September 9, 2019

SLAYING THE GIANTS IN YOUR LIFE PART II (DAVID JEREMIAH)

TUJUH: MENYERANG KEMARAHAN ANDA
1. Kemarahan begitu sukar dipahami dan sangat berbahaya karena menyala tiba-tiba, penuh kekuatan, dan bodoh. Kemarahan tidak mempertimbangkan masa depan dan keselamatan pribadi. Kita tahu bahwa benda peledak bukan saja berbahaya bagi sasarannya, melainkan juga bagi mereka yang menyalakannya dan orang-orang lain yang tidak bersalah.
2. Kemarahan tanpa dosa adalah kemarahan yang diperlihatkan Yesus di Bait Suci. Kemarahan-Nya adalah kemarahan benar yang diarahkan pada ketidakadilan terhadap rakyat biasa (penjual memenuhi pelataran Bait Suci yang dikhususkan untuk bangsa lain yang mau menyembah Allah) dan Allah. Kemarahan-Nya bukan tentang diri-Nya melainkan tentang Allah.
3. Bagaimana dapat mengatasi kemarahan?
a. Jangan pelihara kemarahan Anda
Alkitab mengatakan untuk tidak membiarkan matahari terbenam sebelum kemarahan kita mereda, artinya supaya Anda membersihkan hati sebelum hari tersebut berlalu.
b. Jangan latih kemarahan Anda
Salah jika kita mengatakan orang tertentu "membuat kita marah". Kita menjadi marah karena sudah memiliki kemarahan di dalam diri kita, dan kita mengizinkan seseorang untuk menariknya keluar.
c. Jangan berbicara tentang kemarahan Anda
Kata-kata sangat berkuasa sehingga tidak dapat digunakan secara ceroboh. Daripada menyakiti perasaan orang lain, kita dapat menghabiskan waktu membangun mereka, dengan menggunakan lidah sebagai bejana kasih karunia.
d. Jangan sebarkan kemarahan Anda
Kemarahan yang mendatangkan dosa tidak menegur kesalahan, melainkan memanjakan diri dalam tindakan emosional.
e. Balikkanlah kemarahan Anda
Kita membalikkan tanggapan dasar manusia di kepala mereka. Kita membayar kebalikan dari yang kita rasakan atau apa yang telah dilakukan kepada kita. Diperlukan hikmat, kedewasaan, dan pengendalian diri.
4. Kita memiliki kasih, kelemahlembutan, dan pengampunan yang berlimpah. Kita mencurahkan berkat dan pembebasan. Menerima semua yang salah, jahat, dan penganiayaan yang dilontarkan dunia, kemudian membalasnya dengan takaran ganda kasih dan belas kasihan, adalah bukti nyata tentang Allah. Itu adalah kesaksian paling kuat yang dapat Anda berikan.
5. Kemarahan dapat diakhiri. Kita melakukannya kalau kita membalikkan dan melepaskannya kepada Allah. Kebaikan membalas kejahatan. Berkat membalas kutuk. Belas kasihan membalas serangan. Pada saat kita melakukannya, mujizat terjadi. Pada hari kita melakukannya, kita dimerdekakan dari penjara yang kita buat sendiri dan dikaruniai kebebasan untuk hidup dalam kedamaian dan sukacita.


DELAPAN: MELAWAN KEBENCIAN ANDA
1. Kebencian adalah kemarahan yang berlipat ganda sejalan dengan waktu. Kebencian tidak surut seperti kemarahan, tetapi mengintai di bawah permukaan, tidak terdeteksi.
2. Jika ada hubungannya dengan catatan pajak, kertas bisnis, dan transaksi rumah tangga, pengaturan pencatatan sangat dianjurkan. Tetapi jika berhubungan dengan transaksi yang kita sebut hubungan, kita perlu membuang semua buku. Kasih, menurut Paulus dalam I Korintus 13, tidak menyimpan buku-buku utang. Kasih ingat untuk melupakan.
3. Kepahitan Anda akan mewarnai semua hubungan Anda. Itu akan mempengaruhi pernikahan, persahabatan, bahkan hubungan Anda dengan Allah. Kebencian mencekik apapun yang disentuhnya.
4. Lima langkah untuk melawan kebencian:
Pertimbangkanlah itu kembali
Kebencian memberikan kepada seseorang perasaan lebih tinggi dari orang-orang yang mereka benci. Kita perlu mempertimbangkan lagi, seperti itukah kehidupan yang Anda ingin jalani? Satu pikiran waras akan menyembuhkan banyak sekali kebencian yang salah tempat.
Tuliskanlah itu
Keluarkanlah perasaan-perasaan itu, taruhlah di atas kertas di depan Anda, dan pandanglah semuanya dalam terang. Mungkin hal, orang, atau keadaan itu tidak layak sama sekali mendapatkan seluruh energi emosional yang Anda curahkan.
Keluarlah
Pergilah keluar dan lakukanlah olahraga. Buang sebagian emosi Anda bersama dengan keringat.
Bicarakanlah itu
Bicaralah kepada Allah, mintalah kepada-Nya untuk menolong supaya Anda dapat melihat kedalaman kasih, kemurahan, anugerah, dan pengampunan-Nya. Kita dapat mengampuni karena Allah telah mengampuni kita.
• Lupakanlah itu
Jadilah pelupa yang pemurah dan teliti. Sedikit amnesia selektif tidak akan menyakiti siapapun, sebaliknya justru menghindari banyak kesedihan.


SEMBILAN: MELUCUTI KEBIMBANGAN ANDA
1. Dalam bahasa Yunani, kata kebimbangan mengandung makna ketidakpastian. Kebimbangan bukan lawan dari iman, melainkan kesempatan iman, penderitaan yang bertambah besar dari roh yang sedang giat mencari-cari. Musuh utama iman adalah ketidakpercayaan, tetapi kebimbangan adalah kaki yang diperlukan untuk mengadakan perjalanan. Kebimbangan berdiri di pinggir pengertian masa lampau dan dengan susah payah menjangkau daerah baru.
2. Menghadapi kebimbangan:
a. Kebimbangan tumbuh dalam pengasingan
Kebimbangan adalah keadaan yang baik untuk memeriksa perasaan kita. Tetaplah bergaul dengan para sahabat Anda, dan Anda akan mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk bersandar pada iman.
b. Kebimbangan menuntut bukti
Kebimbangan sejati tidak pernah berpaling dari kenyataan, kemanapun kenyataan itu mengarah. Dengan keras kepala, kebimbangan mengejar kebenaran. Bertanyalah kepada Allah dengan hati yang jujur, dan Ia akan selalu menjawab Anda.
c. Kebimbangan membawa kita kembali kepada Kristus
Pertanyaan muncul di awal perjalanan, tetapi jawaban akhirnya datang dalam pengalaman kita sewaktu berusaha untuk menjamah dan merasakan serta sewaktu diri kita dijamah oleh kuasa tangan berlubang bekas paku.
d. Kebimbangan memperdalam iman kita
Keyakinan adalah upah bagi orang yang tekun mencari. Kebimbangan dengan sendirinya tidak berguna, kecuali jika menuntun kita ke arah tertentu.
e. Kebimbangan memperkokoh iman kita
Saat pertanyaan Anda terjawab semua, apakah yang akan terjadi? Suatu teriakan, tentunya. Pertanyaan yang jujur mengarah pada pernyataan yang penuh kuasa.
3. Melucuti kebimbangan Anda:
Akuilah kebimbangan Anda secara pribadi
Jika Anda melalui saat-saat buruk dan akhirnya ingin menjumpai kebaikan Allah, Anda harus mulai dengan kejujuran. Anda harus mengakui kepada diri sendiri bahwa Anda sedang tidak sehat dalam jiwa Anda.
• Nyatakanlah kebimbangan Anda dengan jelas
Kenalilah kebimbangan itu, gambarkanlah dengan jelas, dan hadapilah.
Akuilah kebimbangan Anda dalam doa
Ubahlah kebimbangan Anda menjadi pertanyaan, ubahlah pertanyaan Anda menjadi doa, arahkanlah doa-doa Anda kepada Allah.
Uraikanlah bukti-bukti dengan tekun
Hukum-hukum Alkitab akan selalu ada saat semua kecenderungan teori masa telah berlalu. Anda tidak menemukan kesalahan dalam firman Allah, firman Allah menemukan kesalahan pada Anda.
Terimalah keterbatasan dengan rendah hati
Kita mencari jawaban bagi semua yang kita lihat dan sentuh, di dalam dan di luar diri kita. Tetapi sekarang, kita harus puas dengan apa yang sudah diberikan. Suatu hari nanti, di tempat yang lebih baik, semua pertanyaan akan terjawab, semua air mata akan dihapus, dan semua kebimbangan akhirnya dilepaskan.


SEPULUH: MENUNDA PENUNDAAN WAKTU ANDA
1. Penundaan waktu adalah pencuri waktu. Apakah nilai kehidupan manusia bagi orang yang dapat menggunakannya tanpa pernah menunda waktu? Kehidupan tersebut akan sangat berhasil.
2. Beberapa alasan yang menyebabkan penundaan waktu menjadi suatu alat yang begitu mematikan:
a. Penundaan waktu merampas kesempatan Anda untuk melayani
Maksud Yesus dalam Lukas 9:59-62 adalah kita harus mengendalikan kecenderungan kita untuk mengesampingkan hal-hal penting bagi hal-hal kecil. Pengabdian kepada-Nya berarti suatu perubahan prioritas nilai-nilai kehidupan--yang segera diberlakukan.
b. Penundaan waktu merampas kesempatan Anda untuk berhasil
Salah satu rahasia keberhasilan hanyalah melewati setiap saat apa adanya dan menggunakannya dengan sebaik-baiknya.
c. Penundaan waktu merampas kesempatan Anda untuk mendapatkan keselamatan
Saat suara Allah memanggil Anda, jangan melakukan kesalahan dengan bersandar pada hari esok.
3. Dua masalah penundaan waktu:
Tidak mempertimbangkan kepastian hidup
Ibrani 3:13 memperingatkan kita bahwa kita lebih baik menasihati seorang akan yang lain "selama masih dapat dikatakan hari ini" , sebelum dosa mengeraskan hati Anda.
Tidak mempertimbangkan keunikan keyakinan
Saat Allah berfirman, saatnya adalah SEKARANG. Waktu serta rencana-Nya selalu tepat dan tidak disesuaikan dengan kemudahan kehidupan kita pribadi.
4. Jika Anda memperlakukan waktu dengan baik, waktu akan membalas kebaikan Anda itu.
5. Tanganilah masa kini dengan hormat, dan Anda akan dihormati oleh masa depan. Kita menyebutkannya warisan. Warisan seperti apakah yang Anda tinggalkan untuk masa depan? Semuanya terbuat dari waktu, dan saat ini terletak dalam tangan Anda. Apakah yang Anda tunggu?


SEBELAS: MENGHADAPI KEGAGALAN ANDA
1. Kegagalan dijamin terjadi, ingatlah itu: nantikanlah pada sedini dan sesering mungkin. Ini bukanlah ledakan pesimisme melainkan takaran sehat dari kenyataan.
2. Jika kita melihat betapa besarnya keburukan kita, terang itu hanya mempunyai satu sumber. Terang Allah bersinar melalui kegelapan kita, dan kekuatan-Nya bahkan tampak lebih kuat di samping kelemahan kita.
3. Menghadapi alasan kegagalan kita:
a. Kita gagal sekarang supaya berhasil nanti
Penderitaan sekarang mungkin berarti kemuliaan masa depan.
b. Kita gagal dalam hal sepele untuk berhasil dalam hal penting
Paulus menyebutkan ini sebagai "penderitaan ringan" dan "kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya".
c. Kita gagal dalam hal yang sementara untuk berhasil dalam hal yang kekal
Jika kita menyerahkan kehidupan kita bagi kekekalan, kita bebas dari apa yang sudah lampau serta tidak berarti.
d. Kita gagal dari luar untuk berhasil dari dalam
Kita begitu khawatir tentang penampilan, Allah tidak begitu mempedulikannya.
4. Jika kita bijaksana, kita akan sampai pada pengertian bahwa kegagalan tidak terpisah dan bukan tanpa arti; itu adalah bagian dari proses pengudusan. Kita jatuh, kita bangkit. Setiap kali kita bangkit, kita menjadi lebih kuat. Kita mengerti lebih banyak lagi tentang kebenaran kekal.
5. Kegagalan menjadikan kita semua ahli-ahli filsafat. Pandangan dari puncak dapat membutakan kita, tetapi pandangan dari dasar sering memberikan hikmat. Kita belajar untuk berhenti menilai orang serta hal-hal lain dari luar; kebenaran ditemukan jika kita mengamati apa yang keluar dari dalam.
6. Memerangi raksasa kegagalan:
Akuilah kegagalan Anda
Akuilah kegagalan Anda, melangkahlah ke dalam tanggung jawab, kemudian Anda akan bisa maju.
Terimalah pengampunan Allah
Anda hanya perlu mengulurkan tangan untuk menerima karunia itu. Datang, akui, bertobat. Betapa besarnya perubahan yang telah dilakukan Allah dalam kehidupan kita.
Gunakanlah pelajaran tentang kegagalan bagi keberhasilan
Salah satu faktor penghiburan besar dalam kegagalan adalah: kita mempunyai kesempatan untuk belajar sesuatu yang tidak dapat kita pelajari dengan cara lain. Itu merupakan pintu masuk ke dalam pandangan baru dan kesempatan baru.
Terimalah kegagalan sebagai kenyataan hidup bukan cara hidup
Kegagalan adalah suatu kejadian, bukan suatu pribadi. Itu adalah sesuatu yang Anda lakukan, bukan perubahan jati diri Anda.
Bangkitlah dari kegagalan dan mulailah kembali
Bangunlah, terus berjalan, engkau sudah sangat dekat dengan suatu terobosan. Selama kita mendengarkan suara Allah, dan bukan suara sebagian besar orang, hal terbaik akan muncul.
Jangan menghakimi kegagalan orang lain
Orang kaya dan pengemis. Orang Farisi dan pemungut cukai. Seorang Farisi dan seorang pelacur. Siapakah yang gagal, dan siapakah yang sukses? Saat Yesus membahasnya, orang yang paling berhasil adalah yang paling tulus mengasihi Allah.

DUA BELAS: BERJALAN MELAMPAUI KECEMBURUAN
1. "Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara duniawi?" (I Korintus 3:3). Iri hati adalah sikap hati orang yang tak punya terhadap mereka yang memiliki segalanya, bersifat diam dan jahat, siap bergembira di atas kesedihan orang lain. Kecemburuan berarti memiliki sesuatu dan hidup dalam ketakutan kehilangan sesuatu itu, selalu mencari saingan baru, bersifat kasar dan kejam.
2. Kecemburuan bekerja dalam kelompok:
Kecemburuan bergerak dalam kelompok pemilik harta benda
Walaupun orang yang tamak memiliki segala sesuatu yang mereka perlukan, mereka tidak akan pernah dipuaskan. Mata mereka tidak tertuju pada harta yang mereka miliki, tetapi pada harta milik orang lain.
Kecemburuan bergerak dalam kelompok kekuasaan
Perhatikanlah bisnis tempat kerja Anda. Anda akan menemukan jika Anda mengikuti kekuasaan, Anda akan menemukan jejak iri hati dan kebencian--politik kantor, pergulatan, dan perebutan kekuasaan.
Kecemburuan bergerak dalam kinerja
Ini adalah salah satu yang sangat berbahaya dari semua kelompok iri hati. Seperti Saul yang iri pada Daud karena mengalahkan Goliat.
Kecemburuan bergerak dalam kelompok profesional
Paulus berkata "ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik... tetapi yang lain karena kepentingan diri sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara" (Filipi 1:15, 17).
Kecemburuan bergerak dalam kelompok pribadi
Kecemburuan dimulai dari rumah. Kecemburuan masuk lewat pintu depan keluarga dan mengusir kasih keluar dari pintu belakang.
3. Karakteristik kecemburuan:
a. Menghancurkan orang lain
Orang kehilangan hidup mereka karena kebencian orang lain. Yang lainnya kehilangan pekerjaan atau nama baik mereka.
b. Menghancurkan kita
Kecemburuan menelan siapa saja yang menyerah terhadapnya. Kecemburuan menembak orang lain dan melukai dirinya sendiri.
4. Menghadapi raksasa kecemburuan:
~ Mengakui kecemburuan sebagai dosa
Iri hati dan kecemburuan akan menyebabkan penderitaan yang mendalam dalam jiwa Anda dan merusak hubungan Anda.
~ Ingatlah kepada saingan Anda dalam doa
Allah tidak saja memberikan upah kepada kita jika kita mendoakan musuh kita dan bertindak untuk mendapatkan perasaan yang kita inginkan, Ia akan sering mengadakan mujizat dalam kehidupan kita.
~ Tegaskanlah lagi kebaikan Allah kepada Anda
Kebencian secara tidak langsung menyatakan anggapan bahwa Allah belum memberikan semua yang kita perlukan. Jika kita menjalani kehidupan dalam keyakinan bahwa Ia telah melakukannya, bagaimana kita dapat cemburu? Pengucapan syukur adalah anti racun untuk melawan kecemburuan.
~ Kobarkan lagi kasih Allah dalam hati Anda
Kasih tidak cemburu. Jika kasih telah hangus terbakar, hanya dengan mengalami kehadiran Allah yang dapat mengubah hati Anda.
5. Hal-hal terbaik dalam hidup tak usah dibayar. Adakah alasan untuk cemburu terhadap semua itu?


DAVID JEREMIAH

September 1, 2019

SLAYING THE GIANTS IN YOUR LIFE PART I (DAVID JEREMIAH)

RAKSASA-RAKSASA DI TANAH PERJANJIAN
1. Semakin besar ukuran para raksasa itu, semakin keras juga suara kejatuhannya.
2. Raksasa manakah yang memberikan kesulitan kepada Anda? Raksasa manapun yang mengganggu Anda, Allah jauh lebih besar dari semua raksasa itu. Ia maju di depan Anda seperti api yang menghanguskan.
3. Ia terus menerus mengutus anak-anak-Nya ke daerah-daerah baru yang ajaib--daerah tempat kesejahteraan pernikahan, keberhasilan karier, kelimpahan rohani. Tangan Allah sendiri ada di atas bahu Anda. Ia berbisik kepada Anda seperti kepada bangsa Israel, Masuklah untuk merebut daerah-daerah bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat daripadamu, kota-kota besar yang berbenteng sampai ke langit.
4. Bukankah sudah tiba waktunya bagi kita untuk berdiri teguh dan menghadapi raksasa dalam kehidupan kita? Jangan lupa bahwa kita membutuhkan persenjataan yang lebih berat lagi di medan peperangan: pedang Roh, yaitu firman Allah; ketopong keselamatan; perisai iman.
5. Di atas segalanya, kita maju dengan Allah sendiri, yang selalu memberikan dua janji sebelum mengutus kita untuk bergulat dengan raksasa-raksasa: Ia akan menyertai kita dan Ia akan memberikan kekuatan kepada kita.


SATU: MELAWAN KETAKUTAN ANDA
1. Ketakutan hanyalah bagian dari jalinan kehidupan. Allah memperlengkapi kita dengannya sehingga kita dapat bersikap bijaksana untuk melindungi diri kita sendiri dari apa yang tidak kita harapkan. Ketakutan memberi kita ledakan kekuatan dan kecepatan seketika tepat pada saat kita memerlukannya. Ketakutan adalah naluri dasar untuk mempertahankan kehidupan--sesuatu yang baik selama ketakutan itu masuk akal.
2. Keberanian bukanlah ketiadaan ketakutan melainkan penguasaannya (Mark Twain). Itulah pertemuan antara iman dan ketakutan.
3. Kunci dari prinsip kekejaman ketakutan dan kebebasan iman:
Ketakutan tidak menghargai rencana Allah
Ia telah mengangkat kita menjadi anak-anak-Nya, dan kita memiliki seluruh hak anak-anak Sang Raja. Kita tidak perlu menghadapi apapun sendirian.
Ketakutan merusak gambaran janji-janji Allah
Kita kehilangan kesanggupan untuk melihat semua dalam keadaan yang sebenarnya. Ketakutan, bukan obyek ketakutan, itulah yang memakan penduduknya.
Ketakutan mematahkan semangat umat Allah
Ketakutan menyebabkan kita menghabiskan kekuatan orang-orang yang kita kasihi.
Ketakutan tidak mempercayai janji-janji Allah
Tujuan pengalaman di padang gurun adalah supaya bangsa itu mempunyai hubungan dengan Bapa mereka. Allah menghendaki anak-anak-Nya belajar sesuatu dari perjalanan ajaib yang terjadi jika kita mengikuti Dia.
Ketakutan tidak mematuhi prinsip-prinsip Allah
Ketakutan adalah ketidakpatuhan, jelas dan sederhana. Ia telah menyediakan bagi kita prinsip-prinsip iman yang menolong kita untuk hidup dengan berani.
4. Bagaimana kita dapat menghadapi ketakutan?
Hadapilah ketakutan Anda dengan jujur
Pahamilah apa yang menjadi akar ketakutan Anda. Mintalah kepada Allah untuk menyelidiki hati Anda. Ia tahu letak masalahnya, tetapi Anda harus mengizinkan Dia memperlihatkan kepada Anda.
• Akuilah ketakutan Anda sebagai dosa
Kita tidak dapat mencegah apa yang kita rasakan, tetapi kita memiliki kuasa untuk bertindak berdasarkan perasaan kita. Kita dapat memilih untuk dengan sukarela mematuhi suara Allah.
Tuntutlah janji-janji Allah tentang perlindungan
Tumbuhkanlah hubungan yang lebih erat dengan Allah
Serahkanlah hidup Anda kepada Yesus Kristus
Kita dapat tinggal di bumi dan mengalami sukacita dari Kristus, atau kita dapat pindah ke kehidupan selanjutnya dan tinggal dalam istana yang telah dipersiapkan-Nya. Mengapa kita ketakutan terhadap apapun dalam hidup ini?


DUA: MENGHANCURKAN KEPUTUSASAAN ANDA
1. Mengenali keputusasaan
• Kelelahan
Tubuh manusia diatur oleh rumus matematikanya sendiri yang termasuk waktu, tekanan, dan pemerasan tenaga. Jika Anda melampaui batas itu, keretakan mulai tampak. Betapa pentingnya memperlambat kegiatan.
Frustasi
Arti kehabisan tenaga sebenarnya adalah bekerja terlalu keras untuk sesuatu yang keliru. Kita harus mempunyai visi dan bergerak maju ke arah tujuan yang dapat dicapai.
Kegagalan
Bahaya besarnya adalah membiarkan pikiran dan kesan negatif kita digabung oleh musuh yang menyiksa kita.
Ketakutan
Tidak ada yang dapat mengalihkan pekerjaan umat Allah sehebat sepatah kata negatif. Kecaman sangat beracun.
2. Menanggapi keputusasaan
• Berserulah kepada Allah
Jangan menunggu sampai saat terakhir untuk menengadah ke atas. Saat keputusasaan datang, mulailah dari puncak!
Teruskanlah pekerjaan yang telah diberikan Allah kepada Anda
Yang penting adalah tetap menjaga apa yang penting sebagaimana adanya. Tujuan yang jelas adalah tindakan pemeliharaan terbaik untuk mencegah kehabisan tenaga.
Pusatkan perhatian pada gambaran keseluruhannya
Anda mungkin tidak melihat apapun selain pekerjaan yang membosankan dalam kehidupan Anda. Anda perlu melihat apa yang sedang dilakukan-Nya dalam kehidupan Anda, pada Anda, dan bagi Anda. Anda perlu bersandar pada pengharapan itu.
Klaimlah kekuatan dari janji-janji Allah
Saat hati Anda merana, Anda perlu transfusi harapan dan kekuatan. Keluarkanlah Alkitab, bukalah pikiran Anda, dan baca firman keras-keras.
Pikullah beban orang lain
Beban kita menjadi lebih ringan saat kita telah memikul beban orang lain. Anda akan menuai apa yang Anda tabur, dan kasih yang Anda berikan akan kembali kepada Anda.


TIGA: KEMERDEKAAN DARI KESEPIAN
1. "Tidak ada pengaruh yang lebih buruk terhadap kesehatan jasmani dan mental dibanding pengasingan engkau dari aku dan kami dari mereka" (Philip Zimbardo). Kita diciptakam untuk bersekutu, dan jika kita tidak mendapatkannya akibatnya sangat fatal.
2. Kesepian adalah kegelisahan yang tidak datang dan pergi, tetapi tinggal bersama Anda setiap saat dan mencekik Anda dalam kesunyian malam. Kesepian adalah tekanan halus yang diam-diam mengikis Anda sampai Anda merasa kehabisan tenaga atau semangat. Kesepian adalah kerinduan untuk merasakan kepuasan.
3. Kesepian bukanlah dosa; melainkan hanya tanda bahwa kita diciptakan menurut gambaran Allah yang pada mulanya menciptakan kita karena Ia menikmati persekutuan. Kita berdosa saat kita membiarkan kesepian menguasai dan menghancurkan kehidupan kita.
4. Kemerdekaan dari kesepian:
• Akuilah kenyataan tentang kesepian Anda
Bersikap jujurlah tentang perasaan Anda.  Kesepian itu datang karena Anda seorang manusia biasa, dan kita ditakdirkan untuk merasa kesepian sementara waktu. Terimalah itu sebagai bagian dari pengalaman manusia. Kemudian Anda akan sanggup bergerak maju kepada cara Allah untuk mengatasinya.
Terimalah tuntunan Allah bagi rasa kesepian Anda
Tak ada apapun di dunia ini yang dapat memuaskan kita selain dari mengenal Dia yang menciptakan kita. Dalam kehangatan kasih-Nya, bukan mustahil untuk dimerdekakan dari kesepian. Itu terjadi saat kita mengakui ketuhanan-Nya atas kita dan Ia tinggal di dalam kita.
Izinkanlah firman Allah mengisi pikiran dan hati Anda
Benamkan diri dalam firman Allah, izinkanlah  firman itu mengalir dari pikiran dan hati Anda.
Aktifkanlah jaringan sahabat-sahabat Kristen Anda
Allah menghendaki Anda untuk menjadi bagian dari sesuatu yang hidup, dinamis, dan lebih besar dari diri Anda sendiri.
5. Dapatkah Anda menemukan Allah dalam kacaunya perasaan kesepian dan kebingungan? Dapatkah Anda mengerti bahwa Ia mungkin sedang mempersiapkan Anda bagi kehidupan dan harapan baru? Ia tidak akan pernah meninggalkan atau menelantarkan Anda. Jangkaulah, genggamlah tangan-Nya, dan cobalah temukan bagaimana membunuh raksasa kesepian.


EMPAT: KEMENANGAN ATAS KEKHAWATIRAN
1. Orang yang khawatir berusaha hidup di masa depan. Tidak ada yang dapat dilakukan, dan tidak sedikitpun kekhawatiran yang bisa mempengaruhinya. Masa depan tidak diketahui, tidak dapat dikendalikan, dan karena itu tidak berkaitan dengan kedamaian hati kita.
2. Jangan khawatir bukan berarti jangan merencanakan. Jangan khawatir bukan berarti jangan cemas, bukan alasan bagi kehidupan sembrono. Kecemasan berpusat pada masa kini, kekhawatiran tergantung pada masa depan. Masa kini ada di hadapan kita, ada tindakan yang dapat kita lakukan. Masa depan berada di luar jangkauan kita.
3. Menghadapi raksasa kekhawatiran (Matius 6:25-32):
a. Kekhawatiran itu tidak konsisten
Jika Anda mempercayai Allah Pencipta, Anda juga harus mempercayai Allah Pemelihara.
b. Kekhawatiran adalah kebodohan
Jika Ia tahu setiap burung pipit yang jatuh ke tanah, Ia tahu saat sehelai saja rambut Anda rontok. Jika Ia begitu teliti tentang hal terkecil, bukankah Ia juga memperhatikan kecemasan Anda yang lebih dalam lagi?
c. Kekhawatiran itu tidak efektif
Kekhawatiran membagi pikiran dan melipatgandakan kesedihan. Kekhawatiran mengurangi kebahagiaan kita, tidak pernah menambahkannya.
d. Kekhawatiran itu tidak masuk akal
Ia tidak akan menderita dan mati bagi anak-anak yang direncanakan untuk ditelantarkan. Itulah sebabnya kekhawatiran tidak masuk akal.
e. Kekhawatiran adalah ketidakpercayaan
Kebaikan Allah adalah inti kepercayaan kita, dan kekhawatiran adalah penyangkalan sepenuhnya.
4. Memerangi raksasa kekhawatiran:
Anda memerlukan sebuah sistem prioritas
Carilah dahulu hal-hal dari Allah; hiduplah dengan saleh seperti yang dikehendaki-Nya. Saat Anda melakukannya, semua yang Anda perlukan akan diberikan (Matius 6:33).
Anda memerlukan program strategi
Jangan tinggal dalam tekanan masa depan. Yesus telah mengatakan kepada kita bahwa masa depan akan mengurus dirinya sendiri (Matius 6:34).
5. Jangan tinggal dalam kekacauan masa lampau. Jangan tinggal dalam kesuksesan masa lampau. Jangan tinggal dalam tekanan masa lampau.
6. Saat kita menjadi orang yang dapat memuji Tuhan walaupun kita mempunyai kesulitan, Ia telah menjanjikan bahwa kita akan menjadi orang yang melihat kebutuhannya terpenuhi.
7. Tujuh kata bijak untuk kekhawatiran: JANGAN KHAWATIR TENTANG APA PUN--BERDOALAH SELALU!


LIMA: WASPADA TERHADAP RASA BERSALAH
1. Apalagi yang tinggal saat rasa bersalah muncul, selain kebisuan? Rasa bersalah adalah kekuatan yang mengasingkan. Kita tidak dapat berbicara kepada seorangpun, kita tidak dapat berbicara kepada Allah.
2. Penerimaan rasa bersalah (Mazmur 51):
a. Menerima tanggung jawab penuh atas dosa
Perjalanan pemulihan dimulai dari sini atau tidak dapat dilakukan sama sekali. Anda harus mengakui apa yang pernah Anda lakukan. Menghindari rasa bersalah, secara ironis berarti memastikan bahwa rasa bersalah itu tidak akan pergi.
b. Mengakui betapa jahatnya dosa
Pengakuan adalah kejujuran terbuka di hadapan Allah atau sesama orang Kristen. Artinya menggambarkan tindakan kita dengan kata-kata yang juga digunakan Allah, tanpa menyembunyikan atau memutarbalikkan.
c. Menunjukkan pengakuan kepada Allah
Sebelum dosa itu menuntut korban, dosa itu sudah menyakiti pribadi Allah, yang menetapkan hukum untuk menuntun kita. Karena itu Daud berkata kepada Allah, "Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa".
3. Jawaban terhadap rasa bersalah:
Menyingkirkan dosa
Dosa adalah noda bagi jiwa, dan sang raja menggunakan kata dalam bahasa Ibrani bagi "bersihkan" sama seperti yang digunakan untuk mengungkapkan penyucian seorang penderita kusta.
Pemulihan sukacita
Beberapa di antara kita melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan Allah, dan kita tidak pernah mengakuinya. Tiba waktunya kita menyadari bahwa kehidupan kita suram dan tidak bahagia. Sesuatu ada di antara Allah dan kita sehingga kita memerlukan sukacita keselamatan kita dipulihkan.
Pemulihan hubungan
Ini mungkin gambaran jiwa yang tersesat selamanya, jiwa yang terbuang. Daud berdoa untuk menghindari nasib seperti itu. Ia memohon kepada Allah untuk tidak mengambil Roh Kudus-Nya darinya.
• Memusatkan kembali perhatian ke masa depan
Berbahagialah orang yang dosanya diampuni. Kebenarannya begitu luar biasa, begitu mengubah, sehingga kehidupan Ajda akan berubah selamanya jika Anda dapat memahaminya.


ENAM: MENJINAKKAN GODAAN TERHADAP ANDA
1. Hidup terhormat adalah hal yang sulit dan dibangun seumur hidup oleh batu-batu kejujuran serta semen kendali diri.
2. Si pendusta menghabiskan setiap saat untuk memikirkan pembalasan dendam terhadap Penghukumnya. Ada satu cara mudah, pikirnya, untuk menyakiti hati Allah. Putuskan hubungannya dengan anak-anak-Nya sendiri. Ia mempunyai satu senjata maut untuk tujuan jahatnya itu, namanya godaan. Yang diperlukannya hanya sebuah lubang kecil untuk menghancurkan kehidupan yang terhormat.
3. "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa" (I Korintus 10:12). Paulus pada intinya berkata bahwa godaan merupakan tipuan tertua di Alkitab. Itu adalah "hal yang manusiawi", hadir bersama tanggung jawab kita, dan kita harus bersandar pada kuasa Allah.
4. Dr. Lewis Sperry Chafer mengatakan bahwa orang-orang Kristen yang setia ditempatkan di garis depan peperangan. Disanalah tekanan musuh terhebat dirasakan, demikian juga pemandangan terbaik saat kekalahannya. Anda tidak akan pernah bertumbuh di luar kuasa godaan. Tetapi mata Anda akan penuh dengan pemandangan mulia yang disediakan Allah bagi mereka yang mengikuti Dia dengan setia.
5. Masalahnya mungkin sangat sulit, tetapi kasih Allah sangat besar. Jangan khawatir tentang batas kekuatan Anda, yang penting adalah kuasa Allah. Anda tidak akan pernah diuji melampaui batas ketahanan Anda karena Anda dapat bersandar pada ketahanan-Nya.
6. Godaan bukanlah masalah apa yang kita lakukan, melainkan siapakah yang kita kasihi. Mengenal Kristus dengan sungguh-sungguh, bukan hanya mengetahui tentang Dia, dapat mengubah segalanya. Ada kuasa dalam nama Kristus, dan juga dalam kehadiran-Nya.
7. Daftar penjinak godaan:
a. Kenalilah kemungkinan akan adanya godaan
Jangan jatuh ke dalam perangkap rasa aman palsu. "Sebab siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!" (I Korintus 10:12).
b. Mintalah pertolongan dalam masa pencobaan
Matius 6:13 dan Matius 26:41 mengatakan supaya kita berdoa tentang pencobaan. Berjaga-jaga dan berdoa maksudnya adalah waspada.
c. Lawanlah iblis maka ia akan lari dari padamu
Kita perlu mengambil pedang Roh yaitu firman Allah.
d. Mundurlah dari godaan tertentu
Ada waktunya untuk melawan dan waktu untuk mundur.
• Jauhilah penyembahan berhala
• Jauhilah perzinaan
• Jauhilah ketamakan
e. Jauhkanlah sarana dosa apapun dari Anda
Amsal 4:14-15 "janganlah menempuh jalan orang fasik, dan janganlah mengikuti jalan orang jahat. Jauhilah jalan itu, janganlah melaluinya, menyimpanglah daripadanya dan jalanlah terus".
f. Gantikan pengaruh buruk dengan pengaruh baik
Carilah orang yang akan mengarahkan Anda kepada Kristus, membuat Anda kuat secara rohani, dan bertanggung jawab. Carilah orang-orang percaya yang bijaksana untuk dijadikan sahabat.
g. Putuskanlah untuk mengambil jalan besar
Manusia rohani diperbaharui setiap hari. Jika kita menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada Allah, kita mendapatkan jawaban dari dalam untuk bertahan terhadap tekanan dari luar.

August 26, 2019

LIBUR 17AN

Pas 17an kami sekeluarga refreshing ke beberapa pantai di Malang selatan. Akhirnyaaa mantai lagi setelah lebih dari 1,5 taon 😆 Berangkat hampir jam 1 subuh, nyampe ke lokasi pantai sekitar jam stengah 6. Aku ngantuk berat karena dalam seminggu itu aku riwa riwi buat meeting en jaga pameran, trus sopirnya ternyata ga tau jalan sehingga aku ga tidur buat ngarahin jalan pake GPS. Oh my...

Batu Bengkung spot 1
Tujuan pertama adalah pantai Batu Bengkung, ombaknya super gede tapi menyenangkan, pasirnya berkerikil. 

Batu Bengkung spot 2
Airnya superrrr dingin, jadi kami cuma ecek2 aja sebentar. Di pantai ini ada 2 spot, yang 1 ada bebatuan yang ditumbuhi lumut, yang 1 lagi ada bebatuan alam yang menahan ombak besar mencapai pantai. Disini susah sinyal sodara2, karena lokasinya jauh banget dari Malang kota. Cocok banget buat yang pengen menenangkan diri en menyepi.

Pantai Gopit
Sekitar 300 meter dari situ, ada pantai Gopit yang pasirnya super halus en putih, ombaknya ga segede Batu Bengkung. Trus ada spot foto yang menarik, ada semacem batu berbentuk ular yang digantung di semacam bingkai.

Bukit Teluk Asmara (BTA)
Beralih ke pantai Teluk asmara yang katanya mirip Raja Ampat di Papua. Ternyata pantainya ga begitu bagus, rame banget karena banyak orang camping di tepi pantai. 

Pantai Teluk Asmara
Ada 2 spot yaitu Bukit Teluk Asmara (BTA) ama pantai Teluk asmara. Di BTA ada flying fox buat yang pengen memacu adrenalin. Pantai Teluk asmara kotor banget, banyak sampah dari alga yang terbawa ombak plus daun2 gugur. Aku ga nemu bukit yang katanya bisa buat liat pantainya kayak Raja Ampat 😢

Pantai sendiki
Lanjot ke pantai Sendiki, udah ada sinyal yang bisa ditangkep disini ahahaha bahagianya. Jalanan menuju pantai ini cuma jalan sepetak di tengah sawah, dimana jalannya cuma cukup dilewati 1 mobil. Jadi kalo papasan ama mobil laen, kudu merepet banget dah, serem. Petunjuk arahnya juga kurang, bahkan di tengah2 sawah sinyal ilang lagi en mikir kayaknya bakal nyasar ke antah berantah deh. Syukurlah ternyata nyampe tujuan ahahaha. Untuk mencapai pantainya, kita perlu jalan kaki sekitar 300 meter, tenang aja karena jalannya udah dibuat jadi tangga kok. Overall pantai ini paling bagussss, airnya biru tua, ada ayunan di tepi pantainya, garis pantainya cukup panjang. Kami paling banyak menghabiskan waktu disini karena super tenang walopun ada beberapa pengunjung. Ada rumah pohon berbentuk gubuk buat yang pengen nginep (lupa foto).

Pantai Tamban
Terakhir kami ke pantai Tamban yang masih berdekatan ama pantai Sendiki. Pantai ini letaknya di seberang rumah penduduk, jadi turun mobil langsung pantai deh. Garis pantainya panjang banget. Dari kejauhan keliatan pantai2 laen yang berdekatan. Pantai ini tekstur pasirnya paling unik, padet banget kalo diinjak, trus begitu disapu ombak langsung pasirnya rapi banget kayak semen yang diratakan.

Overall liburan kali ini cukup menyenangkan, apalagi kami cuma pergi berempat, jadi bener2 quality time, enjoy karena bisa atur waktu en tujuan yang kami mau. Thank God kami masih dikasi kesehatan en berkat sehingga bisa liburan bareng.


August 25, 2019

HOW TO WIN FRIENDS AND INFLUENCE PEOPLE IN THE DIGITAL AGE PART II (DALE CARNEGIE)

BAGIAN III: CARA MENDAPATKAN DAN MENJAGA KEPERCAYAAN ORANG LAIN
I. HINDARI ARGUMEN
1. Berdebat dengan orang lain jarang sekali membuahkan hasil untuk Anda; biasanya perdebatan berakhir dengan salah satu pihak semakin yakin dengan kebenarannya.
2. Anda harus lebih menghargai interdependensi dibandingkan independensi dan memahami bahwa negosiasi dengan rasa hormat itu lebih efektif dalam jangka panjang dibandingkan percekcokan.
3. Cara membangun kebiasaan untuk menghindari argumen adalah mengakui bahwa kemungkinan untuk mendapatkan hasil-hasil intrapersonal yang lebih hebat menjadi lebih besar saat pengalaman dan wawasan Anda dipadukan dengan pengalaman dan wawasan orang lain.


II. JANGAN PERNAH BERKATA, "KAU SALAH"
1. Negosiasi menjadi lebih produktif saat setiap pihak mengakui bahwa pihak lain memiliki kecemasan yang beralasan.
2. Nuansa atau perbedaan yang halus, adalah sebuah konsep yang penting untuk diingat saat sedang berargumentasi. Ketidaksetujuan seringkali berupa perselisihan kecil yang bisa dengan mudah dinegosiasikan jika kita duduk di meja perundingan dengan pikiran yang lebih terbuka.
3. Seluruh pemecahan masalah, kolaborasi, dan jalan keluar perselisihan yang efektif dimulai dengan mengosongkan pikiran--dari apa yang kita ketahui dan apa yang kita pikir harus kita ketahui.
4. Sebenarnya di balik keyakinan bahwa orang lain itu salah, terdapat sebuah pengakuan yang tak terucapkan bahwa kita tidak ingin ditolak. Karena tidak ingin menjadi pihak yang salah, kita pun memproyeksikan kesalahan tersebut kepada orang lain.
5. Memberitahu orang bahwa mereka salah hanya akan membuat orang memusuhi Anda. Anda bisa memberitahu bahwa seseorang itu salah hanya dengan melalui tatapan atau gerak gerik, jadi Anda harus menjaga diri agar tidak terkesan menghakimi dalam setiap cara komunikasi Anda.
6. Walaupun bisa jadi Anda benar dan pihak lain salah, tidak ada gunanya mengusik ego seseorang atau merusak sebuah hubungan secara permanen.


III. AKUI KESALAHAN DENGAN CEPAT DAN SUNGGUH-SUNGGUH
1. Satu alasan kenapa kita merasa begitu sulit untuk mengakui kesalahan kita adalah kita cenderung melupakan pesan yang terkandung dalam permintaan maaf. Jika kita langsung mengakui kesalahan kita dengan sungguh-sungguh, sikap tersebut sama saja seperti mengirimkan sebuah press release ke seluruh dunia untuk mengkonfirmasikan bahwa kita sungguh-sungguh peduli dengan orang-orang yang kita sakiti, bahwa kita merasa rendah diri, dan kita ingin meluruskan permasalahan. Kita lebih bersedia memaafkan mereka yang mau mengakui kesalahan mereka.
2. Kita semua terkadang lupa bahwa ada semacam kepuasan dengan memiliki keberanian untuk mengakui kesalahan. Sikap tersebut tidak hanya melegakan diri dari rasa bersalah dan keinginan untuk membela diri, tetapi juga kerap membantu memecahkan masalah yang timbul karena kesalahan tersebut dengan lebih cepat.
3. Saat kita menyadari dan mengakui kesalahan kita, respon yang diberikan orang lain biasanya dalam bentuk pengampunan dan kebaikan hati. Saat kita melalaikan tanggung jawab atau menolak untuk mengakui kesalahan, dengan cepat kita membuat orang-orang di sekitar kita semakin gusar dan kesalahpahaman pun tumbuh dan menimbulkan dampak negatif.


IV. AWALI DENGAN SIKAP RAMAH
1. Keramahan mendapatkan keramahan. Kita cenderung setuju dengan orang lain atau melihat hal-hal dari perspektifnya saat kita memiliki perasaan yang akrab dengan seseorang.
2. Ada perbedaan besar antara keterlibatan dan minat. Minat dapat dibangkitkan dengan berbagai cara, kebanyakan cara tersebut tidaklah baik. Keterlibatan terjadi dalam sebuah level yang lebih dalam saat nilai-nilai inti seseorang disentuh.
3. Jika Anda ingin suara Anda menjangkau melewati kebisingan dan menembus permukaan agar orang lain bergerak ke arah Anda, awalilah dengan sikap ramah. Kesan pertama yang ditimbulkannya jauh lebih diingat dibandingkan segala sesuatu yang dipancing oleh menarik perhatian yang paling keras dan paling provokatif di dunia ini.


V. MENGAKSES AFINITAS
1. Siapa yang Anda dapatkan tidak ditentukan oleh apa yang Anda inginkan. Dia ditentukan oleh siapa diri Anda.
2. Semakin banyak "ya" yang Anda dapatkan dari awal sebuah interaksi, bahkan jika semuanya tidak begitu berkaitan dengan proposal yang sesungguhnya, semakin besar kemungkinan yang Anda dapatkan untuk membuat orang itu terus setuju dengan Anda. Mendapatkan kata "ya" jauh lebih mudah jika Anda memulai dengan kata "ya".
3. Menetapkan kesamaan atau afinitas sedari awal adalah bentuk baru dari kata "ya". Semakin banyak kata "ya" yang Anda dapatkan di awal, semakin besar kemungkinan Anda untuk berhasil mendapatkan kata "ya" untuk ide, solusi, atau transaksi Anda. Akseslah afinitas secepat dan sesering mungkin.


VI. BIARKAN ORANG LAIN MENDAPAT PENGAKUAN
1.  Walaupun mudah untuk mengerti kenapa kita ingin mendapatkan penghargaan atas sebuah kesuksesan yang kita raih, tindakan mengklaim penghargaan ini tidak akan membuat Anda mendapatkan teman. Hal ini juga akan meredupkan pengaruh Anda dengan lebih cepat dibandingkan tindakan lainnya.
2. Kenapa pengakuan kerap kali dicuri ketimbang dibagi? Tersangka utamanya adalah rasa takut. Seperti Laut Mati, saat kita menyimpan segala sesuatu yang segar dan bagus untuk diri kita sendiri, kita mengubah kehidupan kita menjadi sup air mata yang sangat asin.
3. Seringkali kita mendengar orang berkata agar bisa sukses, kita harus dikelilingi oleh orang-orang yang sukses. Anda bisa berusaha menjalin pertemanan dengan mereka yang sudah sukses, atau Anda bisa mencari kesuksesan bagi mereka yang sudah berteman dengan Anda. Kesuksesan Anda selalu sepadan dengan jumlah orang yang ingin menyaksikan Anda sukses.
4. Menyerahkan pengakuan adalah cara hidup yang Anda tanam dalam hubungan-hubungan Anda karena begitu bersyukur dengannya dan apa yang hubungan ini berikan kepada Anda. Sikap ini berarti mengedepankan kesuksesan dan kemajuan orang lain terlebih dahulu--dan menaruh keyakinan di dalam diri Anda sendiri dan di dalam kekuatan hubungan timbal-balik.
5. Timbal balik adalah produk alami dari sebuah hubungan ketika dua orang saling berbagi rasa senang dan sakit. Dalam hubungan sejati, teman mencari cara untuk membalas kebaikan temannya.
6. Semakin banyak Anda menyerahkan pengakuan kepada orang lain atas sesuatu yang Anda lakukan, Anda pun menjadi semakin diingat, dan pada akhirnya semakin banyak pengakuan yang Anda dapatkan.
7. "Tidak ada batasan dari apa yang bisa dilakukan seseorang, atau kemana orang itu bisa pergi, jika dia tidak keberatan dengan siapa yang mendapatkan pengakuan" (Ronald Reagan). Kesuksesan bukanlah mengenai perhatian dan pujian. Kesuksesan adalah mengenai kemitraan dan kemajuan.


VII. TERLIBAT SECARA EMPATIK
1. Saat Anda meluangkan waktu untuk melihat dari perspektif orang lain, Anda akan bersimpati pada perasaan dan gagasannya. Saat berurusan dengan seseorang, selalu tanyai diri Anda, "Apa yang akan aku rasakan, bagaimana reaksiku, jika aku berada di dalam posisinya?"
2. Kebanyakan orang hanya mencari seseorang yang bersedia mendengarkan mereka dan bersimpati dengan keadaan buruk yang mereka alami, tak peduli seberapa kecil atau besar masalah mereka. Jika Anda bisa melakukannya untuk orang lain, berarti Anda memberikan hadiah untuk mencerahkan harinya, atau bahkan minggu atau bulannya.
3. Dengan meluangkan waktu untuk meneliti keadaan orang lain saat ini, Anda pun tidak membuat asumsi akan diri mereka. Jika seseorang penting bagi Anda, Anda menghabiskan setiap detik untuk berusaha memahami perspektif orang itu dengan lebih baik.
4. Empati adalah kekuatan yang tak terelakkan dari pendekatan berdasarkan kemurahan hati dan pengertian.


VIII. GUGAH SIFAT MULIA
1. Menggugah sifat baik dalam diri orang-orang yang ingin Anda pengaruhi bisa memberikan imbalan yang hebat untuk Anda.
2. Kunci untuk pertumbuhan yang sukses dan dampak positif di dalam dan di luar pasar adalah "bisnis kemanusiaan".
3. Agar dapat memiliki hubungan yang sejati dengan orang lain, Anda harus memuliakan martabat mereka. Dengan begitu, Anda pun memuliakan martabat Anda sendiri. Cobalah menggugah sifat baik dan Anda pun dapat menggerakkan orang banyak, dan menggerakkan diri Anda sendiri bersama dengan mereka.


IX. BERBAGI PERJALANAN
1. Manusia tidak ingin diperlakukan sebagai komoditas. Manusia ingin merasa penting dan cara terbaik untuk menunjukkannya adalah dengan memperbolehkan mereka terhubung dengan sebuah kisah yang lebih besar.
2. Saat sebuah pesan menjadi sebuah misi, mereka akan menceritakan kisah Anda kepada orang lain yang bersedia mendengarkannya. Dengan melakukannya, mereka menjadi pendukung terbesar dalam memasarkan produk Anda. Pelajaran yang bisa dipetik: pengaruh itu diberikan.
3. Agar ide Anda bisa benar-benar menonjol, sebaiknya Anda mengambil pendekatan yang unik. Lakukan sesuatu yang tidak dilihat orang-orang setiap harinya. Bagikan kisah Anda dan orang lain pun akan bersedia membagi kisah mereka. Bersama-sama Anda akan menciptakan sebuah kisah yang baru dan lebih besar.
4. Semakin banyak orang yang berbagi perjalanan dengan Anda, semakin banyak yang bisa diraih bersama. Saat perjalanan Anda menjadi perjalanan kita, kita sama-sama tertarik untuk melihat kemana perjalanan ini mengarah.

X. BERIKAN TANTANGAN
1. Kompetisi adalah salah satu realitas yang paling menarik di dunia. Koneksi diperlukan agar kita terus berusaha, sementara kompetisi diperlukan agar kita terus berjuang.
2. Tantangan mengubah kehidupan. Tantangan juga sama pentingnya dengan tanggapan atas tantangan tersebut. Tantangan yang menginspirasi dan mendorong sangatlah berbeda dari tantangan yang mematahkan semangat dan membuat depresi.
3. Carilah sebuah afinitas yang bisa mendorong sebuah kompetisi yang bisa memiliki arti lebih dari sekadar mencapai garis akhir, tetapi juga menawarkan pertemanan yang bertahan lama dan menggabungkan pengaruh untuk perubahan yang positif.


BAGIAN IV: CARA MENUNTUN PERUBAHAN TANPA PENOLAKAN ATAU KEBENCIAN
I. AWALI DENGAN POSITIF
1. "Tanggung jawab pertama seorang pemimpin adalah menjelaskan kenyataan yang ada. Tanggung jawab terakhir adalah mengucapkan terima kasih. Di antara kedua tanggung jawab itu, pemimpin menjadi seorang pelayan" (Max DePree).
2. Menuntun dengan positif dan menolak dorongan untuk menimbulkan drama adalah alat yang bisa membantu memperkuat tekad kita, teknik untuk membantu kita melangkah dengan percaya diri ke dalam masalah.
3. Pertama, pujian yang Anda lontarkan harus tulus dan dari dalam hati, bukan hanya semacam alat untuk mengulur waktu sementara Anda menyusun kritik yang ingin Anda sampaikan. Kedua, Anda harus bisa menciptakan arus yang mulus dari satu titik ke titik lain. Ketiga, setelah memuji, lebih baik Anda memberikan saran yang membangun ketimbang kritik.


II. AKUI KEKURANGAN ANDA
1. Mengakui kesalahan diri--bahkan saat orang itu belum memperbaikinya--bisa membantu meyakinkan lawan bicara untuk mengubah perilakunya sendiri.
2. Agar dapat meninggalkan jalan kegagalan yang berkesinambungan, pertama-tama yang harus dilakukan adalah menuturkan dua kata yang paling sulit untuk dituturkan: "saya salah". Kita harus membuka mata, mengakui kesalahan, dan bersedia bertanggung jawab secara penuh untuk tindakan-tindakan dan sikap yang salah saat ini.
3. Kesalahan adalah sebuah kesempatan untuk menunjukkan pribadi dan pemimpin macam apa kita ini. Seberapa baik Anda berani mengakui bahwa kesalahan Anda memiliki kesan yang lebih besar dibandingkan kesuksesan Anda.


III. SAMPAIKAN KESALAHAN TANPA MENARIK PERHATIAN
1. Menarik perhatian secara tidak langsung kepada kesalahan seseorang sangatlah berguna dalam menghadapi orang-orang yang mungkin membenci kritik secara langsung.
2. Terkadang cara terbaik untuk memperbaiki sikap bukanlah dengan menghukum sikap yang salah secara terbuka, tetapi memanfaatkan situasi yang ada untuk membangun kepercayaan diri dan koneksi yang lebih dalam.
3. Sebaiknya kita mengkonfrontasi kesalahan dengan jujur, tidak menggunakannya sebagai kesempatan untuk mengutuk. Lakukanlah dengan menyampaikan kesalahan mereka tanpa menarik perhatian dan dengan mengembalikan kepercayaan diri dan kekuatan mereka.


IV. LEBIH BAIK MENGAJUKAN PERTANYAAN DARIPADA MEMBERI PERINTAH SECARA LANGSUNG
1. Dengan bertanya, kita membuat orang-orang yang ingin kita pengaruhi menjadi semakin terlibat.
2. Melontarkan pertanyaan tidak hanya membuat sebuah perintah terdengar lebih menyenangkan dan mengurangi rasa jengkel, seringkali tindakan ini memancing kreativitas dan inovasi dalam memecahkan masalah yang ada.


V. PERINGAN KESALAHAN
1. Hanya sedikit dari kita yang meluangkan waktu untuk memikirkan cara membuat orang lain menyelamatkan mukanya. Kita tidak mengindahkan perasaan orang lain, menggunakan cara kita, mencari kesalahan, menuturkan ancaman. Sebenarnya kita bisa mengucapkan satu atau dua patah kata untuk menenangkan orang lain, memikirkan perasaan orang lain, mengajak mereka bicara secara tertutup--hal apapun untuk meringankan rasa sakit yang ditimbulkan.
2. "Memaafkan dan mengingat", sebuah jalan yang penting untuk diambil agar dapat belajar dari kesalahan dan mengubah perilaku. Tujuannya adalah untuk membantu individu meraih akuntabilitas sambil mengatasi masalah kegagalan, sebuah pertarungan dalam diri semua orang yang menyurutkan semangat.
3. Membuat orang merasa aman untuk melakukan kegagalan adalah sebuah cara untuk memastikan mereka akan lebih siap dalam mengakui kesalahan mereka, lebih cepat pulih dari kesalahan tersebut, dan lebih bisa menarik pelajaran darinya.
4. Lima tindakan yang bisa digunakan untuk menanamkan pertahanan organisasi:
• Akui bahwa kegagalan terjadi
• Dorong timbulnya dialog untuk menumbuhkan kepercayaan
• Pisahkan orang dari kesalahannya
• Belajar dari kesalahan Anda
• Ciptakan sistem resiko dan sistem kegagalan
5. Yang harus kita ingat saat menghadapi seseorang yang telah membuat kesalahan adalah cara orang tersebut menghadapi kesalahan tergantung dari dukungan yang diterimanya saat melewati momen tersebut dan menarik pelajaran darinya.


VI. FOKUS PADA KEMAJUAN
1. Pujian dan semangat: dua elemen penting dalam memotivasi seseorang untuk mewujudkan potensi mereka, untuk memperbaiki atau mengatasi tantangan.
2. Saran untuk memuji orang di sekitar Anda:
• pujilah dari hati dengan tulus dan ikhlas
• pujilah secepat mungkin
• pujilah dengan spesifik
• pujilah orang di depan umum
3. Inti dari pemberian semangat adalah menunjukkan keyakinan Anda pada talenta, bakat, dan kemampuan orang lain karena orang tersebut ada, tidak peduli seperti apa situasinya saat ini.
4. Hal yang bisa kita gunakan untuk menciptakan lingkungan yang mendorong semangat:
• Prioritaskan hubungan yang sehat
• Berikan semangat setiap harinya
• Bersikap melibatkan
• Jangan biarkan konflik berlarut-larut
• Bersenang-senanglah
5. Ingatlah, kemampuan menjadi layu saat didera kritik dan mekar saat diberi semangat. Berfokuslah pada kemajuan maka Anda pun membawa bakat orang lain ke titik maksimum.


VII. SEMATKAN REPUTASI YANG BAIK KEPADA ORANG LAIN
1. Saat Anda memberikan nilai A, Anda akan mendapati diri Anda berbicara kepada orang-orang bukan dari posisi untuk menakar apakah mereka sesuai standar Anda atau tidak, tetapi dari suatu posisi dengan rasa menghormati yang memberikan ruang kepada mereka untuk menyadari diri mereka sendiri. Nilai A ini bukan harapan yang harus diwujudkan, tetapi kemungkinan yang bisa terjadi.
2. Agar dapat mengubah perilaku seseorang, ubahlah level kehormatan yang diterimanya dengan memberikan reputasi bagus yang bisa diembannya. Bersikaplah seakan-akan sifat yang berusaha Anda inginkan dari dirinya sudah menjadi salah satu bagian dari karakteristik luar biasa orang tersebut.


VIII. TERUS TERHUBUNG PADA PIJAKAN YANG SAMA
1. Kenapa pijakan yang sama itu begitu penting? Agar seseorang pemimpin dapat memengaruhi sikap atau perilaku orang lain dengan efektif.




DALE CARNEGIE
HOW TO WIN FRIENDS AND INFLUENCE PEOPLE IN THE DIGITAL AGE




August 24, 2019

HOW TO WIN FRIENDS AND INFLUENCE PEOPLE IN THE DIGITAL AGE PART I (DALE CARNEGIE)

PENDAHULUAN
1. Ketepatan komunikasi itu penting, lebih penting daripada sebelumnya, karena kita hidup pada era yang rentan, ketika kata-kata yang salah atau salah dimengerti bisa menimbulkan bencana, sama seperti yang ditimbulkan oleh tindakan mendadak yang tak dipikirkan terlebih dahulu (James Thurber).
2. Anda meninggalkan seseorang dalam keadaan lebih baik atau lebih buruk. Yang terbaik di antara kita memberikan dampak yang lebih baik kepada yang lain dengan setiap anggukan kepala, perubahan nada suara, sikap.
3. Anda bisa mendapatkan lebih banyak teman dalam waktu dua bulan dengan menjadi lebih tertarik kepada orang lain dibandingkan dua tahun Anda mencoba membuat orang lain tertarik kepada Anda.
4. Komunikasi adalah manifestasi dari pikiran, niat, dan kesimpulan yang kita ambil tentang orang-orang di sekitar kita. Mulut bicara dari hati.
5. Dua level pengaruh tertinggi dapat diraih saat: (1) orang-orang mengikuti Anda karena apa yang Anda telah lakukan untuk mereka, dan (2) orang-orang mengikuti Anda karena siapa diri Anda. Level pengaruh tertinggi diraih saat kemurahan hati dan kepercayaan mengelilingi perilaku Anda.
6. Hindari kebiasaan salahkan, omeli, kritik; bicaralah sesuai dengan minat orang lain, jika Anda salah, segera akui dengan simpatik; selamatkan muka orang lain. Prinsip seperti ini mendorong Anda untuk mempertimbangkan kebutuhan orang lain sebelum bicara.
7. Jika kita bersikap ramah dan mempengaruhi orang lain secara positif, kita pun dapat membuka jalan pada sumber inspirasi, makna, dan akal yang lebih dalam lagi.
8. Kita semua memiliki keinginan yang kuat untuk komunikasi yang jujur--untuk memahami dan dipahami. Kita memiliki keinginan untuk koneksi yang autentik--untuk dikenal, diterima, dan dihargai. Selain itu, kita menginginkan kolaborasi yang sukses--untuk bekerjasama menuju pencapaian yang berarti, entah itu berupa kesuksesan komersial, kemenangan korporat, atau hubungan yang bertahan lama.
9. Kesuksesan zaman sekarang tidak diukur dengan skala media, tapi dengan skala arti. Tunjukkan diri Anda penuh arti dalam segala interaksi Anda, dan jalan menuju kesuksesan dalam setiap usaha Anda pun menjadi lebih mudah dan jauh lebih berkelanjutan. Hati orang lain tergugah karena setiap interaksi yang mereka lakukan dengan Anda selalu membuat mereka menjadi sedikit lebih baik.
10. Orang yang memiliki pengetahuan teknis ditambah dengan kemampuan untuk mengekspresikan ide, untuk mengambil posisi sebagai pemimpin dan membangkitkan antusiasme di antara orang-orang--berada dalam jalan menuju kekuasaan yang lebih tinggi.


BAGIAN 1: YANG PERLU DILAKUKAN DALAM KETERLIBATAN
I. KUBUR BUMERANG ANDA
1.Kita berkomunikasi untuk menghancurkan orang lain atau untuk membangun orang lain.
2. Anda dan saya sama-sama tidak suka menjadi subjek yang dicela, entah kita berhak mendapatkannya atau tidak. Kita begitu ingin diterima orang lain sebesar kita begitu membenci sebuah kutukan.
3. Jika kata-kata Anda didengar, sebaiknya Anda menganggap hal itu sebagai sebuah tanggung jawab, bukan beban atau berkat. Mereka yang menerima tanggung jawab ini dengan kerendahan hati, belas kasih, dan semangat yang bisa dipercaya akan maju lebih cepat karena yang lain bersedia mendengarkannya.
4. Para pemimpin berwibawa terhebat adalah mereka yang menahan lidah mereka dan menelan gengsi mereka saat ombak emosi negatif mulai meninggi, dan membiarkan kecekatan, kerendahan hati, dan kebijakan menunjukkan lebih banyak ketimbang apa yang bisa ditunjukkan oleh omelan yang kritis.
5. Kuburkan bumerang Anda, dan kata-kata Anda akan membentuk sebuah jalan yang lebih cepat menuju kemajuan.


II. TEGASKAN HAL-HAL YANG BAIK
1. Menegaskan kebaikan dalam diri orang lain tidaklah sama dengan pujian. Perbedaannya ada pada maksud yang tulus.
2. Menjadi orang yang berpengaruh adalah tentang membuat diri Anda berbeda, melangkah ke sebuah tempat yang lebih tinggi di benak dan hati orang lain.
3. Segala kemajuan yang hebat dan pemecahan masalah dengan pihak lain terjadi saat setidaknya salah satu pihak bersedia mengakui kebaikan yang ada.


III. SENTUH KEINGINAN INTI
1. Untuk memengaruhi orang lain agar bertindak, pertama-tama kau harus berhubungan dengan keinginan inti yang mereka rasakan.
2. Dua wawasan kunci untuk memengaruhi orang lain:
A. Pengaruh membutuhkan lebih banyak intuisi dibandingkan intelektualitas
• "Jika orang tersebut tidak memiliki hubungan yang mendalam dengan orang-orang, dia tidak akan memiliki pengaruh yang besar kepada mereka" (Guy Kawasaki).
Lembut dalam sikap, kuat dalam tindakan.
B. Pengaruh membutuhkan tangan yang lembut
• Bangkitkan sebuah keinginan yang membara di dalam diri orang lain. Mereka yang bisa melakukannya memiliki dunia dalam genggaman tangan mereka.
3. Perubahan sejati lahir dari sentuhan intrapersonal yang mengenai bagian terdalam dalam diri seseorang.


BAGIAN 2: ENAM CARA UNTUK MEMBERIKAN KESAN YANG BERTAHAN LAMA
I. TUNJUKKAN MINAT TERHADAP MINAT ORANG LAIN
1. Keinginan kita untuk menjadi berarti dalam kehidupan orang lain seharusnya mudah dicapai, tapi kita mempersulitnya; perjuangan terbesar kita adalah egoisme kita, faktor terbesar yang menghalangi persahabatan.
2. "Para individu yang tidak tertarik dengan sesama manusialah yang mengalami kesulitan terbesar dalam hidup dan menimbulkan kerusakan terbesar kepada orang lain. Dari individu semacam itulah seluruh kegagalan manusia berasal" (Alfred Adler).
3. Saat Anda memasukkan minat orang lain ke dalam minat Anda--Anda mendapati bahwa minat Anda terpenuhi saat Anda berada dalam proses membantu orang lain.
4. Dua poin kunci untuk menaruh minat pada minat orang lain:
• hubungan manusia selalu lebih mudah jika dimulai dengan rasa suka
• potensi untuk konektivitas relasional itu sangat besar
5. Daripada menghabiskan waktu setiap hari memoles media digital Anda, lebih baik Anda menghabiskan waktu berhubungan dengan teman, kolega, dan klien Anda. Jika Anda tulus dalam usaha Anda untuk berhubungan dengan orang lain, Anda memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan koneksi yang penuh arti.

II. TERSENYUMLAH
1. Tersenyumlah lewat kata-kata Anda yang tertulis dan Anda pun menyampaikan kepada orang lain bahwa kebahagiaan mereka penting bagi Anda.
2. Tersenyum secara fisik, bahkan saat sedang menelepon, sebenarnya membuat nada suara Anda saat mengucapkan kata-kata terdengar lebih menyenangkan.
3. Saat sedang mencari pengaruh yang menuntun ke arah perubahan yang positif, Anda tidak boleh menghindari hubungan manusia yang sehat. Sebuah senyuman membuka jalan menuju hubungan itu, entah senyuman tersebut terlihat, secara tertulis atau verbal.


III. BERKUASA DENGAN NAMA
1. Ada kekuatan dalam nama seseorang. Lebih dari sekedar kata, nama adalah simbol verbal dari sesuatu yang lebih mendalam dan lebih berarti.
2. Kesempatan untuk dikenal orang lain dan mengenal orang lain adalah dua sisi mata uang yang sama. Ada branding--pengenalan Anda kepada orang lain. Dan ada pembangunan hubungan--interaksi antara Anda dan orang lain.
3. Hasil utama dalam bisnis yang didapat dengan mengingat nama orang adalah: mereka mengingat Anda.
4. Sebelum Anda menggunakan nama seseorang, pastikan Anda mengenalnya dalam konteks yang tepat. Jika Anda mengingat nama orang dan menggunakannya, secara tidak langsung Anda telah memberikan pujian yang halus dan sangat efektif. Namun, jika Anda melupakan atau salah mengejanya, Anda menempatkan diri Anda di sebuah tempat yang tidak menguntungkan.
5. Nama adalah merek dagang seseorang. Selain hadiah kehidupan, nama adalah hadiah berikutnya yang didapatkan seseorang. Saat nama digunakan dalam percakapan, informasi yang sedang kita bahas atau koneksi yang kita cari akan memiliki arti yang lebih dalam lagi.


IV. SIMAK LEBIH LAMA
1. Dengan menyimak, kita mendapat kekuatan untuk mengubah hati dan pikiran. Selain itu, menyimak adalah kekuatan untuk memberikan apa yang sangat diinginkan orang lain--untuk didengar dan dimengerti.
2. Sama seperti senyuman, kekuatan menyimak itu besar. Saat Anda menyimak, Anda tidak hanya menimbulkan sebuah kesan instan; Anda juga membangun sebuah jembatan solid untuk hubungan yang berkelanjutan.
3. Dimanapun Anda berada, bawalah diri Anda sepenuhnya disana.


V. BAHAS APA YANG PENTING BAGI MEREKA
1. Saat Anda tahu apa yang penting bagi orang lain melalui praktik menyimak yang lebih lama, Anda dapat benar-benar terlibat dengan mereka lewat mengedepankan hal-hal yang penting bagi mereka dalam interaksi Anda.
2. Pertemanan yang intim memerlukan komitmen yang dalam dan berdasarkan resiko yang besar--pertama-tama ada resiko dari memercayai bahwa kita orang yang cukup penting, cukup berbobot sehingga dapat memengaruhi kehidupan orang lain. Jika kita tidak memahami signifikansi kehadiran kita, kita tidak bisa memberikan hadiah kehidupan kita kepada orang lain.
3. Ada resiko dalam memiliki sebuah hubungan, dan jika kita ingin memengaruhi kehidupan orang lain, kita harus merasa nyaman dalam menghadapi resiko tersebut. Resiko yang paling berarti memiliki imbalan yang setimpal.
4. Perbedaan antara teman dan pengikut Anda adalah sebuah hal yang penting untuk dipertimbangkan saat Anda ingin membuat kesan yang mendalam di hati orang lain. Anda memiliki pengaruh yang besar terhadap beberapa orang di dunia ini; mereka merupakan berkat dan tanggung jawab.
5. Di sebuah era ketika jumlah pesan begitu banyak, hanya sejumlah kecil pesan yang benar-benar penting. Untuk bisa memengaruhi orang lain, pastikan pesan Anda menjadi salah satu di antaranya.


VI. BUAT ORANG LAIN MERASA LEBIH BAIK
1. Banyak langkah yang berada di antara apa yang kita tanam dan apa yang kita tuai. Kebanyakan adalah benih-benih kecil yang ditanam di momen-momen kecil setiap harinya.
2. Banyak orang membuat kesalahan menyamakan inspirasi dengan implementasi. Agar dapat menjadi seorang seniman hebat yang bisa meniru gambaran besar, para murid harus belajar memusatkan perhatian pada hal-hal kecil.
3. Apa yang memotivasi Anda untuk mendapatkan teman jarang sekali memotivasi orang lain untuk memberikan pertemanan kepada Anda. Kunci untuk mendapatkan teman dan memengaruhi orang adalah mengubah hubungan dari manipulatif menjadi bermakna.
4. Tidak ada pertukaran yang alami. Anda membuat seseorang merasa sedikit lebih baik atau sedikit lebih buruk. Tidaklah realistis mengharapkan setiap pertukaran dengan setiap orang dapat mengubah kehidupan. Namun, neraca Anda lebih berat pada satu sisi atau sisi lainnya setiap harinya.
5. Yesus berkata, "perlakukan orang lain seperti kalian ingin diperlakukan oleh mereka". Cobalah selalu buat orang lain merasa sedikit lebih baik, dan Anda mungkin terkejut mengetahui bagaimana tindakan itu bisa menjadikan Anda besar dan kemana Anda dibawanya

August 15, 2019

UCY NGAPAIN AJA?

Hari ke 14...
Banyak banget yang nanya "setelah resign ngapain aja?" "enak ya jalan2 terus?" "ga bosen ta?"

Jawaban gue kalo lagi pengen godain orang: makan, tidor, jalan2 lirik2 koko ganteng ahahaha.
Jawaban gue kalo lagi waras: menebus semua utang kegiatan yang ga sempet dilakuin selama kerja kantoran. Ya utang bobok, utang Qtime ama kluarga en temen2, utang belajar hal2 baru, utang baca buku, utang work out, termasuk utang pacaran ama Tuhan. Uwuwuwuw.

Selain itu, aku juga isi waktuku dengan meeting, PK (product knowledge), jaga pameran property. Karena sadar aku masih "hijau" di bidang ini, kudu rajin belajar, ktemu orang buat denger mereka sharing pengalaman, buat belajar strategi2 marketing. Aku juga pake waktuku buat bikin orderan cookies, nyoba bikin varian baru. Pokoknya aku atur waktu lakuin semua hal yang positif en perlu lah.

Jangan dikira aku cuma makan bobok jalan2 doank ya. Itu yang kliatan, yang ga kliatan mah banyak hahaha. Aku kan ga suka nganggur tanpa tujuan. Weekend tuh aku udah ngatur jadwal buat seminggu ke depan mau ngapain, bukan leyeh2 mulu. Tiap hari harus ada kegiatan yang bermanfaat, harus ada me time juga, harus ada waktu belajar hal baru. Istilahnya udah bebas atur waktu, ya kudu lebih tanggung jawab lagi donk. Kudu ngisi hidup dengan semua hal yang emang berguna, yang ngisi jiwa en rohku juga.

Kalo direnungkan, selama kerja kantor tuh aku kehilangan banyak hal. Ngomong gini bukan jelek2in kerja kantor ya, semua ada plus minus masing2. Kerja kantor tuh di titik aman, punya gaji tetap tiap bulan, ga pusing dengan lika-liku perekonomian. Tapi ga punya kebebasan waktu. Freelance tuh bebas banget, tapi justru kudu puter otak, mau dapet duid ya kudu kerja cerdas, ga brati bebas ngapa2in trus duid ngalir masuk. Kudu berhikmat, jangan sampe bablas bebasnya trus malah ga produktif apalagi hura2 doank.

Tapi sejak freelance, aku lebih memaknai hidupku. Bener kalo orang bilang bahwa uang bukan segalanya, bahwa tau hal2 apa yang bikin kita hepi tuh penting banget, bahwa punya kebebasan waktu tuh karunia yang menuntut tanggung jawab begitu besar. Aku sadar kalo aku ga lagi money oriented, ga ngejar2 kudu closing, ga kudu dapet orderan cookies sekian toples, ga kudu ada duid masuk sekian juta ke rekening. Aku lebih ke relationship oriented, orang sekelilingku hepi ga dengan kehadiranku, tiap kali aku meet up ama temen2 lama tuh mereka diberkati kaga ama sharing2ku, aku sendiri udah nyenengin Tuhan apa belom dengan semua yang kulakuin.

Aku jadi memandang idup dengan cara pandang baru. Waktuku banyak, jadi lebih banyak mikir, banyak merenung, banyak belajar (en semoga tambah bijak). Aku menyadari bahwa hidup tuh bener2 indah, aku melepaskan diriku dari target untuk mencapai sesuatu, melepaskan diri dari beban2 yang ga perlu. Aku tau kalo aku akan berkembang asal aku tetep on track, tapi sementara ini aku perlu slow down untuk membiarkan diriku menyesuaikan dengan semua perubahan yang ada.

Intinya, bersyukurlah dengan keadaan dimana kamu berada saat ini. Yang kerja kantor, enjoy aja, tiap orang punya bagian masing2, ga perlu iri, ga perlu mengingini bagian orang lain. Manusia itu sawang sinawang, kamu belom tentu enjoy kalo ada di posisiku sekarang dengan kondisi hati yang kurang bersyukur hahaha. Beneran bingung loh kalo di masa transisi dari dapet gaji tetap ke  posisi ga ada kepastian, walopun aku selalu beriman "berkat Tuhan selalu ada" en beneran selalu ada jalannya buat masuk ke rekeningku.

Berjalanlah sesuai apa yang Tuhan titahkan ke hidupmu. Semua ada waktu dan bagiannya masing2 kok. Peka aja ama apa yang Dia mau atas hidupmu. Apa yang kualami sekarang juga ga mudah, perlu berbulan2 meyakinkan diri untuk ajuin resign en siapkan mental, perlu iman en kenekadan untuk jalani bidang baru, perlu terus memandang kepada Dia yang berjanji akan memegang hidupku.

Syukuri, jalani, nikmati aja sesuai porsimu. Ga usah ikut2an trend untuk resign, ga usah sok2 nekad kalo itu bukan bagianmu, ga usah pengen keliatan hebat di depan orang. Tau aja apa yang jadi kehendak Tuhan bagimu, jalani dengan sukacita en penuh pengharapan, isi hidupmu dengan hal2 yang bener2 perlu. En alami kebaikan Tuhan dalam setiap musim hidupmu.

Aku diingatkan ama lagu lama:
Dia yang sanggup
Dia berfirman dan jadikan
Dia yang sanggup
Dia berjanji dan genapi
Dia yang sanggup
Asal kupercaya dan serahkan semua 
Dia Immanuel, briku kemenangan

August 12, 2019

UMPAN IBLIS (JOHN BEVERE)

SATU: SAYA, TERSINGGUNG?
"Mustahil bahwa takkan ada pelanggaran" (Lukas 17:1, NKJV)
1. Banyak orang tak sanggup berfungsi dengan wajar dalam panggilan mereka karena luka dan derita dalam hidup mereka. Mereka dirintangi dan dihambat sehingga tidak dapat mencapai potensi mereka sepenuhnya. Seringkali justru seorang rekan, yang sudah menjadi orang percayalah yang telah melukai perasaan mereka. Ini menyebabkan pelanggaran itu terasa seperti sebuah pengkhianatan.
2. Yesus menjelaskan dengan sangat gamblang bahwa memang mustahil kita hidup di dunia ini tanpa mendapat kesempatan untuk mendapati perasaan kita dilukai. Karena itu kita harus siap dan dipersenjatai untuk menghadapi pelanggaran, karena tanggapan kita menentukan masa depan kita.
3. Kata Yunani untuk "pelanggaran" dalam Lukas 17:1 NKJV berasal dari kata skandalon. Kata aslinya mengacu pada bagian jerat yang berisi umpan. Kata tersebut berarti meletakkan jerat atau jebakan dalam perjalanan seseorang. Pelanggaran adalah perkakas iblis untuk mengantar manusia ke dalam tawanan.
4. Kesombongan menahan Anda untuk berurusan dengan kebenaran. Itu mengganggu pandangan Anda. Anda tidak pernah berubah bila Anda menyangka segala sesuatu baik-baik saja. Kesombongan mengeraskan hati dan mengaburkan mata pengertian Anda. Itu akan menahan Anda dari perubahan hati, yaitu pertobatan yang akan membebaskan Anda (II Timotius 2:24-26).
5. Petunjuk Yesus yang pertama untuk membebaskan diri dari tipuan adalah "membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api" (Wahyu 3:18). Hati yang murni bagaikan emas murni--lunak, lembut, dan lentur. Ibrani 3:13 menyatakan bahwa hati dikeraskan melalui tipu daya dosa. Jika kita tidak menangani suatu pelanggaran, maka itu akan menghasilkan lebih banyak buah dosa, seperti kepahitan, kemarahan, dan dendam.
6.Allah memurnikan dengan kesengsaraan, pencobaan, dan penganiayaan, yang panasnya memisahkan ketidakmurnian seperti keengganan memaafkan, pertengkaran, kepahitan, kemarahan, kedengkian, dan sebagainya dari sifat Allah di dalam hidup kita.
7. Yesus menyatakan bahwa kesanggupan kita untuk melihat dengan benar merupakan kunci yang akan membebaskan kita dari tipuan. Sering ketika perasaan kita disakiti maka kita melihati diri kita sebagai korban dan menyalahkan orang yang menyakiti kita. Untuk alasan ini Yesus memberi nasihat, "minyak untuk melumas matamu supaya engkau dapat melihat" (Wahyu 3:18). Melihat apa? Keadaan Anda yang sebenarnya! Itulah satu-satunya cara agar kita dapat berhasrat dan bertobat. Anda hanya akan bertobat bila Anda berhenti menyalahkan orang lain.


DUA: PELANGGARAN BESAR-BESARAN
"Dan kemudian banyak orang akan dilukai perasaannya, akan saling mengkhianati dan akan saling membenci. Kemudian banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. Dan karena makin bertambah dosa, maka kasih banyak orang akan menjadi dingin. Tetapi orang yang bertahan sampai ke akhir akan diselamatkan" (Matius 24:10-13, NKJV)
1. "Banyak orang" yang dimaksudkan Yesus adalah orang-orang Kristen yang agape-nya sudah menjadi dingin. Anda perlu menyadari bahwa bila Anda menabur kasih Allah, maka Anda akan menuai kasih Allah. Anda perlu mengembangkan iman dalam hukum rohani ini, walaupun Anda mungkin takkan menuai dari ladang tempat Anda menaburnya, atau secepat yang Anda inginkan.
2. Bila kita menyaring segala sesuatu melalui luka, penolakan, dan pengalaman masa lampau, mustahil untuk kita mempercayai Allah. Kita tak dapat mempercayai kesungguhan ucapan-Nya. Kita meragukan kebaikan dan kesetiaan-Nya karena kita menilai Dia dengan ukuran manusiawi. Tetapi Allah bukanlah manusia! Dia tak dapat berdusta (Bilangan 23:19). Jalan-Nya bukan seperti jalan kita, dan pikiran-Nya bukan seperti pikiran kita (Yesaya 55:8-9).
3. Yesus mengingatkan kita tentang adanya nabi-nabi palsu: "Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang" (Matius 24:11). Siapakah yang akan ditipu oleh nabi-nabi palsu itu? Orang-orang yang terluka perasaannya yang kasihnya telah menjadi dingin (Matius 24:12). Nabi palsu diutus oleh musuh untuk menyusup dan memperdaya. Mereka harus dikenali oleh buah-buahnya, bukan ajaran atau nubuatan mereka.
4. Suatu pengkhianatan terjadi bila seseorang yang sudah percaya berusaha mencari keuntungan atau perlindungannya sendiri dengan mengorbankan orang percaya lain. Bila pengkhianatan terjadi, hubungan tidak dapat dipulihkan kecuali diiringi dengan pertobatan yang tulus. Pengkhianatan mengantar pada kebencian, dengan akibat yang gawat. Alkitab menyatakan bahwa siapapun yang membenci saudaranya adalah seorang pembunuh dan tidak ada pembunuh yang memiliki hidup kekal dalam dirinya (I Yohanes 3:15).
5. Sudahkah kita melupakan perintah Allah? "Janganlah melakukan apapun melalui ambisi yang serakah atau kecongkakan, melainkan dalam kerendahan hati hendaklah masing-masing menganggap orang lain lebih baik daripada dirinya sendiri" (Filipi 2:3, NKJV). Mengapa kita tidak hidup menurut hukum kasih ini? Mengapa kita begitu cepat mengkhianati dan bukannya menyerahkan hidup kita untuk satu sama lain, sekalipun dengan resiko ditipu? Alasannya: kasih kita dingin dan ini mengakibatkan kita masih tetap berusaha melindungi diri kita sendiri. Kita tidak dapat dengan yakin menyerahkan pemeliharaan kita kepada Allah saat kita mencoba memelihara diri kita sendiri.


TIGA: BAGAIMANA INI DAPAT TERJADI ATAS DIRI SAYA?
Yusuf berkata kepada mereka:..."Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan" (Kejadian 50:19-20).
1. Yusuf mempelajari ketaatan melalui hal yang dideritanya. Saudara-saudaranya merupakan perkakas yang digunakan secara terampil di tangan Allah. Dia belum belajar bahwa kekuasaan itu diberikan untuk melayani, bukannya untuk memisahkan diri. Bila kita menghadapi kenyataan bahwa Allah sebenarnya dapat mencegah seluruh keadaan kita yang berantakan--tetapi tidak melakukannya--kita sering menyalahkan Dia.
2. Tiada seorang pria, wanita, anak atau iblis secara mutlak dapat mengeluarkan Anda dari kehendak Allah! Tiada seorang pun kecuali Allah yang menggenggam nasib Anda.
3. Allah mengetahui tindakan yang akan dilakukan oleh para saudara Yusuf sebelum mereka melakukannya. Simaklah ucapan pemazmur: "Ketika Dia mendatangkan kelaparan ke atas negeri itu, dan menghancurkan seluruh persediaan makanan, diutus-Nyalah seorang mendahului mereka: Yusuf, yang dijual menjadi budak" (Mazmur 105:16-17).
4. Banyak orang telah melayani Tuhan dengan bersemangat dan telah memasuki situasi kehidupan yang sulit akibat diperlakukan buruk oleh orang fasik atau orang Kristen duniawi. Sesungguhnya mereka telah diperlakukan secara tidak adil. Tetapi perasaan yang terluka hanya akan menggenapi maksud musuh agar mereka keluar dari kehendak Allah. Jika Anda tinggal bebas dari perasaan yang terluka maka Anda akan tinggal dalam kehendak Allah.
5. Jadi ingatlah: Tetaplah tunduk kepada Allah dengan tidak merasa sakit hati. Lawanlah iblis maka dia akan lari meninggalkan Anda (Yakobus 4:7). Kita melawan iblis dengan cara tidak merasa sakit hati. Mimpi atau penglihatan mungkin akan terjadi berlainan dari yang Anda sangkakan, tetapi Firman-Nya dan janji-janji-Nya takkan gagal. Kita hanya akan menggagalkannya dengan ketidakpatuhan kita.


EMPAT: AYAHKU, AYAHKU!
"Ayahku...dapatkah kau ketahui dan kau lihat bahwa tanganku bersih dari kejahatan dan pengkhianatan, dan bahwa aku tidak berbuat dosa terhadap engkau, walaupun engkau ini mengejar-ngejar aku untuk mencabut nyawaku" (I Samuel 24:12).
1. Kebanyakan pria dan wanita masih muda dan mempunyai panggilan Allah yang kuat atas hidup mereka. Mereka berseru memanggil seorang ayah, seorang pria untuk mengajar, mengasihi, mendukung, dan mendorong semangat mereka. Inilah sebabnya Allah bersabda bahwa Dia akan "membuat hati bapa-bapa (pemimpin) berbalik kepada anak-anaknya (umat), dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah" (Maleakhi 4:6).
2. Banyak pemimpin memandang umat Allah sebagai sumber daya untuk melayani visi mereka, bukannya melihat visi sebagai sarana untuk melayani umat, sehingga semua keputusan dilandasi uang, angka, dan hasil yang dicapai. Berapa banyak pemimpin telah memecat bawahan mereka akibat kecurigaan? Mengapa mereka menaruh kecurigaan? Karena mereka bukan melayani Allah, mereka melayani suatu visi. Seperti Saul, mereka tidak merasa aman dengan panggilan mereka, dan hal itu menghasilkan kedengkian dan kesombongan. Mereka menyadari sifat baik pada umat yang rohani, dan bersedia memakai orang tersebut asalkan menguntungkan mereka. Saul menikmati keberhasilan Daud sampai dia melihat hal itu merupakan ancaman baginya.  Kemudian dia menurunkan kedudukan Daud dan mencari-cari alasan untuk menghancurkannya.
3. Daud telah membuktikan kemurnian hatinya ketika dia membiarkan Saul hidup. Daud menyerahkan raja itu ke tangan Allah untuk menghakiminya. Berapa banyakkah orang di masa kini yang mempunyai hati seperti Daud? Kita tidak lagi membunuh dengan pedang biasa melainkan saling menghancurkan dengan lidah. Karena perasaan dan hati yang disakiti, kita membidik mereka dengan kata-kata yang tajamnya berasal dari kepahitan dan kemarahan. Walaupun informasinya mungkin benar dan tepat, motivasinya tidak suci. Amsal 6:6-19 menyatakan bahwa menabur perselisihan atau pemisahan di antara saudara-saudara adalah kebencian Tuhan.
4. Daud sangat bijaksana ketika dia memilih untuk membiarkan Allah menjadi hakimnya. Anda bertanya, "Siapakah yang dipakai Allah untuk menghakimi Saul, hamba-Nya?" Bangsa Filistin. Saul bersama dengan para putranya, tewas selagi memerangi mereka. Ketika berita itu sampai ke telinga Daud, dia tidak merayakannya, dia berkabung. Daud tidak membunuh sisa keluarga Saul. Sebagai gantinya dia malah menunjukkan keramahan terhadap mereka.
5. Walaupun Daud ditolak oleh seorang yang seharusnya menjadi ayah kepadanya, dia tetap setia bahkan sampai sesudah kematian Saul. Memang mudah setia kepada seorang pemimpin atau ayah yang mencintai Anda, tetapi bagaimana terhadap seorang yang berniat menghancurkan Anda? Maukah Anda menjadi seorang yang sepakat dengan hati Allah, atau maukah Anda berusaha menuntut balas?


LIMA: LAHIRNYA PARA PENGEMBARA ROHANI
"Dijauhkan TUHANlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN". Dan Daud mencegah orang-orangnya dengan perkataan itu; dia tidak mengizinkan mereka bangkit menyerang Saul (I Samuel 24:7-8).
1. Bagaimanapun, Daud merasa bahwa pasukan yang tertidur itu mempunyai maksud lain--menguji hatinya. Allah ingin melihat apakah Daud mau membunuh untuk menetapkan kerajaannya, mengikuti aturan Saul, atau mengizinkan Allah menetapkam tahtanya dalam kebenaran selama-lamanya. Adillah bagi Allah untuk melakukan pembalasan bagi hamba-hamba-Nya. Tidaklah adil bagi hamba-hamba-Nya menuntut pembalasan sendiri.
2. Allah menguji para hamba-Nya dengan kepatuhan. Dia dengan sengaja menempatkan kita dalam situasi yang standar agama dan masyarakatnya akan tampak membenarkan tindakan kita. Dia mengizinkan orang lain, terutama yang akrab dengan kita, untuk mendorong semangat kita melindungi diri kita sendiri. Kita mungkin berpendapat bahwa kita bersikap mulia dan melindungi orang lain dengan menuntut pembalasan sendiri. Tetapi, ini bukanlah cara Allah. Inilah cara kebijaksanaan dunia. Ini bersifat duniawi dan badani.
3. Allah menempatkan Samuel di bawah pengawasan Eli dan anak-anaknya yang korup bukan untuk menghakimi melainkan untuk melayani mereka. Anak-anak tidak mengkoreksi para ayah. Tetapi para ayah berkewajiban untuk mengajar dan mengkoreksi anak-anak. Kita harus menangani dan menghadapi orang-orang yang telah diserahkan Tuhan kepada kita untuk diajar.
4. Inilah caranya Tuhan mau kita meninggalkan sebuah gereja, "Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita, dan akan diantarkan dengan damai" (Yesaya 55:12). Ingatlah jika Anda berada di tempat yang dikehendaki Allah, maka iblis akan berusaha menyakiti perasaan Anda agar Anda pergi keluar. Dia ingin mencabut pria dan wanita dari tempat Allah menempatkan mereka. Jika dia dapat menggeser Anda keluar, maka dia telah berhasil. Jika Anda tak mau beringsut, walaupun di tengah pertentangan besar, maka Anda akan merusak rencana iblis.
5. Bila Anda keluar dari kehendak Allah, maka Anda takkan menjadi berkat atau pertolongan kepada gereja manapun. Bila Anda keluar dari kehendak Allah, bahkan hubungan-hubungan baik pun akan menjadi tegang. Orang yang sakit hatinya bereaksi terhadap situasi dan melakukan hal-hal yang tampaknya benar walaupun tidak diilhami oleh Allah. Kita tidak dipanggil untuk bereaksi melainkan untuk beraksi.
6. Jika kita tidak berlari terlalu cepat dari pertentangan rohani, maka sistem akar kita akan mendapat kesempatan menjadi semakin kuat dan semakin dalam, dan buah kita akan banyak dan lebih manis dipandang Tuhan dan lebih lezat bagi citarasa umat-Nya! Kita akan menjadi pepohonan yang dewasa yang disukai Tuhan, bukannya pepohonan yang dicabut karena tidak menghasilkan buah (Lukas 13:6-9). Kita tidak seharusnya melawan hal yang dikirim Tuhan untuk mendewasakan kita.
7. Sekali Anda meninggalkan tempat yang telah dipilih Allah untuk Anda, maka sistem perakaran Anda mulai mengerdil. Selanjutnya akan mudah bagi Anda untuk lari dari kesukaran karena Anda telah berhati-hati untuk tidak mengakarkan diri Anda dalam-dalam. Anda akhirnya mencapai tempat dimana Anda hanya mempunyai sedikit kekuatan atau sama sekali tidak kuat untuk bertahan dalam penderitaan atau penganiayaan. Anda kemudian menjadi seorang pengembara rohani yang berkelana dari satu tempat ke tempat lain, dengan rasa curiga dan takut bahwa orang lain akan memperlakukan Anda dengan buruk. Dengan kelumpuhan dan hambatan pada kesanggupan Anda untuk menghasilkan buah rohani yang sejati, maka Anda bergumul dalam suatu kehidupan yang berpusatkan diri sendiri, dengan memakan sisa-sisa buah dari orang lain.
8. Orang Kristen yang sakit hati mengikis kesanggupannya sendiri untuk menghasilkan buah. Orang yang disakiti hatinya masih mengalami mujizat, kata-kata pertuturan, pemberitaan yang kuat dan penyembuhan dalam hidup mereka. Tetapi ini adalah karunia Roh, bukan buah. Karunia itu diberikan, buah itu dibudidayakan.


ENAM: BERSEMBUNYI DARI KENYATAAN
"Walaupun (mereka) selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran" (II Timotius 3:7).
1. Jika Allah yang mengutus Anda ke gereja yang sekarang, janganlah meninggalkannya sebelum Allah melepas Anda. Jika Tuhan berdiam diri, Dia sering berkata, "Janganlah mengubah apa-apa. Janganlah pergi. Tinggallah di tempat yang telah Kutunjukkan kepadamu!" Berangkat dengan perasaan terluka atau roh kecaman bukanlah merupakan rencana Allah.
2. Pertumbuhan jasmani adalah tugas dari waktu. Pertumbuhan kecerdasan adalah tugas dari belajar. Pertumbuhan rohani bukanlah tugas dari waktu atau belajar, melainkan tugas dari kepatuhan. Bila kita mematuhi firman Allah yang diucapkan oleh Roh Kudus, maka kita akan bertumbuh dan dewasa pada masa pertentangan dan penderitaan. Pengetahuan kita tentang Alkitab bukanlah kuncinya, kepatuhanlah kuncinya.
3. Bila Allah melepaskan Anda dengan damai, Anda takkan mempunyai tekanan untuk membenarkan keberangkatan Anda ke tempat lain. Anda takkan berada di bawah tekanan untuk menghakimi atau dengan kecaman mengungkapkan masalah dari gereja Anda yang terdahulu. Bila kita mempertahankan perasaan terluka di hati kita, maka kita menyaring segala sesuatu melalui rasa sakit hati itu.
4. Pandangan kita tentang hubungan masa lalu merupakan jangkauan kita bagi hubungan masa depan kita. Cara Anda meninggalkan suatu gereja atau hubungan di masa lalu, merupakan cara Anda memasuki gereja atau hubungan Anda berikutnya. Yesus berkata dalam Yohanes 20:23, "Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada". Kita tetap melestarikan dosa orang lain bila kita menyimpan sakit hati dan menaruh dendam.
5. Sering Tuhan mengizinkan orang-orang untuk berlari dari situasi yang Dia ingin mereka hadapi jika mereka bertetap hati untuk lari dari situasi itu dalam hati mereka. Jika kita sangat bertekad di hati kita untuk tidak menghadapi situasi yang sulit, Allah akan melepaskan kita walaupun itu bukanlah kehendak-Nya yang sempurna.
6. Kasih melupakan kesalahan sedemikian rupa sehingga ada harapan untuk masa depan. Jika kita benar-benar telah mengatasi rasa sakit hati maka kita sesungguhnya akan berusaha berdamai. Waktunya mungkin tidak segera, tetapi di dalam hati kita akan menantikan kesempatan untuk pemulihan.
7. Yesus berhasrat untuk menyembuhkan luka-luka kita. Jalan kerendahan hati dan penyangkalan dirilah yang menuntun ke arah penyembuhan dan kedewasaan rohani. Kesombongan tak dapat menempuh jalan ini, tetapi hanya orang-orang yang menginginkan damai dengan resiko menerima penolakan. Ini adalah jalan kecil yang mengantar kepada keadaan direndahkan dan dipermalukan. Inilah jalan yang menuntun kepada kehidupan.


TUJUH: DASAR YANG TEGUH
Karena itu demikianlah firman Tuhan Allah: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu untuk dasar, sebuah batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang berharga, sebuah dasar yang teguh: siapa yang percaya tidak akan bertindak dengan terburu-buru" (Yesaya 28:16, NKJV).
1. Simon Petrus sangat lapar akan hal-hal dari Allah. Dialah yang paling banyak mengajukan pertanyaan. Pengetahuan yang disingkapkan tentang siapakah Yesus tidak berasal dari pengertiannya, tetapi merupakan suatu karunia, diterangi dalam hatinya sebagai tanggapan terhadap kelaparan rohaninya. Ketika Anda menerima pengetahuan yang disingkapkan dari Allah, tidak seorangpun dapat menggoyahkan Anda.
2. Hal yang disingkapkan Allah oleh Roh-Nya tak dapat diambil dari kita. Ini harus menjadi dasar dari semua perbuatan kita. Tanpa itu kita akan mudah sakit hati oleh ujian dan sengsara yang akan menggelapkan mata kita. Seorang yang tidak mantap atau berdasar dalam firman yang diwahyukan adalah calon utama untuk dapat disingkirkan oleh badai sakit hati.
3. Bila Anda tahu Allah telah menempatkan Anda dalam suatu hubungan atau suatu gereja, musuh akan mengalami lebih banyak kesulitan untuk mengeluarkan Anda. Anda dilandasi atas firman Allah yang diwahyukan dan akan berhasil melalui pertentangan walaupun tampaknya mustahil.
4. Sebagian dari Anda mungkin menikah tidak dalam kehendak Allah walaupun sebagai orang percaya. Agar dapat memasuki berkat Allah untuk pernikahan Anda, Anda harus bertobat dari sikap tidak mencari nasihat-Nya sebelum menikah, maka Dia akan mengampuni Anda. Tetapkanlah di hati Anda bahwa dua kesalahan takkan membentuk sebuah kebenaran. Merusak suatu perjanjian sebagai akibat dari sakit hati bukan merupakan jawaban. Jadi carilah Tuhan untuk memperoleh firman-Nya bagi pernikahan Anda.
5. Yesus mengubah nama Simon menjadi Petrus. Nama Simon berarti "mendengar". Nama Petrus berarti "sebuah batu". Sebagai akibat dari mendengar firman Allah yang diwahyukan di hatinya dia menjadi sebuah batu. Sebuah rumah yang didirikan dari batu-batu di atas landasan yang kokoh dari batu karang akan bertahan terhadap badai yang melandanya.
6. Ujian dan pencobaan menentukan tempat Anda secara rohani. Hal-hal itu menyingkapkan keadaan hati Anda yang sebenarnya. Cara Anda bereaksi di bawah tekanan adalah cara Anda bereaksi sebenarnya.
7. Pastikanlah bahwa Anda mendirikan hidup Anda di atas firman Allah yang diwahyukan, bukan di atas ucapan orang lain. Usahakanlah terus mencari Tuhan dan mendengarkan hati Anda. Jangan lakukan atau ucapkan segala sesuatu hanya karena semua orang melakukan atau mengucapkannya. Carilah Dia dan berdirilah di atas hal yang telah diungkapkan di hati Anda!


DELAPAN: SEMUA YANG DAPAT DIGUNCANGKAN AKAN DIGUNCANGKAN
Sekarang Dia memberikan janji: "Satu kali lagi Aku akan mengguncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga". Ungkapan "satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat diguncangkan, karena dia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak terguncangkan (Ibrani 12:26-27).
1. Walaupun Simon Petrus telah menerima wahyu berlimpah tentang jati diri Yesus, dia belum berjalan dalam sifat dan kerendahan hati Kristus. Keangkuhan takkan pernah cukup kuat untuk melengkapi dia menggenapi masa depannya di dalam Kristus. Jika tidak disingkirkan, kesombongan ini akhirnya akan menghancurkannya.
2. Lima maksud untuk mengguncangkan suatu benda:
• mendekatkannya kepada landasannya
• menyingkirkan hal yang sudah mati
• menuai yang sudah ranum
• membangunkan
• menyatukan atau mencampur agar takkan terpisah lagi
3. Markus 4:16-17, "ialah orang-orang yang mendengar firman itu, segera menerimanya dengan kegembiraan; dan tidak berakar dalam diri mereka, dan dengan demikian hanya bertahan sebentar saja: setelah itu, bila penderitaan atau aniaya timbul karena firman, mereka segera sakit hati". Dia berkata bahwa mereka segera sakit hati karena mereka tidak mempunyai dasar. Dalam hal apakah kita berakar? Efesus 3:16-18 berkata: kita berakar dan berdasar di dalam kasih. Kasih kita kepada Allah adalah dasar kita.
4. "Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya" (Yohanes 15:13). Kita tidak dapat menyerahkan nyawa kita untuk seseorang yang tidak kita percayai. Kita tak dapat menyerahkan nyawa kita untuk Allah jika kita tidak cukup mengenal-Nya sehingga dapat mempercayai-Nya. Kita harus mempunyai keyakinan bahwa Dia takkan pernah melakukan apapun yang mencelakakan kita.
5. Sakit hati melahirkan kelemahan dan keputusasaan dalam hidup kita. Seringkali, segi yang kita sangka merupakan kekuatan kita adalah kelemahan kita yang tersembunyi. Itu akan tetap tersembunyi sampai suatu badai yang dahsyat membongkar tutupnya. Paulus menulis, "Karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah" (Filipi 3:3).


SEMBILAN: BATU SANDUNGAN
Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya tidak akan dipermalukan. "Karena itu bagi kamu yang percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan". Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah dan untuk itu mereka juga telah disediakan" (I Petrus 2:6-8).
1. Yesus menunjukkan bahwa batu sandungan akan membersihkan orang-orang yang tidak ditanam oleh Bapa-Nya. Sebagian orang mungkin bergabung dengan gereja atau kelompok pelayanan tetapi tidak diutus oleh Allah atau berasal dari Allah. Sandungan yang terjadi bila kebenaran diberitakan menyingkapkan motif sejati mereka dan menyebabkan mereka tercabut sendiri.
2. Allah mengatakan supaya Samuel terus bergerak dalam urapan yang segar, dia harus menyadari sempurnanya kasih dan penilaian Allah. Jika Samuel kembali kepada Saul setelah Allah menolaknya, dia takkan memiliki minyak yang segar. Jika dia terus berkabung, maka dia takkan mencapai apapun.
3. Yesus tidak mau dikendalikan oleh orang-orang lain. Dia akan berbicara kebenaran walaupun itu berarti konfrontasi dan batu sandungan. Jika Anda menginginkan restu manusia, urapan Allah takkan turun ke atas Anda. Anda harus berniat di hati Anda untuk memberitakan firman Allah dan melakukan kehendak-Nya sekalipun dengan resiko menyinggung perasaan orang lain. Hal satu-satunya yang penting bagi Yesus ialah menggenapi rencana Bapa. Jika sekiranya Dia ditinggal seorang diri pada hari itu, hal tersebut tidak akan mengubah hati-Nya. Dia bertekad untuk mematuhi Bapa-Nya.
4. Sebagian orang takkan memahami Anda pada saat Anda bergerak bersama dengan Roh. Jangan biarkan tanggapan buruk mereka menahan Anda dari kebenaran yang Anda yakini dalam hati Anda. Jangan gagalkan aliran Roh demi keinginan manusia.
5. Jika seseorang menantang kebenaran Injil, maka itulah saatnya menyakiti hati tanpa permintaan maaf. Kita harus bertekad dalam hati bahwa kita akan mematuhi Roh Allah apapun resikonya. Pada saat itu, kita tak usah membuat pilihan di bawah tekanan karena pilihan itu telah dibuat.


SEPULUH: JANGAN KITA MENJADI SANDUNGAN KEPADA MEREKA
"Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung" (Roma 14:13).
1. Yesus adalah Tuhan dari bumi. Dialah Putra Allah. Bumi dan segala isinya diciptakan oleh-Nya dan tunduk kepada-Nya. Karena itu, Dia tahu bahwa uang itu ada di mulut ikan (Matius 12:27). Dia tak perlu bekerja untuk memperoleh uang itu karena Dialah Putra Allah. Namun, Dia masih memilih untuk membayar pajak dan tidak menjadi batu sandungan.
2. Beberapa perbedaan antara sikap seorang budak dan seorang pelayan:
• seorang budak harus-- seorang pelayan rela melakukannya
• seorang budak melakukan tuntutan minimum-- seorang pelayan mencapai potensi maksimum
• seorang budak berjalan satu mil -- seorang pelayan berjalan satu mil tambahan
• seorang budak merasa dirampok -- seorang pelayan memberi
• seorang budak terikat -- seorang pelayan merdeka
3. Kebebasan kita diberikan untuk melayani dan menyerahkan hidup kita. Kita harus membangun dan bukannya menghancurkan.
4. "Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun" (Roma 14:19). Kita harus menjadikan tujuan kita untuk tidak menyebabkan satu sama lain tersandung akibat kebebasan pribadi kita. Tindakan yang kita lakukan mungkin diizinkan berdasarkan Alkitab. Tetapi tanyakanlah diri Anda sendiri: apakah hal itu membina orang lain atau diri Anda sendiri?
5. Gunakanlah kebebasan Anda di dalam Kristus untuk membebaskan orang lain, bukan untuk memaksakan hak-hak Anda sendiri. Itulah salah satu pedoman dari pelayanan Paulus, "Dalam hal apapun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela" (II Korintus 6:3).


SEBELAS: PENGAMPUNAN: ANDA TIDAK MEMBERI--ANDA TIDAK MENERIMA
"Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di surga mengampuni kesalahan-kesalahanmu. Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu" (Markus 11:24-26).
1. Cara kita mengampuni, melepaskan, dan memulihkan orang lain adalah cara kita akan diampuni.
2. Yesus membuyarkan dugaan kemurahan hati Petrus, "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali!" (Matius 18:21-22). Dengan kata lain, ampunilah seperti Allah mengampuni, yaitu tanpa batas.
3. Seseorang yang tak dapat mengampuni telah lupa akan besarnya utang yang dihapuskan atas dirinya. Bila Anda menyadari bahwa Yesus telah membebaskan Anda dari kematian dan siksaan kekal, maka Anda akan membebaskan orang lain tanpa syarat.
4. "Jikalau seorang berkata: 'Aku mengasihi Allah', dan dia membenci saudaranya, maka dia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya" (I Yohanes 4:20). Seseorang yang menolak untuk mematuhi firman itu menipu hatinya sendiri.


DUA BELAS: PEMBALASAN DENDAM: JEBAKAN
"Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!" (Roma 12:17).
1. Yesus meniadakan wilayah dendam yang samar-samar. Malah sebenarnya Dia berkata bahwa kita harus menjauhkan diri dari rencana membalas dendam dan dengan rela menerima resiko kita akan disakiti lagi. Kita harus memberi kesempatan dan mempersilakan Hakim yang adil itu untuk bertindak. Dia memberi pahala dengan adil. Hanya Dia yang menuntut pembalasan dengan adil.
2. Sering Yesus menyamakan keadaan hati kita dengan keadaan tanah. Kita dinasihati agar berakar dan berlandaskan kasih Allah. Tetapi tanah hanya akan menghasilkan sesuatu yang ditanamkan ke dalamnya. Jika kita menanamkan benih utang, tidak suka mengampuni dan sakit hati, maka akar lain akan menggantikan kasih Allah. Itu disebut akar kepahitan. Jika tidak ditangani dengan segera, akar akan sukar dicabut. Kekuatan dari perasaan yang terluka akan terus bertumbuh. Karena itu kita dinasihati agar jangan matahari terbenam sebelum padam amarah kita (Efesus 4:26).
3. Alkitab menyatakan bahwa seseorang yang tidak berusaha hidup damai dengan melepaskan perasaan terluka akhirnya akan menjadi cemar. Sesuatu yang berharga akhirnya akan dirusak oleh kenajisan dari sikap tidak mengampuni.
4. Kita harus menyelidiki hati kita dan membuka diri untuk dikoreksi oleh Tuhan, karena hanya firman-Nya yang dapat membedakan pertimbangan dan niat dari hati kita. Roh Kudus menempelak pada saat Dia berbicara melalui hati nurani seseorang. Kita tidak boleh mengabaikan penempelakan-Nya atau memadamkan Dia.
5. Janganlah takut untuk mengizinkan Roh Kudus menyingkapkan sikap tak suka mengampuni atau kepahitan. Semakin lama Anda menyembunyikannya, semakin kuat itu jadinya dan semakin keras hati Anda. Tetaplah berhati lembut.


TIGA BELAS: LUPUT DARI JEBAKAN
"Dan di dalam hal ini aku melatih diriku supaya senantiasa aku menaruh hati nurani yang hampa dari kesalahan terhadap Allah dan terhadap manusia" (Kisah Para Rasul 24:16, NKJV).
1. Terkadang orang lain menyakiti hati kita, dan tidak sukar untuk memaafkan. Kita telah melatih hati kita agar siap untuk menangani pelanggaran yang menyakitkan hati: karena itu, tiada cedera atau kerusakan permanen yang diakibatkannya. Sebagian orang terbiasa untuk mematuhi Allah dengan melatih hati mereka. Tingkat kedewasaan kita menentukan betapa baik kita akan menangani pelanggaran tanpa cedera.
2. Langkah pertama menuju penyembuhan dan kebebasan ialah menyadari bahwa Anda terluka. Sering keangkuhan tidak menghendaki kita mengakui bahwa kita terluka dan sakit hati.
3. Memang mudah untuk mengasihi orang yang tak dapat bersalah menurut pandangan kita. Itu adalah cinta bulan madu. Lain lagi untuk mencintai seseorang bila kita dapat melihat kesalahannya, terutama bila kita telah menjadi korbannya. Kasih Allah mendewasakan saya, menguatkan hati saya.
4. Kita bertumbuh di masa yang sukar, bukan di masa yang menyenangkan. Kita tidak dapat meloloskan diri dari padanya tetapi perlu menghadapinya, karena itu merupakan bagian dari proses menjadi sempurna di dalam Dia. Jika Anda memilih untuk melarikan diri, maka Anda dengan serius menghalangi pertumbuhan Anda.
5. Perhatikanlah bahwa Dia membandingkan kadar penderitaan dengan kadar sukacita. Bila kemuliaan-Nya dinyatakan, maka Anda akan dipermuliakan bersama dengan Dia. Permuliaan ini menurut kadar Anda mengizinkan-Nya menyempurnakan sifat-Nya di dalam diri Anda. Jadi janganlah melihat pada pelanggaran yang menyakitkan itu. Pandanglah kepada kemuliaan yang akan datang.


EMPAT BELAS: TUJUAN: PERDAMAIAN
"Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu" (Matius 5:21-24)
1. Yesus menasihati kita untuk berdamai walaupun pelanggaran itu bukan kesalahan kita. Dibutuhkan kedewasaan untuk berjalan dalam kerendahan hati demi perdamaian. Tetapi mengambil langkah pertama sering lebih sukar bagi orang yang dilukai perasaannya. Itulah sebabnya Yesus mengatakan kepada orang yang menyebabkan sakit hati itu agar "pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu".
2. Kita sebaiknya tidak pergi menjumpai seorang saudara yang telah menyakiti hati kita sebelum kita memutuskan untuk memaafkannya dari dalam hati kita--betapapun caranya dia menanggapi kita. Kita perlu menyingkirkan rasa permusuhan terhadap dia sebelum mendekatinya. Jika tidak, maka kita barangkali akan bereaksi dari perasaan negatif dan terluka, bukannya pemulihan.
3. Jika kita memelihara kasih Allah sebagai motivasi kita, maka kita tidak akan gagal. Kasih tak pernah gagal. Bila kita mengasihi orang lain seperti Yesus mengasihi kita, maka kita akan bebas walaupun orang lain memilih untuk tidak berdamai dengan kita.
4. "Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!" (Roma 12:18). Disebutkan "sedapat-dapatnya..." karena ada waktunya orang-orang lain akan menolak untuk berdamai dengan kita. Atau mungkin ada keadaan yang bila kita berdamai dengan mereka akan berakibat mengorbankan hubungan kita dengan Tuhan. Dalam kasus semacam ini mustahil untuk memulihkan hubungan.
5. "Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah" (Matius 5:9). Seorang pembawa damai akan pergi dengan kasih dan berhadapan sambil membawa kebenaran sehingga perdamaian yang diakibatkannya akan bertahan lama. Dia takkan mempertahankan suatu hubungan tiruan dan dangkal. Dia menginginkan keterbukaan, kebenaran, dan kasih. Dia menolak untuk menyembunyikan kesalahan dengan seulas senyum politik. Dia membawa perdamaian dengan kasih tegar yang tak dapat gagal.
6. Allah tidak mau seorangpun binasa, tetapi Dia tidak mau mengorbankan kebenaran demi suatu hubungan. Kasih Allah adalah kunci menuju kebebasan dari jebakan umpan dari sakit hati. Ini harus merupakan kasih yang melimpah, kasih yang terus menerus bertumbuh dan dikuatkan di dalam hati kita.


EPILOG: MENGAMBIL TINDAKAN
1. Mohonlah kepada Roh Kudus untuk menuntun Anda kepada masa lampau Anda, dengan menampilkan di hadapan Anda siapapun yang telah melukai perasaan Anda. Tinggallah hening di hadapan-Nya sementara Dia menunjukkan jati diri mereka kepada Anda. Dia akan dengan jelas mengingatkannya kepada Anda sehingga Anda takkan meragukannya. Ketika Dia berbuat demikian, Anda mungkin teringat akan rasa sakit hati yang Anda alami. Janganlah takut. Dia akan berada di sisi Anda untuk menghibur Anda.
2. Pada saat Anda melepaskan orang-orang itu dari rasa bersalah atas tindakan apapun yang dilakukan mereka kepada Anda, bayangkanlah mereka masing-masing secara perorangan. Maafkan mereka secara perorangan. Hapuskanlah utang mereka kepada Anda. Ucapkan doa.
3. Anda mungkin harus melatih diri agar tetap bebas dari sakit hati. Buatlah suatu janji untuk mendoakan mereka sebagaimana Anda akan berdoa untuk Anda sendiri. Jika pikiran negatif terus menyerang benak Anda, runtuhkanlah dengan firman Allah dan nyatakanlah keputusan Anda untuk mengampuni. Anda telah meminta anugerah Allah untuk mengampuni, dan sikap tidak mengampuni tidaklah seampuh anugerah-Nya. Jadilah berani dan bertandinglah dalam pertandingan iman yang baik.
4. Bila Anda tahu hati Anda kuat dan tetap pendiriannya, pergilah menemui mereka. Ingatlah bahwa Anda pergi dengan maksud perdamaian untuk manfaat mereka, bukan manfaat Anda sendiri. Dengan melakukan hal ini Anda akan memeteraikan kemenangan itu. Anda akan mendapatkan seorang saudara (Matius 18:15).


JOHN BEVERE
UMPAN IBLIS