September 5, 2011

PUASA

Kata “PUASA” bukanlah sesuatu yang asing terdengar di telinga kita sebagai orang Kristen. Bahkan mungkin kita adalah orang yang pernah menjalankan puasa atau bahkan kita berpuasa secara rutin dalam waktu tertentu. Pada umumnya orang yang berpuasa, memiliki tujuan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan atau untuk mempersiapkan diri dan berdoa untuk suatu maksud. Namun, apakah puasa yang selama ini kita jalankan sudah sesuai dengan kehendak Tuhan? Atau kita berpikir bahwa puasa hanyalah sekedar nggak makan, nggak minum dalam jangka waktu tertentu?
Pandangan umum tentang berpuasa adalah bahwa berpuasa tuh berarti aku nggak makan dan nggak minum dalam jangka waktu tertentu. Tujuannya bisa macem2, misalnya di gereja bakal ada event tertentu, maka seluruh jemaat diharapkan berpartisipasi untuk berpuasa. Bisa juga karena kita sedang membutuhkan sesuatu, makanya berpuasa, dengan tujuan supaya doanya dijawab. Apakah sebatas itu pengertian tentang berpuasa di pikiran kita? Apa sih yang Tuhan maksud dengan berpuasa? En gimana sih puasa yang berkenan di hadapan Tuhan?
Coba kita buka Alkitab kita, di Yesaya pasal 58. Ayo dibaca keras2 judul perikopnya. Yap, judulnya adalah KESALEHAN YANG PALSU DAN YANG SEJATI. Di perikop ini, Tuhan menegur bangsa Israel melalui nabi Yesaya, tentang cara berpuasa mereka yang salah. Mengapa dikatakan salah? Karena puasa mereka hanyalah puasa secara fisik, namun tidak secara hati, sehingga puasa mereka tidak berkenan di hadapan Tuhan. Coba kita bahas satu persatu ya.

1. Ayat 3a: “Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?
Mereka berpuasa supaya mereka bisa menuntut sesuatu dari Tuhan. Mungkin supaya Tuhan memberkati mereka, supaya Tuhan menjawab doa mereka, dsb, dst. Nggak salah kalo kita berharap Tuhan memberkati kita atau menjawab doa kita. Namun yang salah adalah kalo hal2 itu yang menjadi fokus utama kita ketika berpuasa. Padahal seharusnya kita berpuasa untuk semakin mengenal Tuhan secara pribadi, bukan supaya kebutuhan2 kita dipenuhi sama Tuhan.

2. Ayat 3b: “Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak- mendesak semua buruhmu.”
Pada saat mereka berpuasa, mereka masih sibuk ngurus urusan mereka sana sini. Masih menuntut pegawai2nya untuk lakuin ini dan itu. Ayat ini nggak berarti supaya pas kita puasa, kita jadi pengangguran loh ya. Ayat ini lebih berarti kepada ayo tinggalkan sejenak kesibukanmu sebisa mungkin untuk semakin mendekat kepada Tuhan, untuk dengar apa yang Dia mau. Jadi kita tetep harus lakuin aktivitas kita, cuma kita harus sediakan waktu spesial buat Tuhan, lebih daripada ketika kita nggak berpuasa.

3. Ayat 4: ”Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena- mena.”
Wadow, serem nih. Pada saat mereka berpuasa, mereka masih juga melakukan kekerasan kepada sesamanya. Nggak heran Tuhan ngamuk sama mereka. Kalo kita berpuasa, hal itu juga berarti bahwa kita harus menjaga sikap kita, emosi kita, pikiran kita. Karena sesungguhnya puasa juga berarti kita mematikan kedagingan kita, supaya roh kita semakin kuat.

Nah kalo uda tau gimana puasa yang salah, trus gimana sih sebenernya yang berkenan di hadapan Tuhan? Yuk liat di ayat selanjutnya. Tuhan bilang: “Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki ialah supaya:
1. “engkau membuka belenggu- belenggu kelaliman”
Belenggu2 berarti kita berada dalam ikatan. So kita harus melepaskan diri kita dari keterikatan2. Keterikatan akan apa? Keterikatan dari hal2 yang nggak berkenan di hadapan Tuhan donk, yaitu dosa, kebiasaan buruk, kekerasan, kemalasan, kesombongan, amarah, dsb.

