Sekitar tiga minggu lalu, aku pergi
ke rumah salah seorang koko sepupuku. Waktu itu komputerku rusak en aku minta
tolong dia untuk perbaiki. Pas aku kesana tuh udah malem, nyasar pula karena
nggak tau jalan :p
Sesampainya disana, aku disambut hangat sama kokoku en kedua anaknya yang masih kecil. Seneng banget ketemu mereka soalnya udah lama nggak pernah kesana. Terakhir ketemu adalah pas papanya kokoku ini (alias om-ku) ultah. Beberapa bulan lalu, anak bungsunya koko sepupuku ini cerita kalo mamanya nggak tinggal serumah sama mereka. Yang aku tau, dari awal keluarga ini nggak harmonis karena istrinya “semau gue” en nggak punya karakter yang baik. Dia anak orang kaya yang hanya mau terima beres en hobinya seneng-seneng doank. Jadi nggak pernah bisa bertanggung jawab walopun udah punya dua anak. Kasian banget ngeliat suami en anak-anaknya.
Dari cerita anak bungsunya en apa yang aku liat waktu aku kerumah mereka malam itu, aku bener-bener memahami kata-kata ini “keputusanmu memilih pasangan hidup yang menentukan hidupmu akan menjadi seperti surga atau neraka”. Bener banget, keputusan mengenai memilih pasangan hidup akan sangat mempengaruhi kehidupan kita, karena pasangan hidup akan bersama kita selama kita hidup (ngeri banget kalo menderita selama hidup kan).
Dulu banget, aku selalu menyesali sebuah fakta bahwa aku terdampar di keluarga besar yang luar biasa kacaunya. Aku malu tiap kali datang ke acara wajib keluarga besar (kaya pesta pernikahan, pesta ulang tahun, maupun pemakaman), dimana aku nggak sengaja ketemu temanku en mereka nanya “Itu masih ada hubungan keluarga sama kamu?” Pengen banget rasanya membenamkan seluruh badanku ke dalam pasir, hahaha. Biasanya, aku selalu jawab tanpa ekspresi, “sayangnya iya” >_<
Tapi baru kusadari, kalo terdampar di keluarga besar yang super nggak karuan tuh ada untungnya juga. Setidaknya Tuhan mengajar aku melalui kehidupan mereka yang amburadul, supaya aku nggak hidup dengan cara yang sama. Nggak perlu ngalami hal yang nggak enak untuk kita waspada en hidup benar kan. Aku belajar banyak hal dari setiap kesalahan mereka, dari naik turunnya kehidupan mereka, dari masalah-masalah yang menimpa mereka akibat kesombongan mereka.
Banyak di antara mereka yang hidupnya berantakan bukan hanya karena mereka nggak mengenal Tuhan, tapi juga karena mereka sembarangan memilih pasangan hidup. Asal cantik/ ganteng, memenuhi kriteria satu dua tiga, jadi deh. Akibatnya ditanggung oleh anak cucu mereka sampai bertahun-tahun, menyesal seumur hidup, mengusahakan berbagai cara yang tak pernah berhasil.
Thanks God, sudah menaruh aku di keluarga besar seperti ini. Aku tau Engkau sayang padaku en mau aku belajar dari kehidupan mereka, supaya aku nggak mengulangi kesalahan yang sama. Aku mau jadi orang muda yang bijaksana, yang menantikan pria yang terbaik dari padamu, tanpa peduli pada komentar sinis dari sesamaku. Aku percaya semua akan indah pada waktu-Mu ^^
December
28th, 2012
1:42
pm
No comments:
Post a Comment