Melayani di luar kota bukanlah pengalaman pertamaku. Namun, ini pertama kalinya aku melayani di Tulungagung, sebuah kota yang terletak di ujung dari Jawa Timur. Perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan dimulai dari Surabaya, Krian, Mojokerto, Jombang, Kediri, dan akhirnya tiba di Tulungagung. Kami berangkat dengan 4 buah mobil bersama tim-tim lain. Di tengah perjalanan, salah satu mobil diserempet oleh bus hingga bagian kanan belakang mobil penyok. Itu merupakan tantangan yang luar biasa karena kami mau melayani di sebuah KKR. Kami harus berpacu dengan waktu namun juga harus tetap berhati-hati.
Setiap tim diberi tugas untuk berdoa ketika memasuki kota demi kota. Itu adalah sebuah perjalanan panjang yang sangat mengasyikkan. Kami tidak hanya bersiap-siap untuk melayani di Tulungagung, namun juga harus berdoa dan berperang melawan atmosfer di setiap kota. Tim kami diberi bagian untuk berdoa atas Mojokerto. Tim kami mengucapkan berkat atas kota Mojokerto, agar hadirat Tuhan memenuhi kota itu dan agar gereja-gereja Tuhan dibangkitkan.
Total perjalanan yang kami tempuh adalah 5 jam (berangkat sekitar jam 9.40 pagi dan tiba jam 14.45). Aku baru tau betapa panjang dan melelahkannya perjalanan dari Surabaya ke Tulungagung (terakhir kali aku ke Tulungagung adalah ketika aku masih kecil, nggak inget umur berapa). Jujur aja, ketika kami tiba di Tulungagung, secara fisik aku capek banget dan kepalaku pusing. Waktu untuk beristirahat hanya sekitar 1 jam sebelum kami melayani di sebuah KKR.
Walopun fisik ini capek, tapi aku seneng banget ketika kami tiba di Tulungagung. Menurutku Tulungagung tuh sebuah kota yang nice banget. Udara agak sejuk (nggak sepanas Surabaya), kotanya kecil namun cukup ramai (tapi nggak macet). Aku berdoa minta kekuatan Tuhan untuk aku dimampukan melayani Dia di KKR malam itu. Setelah istirahat sebentar, aku mandi en bersiap-siap. Ternyata jarak dari hotel tempat kami menginap dengan gedung KKR tidaklah jauh. Kami bersama-sama berjalan kaki ke gedung tersebut. Setibanya disana, kami langsung berdoa bersama para panitia yang berasal dari Tulungagung, Jombang, dan Sidoarjo. Betapa senangnya melayani Tuhan bersama-sama dengan orang-orang dari berbagai kota ^^
Malam itu, lawatan Tuhan turun dengan dahsyat, walopun aku hanya berada di ruang doa, bukan di ruang ibadah. Banyak mujizat kesembuhan terjadi dan orang-orang dilepaskan dari roh-roh jahat. Kami excited banget dengan suasana yang ada karena kami tahu bahwa Tuhan benar-benar hadir atas Tulungagung. Hari itu, karena terbatasnya jumlah pelayan Tuhan terutama pendoa, tim kami melayani di doa atmosfer hingga hampir 4 jam lamanya. Itu merupakan pengalaman pertamaku berdoa atmosfer sekian lama. Di KKR sebelum-sebelumnya kami berganti shift setiap satu ato dua jam. Tapi disitulah aku merasakan sebuah dimensi yang sangat luar biasa dalam hadirat Tuhan.
Semakin dalam kita menyembah Tuhan, Dia akan membawa kita semakin masuk dalam hadirat-Nya. Keintiman dengan Tuhanlah yang membuat mujizat demi mujizat terjadi. Hanya ruang tahta kasih karunia yang membuat seseorang bisa mengalami Tuhan secara pribadi dan hidupnya diubahkan. Dalam penyembahan yang begitu intim, terjadi transformasi dari sakit penyakit menjadi disembuhkan, dari yang terikat menjadi dilepaskan, dari yang berbeban berat menjadi diberi kelegaan, dari berdosa menjadi milik Allah, dan dari yang tidak ada menjadi ada.
Melayani Tuhan selalu mendatangkan sukacita tersendiri bagiku. Aku menyadari bahwa aku melayani Dia bukan dengan kemampuanku, bukan dengan pengalamanku, dan juga bukan karena aku adalah seorang pendoa. Jika aku bisa melayani Tuhan, itu semua hanya karena kasih karunia yang Dia limpahkan bagiku. Aku bertekad untuk melayani Tuhan seumur hidupku, bukan hanya ketika aku punya waktu ato uang. Bagiku yang terpenting dalam melayani Dia adalah hati yang mencintai-Nya. Apalah artinya melayani Dia tanpa cinta? Aku berkomitmen sejak masa mudaku untuk senantiasa melayani Dia, selama aku masih diberi waktu dan kesempatan. Hidupku adalah milik-Nya dan akan aku berikan untuk dipakai bagi kemuliaan-Nya.
Bapa, aku sangat bersyukur untuk kebaikan yang Kau berikan dalam hidupku. Thanks sudah memberiku kesempatan yang baru untuk melayani Engkau, Bapa. Pakailah hidupku untuk melayani dan memuliakan-Mu selalu, terutama di masa mudaku biarlah aku bekerja di ladang-Mu. Segala kemuliaan hanya untuk-Mu.
God of my youth I remember
Your call on my life took me over
Your love has seen me through all my days
I stand here by Your grace
On this altar I’ve written my life
Tells the story I have with You, my Lord
I want the world to know
Chorus: God of my forever and forever I’m with You
My life is saved with the price
Your sacrifice redeemed my soul
God of my forever and forever I will sing
My greatest honor will always be to serve my Lord and King
God of my all I’ve surrendered
My hearts finds its rest in Your word
Praises will not be enough to show
How my love for You has grown
Nothing matters when You’re here with me
In the end just to hear You say “well done”
Bowing before your throne
<Back to chorus>
--God of my forever, City Harvest Church--
No comments:
Post a Comment