2. "melepaskan tali- tali kuk”
Tali2 kuk yang dimaksud di sini adalah persoalan atau permasalahan. Jadi melepaskan tali2 kuk berarti kita harus menyelesaikan setiap persoalan yang kita punya, terutama dengan saudara2 seiman. Mungkin ada hubungan2 yang perlu dibereskan, ada kesalahpahaman yang pernah terjadi. Nggak peduli siapa yang salah, nggak ada ruginya kita yang minta maaf duluan kan.

3. “supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya
Orang yang teraniaya adalah orang yang berada di bawah kuasa atau otoritas pribadi lain. Yang dimaksud disini adalah orang2 yang masih di bawah kuasa iblis. Tujuan puasa yang ketiga adalah supaya kita memenangkan jiwa. Jadi pada saat kita berpuasa, alangkah baiknya kalo kita juga semakin giat memberitakan Injil buat orang2 yang belum menerima keselamatan dalam nama Yesus Kristus.

4.  “dan mematahkan setiap kuk”
Artinya kita harus mematahkan ikatan mental atau emosi. Ikatan mental seperti kekecewaan, kemarahan, iri hati. Ikatan emosi seperti trauma, ketakutan, kekuatiran.

5. “supaya engkau memecah- mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau member dia pakaian dantidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri”
Maksudnya pada saat berpuasa, kita diharapkan bisa memberi diri untuk membantu orang lain yang kekurangan. Jadi orang yang peduli en peka sama kebutuhan orang yang kekurangan gitu. Kan berpuasa juga berarti kita menahan diri untuk memenuhi kebutuhan kita supaya hal2 itu bisa kita bagikan kepada orang yang membutuhkan.

6. "pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar”
Hal ini artinya supaya kita bisa mengambil keputusan dengan tepat. Saat puasa, nggak berarti kita males2an kan. Tapi justru di saat puasa, kita harus meminta hikmat Tuhan sehingga kita bisa mengambil keputusan2 yang tepat dan memuliakan nama Tuhan.

7. “dan lukamu akan pulih dengan segera”
Nah ini yang banyak orang nggak tau. Ternyata berpuasa juga penting bagi kesehatan kita. Kok bisa? Karena ketika kita berpuasa, kita cenderung menahan diri untuk nggak makan dalam jangka waktu tertentu (tapi nggak berarti pas buka puasa trus makan porsi dobel yah :P). Terkadang tubuh kita juga perlu diberi jeda untuk tidak mencerna makanan dalam jangka waktu tertentu, supaya usus dapat mengolah makanan yang kita makan sebelumnya. Jadi supaya tubuh nggak kerja ekstra karena ngolah makanan terus.
Bagi orang yang punya sakit maag, puasa juga bisa menyembuhkan sakit maag. Karena orang yang sakit maag tuh bukan hanya disebabkan oleh karena orang tersebut telat makan, tapi juga pada saat makan, orang tersebut makan berlebihan. Kalo berpuasa, maka kita harus belajar untuk tidak makan selama waktu tertentu, kemudian pada saat berbuka, kita makan secukupnya. Lama kelamaan, sakit maagnya sembuh.

8. "kebenaran menjadi barisan depanmu”
Artinya, kita puasa untuk semakin hidup dalam kebenaran. Kan pada saat kita puasa, kita ambil waktu khusus untuk mendekatkan diri ke Tuhan. Kita nggak makan makanan jasmani, supaya kita bisa pakai waktu itu untuk lebih banyak mengkonsumsi makanan rohani, yaitu Firman Tuhan. Semakin banyak Firman Tuhan yang kita makan, semakin banyak kebenaran Tuhan yang kita pahami, seharusnya semakin banyak juga kebenaran yang kita lakukan dalam hidup kita ^^

9. “dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu”
Kemuliaan Tuhan merupakan sesuatu yang spektakuler dan membuat kita takjub. Hal ini berarti puasa memiliki tujuan supaya kita jadi fokus sama Tuhan. Bukan lagi fokus sama diriku, pekerjaanku, kuliahku, tugas2ku, kebutuhanku, dan –ku yang lain. Tapi supaya kita lebih fokus sama satu Pribadi, yaitu Tuhan. Kalo kita fokus sama Tuhan, kita akan fokus pada kebutuhan-Nya, keinginan-Nya, kerinduan-Nya, rencana-Nya.

Apa aja jenis2 puasa? Di dalam Alkitab ada beberapa contoh puasa.
     1. Puasa Ester (puasa penuh selama 3 hari, nggak makan dan nggak minum)
     2. Puasa Daniel (puasa makan daging dan makanan yang sedap2)



No comments: