Pernah nggak kalian bertemu ato mengenal orang yang kayaknya deket banget sama Tuhan, yang kalo dia berdoa tu kayaknya Tuhan selalu jawab? Ato orang yang peka banget sama apa yang menjadi kehendak Tuhan? Kalo kita nanya sesuatu ke orang itu, orang itu hampir selalu ngasi jawaban yang tepat dengan kebutuhan kalian? Ato jangan- jangan kalian sendiri adalah orang yang peka itu.
Rasanya enak banget, beruntung banget, en bersyukur banget
Bagi beberapa orang, mungkin Tuhan terasa jauh banget. Kalo kita berdoa, kok rasa-rasanya lama banget dijawab. Ato mungkin kita nggak tau gimana sih caranya tau kehendak Tuhan, gimana sih denger suara Tuhan, gimana sih dituntun sama Tuhan? Mungkin karena alasan- alasan itulah, beberapa orang cenderung “mendewakan” orang-orang yang peka tadi itu. Setiap ada masalah, mungkin kita bukan bertanya kepada Tuhan, tapi kita sms, telpon, ato BBM orang- orang yang peka tersebut. Begitu dia jawab, cling cling cling, kita dapet jawaban tanpa perlu susah-susah.
Aku pun pernah menjadi orang yang seperti itu, aku “mendewakan” seseorang yang sangat peka dengan kehendak Tuhan. Bukannya datang ke Tuhan sendiri, aku lebih sering bertanya ke orang tersebut kalo aku ngalami masalah. Lama kelamaan, aku bergantung kepada orang tersebut tanpa kusadari. Di suatu titik, Tuhan menegurku lewat orang itu, bahwa aku harus belajar mandiri, aku harus mencari Tuhan sendiri tanpa perantara orang “hebat” itu. Disitulah arah hidupku mulai berubah 180 derajat.
Sejak saat itu, aku pun mulai mendekatkan diri pada Tuhan dan aku pun mulai menjadi orang yang peka dengan kehendak Tuhan. Ternyata nggak sulit kok untuk menjadi peka dengan kehendak Tuhan, kuncinya cuma satu, yaitu kita harus mendekat kepada Tuhan. Kalo kita dekat dengan Tuhan, sering bersekutu dengan Dia, lama kelamaan Dia akan mencurahkan isi hati-Nya kepada kita. Jadi dengan mudahnya kita dapat menjawab suatu persoalan karena kita sudah tau kuncinya.
Di suatu titik, aku pernah menjadi orang yang sangat peka dengan banyak hal. Aku sangat menikmati hal itu, begitu indah ketika dekat sekali dengan Tuhan. Namun ada satu masalah yang sangat tidak kusukai, yaitu orang di sekitarku yang mengetahui hal itu, menjadi memanfaatkanku. Banyak yang ketika menghadapi masalah, mereka calling aku en tanya ini itu. Aku seneng bisa membantu orang, tapi bukan itu tujuanku, aku juga pengen orang-orang itu mengenal Tuhan sendiri secara pribadi, tanpa perantaraanku. Namun sangat disayangkan, banyak orang yang hanya mau jalan pintas, praktis, dan mudah. Mereka lebih suka bertanya kepada orang-orang yang mereka nilai peka, tapi mereka tidak mau bertanya kepada Sumbernya sendiri, yaitu Tuhan.
Setiap kali aku menolong orang lain yang membutuhkan solusi atas permasalahan mereka, aku selalu mendoong orang tersebut untuk mencari Tuhan sendiri, agar mereka tidak menjadi orang yang bergantung pada manusia. Tetapi, banyak orang yang mengabaikan hal itu dan terus saja menjalani jalan pintas dengan bertanya kepada orang lain yang dinilai lebih peka. Hal itu sangat menyakitkan bagiku, terutama ketika suatu saat anak rohaniku berkata, “Ce tolong doain aku ya, doa cece
Kejadian itu berlanjut setiap kali ada orang yang mengetahui kedekatanku dengan Tuhan. Bahkan pemimpin rohaniku pun, yang seharusnya mencari Tuhan sendiri, dia pun seringkali memanfaatkan karuniaku itu. Bukannya mencari kehendak Tuhan dulu melalui doa, dia cenderung kontak aku dulu baru kroscek jawabanku ke Tuhan. Terbalik
Kalo kita ngalami sesuatu dalam hidup kita, kemudian kita bertanya kepada orang lain dan orag itu memberikan solusi yang tepat atas hidup kita, bukankah kita memperlakukan orang tersebut seperti dukun? Padahal karunia yang dimiliki oleh orang tersebut merupakan pemberian Tuhan. Bukankah hal itu berarti kita meremehkan Tuhan dan lebih memuliakan manusia? Apakah di mata kita, Tuhan tidak sanggup menjawab kita sendiri sehingga kita menggunakan perantaraan orang lain? Ataukah kita menganggap diri kita bukanlah orang yang diperkenan oleh Tuhan sehingga kita tidak bisa mendekat sedemikian rupa kepada Tuhan? Atau yang lebih ekstrim lagi, kita malas untuk mencari uhan sendiri karena kita menganggap bahwa Dia terlalu jauh untuk kita jangkau?
Aku tau, untuk membangun keintiman dengan Tuhan bukanlah hal yang mudah. Itu bukan seperti 3 langkah mudah ABC, bukan juga dapat dicapai dalam hitungan hari. Bagiku, keintiman dengan Tuhan merupakan hal yang mutlak bagi setiap orang yang menyebut dirinya “orang Kristen” ato “anak Tuhan”. Bagaimanpun juga, kita harus menyadari bahwa kita adalah manusia yang sangat terbatas, kita memerlukan tuntunan Tuhan setiap saat dalam hdup kita. Oleh karena itu, kita perlu menyadari bahwa keintiman dengan Tuhan bukanlah merupakan suatu pilihan, namun sebuah keharusan dan kebutuhan. Sebuah keintiman dengan Tuhan perlu dibangun secara rutin dan terus menerus, seperti tubuh kita membutuhkan makanan, demikian juga kita membutuhkan Dia, bahkan lebih daripada itu.
Beginilah firman TUHAN:” Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!.... Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!” (Yeremia 17:5,7). Firman Tuhan tersebut sangatlah jelas, Tuhan tidak suka kepada orang yang mengandalkan manusia ato kekuatannya sendiri. Namun Tuhan sangat menyukai, bahkan memberkati orang yang mengandalkan Dia dalam hidupnya. Tuhan memberikan orang-orang yang berkarunia dalam hidup kita untuk membantu kita mendekat kepada-Nya sendiri, bukan untuk kita manfaatkan, bukan untuk kita jadikan jalan pintas yang membuat kita menjadi malas mencari Tuhan sendiri. Berhati-hatilah, jangan sampai kita tersesat!
Janganlah kita menjadi orang yang manja, yang suka mencari jalan pintas untuk memperoleh solusi atas permasalahan kita, ato jawaban yang cepat dan tepat untuk hidup kita. Carilah Tuhan, maka kamu akan menemukan-Nya. Bangunlah hubungan yang intim dengan Dia, bukan dengan manusia untuk mendapatkan pertolongan manusia. Kejarlah hati-Nya, maka kamu akan memperolehnya. Biar melalui note ini, kita nggak lagi jadi orang yang memanfaatkan orang yang berkarunia, namun kita semakin mendekat kepada Tuhan supaya kita menjadi orang yang dapat mengenal hati-Nya secara pribadi. Amin.
God bless you all!
February 20th 2012
11:49 am
No comments:
Post a Comment