September 28, 2012

WHEN GOD SHOWS HIS LOVE THROUGH PAIN

September 2012 hampir berakhir, harapanku untuk wisuda di bulan November hancur berkeping-keping. Dengan sangat terpaksa, aku menerima kenyataan bahwa semuanya tertunda kembali. Sedih banget rasanya, ngerasa gagal, ngerasa nggak bisa nyenengin ortu, en ngerasa kecewa sama diri sendiri.
“Temen-temenmu bisa Luc, kok kamu nggak bisa-bisa sih…”
“Orang-orang yang nggak sungguh-sungguh sama Tuhan aja berhasil, kamu kok nggak berhasil sampe sekarang. Percuma donk kamu setia sama Tuhan?”
“Kamu mati-matian lembur untuk kerja skripsi, kamu mati-matian melayani Tuhan, tapi ternyata kamu GAGAL. Memalukan….”
                
Dan sejuta perasaan yang berkecamuk di hatiku. Juga segunung pikiran yang tertumpuk di kepalaku. Betapa hancur hatiku ketika aku mendapati kenyataan bahwa Tuhan seolah-olah tak bergeming atas skripsiku. Ketika aku berdoa, hanya air mata tanda keputusasaan yang mengalir dengan deras. Tanpa ada sepatah katapun yang sanggup untuk keluar dari mulutku. Ketika aku mencari jawaban, hanya keheningan yang aku temukan. Entah aku harus berbuat apa. Sedih, kecewa, dan marah pada diriku sendiri. Bahkan mungkin pada Tuhan…..
               
Disaat-saat seperti inilah, aku harus membuktikan pada dunia, bahwa kebehasilan yang tertunda bukanlah kegagalan. Dimasa-masa padang gurun ini, aku harus menguatkan imanku kepada Tuhan. Jika Tuhan pernah menolongku di masa lalu, aku yakin bahwa Dia juga masih sanggup. Di waktu-waktu kesesakanlah, Tuhan menantikan kematangan karakterku. Apakah dengan setiap proses yang Dia ijinkan terjadi, aku berubah menjadi pribadi yang lebih baik ataukah menjadi pribadi yang pahit dan kecewa pada Tuhan. Di hari-hari kelam ini, aku belajar melihat bahwa terang kasih-Nya sanggup menuntunku kepada rencana-Nya yang terbaik, bukan pada rencana terbaik versiku. Di musim-musim kekeringan ini, aku memahami bahwa aliran cinta-Nya yang selalu menenangkan dan menguatkanku. “AKU belum selesai denganmu, nak. Tetaplah berjalan, tetaplah berjuang, tetaplah berusaha. AKU menyiapkan hal-hal yang tak pernah kau bayangkan selama ini”. Perkataan yang keluar dari mulut-Nyalah sumber kekuatan yang mampu mengangkatku dari jurang keputusasaan.
                
Aku menyadari bahwa aku tak perlu untuk mengerti setiap hal yang Dia lakukan di hidupku. Tapi aku tahu, semua hal Dia lakukan karena KASIH. Aku tidak selalu memahami setiap belokan, jalan yang terjal, dan setiap penundaan yang Dia ijinkan terjadi. Tapi aku mengerti, bahwa Bapa mengajarkanku untuk bersabar dan tidak memandang rendah orang lain yang mengalami kesesakan. Aku tidak selalu bisa menerima setiap kejadian yang terjadi maupun pendapat manusia di sekitarku. Tapi aku tahu, bahwa penerimaan-Nya sempurna bagiku, pendapat-Nya saja yang patut aku perhatikan.
                
Kemarin pagi (27 September 2012), aku terbangun karena aku mendengar Dia mengatakan hal ini padaku: “AKU akan memenuhi janji-janji-KU padamu dengan TEPAT! Seperti AKU menepati janji-KU pada Abraham dan Sara bahwa mereka akan memiliki anak, demikian juga AKU akan menggenapinya bagimu”. Speechless. Aku tidak bisa merespon-Nya dengan baik pagi itu. Hanya ungkapan syukur yang dalam yang keluar dari hati dan bibirku. When You say something to me, it’s  more than enough for me, Lord. I know that I can trust in every words that You said.

Sekali lagi, aku akan stretch imanku. Sekali lagi, aku akan menaruh kepercayaaku pada-Mu. Sekali lagi, aku akan berharap pada kesetiaan-Mu. Sekali lagi, aku akan merangkak menuju penggenapan janji-Mu. Sekali lagi dan sekali lagi, Tuhan. Sampai Engkau berkata “Sudah selesai, anak-KU”.
                
Sesaat kemudian keluarlah lagu ini setelah Dia membangunkanku dengan kata-kata-Nya:
Who makes the sun to rise and brings the earth new life in every beam
Jesus it is You
Who turns the day to night and watches me as I begin to dream
Jesus it is You
Who brings me food for my table, who cares for all of my needs
Who walks the road with me, has grown with me through all that I have been
Jesus it is You, Jesus it is You
Reff:  I lift my hands, I bring my song
All of my days, all of my rights, all of my wrong
I offer my life, here and beyond
To the One thing true
Jesus it is You
Who sees my brokenness and carries me when I am fail and weak
Jesus it is You
Who tells the storm to rest when I am overwhelmed and cannot speak
Jesus it is You
Who wears my guilt on His shoulders, who holds my heart in His hand
Who takes my thoughts and fear, and hangs them on the arms of Calvary
Jesus it is You, Jesus it is You
(Jesus it is You, True Worshipper, Favor album)

No comments: