Xuan ze you feng xian. Setiap pilihan memiliki resiko masing-masing. Itulah yang kurasakan sejak aku masuk ke kantor baru. Overall, aku suka dengan suasana kerja kantor ini, dengan segala macam kesibukan dan rutinitas yang ada, dan dengan teman-teman yang memiliki keunikan masing-masing.
Aku tau bahwa di kantor ini, setiap waktu karakterku dibentuk sedemikian rupa, melalui setiap kejadian dan masalah yang baru bagiku. Tapi aku mulai merasakan “dampak-dampak negatif”, seperti kelelahan fisik karena selalu pulang jam 17.30 dan 1 minggu 2-3 kali malamnya masih harus les mandarin, nggak punya waktu dan kekuatan untuk menulis blog, nggak ada waktu khusus untuk baca buku. Bahkan aku selalu kecapekan saat aku seharusnya melayani di menara doa di hari Jumat sehingga sering bolos x_x
Banyak kejadian yang bikin aku stress di kantor, banyak hal yang bikin aku ngerasa aku nggak efektif untuk Kerajaan Sorga, banyak hal yang bikin aku nggak punya waktu sama orang-orang di sekelilingku. Seolah-olah kegiatanku setiap hari cuma kerja, kerja ,dan kerja. Apalagi mendekati akhir tahun, dokumen tagihan makin menggunung en makin dikejar-kejar vendor dengan sumpah serapahnya untuk segera bayar hutang perusahaan. Belum lagi beberapa hari terakhir, aku melakukan banyak banget kesalahan konyol, sehingga aku merepotkan senior-seniorku, bahkan managerku.
Jumat kemarin (6 Desember 2013), pas jam makan siang, aku merenung di kantor. Dengan banyaknya kejadian buruk yang terjadi dan keteledoran demi keteledoran yang sebelumnya nggak mungkin aku lakukan, aku berpikir mungkinkah ini sebuah pertanda. Aku berdoa, nanya sama Tuhan, apakah berada di kantor ini merupakan rencana-Nya bagiku. Ataukah, Dia mengijinkanku ada disini hanya karena Dia mengasihiku sehingga Ia mengabulkan keinginanku untuk bekerja disini? Aku sampai di satu kesimpulan: LEBIH BAIK BERADA DI PADANG GURUN ASALKAN BERSAMA TUHAN, DARIPADA DI PADANG RUMPUT YANG HIJAU TANPA PERKENANAN TUHAN.
Sampai saat ini, aku belum tau, apakah bekerja di kantor ini merupakan kehendak-Nya yang sempurna bagiku, ataukah ini adalah sebuah pelajaran bagiku. Sebuah pelajaran bahwa betapa indahnya ketika aku berada dalam kehendak-Nya, sekalipun hal itu nggak sesuai dengan keinginanku.
Ditulis dengan penuh pertanyaan dalam hati mengenai kehendak Tuhan dalam hidup penulis
Dec 8, 2013
8:30 pm
2 comments:
semangat cece lucyyy...pasti ada tujuan Tuhan dibalik semuanya^^ @eghasoetedja
Thanks Devorah :D
Km jugak semangat yah
GBU
Post a Comment