"Tentang hal yang kita janjikan itu, antara aku dan engkau, sesungguhnya, TUHAN ada di antara aku dan engkau sampai selamanya" (I Samuel 20:23)
"Lucy, aku menyadari aku sangat egois. Aku minta maaf sudah mengecewakan kamu :( Aku sangat menyesal akan hal itu. Sorry ya. Too much my self in my life. Aku percaya dengan kamu bbm ini adalah pintu dimana aku harus ngakui, aku sudah salah memperlakukan kamu. Aku minta maaf karena keegoisanku. Aku mau berubah, aku mau bertobat".
Kejujuran demi kejujuran mengalir dari kami berdua, kami saling membuka hati untuk mengampuni, dan kerinduan akan kembali utuhnya persahabatan kami pun terkuak. Kelegaan yang luar biasa mengalir, damai sejahtera yang sempurna membanjiri hati kami. 11 Maret 2015 menjadi momen bersejarah buat kami berdua. Tuhan tuh luar biasa, adaaaa aja cara-Nya untuk bikin kami baikan. Masalah apapun, selalu bisa Dia selesaikan di antara kami. Kesalahpahaman apapun, selalu ada pengertian yang Dia berikan. Sejauh apapun jarak memisahkan, Dia selalu buka jalan untuk mempertemukan.
Diliputi dengan sukacita yang luar biasa, malam itu aku berdoa sama Tuhan. Ucapan syukur nggak berhenti mengalir dari mulutku. En aku penasaran dengan semua hal yang Dia lakukan dalam hubungan kami berdua, tahun demi tahun, momen demi momen. Ketika aku nanya, "Tuhan, kenapa aku sama dia selalu bisa baikan, nggak peduli seberapa hebat kami bertengkar, sekalipun perbedaan karakter begitu nyata, sekalipun jarak memisahkan?"
Jawaban-Nya selalu bikin aku terharu en merasa dikasihi, "Kamu inget Luc, pas SMA kalian pernah berdoa supaya Aku ada di antara kalian sampai selamanya? Itulah yang Kulakukan". Deg. Sebuah doa sederhana yang pernah kami naikkan bertahun-tahun lalu, ternyata tetap diingat sama Tuhan en Dia setia menjawab doa itu, memegang persahabatan kami sekalipun ada saatnya kami ingin melepasnya.
Konflik, salah paham, jengkel, marah, bahkan lelah pernah kami alami dalam persahabatan kami. Ada kalanya kami saling menjauhi satu sama lain, ada kalanya kami menutup percakapan dengan emosi yang meledak-ledak, ada kalanya kami bosan dengan semua kesalahpahaman sehingga ingin mengakhiri persahabatan ini. Tapi Tuhan tetap setia dan Tuhan punya rencana dengan mengikat kami dalam tali persahabatan.
Sekali lagi, melalui konflik, kami mengenal kedegilan hati kami, dan yang terpenting kami mengalami betapa dalamnya kesetiaan Allah, sekalipun kami nggak setia. Sekali lagi kami mengalami betapa berharganya sebuah persahabatan di mata Tuhan. Sekali lagi kami memahami betapa dahsyatnya kuasa dari doa yang dipanjatkan dengan hati yang ingin menyenangkan Dia melalui persahabatan kami.
Raihlah janji yang Tuhan bri
di dalam hatimu yang suci
Serasa aku tak percaya
harapan Dia bri dalam hidupku
Kita slalu berdekatan
tak terasa kini kan berpisah
Kesatuan hati yang terbuka
yang membuat kita kuat
Reff:
Persahabatan kan kekal bila Yesus beserta
Persahabatan tak kenal perasaan kecewa
Sampai waktunya tiba
pulang ke rumah Bapa
Waktu hidup tak panjang
Bersahabatlah


No comments:
Post a Comment