cara kita menyikapinya. Ada hal-hal tertentu yang telah ditentukan bagi kita untuk dijalani. Alasannya tidaklah penting, dan apapun tindakan kita tidak akan bisa melewatkan takdir itu.

DUA PULUH LIMA
1. Oh Tuhan, pertempuran ini bukanlah antara bangsa Asyur dan Fenisia, melainkan antara Kau dan aku. Kau tidak memberitahukan padaku tentang peperangan kita ini, dan seperti biasanya, Kau keluar sebagai pemenang, dan kehendak-Mu terlaksana.

DUA PULUH ENAM
1. Aku juga sudah hancur lebur, seperti kota ini. Tapi seperti halnya kota ini, aku belum menyelesaikan misiku.

DUA PULUH TUJUH
1. Aku melakukannya untuk anak lelaki yang duduk tertunduk di sana itu: dia harus belajar bahwa hidupnya masih panjang.
2. Kepedihan yang kita rasakan tidak akan pernah hilang, tapi dengan bekerja bisa membantu kita meringankannya. Tubuh yang sudah lelah tidak akan sempat merasakan kesedihan lagi.
3. Kami melakukannya bukan untuk diri kami sendiri. Perempuan itu melakukannya untuk menunjukkan kepada si anak, bahwa masih ada masa depan. Aku sendiri melakukannya untuk menunjukan padanya bahwa masa lalu sudah lewat.

DUA PULUH DELAPAN
1. Dia harus membuktikan pada dirinya, bahwa dia cukup kuat untuk memulihkan harga dirinya.

DUA PULUH SEMBILAN
1. Aku juga pernah jadi anak kecil, dan aku tahu anak-anak tidak mengenal masa lalu.
2. Ada 3 hal yang bisa dipelajari orang dewasa dari anak kecil: merasa bahagia tanpa alasan, selalu sibuk dan ada saja yang dikerjakan, dan bagaimana menuntut sekuat tenaga agar keinginannya dikabulkan.

TIGA PULUH
1. Kadang-kadang kita perlu bergulat dengan Tuhan. Orang yang mencari makna hidupnya dan merasa Tuhan telah bertindak tidak adil padanya, akan menantang takdirnya sendiri dengan berani.
2. Orang-orang pemberani membakar segala yang sudah lama dan meninggalkan segala-galanya--meski harus membayar mahal dengan menanggung penderitaan batin--dan meneruskan langkah ke depan. Orang pemberani selalu keras kepala.
3. Hanya orang yang memiliki api suci di hati mereka berani menantang Tuhan. Dan hanya mereka yang tahu jalan untuk kembali menuju kasih-Nya, sebab mereka mengerti bahwa tragedi bukanlah hukuman melainkan tantangan.
4. Yakub tidak mau membiarkan Allah pergi kalau Allah belum memberkatinya. Pada saat itulah Allah bertanya, "Siapakah namamu?" Itulah poin paling penting: mempunyai nama. Setelah Yakub menjawab, Allah membaptisnya dengan nama baru: Israel. Tiap orang mempunyai nama yang diberikan padanya sejak lahir, tapi dia harus belajar membaptis hidupnya dengan kata yang telah dipilihnya untuk memberi makna bagi hidup tersebut.
5. Saat untuk merasa takut dan memendam harapan sudah lewat: sekarang yang ada hanyalah membangun kembali, atau menyerah kalah.
6. Apa yang kita kira sebagai tantangan terhadap Tuhan sebenarnya justru membawa kita kembali kepada Tuhan.

TIGA PULUH SATU 
1. Musuh hanyalah alat ntuk menguji kekuatan kita.

TIGA PULUH DUA
1. Hanya anak-anak yang berhasil mengatasi tragedi, sebab mereka tak punya masa lalu--bagi mereka yang paling penting adalah saat ini.
2. Bisakah orang melupakan kesedihan yang ditimbulkan oleh kehilangan? Tidak, tapi dia bisa menemukan sukacita karena keberhasilannya.
3. Aku tidak ingin berdebat apakah Allahku lebih kuat atau lebih berkuasa; aku tidak ingin membicarakan perbedaan-perbedaan kita. Aku lebih tertarik pada kesamaan-kesamaan kita. Tragedi ini telah menyatukan kita dalam satu rasa: putus asa. Sebab kita mengira segala sesuatu bisa ditemukan jawabannya dan diputuskan dalam jiwa kita; dan kita tidak bisa menerima perubahan.
4. Pejuang selalu tahu apa yang layak diperjuangkan. Dia tidak akan maju perang demi hal-hal yang bukan urusannya, dan dia tidak membuang-buang waktu untuk provokasi.
5. Tragedi selalu terjadi, maka sudahlah. Untuk seterusnya kita mesti mengenyahkan rasa takut yang dibangkitkannya dalam diri kita, dan mulai membangun kembali.

TIGA PULUH TIGA
1. Yakub bergulat dengan-Mu sepanjang malam dan mendapat berkat-Mu menjelang fajar. Aku telah melawan-Mu selama berhari-hari, berbulan-bulan, dan Kau tetap menolak mendengarkan permohonanku. Aku akan melawan-Mu sampai Engkau memberkati aku dan memberkati juga buah-buah kerja kerasku. Suati hari nanti Engkau akan terpaksa menjawabku.

TIGA PULUH EMPAT
1. Pada hari Pendamaian ini, berikanlah kiranya padaku pengampunan-Mu, dan aku pun akan mengampuni-Mu, sehingga dapatlah kita kembali berjalan berdampingan.
2. Bangkitlah dan teruslah membuktikan bahwa perjuanganmu ada artinya, sebab sekarang engkau sudah belajar menyeberangi arus yang tak terhindarkan. Tapi engkau menyeberang dengan penuh harga diri, engkau telah mengarahkan perahumu dengan baik dan mengubah penderitaan menjadi tindakan.
3. Bertindaklah bijaksana, sebagaimana orang-orang yang telah diberi kesempatan kedua; jangan melakukan kesalahan yang sama lagi. Jangan lupakan alasanmu diberi kehidupan.

TIGA PULUH LIMA
1. Akbar memang perlu dihancurkan dulu, agar semua orang bisa menyadari kekuatan yang selama ini tertidur di dalam diri mereka.
2. Kita telah melaksanakan kewajiban kita kepada Tuhan. Kita telah menerima tantangan-Nya dan kehormatan yang diberikan-Nya karena Dia mau bergulat melawan kita.
3. Pergulatan dengan Tuhanlah yang membuat kita bertumbuh dan diberkati. Kita meraih kesempatan yang muncul dalam tragedi itu, dan melaksanakan kewajiban kita kepada-Nya, dengan membuktikan kita sanggup mematuhi perintah-Nya untuk berjalan. Bahkan dalam situasi paling berat pun kita maju terus.
4. Ada kalanya Tuhan menuntut kepatuhan. Tapi ada kalanya juga Dia ingin menguji tekad kita, dan menantang kita untuk memahami kasih-Nya.
5. Lama berselang angin padang pasir telah menyapu bersih jejak-jejak kaki kita di pasir. Tapi dalam setiap detik kehidupanku, aku ingat apa yang terjadi; engkau masih tetap menghiasi mimpi-mimpiku dan hari-hariku. Terima kasih telah menemukan aku.

TIGA PULUH ENAM
1. Apa gunanya bala tentara kuat, kalau kami sudah tahu sebelumnya dimana mereka akan menyerang?

TIGA PULUH TUJUH
1. Dan sesudah beberapa lama, datanglah firman TUHAN kepada Elia dalam tahun yang ketiga: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada Ahab, sebab Aku hendak memberi hujan ke atas muka bumi" (I Raja-raja 18:1)

TIGA PULUH DELAPAN
1. Tuhan menghendaki engkau kembali untuk membebaskan bangsamu. Pergulatanmu dengan Dia telah berakhir, dan--pada saat ini--dia telah memberkatimu. Dia mengizinkanmu pergi untuk meneruskan karya-Nya di tanah itu.
2. Dan ingatlah kembali kata-kata Tuhan kepada Musa: "Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu. Dan supaya, apabila engkau sudah makan dan kenyang, mendirikan rumah-rumah yang baik serta mendiaminya, dan apabila lembu sapimu dan kambing dombamu bertambah banyak dan emas serta perakmu bertambah banyak, dan segala yang ada padamu bertambah banyak, jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu (Ulangan 8:2, 12-14).
3. Akbar akan tetap hidup tanpa dirimu, sebab engkau telah meninggalkan warisanmu pada mereka. Dan warisan itu akan tetap hidup hingga bertahun-tahun kemudian.

TIGA PULUH SEMBILAN
1. Yang terutama tuliskanlah semuanya itu di dalam hatimu; di sana sabda-sabda itu tidak bisa dibakar atau dihancurkan, dan kau akan membawanya bersamamu kemanapun engkau pergi.
2. Kau telah belajar membaca kehendak Tuhan, jadi tidak ada yang perlu kujelaskan lagi kepadamu.
3. Kesedihan yang kau lihat di mataku adalah bagian dari kisahku. Kesedihan tidak akan bertahan lama kalau kita melangkah ke arah yang sejak dulu kita impikan.
4. Kita harus selalu tahu, kapan suatu tahap dalam hidup kita telah berakhir. Kalau kita bersikeras mempertahankannya, padahal kita sudah tidak membutuhkannya, kita akan kehilangan sukacita dan makna hidup kita sebenarnya. Dan ada resiko kita akan diguncang hebat oleh Tuhan.
5. Kalau kita berada di tempat tinggi, kita melihat segala sesuatunya begitu kecil. Kepuasan dan kesedihan kita tidak lagi terasa penting. Segala pencapaian dan kehilangan kita tertinggal di bawah sana. Dari ketinggian gunung, kita bisa melihat betapa luasnya dunia ini, dan betapa lebar cakrawala-cakrawalanya.
6. Tuhan Mahakuasa. Kalau Dia membatasi diri-Nya hanya dengan melakukan apa yang baik, Dia tidak bisa disebut Mahakuasa. Justru karena kemahakuasaan-Nya itu, Dia memilih hanya berbuat kebaikan. Saat kita tiba di akhir cerita, barulah kita melihat bahwa seringkali hal-hal yang baik datang dalam kemasan yang kelihatannya jahat, tapi Dia terus mendatangkan kebaikan, dan merupakan bagian dari rencana Tuhan bagi manusia.

EMPAT PULUH
1. Tuhan tidak pernah memilih secara acak tempat-tempat yang telah ditentukan-Nya untuk didiami manusia.

EMPAT PULUH SATU
1. Matius 17:10-13; Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?" Jawab Yesus: "Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka". Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.


PAULO COELHO
THE FIFTH MOUNTAIN