Ketika bulan Agustus hampir berakhir, jujur aja aku galau banget tentang skripsi. Kenapa? Karena udah keluar jadwal pendaftaran wisuda dan jadwal wisuda untuk gelombang kedua di tahun 2012. Pendaftaran wisuda tanggal 8-13 Oktober 2012. Wisudanya tanggal 17 November 2012. Sampai hari ini, aku belum dapet acc dari dosen untuk sidang tengah. Belum lagi ngolah data trus sidang akhir. Huff…..
Jadi inget janji-janji Tuhan, bahwa aku pasti lulus en wisuda tahun ini juga. Janji Tuhan tentang pekerjaan. Janji Tuhan tentang masa depanku yang gilang gemilang. Janji tentang pemakaian-Nya atas hidupku. Semua jadi kayak terputar kembali di otak. Aku tahu, aku inget, aku percaya semua itu bakal terjadi. Tapi, yang aku tahu adalah aku harus lulus en wisuda dulu, baru semua janji itu bisa digenapi kan. Semakin mepet waktunya, semakin mustahil rasanya janji-janji itu digenapi. Disitulah letak masalahnya.
Hatiku galau abis. Temen-temenku udah banyak yang pada lulus. Aku gimana nih, Tuhan? Please, jangan permalukan aku. Aku kan anak-Mu. Aku udah berusaha ngelakuin yang terbaik. Uda berjuang input data sampai kurang tidur. Uda semangat untuk bimbingan ke dosen en revisi. Tapi kok belum goal juga nih skripsi. Fiuuuuhhh, tarik nafas panjang-panjang.
Aku sadar bahwa untuk memperoleh penggenapan janji Tuhan, dibutuhkan IMAN YANG TEGUH. Waktu Tuhan bukanlah waktuku. Cara Tuhan sering banget berbeda dengan caraku. Rencana Tuhan nggak selalu sesuai dengan rencanaku. Aku memahami hal itu dengan baik. Tapiiiiiii…. “Ketika fakta berbenturan dengan kebenaran, disitulah kamu belajar untuk menjadi dewasa”, kata-kata temenku tiba-tiba nongol di ingatanku. Deg!
Faktanya, waktu semakin mepet. Faktanya, dosenku masih mbulet untuk acc. Faktanya, nggak nutut aku wisuda tahun ini. Faktanya, aku belum bisa ngolah data. Faktanya… faktanya…. faktanya… semua faktanya bikin aku galau, gelisah, khawatir, takut. Tapi aku tau bahwa fakta bisa berubah-ubah, namun kebenaran itu mutlak. Aku mulai pikirkan kebenaran di atas fakta yang memenuhi otakku. Kebenarannya, kalo Tuhan berjanji, Dia pasti menepati. Kebenarannya, kalo Tuhan ada pihakku, mujizat pasti terjadi. Kebenarannya, kalo Tuhan bersamaku, nggak ada yang nggak mungkin. Kebenarannya, Tuhan udah berkali-kali nolong aku pas faktanya mustahil. Kebenarannya bikin aku bangkit en beriman lagi.
Aku sempet baca salah satu buku Tommy Tenney, yang judulnya “THE ULTIMATE COMEBACK”. Buku itu mengisahkan tentang mengubah malam yang buruk, menjadi hari yang cerah. Tuhan melakukan pemutarbalikkan yang dahsyat dalam hidup Ester, Gehazi, dan Simson. Ada satu kalimat yang nancep banget di hatiku, “Aku tidak tahu bagaimana, aku tidak tahu kapan itu terjadi, dan aku jelas tidak tahu mengapa itu terjadi, tapi aku tahu itu memang terjadi!” Aku merasa seolah-olah isi buku ini memang diperuntukkan bagi diriku yang sedang tidak tahu harus bersikap bagaimana lagi menghadapi masa-masa sulit ini.
Dalam buku tersebut dituliskan banyak kisah yang membuat aku terpukau. Kisah-kisah yang sepertinya menemui jalan buntu, seolah-olah tidak ada harapan lagi. Namun, Tuhan melakukan karya terbaik-Nya secara rahasia. Ada pemulihan yang terjadi ketika kita tinggal dalam hadirat-Nya. Banyak kata-kata dalam buku itu yang melompat dalam hatiku dan memberiku kekuatan yang baru.
Jadi inget janji-janji Tuhan, bahwa aku pasti lulus en wisuda tahun ini juga. Janji Tuhan tentang pekerjaan. Janji Tuhan tentang masa depanku yang gilang gemilang. Janji tentang pemakaian-Nya atas hidupku. Semua jadi kayak terputar kembali di otak. Aku tahu, aku inget, aku percaya semua itu bakal terjadi. Tapi, yang aku tahu adalah aku harus lulus en wisuda dulu, baru semua janji itu bisa digenapi kan. Semakin mepet waktunya, semakin mustahil rasanya janji-janji itu digenapi. Disitulah letak masalahnya.
Hatiku galau abis. Temen-temenku udah banyak yang pada lulus. Aku gimana nih, Tuhan? Please, jangan permalukan aku. Aku kan anak-Mu. Aku udah berusaha ngelakuin yang terbaik. Uda berjuang input data sampai kurang tidur. Uda semangat untuk bimbingan ke dosen en revisi. Tapi kok belum goal juga nih skripsi. Fiuuuuhhh, tarik nafas panjang-panjang.
Aku sadar bahwa untuk memperoleh penggenapan janji Tuhan, dibutuhkan IMAN YANG TEGUH. Waktu Tuhan bukanlah waktuku. Cara Tuhan sering banget berbeda dengan caraku. Rencana Tuhan nggak selalu sesuai dengan rencanaku. Aku memahami hal itu dengan baik. Tapiiiiiii…. “Ketika fakta berbenturan dengan kebenaran, disitulah kamu belajar untuk menjadi dewasa”, kata-kata temenku tiba-tiba nongol di ingatanku. Deg!
Faktanya, waktu semakin mepet. Faktanya, dosenku masih mbulet untuk acc. Faktanya, nggak nutut aku wisuda tahun ini. Faktanya, aku belum bisa ngolah data. Faktanya… faktanya…. faktanya… semua faktanya bikin aku galau, gelisah, khawatir, takut. Tapi aku tau bahwa fakta bisa berubah-ubah, namun kebenaran itu mutlak. Aku mulai pikirkan kebenaran di atas fakta yang memenuhi otakku. Kebenarannya, kalo Tuhan berjanji, Dia pasti menepati. Kebenarannya, kalo Tuhan ada pihakku, mujizat pasti terjadi. Kebenarannya, kalo Tuhan bersamaku, nggak ada yang nggak mungkin. Kebenarannya, Tuhan udah berkali-kali nolong aku pas faktanya mustahil. Kebenarannya bikin aku bangkit en beriman lagi.
Aku sempet baca salah satu buku Tommy Tenney, yang judulnya “THE ULTIMATE COMEBACK”. Buku itu mengisahkan tentang mengubah malam yang buruk, menjadi hari yang cerah. Tuhan melakukan pemutarbalikkan yang dahsyat dalam hidup Ester, Gehazi, dan Simson. Ada satu kalimat yang nancep banget di hatiku, “Aku tidak tahu bagaimana, aku tidak tahu kapan itu terjadi, dan aku jelas tidak tahu mengapa itu terjadi, tapi aku tahu itu memang terjadi!” Aku merasa seolah-olah isi buku ini memang diperuntukkan bagi diriku yang sedang tidak tahu harus bersikap bagaimana lagi menghadapi masa-masa sulit ini.
Dalam buku tersebut dituliskan banyak kisah yang membuat aku terpukau. Kisah-kisah yang sepertinya menemui jalan buntu, seolah-olah tidak ada harapan lagi. Namun, Tuhan melakukan karya terbaik-Nya secara rahasia. Ada pemulihan yang terjadi ketika kita tinggal dalam hadirat-Nya. Banyak kata-kata dalam buku itu yang melompat dalam hatiku dan memberiku kekuatan yang baru.
“Saat impian-impianku mulai mati, rencana-rencana-Nya sering baru dimulai”.
“Satu malam dalam hadirat Tuhan dapat mempercepat takdir Anda”
“Bahkan dalam saat-saat ketika Anda merasa seolah-olah telah dilemparkan ke tempat gelap dan ditelantarkan, hadirat-Nya ada di sana. Mungkin Anda tidak mengerti keadaan Anda,saat ini; carilah penghiburan dalam janji-janji Sang “Peladang”! Tuhan tahu di mana Anda berada”.
“Inilah saatnya untuk meletakkan segala sesuatu dalam hadirat Tuhan. Hanya perjumpaan yang akrab dengan hadirat-Nyalah yang dapat membangkitkan impian-impian Anda dan memulihkan Anda kepada takdir yang ditetapkan bagi Anda”.
“Pemulihan Anda berhubungan dengan penyembahan Anda. Penyembahan dan doa dari tengah masalah dapat mengantarkan Anda ke dalam hadirat-Nya, dan memang dalam hadirat-Nyalah Anda akan menemukan titik balik untuk “jalan kembali”. Ya, ada jalan untuk kembali”.
“Masalahnya bukan melakukan lebih banyak, melainkan ketaatan total. Berikanlah kepada Tuhan alasan untuk memberkati Anda! Patuhilah Dia sepenuhnya!”
“Alkitab berkata, “Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel (Mazmur 121:4).” Saat Anda menghadapi krisis “malam itu” yang merampas tidur Anda, ingatlah bahwa Raja Anda juga tetap terjaga”.
“Suatu malam yang buruk dapat menjadi hari yang baik jika iman tidak goyah.” “Sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak sorai!” (Mazmur 30:6b).
“Kegagalan bukanlah musuh Anda! Kegagalan dapat menjadi seorang sahabat setia yang mengatakan kebenaran kepada Anda. Tidak belajar dari kegagalan – itulah musuh yang harus kita hindari!”
“Cara Anda mengatasi kebimbangan dapat menghalangi pemulihan Anda. Berilah makan iman Anda, bukan ketakutan Anda!”
Dan inilah jalan pemulihan terbaik, yang dirangkum oleh Tommy Tenney dari 12 bab yang ditulisnya dalam buku “THE ULTIMATE COMEBACK”.
JALAN PEMULIHAN TERBAIK:
1.Sadarilah bahwa kubur kegagalan bisa menjadi rahim keberhasilan.
2. Berhentilah melihat masa lalu. Jangan pernah biarkan masa lalu menentukan masa depan Anda.
3. Kembangkanlah mentalitas “tidak ada ruginya”.
4. Letakkanlah hidup Anda di hadirat Tuhan sehingga Ia bisa mengimpartasikan hidup-Nya.
5. Ketaatan adalah alasan Tuhan untuk memberkati Anda.
6. Berusahalah lulus ketika ujian itu tiba.
7. Jangan pernah berhenti. Anda tidak akan gagal jika tidak berhenti.
Setelah membaca buku itu, kegalauanku berubah menjadi iman. Aku nggak tahu gimana en kapan, tapi percaya bahwa Tuhan PASTI akan menggenapi janji-janji-Nya dalam hidupku. Lulus en wisuda adalah hal kecil di mata-Nya. Dia yang sanggup melakukan perkara-perkara besar, pasti juga sanggup memuat aku lulus en wisuda seusai dengan waktu en rencana-Nya ^^
Ajarku tuk mengerti jalan-jalan-Mu, Tuhan
Ajarku tuk mengerti rencana-Mu di hidupku
Sekalipun kuberjalan dalam lembah yang kelam
Kutahu pasti Engkau besertaku
Ajarku tuk bersyukur dalam segala keadaan
Ajarku merasakan kasih-Mu yang sempurna
Sekalipun banyak hal yang takkan kupahami
Namun ku tetap percaya Kau setia
Reff:
Jalan-Mu adil dan benar
Rencana-Mu sungguh sempurna
Gunung batuku yang tak akan goyah
Kau memegang hari esokku
Dan menuntun setiap jalanku
Bersama-Mu ku tak akan goyah
(Ajarku tuk Mengerti, by Djohan Chrisdianto)
No comments:
Post a Comment