September 15, 2013

TOB = A GOOD PLACE TO GROW IN FAITH

Hola~

Akhirnya sempet update blog juga setelah 1 bulan aku masuk ke dunia kerja. Hari-hari pertama kerja, aku stress berat. Maklum, selama ini jadi anak rumahan yang kerjaannya bantu-bantu kerjaan mama di rumah. Waktu mau masuk ke dunia kerja, sebenernya aku udah siapin hati, tenaga, en mental (kayak orang mau berangkat perang aje :P). Waktu tanggal 19 Agustus tiba, aku ngerasa udah siap segalanya, tapi ternyata nggak semudah yang aku bayangkan. 

Aku belajar dari kisah Yefta:

“Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa, tetapi ia adalah anak seorang perempuan sundal; ayah Yefta ialah Gilead. Juga isteri Gilead melahirkan anak-anak lelaki baginya. Setelah besar anak-anak isterinya ini, maka mereka mengusir Yefta, katanya kepadanya: “Engkau tidak mendapat milik pusaka dalam keluarga kami, sebab engkau anak dari perempuan lain.” Maka larilah Yefta dari saudara-saudaranya itu dan diam di tanah Tob, di sana berkumpullah kepadanya petualang-petualang yang pergi merampok bersama-sama dengan dia” (Hakim-hakim 11:1-3).

Dan ayat yang paling aku suka dari kisahnya ada di ayat 11: “Tetapi Yefta membawa seluruh perkaranya itu ke hadapan TUHAN, di Mizpa”. 

Kisah Yefta ini mengajarkan beberapa hal buat hidupku secara pribadi. Yang pertama, kita nggak pernah bisa memprediksi hal apa yang akan terjadi dalam hidup kita. Dikatakan bahwa Yefta adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa yang dilahirkan oleh perempuan sundal en ketika dia besar dia diusir dari rumah ayahnya karena hal itu. Dia nggak bisa memilih, dia lahir dari rahim wanita seperti apa, di keluarga macam apa, ataupun rencana Tuhan dalam hidupnya. Aku belajar bahwa hidup kita SEPENUHNYA BERADA DALAM TANGAN TUHAN, DALAM RENCANA-NYA YANG SEMPURNA. Sekalipun aku kerja di tempat yang nggak jujur, rekan kerjanya males-malesan, suasana kerjanya nggak menantang, aku tau bahwa ada hal baik yang Tuhan rancangkan.

Yang kedua, tempat/ situasi/ orang-orang yang buruk bisa Tuhan pakai untuk memproses karakter kita en menimbulkan sebuah karakter yang baik. Yefta lari ke tempat yang namanya Tob (bahasa aslinya “Tov”, artinya good). en dia menjadi pemimpin dari petualang-petualang en mereka merampok bareng-bareng. Awalnya aku mikir, apanya yang baik (Tob/Tov), lah disitu adalah tempat dimana Yefta ketemu sama preman en merampok bareng-bareng kok. Tapi, manusia emang nggak pernah bisa menyelami maksud Tuhan yang baik di balik setiap kejadian buruk. Justru ketika Yefta ketemu en bergaul dengan preman-preman en merampok dengan mereka, mungkin Tuhan usik hati Yefta en nyadarkan dia bahwa bukan hidup kayak gitu yang Tuhan mau. Mungkin Tuhan bukakan destiny yang Ia sediakan untuk Yefta, bahwa Ia mau Yefta jadi pahlawan yang gagah perkasa, bukan preman. Aku belajar di tempat kerjaku, bahwa ketika aku kerja bareng mereka, ngeliat cara mereka hidup en ibadah dengan cara mereka, aku semakin sadar bahwa aku butuh Tuhan untuk membentuk hidupku  dan aku mengerti destiny yang Tuhan sediakan bagi hidupku.

The last, bawalah seluruh perkaramu (entah baik entah buruk) ke hadapan Tuhan. Ketika tua-tua Gilead dateng ke Yefta en minta dia menjadi pemimpin untuk melawan bani Amon, Yefta nggak langsung nerima dengan senang hati ataupun nyiapin strategi perang. Dia membawa seluruh perkaranya ke hadapan Tuhan. Hal inilah yang kulakukan setiap hari ketika aku masuk ke dunia kerja, setiap kali sebelum aku ambil keputusan, aku selalu nanya ke Tuhan. Aku belajar bahwa yang terpenting bukanlah apa yang kukerjakan, bukan seberhasil apa pekerjaanku, tapi yang terpenting adalah APAKAH HAL ITU BERKENAN DI HADAPAN TUHAN.

Justru dari tepat yang bernama Tob itulah, Yefta menemukan destiny yang dari Tuhan dan ia menjadi orang yang bertanya kepada Tuhan sebelum ia mengambil keputusan. Justru dari sebuah tempat berkumpulnya para preman itulah, Yefta belajar menjalani kehidupan yang Tuhan inginkan. Dan justru dari Tob-lah Tuhan mempromosikan dia menjadi pemimpin perang. Sayangnya, Yefta nggak mengakhiri hidupnya dengan baik. Semoga kisah Yefta ini bener-bener menjadi sebuah pembelajaran yang baik bagi hidupku.

No comments: