Ada sebuah istilah yang populer banget dalam dunia perdagangan, yaitu
cuan (untung atau laba) dan nge-cuan (mengambil untung atau mengambil laba).
Setiap orang yang berdagang atau berbisnis pasti berusaha untuk mencari
keuntungan dari hasil usahanya. Hal itu wajar banget asalkan keuntungan yang
diperoleh itu nggak melebihi batas yang seharusnya.
Pas aku berpikir tentang hal ini, tiba-tiba terbersit dalam pikiranku, di Alkitab kan dikatakan kalo Bapa di Sorga adalah seorang pengusaha (Yohanes 15:1). <Setelah lebih dari tujuh taun kenal Tuhan, kok baru mikir hal ini yah? Hahahaha> Sebagai seorang pengusaha, Bapa berpikir untuk memperoleh cuan nggak ya? Sebagai seorang pengusaha, apakah Bapa punya strategi-strategi agar “bisnis”-Nya sukses? Langkah apa aja yang Dia lakukan untuk mengembangkan “bisnis”-Nya itu?
Ketika aku baca Yohanes 15:1-8, aku menemukan hal yang baru. Udah berkali-kali baca perikop ini, tapi aku belum pernah dapet pewahyuan tentang “Bapa adalah pengusaha” sama sekali. Biasanya cuma ngeh di ayat 5 en 7 tentang melekat sama Tuhan dan tentang minta apa saja yang kita kehendaki en kita bakal menerimanya, wkwkwkwk. Dasar manusia, cuma ngeh sama hal-hal yang enak buat diri sendiri.
Pas aku baca lagi Yohanes 15 ini, tiba-tiba mataku jadi “melek”. Ternyata, Bapa tuh seorang pengusaha yang handal loh. Dia mengusahakan hidup kita agar berhasil, berbuah, en memuliakan Dia. Dia memperoleh cuan aka keuntungan ketika hidup kita menghasilkan buah yang bisa dinikmati oleh orang banyak (memberkati kehidupan orang lain) dan orang-orang melihat Bapa sehingga mempermuliakan Dia.
Bapa juga punya strategi supaya usahanya (hidup kita) menghasilkan banyak buah. Dia membersihkan hidup kita (lewat firman-Nya dalam Alkitab, lewat pengajaran, lewat teguran,dsb), Dia memotong bagian-bagian yang membuat kita nggak berbuah (dosa, kebiasaan buruk, hal-hal yang nggak berkenan), memperlengkapi kita dengan nutrisi-nutrisi terbaik (melalui hubungan yang melekat dengan Dia). Betapa kerasnya perjuangan Bapa untuk membuat hidupku berbuah (terharuuuuu).
Aku menyadari, seringkali aku nggak paham dengan apa yang Dia lakukan dalam hidupku. Aku kecewa saat Dia “memotong rantingku yang nggak berbuah”, aku marah berat ketika Dia membersihkan hidupku lewat teguran, aku berontak ketika Dia membawaku semakin dekat sama Dia (nonton TV or jalan-jalan ke mall lebih asik daripada duduk diam di bawah kaki-Nya kan? :p). Tanpa pernah kutahu kalo tujuan-Nya tuh baik buat hidupku. Tanpa pernah aku bertanya, apa yang Dia kehendaki ketika Dia melakukan semua proses yang menyakitkan itu.
Padahal semua hal yang Dia lakukan dalam hidupku, walopun itu sakit banget en nggak enak, semua itu bukan cuma untuk memperoleh keuntungan buat diri-Nya, tapi juga buat kebaikanku *sigh*. Bapa udah merelakan Anak-Nya yang tunggal untuk menebus hidupku dengan harga yang mahal, bukankah sudah sewajarnya kalo Dia memakai hidupku sesuai dengan tujuan-Nya, sesuai kehendak-Nya, terserah dengan apa yang Dia mau? I Korintus 6:20 bilang, “Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhm (hidupmu)” (penekanan ditambahkan).
Seorang pengusaha yang telah membeli barang untuk usahanya, pasti berhak penuh atas barang yang telah dibelinya, terserah dia barang itu mau diapakan. Begitu juga Bapa punya hak penuh atas seluruh hidupku, atas masa depanku, atas semua keinginan en kerinduanku. Intinya, seorang Lucy nggak punya hak lagi untuk menentukan hidupnya, sejak Yesus membeli hidupku dengan darah dan hidup-Nya. Dia berhak penuh untuk mengambil keuntungan atas hidupku, atas talenta en semua hal yang Dia percayakan dalam hidupku. Semuanya, tanpa kecuali.
Biar mulai hari ini, aku belajar menaruh hidupku ke dalam tangan-Mu yang penuh kuasa, Bapa. Tanpa perlu aku campur tangan, tanpa pemberontakan maupun perlawanan, tanpa perlu memberi saran seolah-olah Kau tak mengerti apa-apa tentang aku. Aku tau bahwa Engkau selalu memberikan yang terbaik bagiku. Ini saatnya hidupku dipakai sesuai dengan tujuan-tujuan-Mu, untuk memberikan keuntungan bagi Kerajaan-Mu, dan memuliakan Engkau. Thank you, Bapa.
Kau Penulis hidupku, Kau membuat
sgalanya baru.
Engkau di dalamku dan ku ada
dalam-Mu.
Tak ada yang mustahil bagi-Mu.
Kudicipta untuk-Mu, tuk membawa harum nama-Mu
Engkau di dalamku dan ku ada dalam-Mu.
Kini kudatang mencari wajah-Mu.
Kudicipta untuk-Mu, tuk membawa harum nama-Mu
Engkau di dalamku dan ku ada dalam-Mu.
Kini kudatang mencari wajah-Mu.
Reff:
Mengasihi-Mu slalu, dengan segnap hatiku.
Mencintai seluruh perbuatan-Mu.
Mengabdikan hidupku, sesuai rencana-Mu.
Kumau menyembah-Mu sampai akhir hayatku.
Mengasihi-Mu slalu, dengan segnap hatiku.
Mencintai seluruh perbuatan-Mu.
Mengabdikan hidupku, sesuai rencana-Mu.
Kumau menyembah-Mu sampai akhir hayatku.
(Penulis
hidupku)
December
22nd 2012
11:49
pm
No comments:
Post a Comment