April 13, 2015

CONTENTMENT

Satu hal yang paling bikin seorang Lucy nggak tahan: NGANGGUR. Yup, itulah yang akhir-akhir ini bikin aku galau, saat lagi searching for a new job, banyak waktu nganggur. Uda berusaha bantuin mama di rumah, baca buku, denger kotbah, belajar psikologi, baca blog orang, nulis blog sendiri, eh kok rasanya waktu tuh lama banget berlalunya. Hadeh. Pengen cepetan dapet kerjaan baru, trus sibuk en produktif lagi.
   
Trus nggak sengaja baca tulisan tentang "Passionate Job Seeker" en diberkati banget ama ayat "So be content with who you are, and don’t put on airs. God’s strong hand is on you; he’ll promote you at the right time. Live carefree before God; he is most careful with you" (I Petrus 5:7, MSG). BE CONTENT, itu yang aku butuhin.
     
Bagi seorang kolerik seperti aku, keadaan nganggur, keadaan dimana aku ngerasa diriku nggak produktif, nggak menghasilkan apa-apa, tuh nggak enak banget. Uda jadi DNAku bahwa hidup tuh bekerja, hidup tuh harus ngehasilin sesuatu ato mencapai sesuatu. Nggak mudah buat aku untuk bisa content dalam keadaan nggak tau musti ngapain, nggak tau kapan dapet pekerjaan baru, en nggak mencapai apapun. 
     
Tapi disitulah aku perlu belajar bahwa sibuk tuh nggak selalu baik. Justru dalam masa nganggur begini, aku diajar Tuhan banyak hal, terutama bahwa Christ is enough for me, bahwa di dalam Kristus saja aku mendapat kepuasan sejati. Bahwa aku berharga di mata Tuhan bukan karena apa yang pernah, sedang ato akan kucapai, tapi karena aku adalah anak-Nya. Berikut ini ada beberapa ayat tentang contentment:

"...for I have learned to BE CONTENT whatever the circumstances. I know what it is to be in need, and I know what it is to have plenty. I have learned the secret of BEING CONTENT in any and every situation, whether well fed or hungry, whether living in plenty or in want. I can do everything through Him who gives me strength" (Philippians 4:11b-13)

"But godliness with contentment is great gain. For we brought nothing into the world, and we can take nothing out of it. But if we have food and clothing, we will BE CONTENT with that" (I Timothy 6:6-8).

"Keep your lives free from the love of money and BE CONTENT with what you have, because God has said, "Never will I leave you, never will I forsake you". (Hebrews 13:5).
     
Ternyata BEING CONTENT itu merupakan sebuah keadaan yang nggak terjadi begitu saja, tapi perlu latian en proses. Menjadi puas dengan keadaan kita sekarang nggak serta merta muncul dalam hati kita secara otomatis, karena manusia tuh punya kecenderungan untuk mencapai sesuatu, untuk dihargai, dan untuk menguasai ato memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan. Seperti yang Paulus katakan dalam Filipi, bahwa dia belajar menjadi puas dalam segala sesuatu, justru karena dia pernah ngalami kelaparan en kenyang, pernah kekurangan dan kelimpahan.
     
En aku belajar satu kebenaran tentang bagaimana kita bisa being content, yaitu MENGUCAP SYUKUR. Yes, pengucapan syukur tuh penting banget karena itu adalah tanda bahwa kita content dengan keadaan kita sekarang. Orang yang punya banyak, sering kali nggak bisa content karena nggak pernah bisa mengucap syukur dengan apa yang dia miliki. Tetapi orang yang punya sedikit (ato nggak punya apa-apa) namun bisa mengucap syukur, dia akan menjadi content dalam hidupnya.
   
Yup, mengucap syukur adalah kunci untuk bisa mengalami kepuasan dalam hidup. Pencapaian nggak ada batasnya, hasrat en passion nggak ada akhirnya, keinginan en tuntutan nggak ada habisnya. Tapi ketika kita berhenti memandang pada apa yang kita punya, lalu menengadah ke atas dan mengucap syukur, disitulah hati kita dipenuhi dengan kepuasan yang melegakan.

No comments: