Aku ngefans banget sama tokoh Alkitab yang namanya Musa. Menurutku dia adalah seorang nabi yang sangat luar biasa karena hanya dia yang pernah berbicara berhadapan muka dengan Tuhan. Dia juga yang dipakai Tuhan untuk mengirim 10 tulah ke Mesir karena kekerasan hati Firaun. Dia juga yang diberi mandat oleh Tuhan untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir. Bahkan hanya Musa yang tercatat sebagai seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi (Bilangan 12:3).
Ketika aku membaca kisah Musa dan Yosua, aku belajar banyak hal. Tuhan adalah Allah yang mau memakai setiap anak-anak-Nya dengan maksimal, sampai rencana-Nya digenapi dalam hidup kita. Tuhan tidak pernah merencanakan bahwa ada orang lain yang akan melanjutkan janji atau visi-Nya dalam hidup kita. Dia merancangkan untuk kita menerima janji dan kitalah yang menggenapi janji-Nya dalam hidup kita. Dia merancangkan keberhasilan dalam hidup kita untuk mencapai setiap janji dan visi yang Dia taruh bagi kita.
Namun seringkali kita mendapati bahwa visi atau janji yang Dia berikan kepada seseorang itu tidak dapat diselesaikan oleh orang itu. Seperti Musa contohnya. Aku yakin banget kalo Tuhan nggak hanya merancangkan agar Musa hanya membawa bangsa Israel keluar dari Mesir, tapi Dia juga merancangkan agar Musa juga memimpin bangsa itu masuk ke tanah Kanaan. Sayangnya, janji itu tidak tergenapi dalam hidup Musa.
Malahan, Yosua (abdi Musa) yang menjadi penggenap visi atau janji Tuhan dalam kehidupan Musa. Yosua-lah yang menjadi penyelesai tugas yang Tuhan berikan ke tangan Musa, Yosua yang memimpin bangsa Israel masuk ke Kanaan dan mendudukinya. Yosua melihat janji Tuhan digenapi sepenuhnya dalam bangsa Israel, bahkan Yosua juga menerima milik pusaka di Kanaan.
Ketika aku membaca kisah ini, aku merenungkan hidupku. Apakah ada janji atau visi yang Tuhan berikan dalam hidupku, yang sampai saat ini belum aku selesaikan? Apakah ada hal-hal di hidupku yang perlu kubenahi agar aku layak untuk menggenapi janji-Nya dalam hidupku? Aku nggak mau jadi orang yang hanya menerima janji atau visi saja, tapi aku juga mau menjadi orang yang menerima atau menggenapi janji atau visi itu dalam hidupku. Ini bukanlah hal yang egois, tapi itulah kehendak Tuhan.
Sejatinya Dia nggak pernah menciptakan pemeran pengganti dalam panggung kehidupan kita. Dia memilih kita untuk memerankan peran kita hingga selesai, hingga janji dan vsisi-Nya dalam hidup kita tergenapi. Dia ingin kita bener-bener memainkan peran kita dengan sebaik-baiknya, tanpa perlu menaruh pengganti untuk menyelesaikannya.
Musa tetaplah orang yang hebat di mataku, tapi aku nggak mau meniru kisah akhir hidupnya yang seolah-olah menggantung. Dia mengakhiri hidupnya tanpa melihat pengenapan janji Tuhan dalam hidupnya dan hidup bangsanya. Aku mau jadi orang yang melihat janji Tuhan digenapi dalam hidupku, dalam keluargaku, dalam pelayananku, dalam studi dan pekerjaaanku. Kalo Tuhan berjanji dalam kehidupanku, dalam keluargaku, dalam pelayananku,, siapa yang harus menggenapinya? AKU! Siapa yang harus bayar harga sampai akhir? AKU! siapa yang harus berlari hingga garis finish? AKU! Jadikan aku hamba yang setia mengerjakan bagianku sampai akhir, ya Tuhan.
December 16th, 2012
1:15 pm
No comments:
Post a Comment