February 21, 2012

SEVEN YEARS WITH GOD

Tujuh tahun lalu, tepatnya tanggal 5 Februari 2005, adalah hari dimana aku berjumpa secara pribadi dengan Yesus ^^. Aku inget banget hari itu, itu pertama kalinya aku dateng ke Gereja Mawar Sharon. Aku nggak pernah berpikir, bahwa hari itu Tuhan menemuiku secara pribadi en menjamahku. Aku udah sering ke gereja beberapa bulan sebelum itu en komitmen untuk bertobat, tapi belom ketemu Tuhan. Aku cuma seneng aja dateng ke gereja, nggak tau kenapa. Singkat cerita, aku bertobat dari dosa-dosaku en mengakui Dia sebagai Tuhan en Juruselamatku.
Lagu yang mengiringi pertobatanku adalah "Bertemu muka dengan muka, tenggelam di dalam kasih-Mu Bapa. Oh Tuhan kurindukan selalu, diam dalam Bait-Mu”. Lagu yang bener-bener jadi pengalaman pertamaku dengan Tuhan. Aku bener-bener ngalami perjumpaan dengan Dia, walopun aku nggak ngeliat Tuhan dengan mataku, aku tau Tuhan ada disitu. Aku bener-bener ngerasa kasih Tuhan dicurahkan malam itu. Pokoknya itu pertama kalinya aku ketemu Tuhan dalam kehangatan hadirat-Nya.
Setelah bertobat, malam itu juga aku dibaptis, walopun aku asalnya bukan berjemaat di MS. Aku sempet ragu-ragu waktu ditanya apa aku mau dibaptis ato nggak. Tapi aku ngerasa bahwa Tuhan ngomong di hatiku (untuk pertama kalinya), bahwa aku perlu untuk dibaptis malem itu, sebagai tanda bahwa aku sah menjadi milik-Nya. Sungguh indah kalo inget malem itu. Itulah awal perjalananku dengan Tuhan.
Aku mulai belajar mengenal Dia melalui Firman-Nya yaitu Alkitab. Mulai belajar berdoa dan menyembah. Belajar setia sama Tuhan. Mulai kasi perpuluhan. Aku mulai belajar merenungkan Alkitab, menghafal ayat-ayat. Mulai belajar untuk mempelajari setiap kotbah yang aku denger. Pokoknya aku mulai belajar kenal Tuhan dengan cara-cara yang simple.
Pertengahan tahun 2005, ada pendeta yang menantang jemaat untuk berdoa bagi bangsa dan negara. Aku ngerasa Tuhan nyuruh aku maju. Disitulah Tuhan memanggil aku jadi pendoa. Walopun aku nggak tau apa-apa tentang berdoa, nggak ngerti strategi doa, peperangan rohani ato apapun itu. Modal utamaku waktu itu cuma satu: AKU RINDU untuk berdoa. Tanggal 27 Juli 2005 aku dibaptis Roh Kudus dan mulai berbahasa roh. Berbulan-bulan sejak pertobatanku, aku meminta karunia bahasa roh, berkali-kali ditumpangi tangan oleh temen-temen dan pemimpin-pemimpin rohani, tapi belom dapet. Malam itu, di malam pengurapan bagi pendoa baru, aku dibaptis Roh Kudus setelah ditumpangi tangan oleh ketua departemen doa. Mulai belajar melayani Tuhan melalui departemen doa.
Tahun 2006, aku diangkat sebagai seorang pemimpin di cell group. Aku belajar punya hati Tuhan sebagai gembala untuk domba-domba. Mulai belajar untuk memimpin dalam kasih (waktu itu aku masih dalam proses penghancuran karakter). Banyak gagal, tapi juga banyak belajar. Belajar menginjil. Belajar mempraktekkan apa yang aku sampaikan ke anak-anak rohaniku.
Tahun 2007, aku bawa 2 temenku kenal Tuhan. Praise God! ^^. Tahun dimana Tuhan semakin memakai aku melayani orang lain, belajar berani mendoakan orang lain di depan umum (bukan hanya di tempat tersembunyi kayak kamar atau menara doa). Tahun dimana aku diangkat Tuhan lebih “tinggi” daripada pemimpinku. Hal ini menimbulkan “penyiksaan-penyiksaan” di masa-masa berikutnya.
Tahun 2008, merupakan tahun dimana karakterku bener-bener dihancurkan sama Tuhan. Aku dihakimi, dijatuhkan, diusir sama pemimpin yang aku hormati. Aku dipaksa memilih antara pelayanan doa atau youth satellite dimana aku digembalakan. Kekejaman kata-kata harus aku telan mentah-mentah, penghinaan aku alami, namaku dibusukkan sampai ke pemimpin paling atas, bahkan aku dicopot dari kepemimpinan. Bener-bener aneh, pilihanku untuk melayani di departemen doa malah membuat aku "dihukum" dengan cara yang aneh. Tapi disitu Tuhan setia menolongku, menguatkanku melalui mami rohani dan sahabat rohani. Dia nggak pernah biarkan aku jatuh, sekalipun pemimpinku berusaha keras nyari-nyari kesalahanku. Dia membelaku sehingga nggak ada yang bisa pemimpinku perbuat sama aku. Haleluya. Disitu aku belajar bahwa pemeliharaan Tuhan sempurna buat aku.
Tahun 2009, aku belajar menyadari bahwa penghancuran karakter yang Tuhan ijinkan terjadi, itu baik buat aku. Tahun ini Tuhan bener-bener buat aku jadi pribadi yang berbeda, sangat kuat, dan sangat peka. Aku dipakai untuk menyadarkan orang-orang akan karunia dan talenta yang Tuhan berikan kepada mereka, aku mulai sering memperoleh mimpi dan penglihatan yang sangat berguna untuk melayani banyak orang. Aku dipakai menopang orang-orang yang lemah, yang putus asa, yang kepahitan dan minder. Tuhan pake bahuku sebagai tempat orang-orang menangis dan mengeluh. Aku berjalan dengan dengar-dengaran akan suara-Nya, lebih dari sebelum-sebelumnya. Kematian daging menghasilkan kemuliaan yang lebih besar!
Tahun 2010, tahun dimana Tuhan ngajar aku untuk nggak bergantung sama manusia. Banyak masalah terjadi dengan teman-teman terbaikku sehingga terjadi keretakan hubungan. Aku belajar bergantung sama Tuhan sepenuhnya. Belajar “makan” Firman langsung dari tangan-Nya, bukan dari hasil orang lain. Aku belajar memilih tempat dimana Tuhan mau aku melayani, apakah dunia sekuler atau dunia rohani.
Tahun 2011, tahun dimana Tuhan ngajar gimana untuk hidup relevan bagi dunia sekuler (Tuhan nuntun aku untuk lebih melayani di dunia sekuler). Belajar gimana tetep bisa menguatkan orang lain pas aku sendiri sedang lemah, belajar untuk tetep memberkati orang lain walopun sedang masa-masa sukar. Belajar tetep senyum walopun lagi sedih, belajar tetep bisa menopang orang lain walopun nggak ada yang nopang aku. Tahun dimana aku ada di persimpangan untuk kembali fokus melayani di dunia rohani. Tahun dimana Tuhan memulihkan keluargaku, ketika aku berani melangkah. Tahun yang buruk secara fisik, namun dipenuhi kebaikan Tuhan.
Tahun 2012 – Januari sampai 5 Februari – aku belajar untuk memberikan hidupku lebih lagi ke Tuhan. Nggak sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tapi lebih lagi. All out. Bulan-bulan dimana aku struggling, tapi tetep dalam penyertaan Tuhan. Tetep dalam pemeliharaan Tuhan.
Thanks God, buat kesetiaan-Mu di hidupku selama 7 tahun ini. Tujuh tahun sudah kita berjalan bersama. Aku ga mau ini berakhir disini, tapi aku mau ini berlangsung selamanya, Tuhan. Pegang tanganku semakin erat, tuntun aku di jalan-jalan yang Engkau mau sekalipun aku nggak suka, paksakan rencana-Mu dalam hidupku. Biar aku semakin kecil dan Engkau semakin besar di hidupku. Biar kedangingan Lucy semakin hilang dan kepenuhan Roh Kudus semakin nyata di hidupku. Aku sangat mengasihi-Mu, Bapaku :-)



Engkau Bapa yang mengasihiku
tak Kau pandang bentuk dan rupaku
Engkau mengasihiku dengan sepenuh hati
tak pernah sama sperti dunia ini
Engkau Bapa yang mengajariku melewati awan yang kelabu
Engkau yang buatku terbang bagaikan rajawali
mengatasi segala pencobaan
Reff:
Kau Bapaku yang baik
mengerti bahasa tetesan air mata
Tak Kau biarkan kuberjalan sendirian
sbab kau Bapaku yang baik

Kau sungguh baik


February, 6th 2012
12:20 pm

No comments: